
Apa yang seharusnya saya lakukan?
Pertanyaan:
yth bapak Mario.
Saya karyawan swasta berumur 28 th, sudah 4 tahun bekerja di perusahaan skala menengah. selama 4 tahun alhamdulillah karir saya bagus, dengan pendapatan, diatas rata2 bila dibandingkan dengan perusahaan sejenis.
Nah saya merasa akhir-akhir ini tidak memiliki tantangan lebih, terutama peluang mobilitas vertikal. kemudian saya juga merasakan adanya hambatan komunikasi antara saya dan direktur, saya melihat perusahaan ini masih punya peluang besar asal dikelola dengan lebih baik, tapi sepertinya direktur tidak bisa mengikuti perkembangan manajemen yang lebih baik dan lebih modern, hal lain adalah saya belum yakin apakah saya akan menghabiskan umur saya di perusahaan yg seperti ini?
Apa yang seharusnya saya lakukan? apakah ini karena ego saya, atau apakah bijak keluar mencari tantangan yang lebih menantang? atau tetap di sini dengan menerima apa adanya?.
Namun saya tidak putus asa, selagi saya masih di perusahaan sekarang, saya akan tetap memberikan yang tebaik untuk perusahaan.
Jaharuddin (Karyawan swasta di Jakarta Timur)
--------------------------------------------------------------------------------
Mario Teguh menjawab:
Terima kasih atas pertanyaan Bapak yang baik.
Super sekali Pak Jaharuddin! Saya turut bangga dengan pribadi berkompetensi super yang juga memiliki pandangan positif seperti Bapak.
Pak Jaharuddin yang sangat profesional, sebetulnya, cara termudah untuk mencapai keprimaan pribadi adalah dengan menjadi pribadi impian kita, Super Self kita.
Setiap pribadi mengawali keinginannya untuk mencapai keprimaan diri dengan sebuah imajinasi yang besar. Jadi, prioritaskan yang positif. Jangan boroskan waktu dan tenaga untuk hal-hal yang tidak mendekatkan diri kita kepada keberhasilan besar. Jangan berlama-lama memikirkan resiko dari sebuah pilihan bertindak. Fokuskan penggunaan waktu pada melayani ketertarikan Anda untuk berhasil.
Pak Jaharuddin, pilihan-pilihan perubahan berkelas demikian terbuka bagi Anda. Sebagian perubahan harus ditunggu. Dan sebagian lain yang lebih penting -harus dilakukan.
Hampir semua orang yang sedang tertawan dalam borgol-borgol karir – membiarkan diri mereka menua dalam perasaan terseret-seret oleh kesadaran bahwa mereka harus melakukan sesuatu, tetapi tidak pernah tegas menemukan kekuatan untuk membuat keputusan perubahan itu. Memang ada keputusan-keputusan yang tidak bisa didahului kecuali ditunggu, seperti kematangan alamiah mangga di dahan tempatnya menggantung. Tetapi apakah kita tahu pasti bahwa kita sedang menunggu sebuah kematangan? Ataukah waktu kematangan bagi kita itu sudah lama lewat, dan sekarang sebetulnya kita menemani mangga yang sedang membusuk?
Pak Jaharuddin, jika pilihan terbaiknya adalah pelayanan terbaik pada atasan, maka pastikan atasan mendapatkan kepedulian yang tulus dari Anda. Karena kepedulian Anda, menentukan kekuatan dari pesan Anda.
Semakin tulus Anda dalam menyampaikan kepedulian Anda bagi perbaikan dan kebaikan, akan semakin kuat pesan perubahan yang Anda sampaikan. Karena, ketika Anda menyampaikan pesan dalam suasana hati yang tulus dalam kepedulian, Anda akan tampil dan terdengar lebih ekspresif. Dan dengannya, pesan Anda akan memiliki nilai dengar dan nilai anutan yang lebih berdampak.
Begitu dulu ya Pak Jaharuddin?
Salam Super
Mario Teguh
sumber:http://www.mtsuperclub.com/content/index.php?option=com_content&task=view&id=464&Itemid=99999999
melalui forum ini saya sangat berterima kasih atas nasehat bapak Mario Teguh, semoga Allah memberikan limpahan pahala kepada bapak, dan Allah memudahkan setiap langkah bapak. Amin.
salam super.
jaharuddin

Sudah belasan tahun saya mengenal sosok dan pribadi Zulhamli Alhamidi tanpa pernah menemukan kesalahannya sedikitpun kecuali satu kali ini saja. Saya prihatin dan bertanya-tanya apakah manusia memang tidak boleh khilaf suatu saat? Tulisan ini saya niatkan dalam rangka memenuhi salah satu hak-hak ukhuwwah beliau sebagai saudara saya sesama muslim.
Uda Zul, begitu panggilan akrabnya di kalangan anak-anak Rohis sejak jadi aktivis da’wah di kampus UNJA. Saya pun sekampus dengan beliau, cuma saya FE 93 sedangkan beliau Fapet 94. Tapi sejak sama-sama ngantor di Fraksi PKS, saya ikut memanggilnya Uda Zul karena memang usia beliau lebih tua 1 tahun dari saya. Saya juga satu majelis ta’lim dengan istri beliau, Mbak Lisa.
Da Zulhamli adalah anggota dewan paling miskin di DPRD Kota Jambi menurut ekspos LHKPN versi BPK tahun 2004 dengan asset pribadi ‘hanya’ Rp.3,5 juta saja (diikuti 3 rekan F-PKS lainnya yang sama-sama termasuk paling miskin, selain mas Hizbullah). Berita itu juga bikin polemik di koran lokal saat itu, karena Uda Zul memang sangat sederhana. Selain masih tinggal numpang di rumah mertua walau sudah punya 2 anak, Da Zul juga punya motor ‘butut’ yang selalu menemaninya ke manapun. Bahkan motor tua milik Da Zul sempat menginspirasi saya untuk bikin puisi (maaf file-nya belum ketemu). Dan motor tuanya itu sempat patah jadi dua saat suatu malam beliau ditabrak oleh pemuda yang sedang ngebut di dalam gang dalam perjalanan beliau menuju tempat Mabit ikhwan.
Ada dua momen yang paling berkesan tentang Da Zul dalam interaksinya dengan saya. Pertama, saat suatu hari saya datang ke Fraksi pagi-pagi dalam keadaan sangat lapar dan lemah karena tidak makan malam dan belum pula sarapan padahal saya sedang hamil. Dalam keadaan pusing dan gemetar karena benar-benar tak sanggup berdiri dan melangkah kuatir mendadak pingsan, Uda Zul tiba-tiba muncul di Fraksi. Saya sempat sungkan dan malu ingin meminta tolong Uda Zul memesan makanan ke kantin, tetapi pandangan mata saya sudah mulai agak gelap. Akhirnya dengan suara agak pelan, terucap juga permintaan tolong itu ke Da Zul. Saya pikir kalau saya akhirnya pingsan, bukankah Da Zul juga yang repot? Saya sangat merasa kurang sopan menyuruh seorang bapak dua anak, apalagi dengan level kaderisasi lebih tinggi dari saya, melakukan hal sepele seperti beli sesuatu ke kantin. Tapi alhamdulillah Da Zul benar-benar membantu saya pagi itu.
Yang kedua, saat polemik Pansus Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Penerapan PP.41/2007 di mana saya dipercaya menjadi Ketua Pansus di DPRD Kota Jambi. Posisi saya sangat sulit waktu itu, dilematis. Kesediaan Da Zul menjadi juru bicara Pansus, membacakan hasil kesimpulan Pansus di Rapat Paripurna walaupun berbeda pendapat dengan sikap akhir (stemmotivering) Fraksi PKS, sangat saya hargai. Pansus maunya ada penghematan anggaran melalui perampingan dinas sehingga sepakat dengan 9 Dinas saja dari Formasi 13 Dinas yang ada. Tetapi PKS pada menit-menit terakhir setelah masa lobi yang cukup alot, justru fix di formasi 14 Dinas mengikuti Golkar sebagai rekan koalisi Pilwako saat itu. Saya dan Da Zul sebetulnya utusan Fraksi yang tidak terlalu sepakat dengan hasil kesimpulan Pansus, tetapi toh khalayak juga taulah sikap pribadi kami tentu berafiliasi ke sikap akhir Fraksi PKS.
Beliau sosok yang pendiam, hanya bicara jika perlu saja. Dia orang yang sensitif, mudah tergugah hati. Da Zul pernah pingsan dalam suatu muhasabah sewaktu ada Dauroh Aleg PKS di Bengkulu. Da Zul juga pernah tiba-tiba menangis saat pidato membacakan Pandangan Umum Fraksi PKS saat santer menolak rehab gedung DPRD yang bakal menghabiskan dana APBD belasan miliar rupiah. Dan sehari setelah musibah dirinya dirazia di panti pijat itu, Da Zul juga 2 kali pingsan sebelum akhirnya datang ke DPW PKS Jambi untuk menghadapi konfrensi pers, lalu menyatakan mundur dari DPRD Kota Jambi sekaligus mundur dari pencalegannya di Dapil Jambi Timur-Pelayangan.
Jabatan terakhir Da Zul di DPRD Kota Jambi selain beliau adalah Wakil Ketua Fraksi PKS, beliau akhir Desember 2008 kemarin baru menyelesaikan tugasnya sebagai Wakil Ketua Komisi B. Di struktur partai, beliau adalah salah seorang Ketua Bidang di DPW. Beliau juga aktif di berbagai kegiatan di DPD dan DPC.
Saya tidak melihat ada gaya hidup yang berubah signifikan setelah Da Zul menjadi Aleg. Hingga saat ini beliau dan keluarganya masih ngontrak rumah sederhana di Talang Banjar (karena ada tuntutan Aleg PKS harus tinggal di Dapilnya). Di rumahnya pun tidak ada barang mewah. Selain motor tuanya itu, hanya tampak satu lemari penuh buku, televisi di ruang keluarga, room set anak-anak dan seperangkat kompor gas di dapur si ummi. Tidak ada sofa di sana, boro-boro koleksi keramik mewah!! Tamu yang datang terpaksa duduk lesehan di atas karpet sederhana. Kalaupun Da Zul sesekali bawa mobil Carry edisi lama, itu sebetulnya mobil milik mertuanya, kadang-kadang dipakai untuk menjemput anak-anaknya: Ainun, Ahmad dan si kecil Aziz.
Uda Zul memang sangat gemar olahraga Badminton seperti bapak-bapak anggota dewan yang lain. Kantor kami memang punya gedung olahraga sendiri, sehingga keluarga besar DPRD Kota bisa leluasa memanfaatkan waktu luang di situ. Di kantor, teman-teman Fraksi lain mengakui Da Zul cukup lihay main bulu tangkis ini. Mungkin saking semangat, badan Uda Zul sering pegal-pegal, saya yakin bapak-bapak sparing partner dia juga begitu jika terlalu menguras energi. Diakui oleh rekan-rekan sejawat, kalau pegal mereka kadang mampir rame-rame ke Panti Pijat Sehat Bersih yang lokasinya cukup dekat dari kantor dan memang punya izin operasional resmi dari Pemerintah Kota. Bahkan sesekali bapak-bapak itu bawa istri mereka sekedar pijat refleksi karena memang pengunjung laki-laki dan perempuan dibedakan tempat dan petugas yang melayaninya, harus sama-sama laki-laki atau sama-sama perempuan (Itulah yang saya heran mengapa pada kasus Da Zul koq justru petugasnya lain jenis? Menurut wartawan yang ikut Razia tetapi tidak ikut menjelek-jelekkan Aleg PKS di media, ada kemungkinan razia itu direkayasa. Tapi maaf saya tidak ingin buka di sini karena kuatir pencemaran nama baik pihak tertentu).
Yach… siapa sangka hobby berolahraga ini justru menjadi sandungan di belakang hari. Mungkin Allah ingin mengingatkan bahwa ada tupoksi Aleg yang lebih penting daripada sekedar riyadhoh. Wallohu a’lam.
Yang pasti, kinerja dan keikhlasan Uda Zul dalam beramal jauh lebih baik dibandingkan saya. Apa yang telah terjadi atas Da Zul adalah pertanda Allah masih sayang sama beliau, Allah mungkin sedang mempersiapkan rencana yang lebih baik untuk beliau dan keluarganya.
Tetapi terus terang kami di Fraksi belum siap kehilangan… Seseorang yang pergi begitu saja karena media lokal, nasional, cetak, elektronik, bahkan internet secara sistematis telah terlanjur membunuh karirnya tanpa ampun sampai beliau sangat malu dan tak punya muka lagi untuk sekedar datang ke kantor. Padahal tidak ada Perda dan aturan KUHP / KUHAP yang beliau langgar saat peristiwa di Panti Pijat itu. Beliau sedang pijat tradisional di tempat resmi dan petugas resmi, tidak ada asumsi razia yang dia langgar tapi Satpol PP dan Poltabes – dengan alasan mengamankan Pejabat Daerah – telah menggiring publik menuduh dia berbuat mesum dengan pemijat. Astaghfirullah… Kasihan Uda Zul. Sebagai kader Partai Da’wah, Dewan Syari’ah PKS lebih berhak menilai sejauh mana kesalahan beliau. Dan inisiatif pengunduran diri dari DPRD maupun dari pencalegannya di Pemilu 2009 adalah sebuah inisiatif yang patut dihormati. Bahkan itu sebetulnya masih terlalu berlebihan.
Kali terakhir saya bertemu dengan Uda Zul di DPRD – subhanalloh saya rasanya mau nangis lagi… - kami berlima duduk bersama di Fraksi PKS di Lantai 2, ngumpul saja karena Jum’at pagi itu tidak ada agenda rapat. Bang Dede sedang ngonsep Pandangan Umum RPJP di laptop, Mas Hiz baca koran, saya baca majalah Ghoib buat persiapan ngisi Rohis sejam lagi, sedangkan Bang Zay seingat saya baca printout PP.8/2008. Lalu Uda Zul? Dia serius memperhatikan HP-nya menyetel tilawah Qur’an (kalo gak salah, surat Al.Anfaal, taujih robbani yang paling mengena jelang Pemilu 2009). Murottal itu distel Da Zul agak keras sehingga saya yakin terdengar dari lantai bawah ruang Fraksi. Dan kami berlima cukup lama saling diam menyimak ayat-ayat Allah di sela kegiatan masing-masing, sampai menjelang jam 11 siang saya pamit duluan mau ke SMA 5….
Ah, Da Zul!! Ketika saya menjenguk ke rumahnya pasca pemberitaan itu untuk bertemu dengan istrinya (Mbak Lisa), hanya sekilas saya lihat Da Zul membukakan pintu untuk kami. Selebihnya, beliau lebih memilih masuk ke dalam. Hanya ada Mbak Lisa dan anak-anak yang menyambut kami dengan sejuta kesabaran di antara suara tertahan dan sesak di dadanya. Sementara mereka tegar, kami yang memandangi malah menangis. Sama seperti Da Zul, saya juga sudah belasan tahun mengenal Mbak Lisa sejak di Kampus, kami seangkatan 93. Selain dikenal sangat sabar dan pendiam, istri Da Zul juga seorang pekerja keras. Beliau guru SD Islam Terpadu Nurul Ilmi. Bayangkan bagaimana Mbak Lisa harus menghadapi ratusan wali murid yang bertanya-tanya tentang kejadian itu. Sementara anak-anak bertanya, “Ummi… Mengapa Abi tidak ngantor?”
Kasus razia panti pijat itu pahit banget yak!! Tidak terbayang kalau dalam sisa masa jabatan yang tinggal sekitar 5 bulan ini mendadak harus menghadapi drama voting di ruang Paripurna, sementara suara PKS kurang 1 orang… Walaupun saat ini isu pemecatan Kepala Satpol PP akibat salah ringkus di razia itu sudah disepakati oleh semua Fraksi di DPRD Kota Jambi (di sini total ada 40 kursi), kecuali Fraksi PKS memilih abstain untuk menjaga objektivitas. Saya masih tidak habis pikir, bukankah istri Kepala Satpol PP itu juga seorang akhwat PKS? Ah, otak saya masih bebal membaca situasi politis terselubung di balik penangkapan berdalih pengamanan Pejabat itu. Tapi semua respon dan dukungan dari internal DPRD Kota Jambi tidak akan mengembalikan kehidupan Da Zul seperti sedia kala. Mungkin butuh bertahun-tahun untuk pulih, entahlah.
Saya ingin katakan bahwa mungkin Uda Zul bersalah secara syari'ah (baca: berdosa) dan kasus ini sudah diambil alih DPP. Tetapi tidak layak kita ikut-ikutan memojokkan beliau. Dalam hearing Komisi A sepekan setelah kejadian itu, saya katakan kepada perwakilan Poltabes, Satpol PP, dan rombongan wartawan PWI yang hadir, "Al insaan makaanul khotho' wa khoiru khothoo-ihaa at tawwabiin." (Manusia adalah tempat berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat).
Sebagai sesama muslim, beliau adalah saudara kita yang punya hak-hak ukhuwwah dan harus kita tunaikan. Cukuplah beban vonis sosial yang ditanggungnya. Ingatlah istri dan anak-anak serta keluarga besar beliau ikut menanggung apa yang dirasakan Uda Zul. Sementara apa yang sudah kita lakukan hari-hari ini? Apakah memang kita merasa lebih baik akhlaqnya dibanding beliau? (Terutama untuk saya pribadi dan 1112 Aleg PKS se-Indonesia, kiranya lebih berhati-hati terhadap potensi jebakan dari lawan-lawan politik)
Wallohu a'lam.
dari http://pur76.multiply.com/
Komentar:
saya berinteraksi dengan da zul, semenjak saya masuk FE UNJA tahun 95, saya yuniornya mbak pur di FE, saya berinteraksi dengan beliau di rohis universitas, majlis taklim sholahuddin UNJA,sampai ke KAMMI Daerah Jambi, bahkan saya dengan da Zulhamli Al-Hamidi, S.Pt, akh Dede Firmansyah,SP (Rekan da zul di DPRD Kota Jambi), akh Agus Supriadi,S.Pt,MSi (Dosen di Palembang), pernah sama-sama "numpang" jadi marbot di KAMMI Daerah jambi, sewaktu itu sekretariat KAMMI daerah jambi ada di rumah ibu Munawir sungai kambang, saya masih ingat untuk berhemat (atau lebih tepatnya ngak punya uang untuk makan malam), setelah sholat magrib di masjid nurdin hasanah kita berempat masak nasi trus beli pecel lele, tanpa ayam dan lele, cuma beli tahu dan tempenya, trus sambalnya di banyakin, agar bisa makan semua) beginilah cerminan ke sederhanaan da zul, sampai sekitar 1,5 bulan sebelum kejadian di panti pijat itu, saya menemani da zul, di jakarta setelah selesai rapat, beliau menyempatkan diri untuk beli atribut, dan saya di ajak, ketika beli atribut PKS, saya didalam hati merasa bangga da zul tidak berubah, karena tidak sungkan-sungkan membeli atribut PKS yang banyak (seingat saya 1 juta lebih), tanpa rasa merugi sedikitpun, bahkan beliau cerita kalau beli rompi, maka biasanya setelah pulang dari jaulah (perjalanan ke daerah binaan), biasanya rompinya di tinggalkan di kader di daerah tersebut.
saya kaget ketika media massa menguliti da zul, dan saya tabayun (klarifikasi), ternyata tidak seperti di media massa...saya hanya berharap da zul sekeluarga bisa bersabar, dan ikhwafillah lebih bijak melihat kader yang sedang terdzolimi....saya yakin da zul, mbak Lisa, dan mujahid-mujahid kecilnya bisa istiqomah dengan ujian ini, termasuk keluarga besar da zul dan mbak lisa, semoga tetap solid dan berhasil keluar sebagai pemenang dalam ujian ini. Amin. ALLAHU AKBAR.3x
Jaharuddin
yunior da zul di LDK dan di KAMMI Daerah Jambi

>Barang siapa yang meninggalkan berlebihan dalam bicara, ia akan memperoleh hikmah
>Barang siapa yang meninggalkan berlebihan dalam pandangan, ia akan memperoleh kekhusyu’an
>Barang siapa yang meninggalkan berlebihan dalam makanan, maka ia akan diberi kelezatan beribadah
>Barang siapa yang meninggalkan berlebihan tertawa, ia akan memperoleh kewibawaan
>Barang siapa yang meninggalkan kecintaan dunia, ia akan mendapatkan cinta akhirat
>Barang siapa yang meninggalkan sibuk oleh aib orang lain, maka ia akan memperoleh kesibukan memperbaiki aibnya sendiri
(Seorang ahli hikmah)

Lima hal yang jika ada pada seseorang,berarti Allah telah mengumpulkan keimanan untuknya
1. Nasehat Karena Allah dan Rasulnya
2. Mencintai Allah dan Rasulnya
3. Mencurahkan keridhoan untuk manusia dan menghindari kemurkaan mereka
4. Menyambung shilaturahim
5. Jika keadaannya ketika sendirian sama dengan keadaannya ketika di kermaian
(Hasan bin Athiyah)

“Bersegeralah Kalian menuju amal Shaleh karena akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan gelapnya malam, dimana seorang mukmin bila berada di waktu Pagi dalam keadaan beriman maka di sore harinya menjadi kafir dan jika di sore hari dia beriman maka di pagi harinya dia menjadi kafir dan dia melelang agamanya dengan benda dunia” (HR.Muslim)
Alhamdulillahirrobbil alamin.
Syukur kepada Allah SWT karena berkat dan rahmat-Nya penelitian dan penulisan tesis di program magister Biomedik dapat terselesaikan. Penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak selama masa perkuliahan, penelitian, sampai terselesaikannya tesis ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Prof. dr. Jeanne Adiwinata Pawitan, PhD selaku pembimbing akademik sekaligus pembimbing I tesis, untuk seluruh waktu, bimbingan, dedikasi pemikiran, bantuan dan dukungan dalam keseluruhan proses akademis di Magister Ilmu Biomedik FKUI.
2. dr. Ahmad Aulia Jusuf, PhD selaku pembimbing II tesis sekaligus Ketua Departemen Histologi FKUI, untuk seluruh bantuan, pemikiran, dan dukungan moral maupun material untuk penulis selama menempuh keseluruhan proses akademis di Magister Ilmu Biomedik FKUI.
3. Dekan FKUI, DR.Dr.Ratna Sitompul,SpM(K); Wakil Dekan FKUI, Prof.Dr.Pratiwi Soedarmono,PhD,SpMK dan Manajer SDM dan Keuangan FKUI(DR.Dr.Siti Setiati, SpPD-KGer), yang telah memberikan kesempatan lewat beasiswa S2 FKUI untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi bagi penulis.
4. Dr.rer.physiol. Septelia Inawati Wanandi, Ketua Program Studi Magister Ilmu Biomedik FKUI untuk seluruh bantuan dan dukungan dalam keseluruhan proses pendidikan S2 ini.
5. Dewan Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, yang telah mendanai Riset Tesis S2 ini.
6. dr.Sugito Wonodirekso, MS atas inisiasi ide penelitian dan dorongan untuk menempuh pendidikan lebih lanjut.
7. dr. Lia Damayanti, M.Biomed, Sp.PA yang dengan suka rela membuka wawasan penulis tentang proses pewarnaan imunohistokimia dan membantu penulis memulai pengerjaan imunohistokimia tenascin C.
8. Kepada dr. Isnani A Suryono, MS; dr. Atikah C Barasilla,MBiomed; dr.R Soeharto, Sp.THT; dr. Siti NS; dr.Rulliana Agustin, MMedEd; dr. Dewi Sukmawati, MKes; dr.Soenanto Roewijoko, MS, Sp.A; terima kasih atas niche yang hangat, stimulatif dan kondusif hingga seluruh proses akademik S2 mampu dilintasi. Ibu Isbandiyah, Bpk Dina S, Ibu Mini, Mas Kanto, Mas Mugi, Mbak Ike terima kasih banyak atas bantuan dan kerja samanya.
9. Dra. Ria Kodariah, MS yang mendedikasikan waktu dan pemikirannya untuk membimbing dalam proses pengerjaan imunohistokimia di Lab Imunopatologi Patologi Anatomi FKUI.
10. Prof. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp.PD. KAI, PhD yang mendonasi dana untuk memulai pewarnaan imunohistokimia Tenascin C.
11. Drs. Cornelius Adimunca selaku kepala Laboratorium Hewan Coba dan Toksikologi PusLitBang Biomedis dan Farmasi DepKes yang telah membantu dalam penyediaan hewan coba untuk subyek penelitian ini.
12. Ibunda tercinta, Hj. Elma Sumbogo dan adik tersayang, drg. Radiati Dhewayanti A terhatur terima kasih terdalam atas seluruh bantuan, pengawasan dan dukungan sepanjang proses akademik ini. Untuk papa tercinta Ir.H. Sumbogo Antarianto, MSc (alm), tesis ini nana persembahkan sebagai metamorfosis utuh dari modul incinerator yang kita kerjakan bersama (proyek ilmiah akhir di SMU 8).
13. Jaharuddin, SE , pendamping dan motivator terbaik di setiap kesempatan. Untuk dukungan moral, material dan semangatnya sehingga keseluruhan proses akademik termasuk penelitian dapat terselesaikan. Untuk buah hati dan sumber inspirasi ummi, M Dzakwan Alif dan M Zaky Taqyudin, terima kasih atas kerelaan membagi sebagian masa kebersamaan kita sehingga ummi dapat menyelesaikan studi dan tesis.
14. Keluarga dan sahabat yang telah memberikan banyak dukungan moral untuk terselesaikannya tesis ini. Terima kasih khusus kepada Ny. Hj. Ir.Eleanor Martigora Emzita yang telah mengawali pembiayaan tesis ini.
15. Kepada rekan-rekan biomedik, terutama satu kekhususan dr. Veronika MS terima kasih atas kerja sama dan bantuan selama ini sehingga penelitian tesis bisa diselesaikan.
Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah kita dalam mengamalkan ilmu-Nya.
Dr. Radiana Dhewayani Antarianto. M.Biomed (Mahasiswi Program Doktoral FKUI)
Keterangan gambar (kanan ke kiri): Mama, dr Nana M Biomed, dr. Isnani A Suryono, MS, dr. Suryono, SpOG(K)
alhamdulillah berkat kerja keras dr. Radiana Dhewayani Antarianto, M Biomed dan dukungan semua pihak terutama mama, prof. dr. Jeane, dr. Aulia Jusuf PhD,dan senior-senior di departemen Histologi FKUI,anak-anak, suami , tante dan om, dan semua pihak lainnya, dr nana berhasil lulus dari magister Biomedik dengan predikat cum laude, dan saat wisuda (31 Januari 2009) mendapatkan penghargaan sebagai penulis jurnal internasional tahun 2008 dengan judul : siqnifican of ocular stem cells in tissue engineering of the eye. semoga ditahun-tahun depan mampu mencetak prestasi-prestasi selanjutnya. mohon do'anya.Amin.
mama, jahar dan om evi, ikut tegang mendengarkan adu argument antara tim penguji dan dr nana, semoga nana bisa melaluinya dengan baik. Amin.
Keterangan gambar (Kanan ke kiri): Dra. Ria Kodariah,MS, Prof.Drs.Purnomo Soeharso, PhD, Dr.Sugito Wonodirekso, MS
Ujian Tesis di adakan pada hari Jum'at,7 November 2008,pukul : 08.00 - 11.00 WIB, di Ruang Guru Besar FK UI. semoga umi jadi guru besar juga ya. Amin
keterangan gambar (kanan ke kiri): Dr.rer.nat.Asmarinah, Dr.Ahmad Aulia jusuf Ph.D, Dr. Radiana Dhewayani Antarianto,M. Biomed, Prof.Dr. Jeanne A. Pawitan, PhD, Dr.rer.physiol.Dr.Septelia Inawati Wanandi, Dr. Sugito Wonodirekso,MS, Dra. Ria Kodariah, MS, Prof. Drs. Purnomo Suharso,PhD.Terima kasih kepada pembimbing dan penguji, semoga diberikan kebaikan yang banyak.Amin.

Mengapa kita membaca AlQuran meskipun kita tidak mengerti satupun artinya ?
This is a beautiful story :
Ini suatu cerita yang indah :
An old American Muslim lived on a farm in the mountains of eastern
Kentucky with his young grandson. Each morning Grandpa wakeup early
sitting at the kitchen table reading his Quran .
Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu
pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya
yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran
di meja makan di dapurnya.
His grandson wanted to be just like him and tried to imitate him in
every way he could. One day the grandson asked, "Grandpa! I try to
read the Qur'an just like you but I don't understand it, and what I do
understand I forget as soon as I close the book. What good does
reading the Qur'an do?"
Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba
untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya
bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur'An seperti yang kamu
lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku
lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca
Qur'An?
The Grandfather quietly turned from putting coal in the stove and
replied, "Take this coal basket down to the river and bring me back a
basket of water."
Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di tungku pemanas
sambil berkata , " Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa
kemari lagi penuhi dengan air."
The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got
back to the house.
Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi
semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.
The grandfather laughed and said, "You'll have to move a little faster
next time," and sent him back to the river with the basket to try
again. This time the boy ran faster, but again the bas ket was empty
before he returned home.
Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih
cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan
keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi
tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.
Out of breath, he told his grandfather that it was impossible to carry
water in a basket, and he went to get a bucket instead. The old man
said, "I don't want a bucket of water; I want a basket of water.
Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil
membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong , maka sang
cucu mengambil ember sebagai gantinya.
Sang kakek berkata, " Aku tidak mau satu ember air ; aku hanya mau
satu keranjang air.
You're just not trying hard enough," and he went out the door to watch
the boy try again.. At this point, the boy knew it was impossible, but
he wanted to show his grandfather that even if he ran as fast as he
could, the water would Leak out before he got back to the house.
Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu
untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali
bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek
nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor
keluar sebelum ia sampai ke rumah.
The boy again dipped the basket into river and ran hard, but when he
reached his grandfather the basket was again empty. Out of breathe, he
said, "See Grandpa, it's useless!" "So you think it is useless?"
Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat
tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek
keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat
Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?"
The old man said, "Look at the basket." The boy looked at the basket
and for the first time realized that the basket was different. It had
been transformed from a dirty old coal basket and was now clean,
inside and out.
Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu menurut, melihat
ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa
keranjang itu sekarang berbeda.. Keranjang itu telah berubah dari
keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. "
"Son, that's what happens when you read the Qur'an. You mi ght not
understand or remember everything, but when you read it, you will be
changed, inside and out. That is the work of Allah in our lives."
Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur'An.. Kamu
tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca
nya lagi, kamu akan berubah, didalam dan diluar dirimu .
" If you feel this email is worth reading, please forward to your
contacts/friends. Prophet Muhammad ( p.b.u.h) says: "The one who
guides to good will be rewarded equally"
Jika kamu merasa email ini patut dibaca, maka lanjutkanlah ke
teman-temanmu. Seperti sabda Nabi Muhammad( SAW) :
" Bagi siapa saja yang membawa kebaikan maka akan mendapat ganjaran yang sama "

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :
* Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
* Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukamu terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu :
"Ini karena saya mengikuti pesan ayah.. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih".
"Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak".
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung :
"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut".
"Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup."
"Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama".
MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan persepsi yang berbeda.
Jika kita menanggapi sesuatu hal dengan positive maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses, tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita... pilihan ada di tangan kita.
* Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa *

Kata orang Singapore tentang Indonesia--
Suatu pagi di bandar lampung, kami menjemput seseorang di bandara.
Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.
Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya
melayu , english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2
hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis,
spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..
"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..
" Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia "
"Everything can be found here in Indonesia , u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan ,
dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"
" Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia .
500.000orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang
yang masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun
orang2 indonesia , ga peduli harga yang selangit, laku keras.
Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."
"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan
indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."
"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk
di singapura dan malaysia ? kalian di indonesia dengan mudah dapat
beras"
"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami,
air bersih pun kami beli dari malaysia . Saya pernah ke kalimantan,
bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada
matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik
China . Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya
melihatnya sendiri"
"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo
Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut
kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya
KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari
petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu
kalian impor klo bisa produksi sendiri."
"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia
will rule the world.."
------- so... what d'ya think...? J ------

Pagi ini saya mendengarkan Smart Syariah di radio Smart Jakarta, pembicaranya DR. M. Syafi’i Antonio. Surat Al Jum’ah 8 – 9, mengisyaratkan kepada seluruh muslim untuk melakukan perdagangan global, nah dari diskusi tersebut terungkap bahwa eksport makanan Thailand ke Negara Timur tenggah (mungkin lebih tepatnya Saudi) lebih besar dari pada Indonesia, padahal kita tahu penduduk Thailand sedikit muslimnya, halalkah makanan yang diekspor tersebut? disisi lain yang mengirimkan banyak jama’ah Haji dan umroh ke sana adalah Indonesia. Sebenarnya kondisi dan potensi ini sudah diketahui oleh Kadin Timur Tenggah dimana bapak DR. M Syafi’i Antonio aktif disana. Namun ternyata orang-orang yang ada di Kadin Timur Tenggah lebih banyak Non Islamnya. Nah kesulitan Kadin Timur Tenggah mengarap ini adalah masih minimnya pemain muslim yang benar-benar serius untuk menggarap sektor ini. Silakan pengusaha muslim menggarap potensi ini. Go to global market.

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali
2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.
4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk dalam hidupnya.
5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup
6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.
9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang penganguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan meyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa
Selama ini banyak orang yang nggak sadar kalau sebenarnya meja kerja mencerminkan kepribadian dan gaya kerja pemakainya. Tatanan atau susunan barang-barang di meja Anda konon bisa mengungkapkan siapa diri Anda sesungguhnya. Bukan itu saja, keadaan meja Anda juga bisa mengungkapkan cara kerja Anda sehari-hari. Paling tidak demikian menurut Liza Kanarek dalam bukunya `Everything`s Organized`.
Nah di bawah ini adalah empat jenis meja kerja yang akan mengungkapkan rahasia kepribadian dan cara kerja Anda:
* Meja berantakan Di atas meja ini, kertas-kertas, buku-buku, dokumen, alat tulis, dan surat-surat dibiarkan dalam keadaan `semrawut`. Tapi herannya pemilik meja ini tidak merasa terganggu dengan kondisi mejanya. Sebenarnya pengguna meja ini adalah pekerja yang kreatif tapi sayangnya mereka kurang bisa diandalkan. Mereka kurang bisa bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan padanya. Mereka juga mudah panik dan sulit membagi pekerjaan berdasarkan skala prioritas. Tetapi memang, jika moodnya lagi bagus, mereka bisa menyelesaikan tugas dengan tuntas dan memuaskan, tapi tetap dengan meja yang berantakan. Karena untuk tipe ini, agaknya akan sulit bekerja dengan kondisi meja yang rapih.
* Meja kosong Meja ini nyaris selalu terlihat kosong melompong. Di atasnya hanya terdapat komputer dan telepon. Semua peralatan kerja lainnya seperti kertas, alat tulis, kamus dan buku-buku diletakkan dalam laci meja, sekalipun pemakainya sedang bekerja. Mereka baru mengambilnya jika ingin menggunakannya. Pemilik meja ini menunjukkan pribadi yang serius dan disiplin dalam bekerja. Jarang sekali mereka beranjak dari kursi sebelum pekerjaan selesai. Mereka juga tidak terpengaruh pada lelucon apapun yang dilontarkan ketika tengah bekerja. Karena memang, pada dasarnya `sense of humor` mereka sangat rendah. Sehingga mereka pun cenderung kaku dalam pergaulan.
* Meja friendly Meja jenis ini terlihat semarak. Di atasnya terdapat foto-foto pribadi dan keluarga, boneka lucu, dan berbagai macam pernak-pernik. Alat tulis dan buku-buku disusun dalam wadah yang unik dengan warna-warna ceria. Mereka yang memiliki meja ini adalah orang yang terbuka dan humoris, mereka seringkali menjadi penghibur orang-orang sekantor. Walaupun terlihat santai, tapi mereka cukup kreatif. Mereka juga cukup bisa diandalkan dan bertanggung jawab terhadap semua tugas yang dibebankan padanya. Mereka bisa menjadi sahabat bagi teman-temannya di kantor.
* Meja formal Meja ini selalu tampak rapih dan bersih. Buku-buku dan file-file dokumen tersusun rapih di atas meja. Apa yang terlihat di meja adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Mereka yang memiliki meja ini termasuk orang yang serius dalam bekerja. Tetapi mereka bukanlah orang yang `kaku`, mereka cukup fleksibel menghadapi rekan-rekan di kantor. Mereka bisa membedakan dengan baik kapan waktu untuk bekerja dan kapan waktu untuk bercanda. Mereka juga cukup dewasa dalam menghadapi setiap masalah. Nah mulai sekarang coba perhatikan deh meja rekan-rekan Anda di kantor. Siapa tau dengan mengetahui profil meja rekan Anda, Anda lebih mudah untuk mengetahui siapa yang paling cocok bekerja sama dengan Anda.
Lalu bagaimana dengan meja Anda sendiri...?
From: [mailto:dyoshida@binus.ac.id] di Milis Manajemen http://groups.yahoo.com/group/manajemen

Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin
redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang
yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan Surya
Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak
menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan power
yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita,
tiba-tiba saya mengundurkan diri.
Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan
sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang
beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah
Tinggi Publisistik di Jakarta
walau harus menanggung sendiri beban uang
kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan
diri dari Metro TV.
Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya
kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa
mengapa saya keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam kolam.
Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan
tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.
Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak
lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya
ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi
Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka
hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu
selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan
habis. Karena itu, dia
selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika
keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain.
Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun
persediaan keju tidak akan pernah habis.
Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak
sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat
lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh
seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak
perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia
memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang
hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu
sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi
sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak
dibandingkan di tempat lama.
Pesan moral buku
sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa
nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi
perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah,
dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.
Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang
menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang
mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang
selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari keju itu sudah
tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa saya.
Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.
Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera Hati yang dinyanyikan
Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin
disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah
sejak lama saya
ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.
Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa
tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang
sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing,
mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata
tidak membuatnya bahagia. Dia merasa lentera jiwanya ada di ajang
pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai
dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah
mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia
tidak bahagia.
Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga
menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka
tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi
apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata
putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling
banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka
tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.
Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008),
kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar
dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan
Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis
untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih
menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya
sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini
memiliki restoran sendiri. Saya sangat bahagia dengan apa yang saya
kerjakan saat ini, ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara
mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.
Juga ada Wahyu Aditya yang sangat
bahagia dengan pilihan hatinya untuk
menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat
beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi.
Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka
mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana Gde Prama
memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan
komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku
ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai
public speaker.
Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan
yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak
tahu bagaimana cara mencapainya.
Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang
dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu
gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu
seperti rekreasi.
Gembira terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah satu
personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone.
Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak
heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu
melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua karena
saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya.
Hidup saya, katanya.
Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka
yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah
menemukan lentera jiwa mereka
Semoga bermanfaat..
source: http://kickandy com/?ar_id= MTEzOA==

Kisah si Umar
Adalah seorang pekerja Syria yang sedang bekerja di
lantai 13 sebuah gedung. Tiba-tiba seorang
berteriak-teriak,
"Umar .. Umar . anak perempuanmu Fatimah mati karena
kecelakaan ... Umar ...!"
Karena panik, orang ini langsung loncat lewat
jendela... dari lantai 13.
Ketika dia hampir mendekati lantai 9, dia baru ingat
bahwa dia tidak punya anak perempuan bernama Fatimah,
setelah dia hampir mendekati lantai 5, dia baru sadar
bahwa dia belum menikah.. apalagi punya anak. Dan
ketika dia hampir menyentuh tanah.. dia baru sadar
bahwa namanya bukanlah Umar..

Penjaga kolam menghampiri seorang anak lelaki dan
menegurnya, "kamu tidak boleh kencing di kolam renang
ini, mengerti?!"
Dengan wajah tak mengerti si anak berkata, "tapi semua
orang kan pada kencing di kolam??"
Penjaga mencoba bersabar, "iya, memang. Tapi
kencingnya tidak dari atas papan loncat."

Suatu malam seorang lelaki yang sedang mabuk naik bis
dan duduk di sebelah perempuan berumur.
Si nene k memandangnya dari atas ke bawah, kemudian
berkata, "tahu nggak, kamu akan ke neraka!"
Si lelaki melompat kaget dan berteriak,
"Stop...kirriii. Salah naik bis."

Di tengah malam, telepon di rumah seorang petugas
perpustakaan bernama Bobi berdering.
"Selamat malam. Maaf mau tanya, perpustakaan buka jam
berapa ya?"
tanya suara seorang lelaki di telepon.
"Ya ampun, Anda menelepon tengah malam begini hanya
ingin tahu kapan perpusatakaan buka?" tanya Bobi.
"Tapi ini sangat penting", kata penelepon.
"Jam sembilan pagi", kata Bobi.
"Jam sembilan??? Tidak bisa lebih pagi lagi?"
tanya si penelepon.
"Memangnya kenapa Anda ingin datang pagi-pagi?" tanya
Bobi.
"Siapa bilang saya ingin datang? Saya ingin keluar
dari perpustakaan ini..."

Seorang cewek yang bahasa Inggrisnya kacau-balau suatu
hari nubruk seorang bule ketika jalan-jalan di mall.
Cewek: "I'm sorry."
Bule: "I'm sorry, too."
Si cewek bingung. Doi ngerasa harus ngejawab tuh bule.
Cewek: "I'm sorry, three."
Bule: "What are you sorry for?"
Cewek: "I'm sorry, five."

Interview antara HRD dan Pelamar:
HRD: Nama saudara siapa ?
Pelamar: Prawojo pak ...
HRD: Coba ceritakan tentang keluarga saudara !!...
Pelamar: Saya 2 bersaudara, adik saya masih kuliah di
Jogya..Orang Tua saya tinggal di Surabaya .. Kakek dan
nenek
dari Bapak tinggal di Solo..Kakek dan nenek dari Ibu
tinggal di Semarang ..Paman dan Pakde semua tinggal di
Tegal..
HRD: Apakan saudara dapat berbahasa inggris ?
Pelamar: Yes .. sir ...
HRD: now tell me about your family in English !!...
Pelamar: Sorry sir .. i don't have family in English
..., they're all living in Indonesia





