
"sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. bisa jadi anda rasakan semenit, sejam, sehari, atau setahun. Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan anda rasakan selamanya" (Lance Amstrong/mantan atlet balap sepeda AS)
Bagi saya kalimat ini inspiratif, karena dalam setiap perjuangan alaminya di iringi dengan tantangan yang tidak sedikit. saya mengatakan tantangan karena berusaha untuk melihat masalah dengan persfektif positif. semakin besar sesuatu yang ingin dicapai biasanya juga diikuti semakin besarnya tantangan. singkatnya ada korelasi positif antara hasil yang diinginkan dengan tantangan yang akan dialami.
saya meyakini, setiap orang sukses dalam setiap bidangnya masing-masing, selalu di ikuti dengan "dia" telah mampu menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dalam proses mencapai kesuksesan tersebut. makanya ketika anda membaca biografi orang sukses, jangan hanya berhenti pada ...kesimpulan...ooooo....orang ini sukses menjadi...misalnya orang sholeh....orang alim...konglomerat...ilmuan kelas dunia...presiden...dst....tapi cari tahu lebih dalam...bagaimana "dia" menyelesaikan tantangan yang dihadapinya ketika mencapai proses kesuksesan.
saya juga meyakini bahwa ..kalau kita mau sukses , maka harus siap berjuang lebih keras...misalnya mengurangi tidur..mengurangi waktu yang tidak produktif...dst...setiap orang sukses biasanya mempunyai kebiasaan "khusus" yang tidak dilakukan oleh orang kebanyakan...misalnya kebiasaan rutin qiyamulail (sholat malam)..setiap malam...kebiasaan berdo'a dengan do'a pilihan pada pagi dan sore hari, atau merenung di tenggah malam...ketika orang kebanyakan tertidur lelap....
nah, jika kita ingin sukses...pilihlah kebiasaan "khusus" yang dilakukan, sebagai amal unggulan, yang tentunya berbeda dengan orang lain...barulah anda akan menjadi berbeda dan lebih dibanding dengan orang lain...misalnya dalam kontek belajar di kampus...kalau kabanyakan mahasiswa cuma baca 1 artikel dalam sebulan...maka anda membaca 1 artikel dalam sehari...dstnya....
untuk melangkapi tulisan singkat ini, berikut ini tips membangun sikap mental pantang menyerah, saya ambilkan dari http://kalbar.us, sebagai berikut:
1. Kalau Anda mempunyai kecendrungan mudah menyerah, maka langkah pertama, yg paling penting adalah mengakui kelemahannya itu. Dengan menyadarinya , Anda akan lebih siap untuk memperbaikinya.
2. Motivasikanlah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah. Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. Perhatikanlah artis, atlit,karyawan dapat menanjak karirnya karena berprestasi, mereka umumnya memperjuangkan apa yg ingin diraihnya dengan daya dan upaya yg optimal. Sebaliknya , orang2 yg mudah menyerah , frustasi dan mudah putus asa adalah orang2 yg gagal.
3. Berpikirlah bahwa Anda bisa dan akan berhasil meraih apa yg Anda inginkan. Keyakinan ini akan membuat Anda lebih efektif dibandingkan bila Anda terlalu mengantisipasi kemungkinan buruk. Menurut para ahli , orang yg optimis mempunyai kemungkinan yg lebih besar untuk berhasil dibanding orang yg pesimis. Mengapa ? Karena keyakinan yg positif akan mempengaruhi mental dan fisik secara signifikan untuk mendapatkan apa yg diyakininya.
4. Arahkan mata Anda pada tujuan , bukan pada hambatan . Bila Anda memandang pada tujuan , maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya , bila Anda terfokus pada hambatan , Anda akan mudah kehabisan daya juang.
5. Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yg mantap , Hadapi dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yg benar bukan berarti seperti orang yg terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yg menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yg matang.Kalau Anda tidak berani mengambil resiko , tentu saja Anda berada pada tempat yg aman , namun Anda tidak akan berkembang.
6. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian .Anggaplah tantangan sebagai "Sparring Pathner" yg akan membuat Anda semakin kuat , bukan sebagai raksasa yg menelan Anda. Semakin banyak tantangan , semakin berani menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yg kuat.
7. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil bila pada usaha Anda mengalami kegagalan. Belajarlah dari kegagalan itu agar didapat gambaran yg lebih baik lagi.
8. Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yg ada , karena kesempatan itu tak datang untuk kedua kalinya !, tidak ada pendobrak kegagalan yg sekuat nilai "kegigihan" . Ingatlah filosofi air yg bisa melubangi batu dengan tetesan yg terus terus-menerus.
9. Imbangi kegigihan Anda dengan pemikiran yg kreatif. Bila perjalanan Anda terhalang oleh batu cadas , Anda tidak perlu membenturkan kepala Anda untuk membuktikan bahwa Anda pantang Menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah bagaimana cara mengatasinya. carilah jalur alternatif !
10. Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri. Dengan cara itu Anda menghemat banyak sekali waktu dan energi Anda yg sangat berharga.
semoga bermanfaat....
Jaharuddin
ditulis di ruang kerja, Leibnizhaus Appartemen C.3.1 Holzmarkt 4, Hannover, Germany.
Kamis, penghujung tahun 2010 (29 des) Pukul: 11.35 waktu jerman.
musim dingin bersalju, namun hari ini agak hangat.
daftar nama yang berada di dalam J11 (Gedung J11), 02 (Lantai 2), 6120 (nomor ruang), yaitu tim riset Service Unit Embryonic Stem Cells (SUECS) MHH
Research Grup, Service Unit Embryonic Stem Cells (SUECS), Transfusionsmedizin, Medizinische Hoschschule Hannover (MHH)
di ruang kerja dr. Radiana DA, M.Biomed. di Medizinische Hochschule Hannover (MHH), 2 orang staf ahli lagi serius mempersiapkan proyek. yang satu sibuk mempersiapkan dokumen-dokumen penting. yang satu sedang mempersiapkan presentasi.
Musim Salju, usai Pengajian Komunitas Muslim Hannover (KMH), ahad, 19 Desember 2010, pukul 11.00 - 15.00 di Studentenwohnheim Bischoffsholer Damm 85, Lantai 10. acara ini lebih special lagi dihadiri oleh tim Nasyid Goetingen (mahasiswa s3, bahkan ada yg sudah lulus).tim nasyid bapak-bapak dosen, tapi sangat lucu....:)
sebagai penceramah. Ustadz Hendri Saragih (Dosen Fakultas Biologi UGM dan Mahasiswa S3 Medizinische Hochschule Hannover/MHH), dengan tema : Memaknai Tahun Baru Islam.
Oleh: Jaharuddin, SE, ME
(Komisaris MOBILE KOE LANGLANG NUSANTARA; rent a car)
email: jaharuddin@gmail.com
Satu tahun terakhir, saya bersama beberapa sahabat membuka perusahaan jasa penyewaan mobil, awalnya kami mulai dengan penyewaan antar individu sesama teman, keluarga dan kolega. Belakangan kami diberi kesempatan untuk mengadakan kendaraan ke perusahaan terkemuka di kawasan Industri Cibitung, Bekasi.
Nah dari sini, saya dan teman-teman terbuka cakrawala tentang bisnis ini yang menjanjikan, dan pangsa pasarnya cukup luas, dari satu perusahaan kami masuk keperusahaan lainnya.
Paling tidak terdapat 12 alasan bagi perusahaan, lebih menyukai menyewa kendaraan daripada membelinya:
1. Pihak perusahan bisa fokus mengurusi core bisnisnya
2. Pihak perusahaan tidak perlu mengeluarkan dana yang besar untuk membeli kendaraan, bahkan dengan menyewa kendaraan ke perusahaan rental, biaya sewa bisa dibayarkan setelah kendaraan digunakan satu bulan
3. Kendaraan selalu dalam kondisi baru dan prima, karena kalau kendaraan rusak perusahaan tinggal telepon perusahaan yang mensuplay mobil, untuk di perbaiki.
4. Pihak perusahaan tidak perlu menyiapkan driver, karena perusahaan penyewaan kendaraan sudah menyediakan.
5. Pihak perusahaan tidak perlu di pusingkan dengan biaya perawatan kendaraan yang semakin tua semakin besar.
6. Pihak perusahaan tinggal minta kendaraan penganti, jika kendaraan yang disewa rusak, kecelakaan, atau tidak bisa digunakan.
7. Pihak perusahaan tidak direpotkan dengan pengelolaan driver, termasuk Overtime, lembur, insentif, THR, assuransi, tunjangan hari tua, dsbnya.
8. Pihak perusahaan dengan mudah membuat perencanaan fasilitas kendaraan untuk setiap karyawannya
9. Pihak perusahaan dengan mudah memberikan insentif, bonus untuk karyawan bagian tertentu, misal jika target tercapai disiapkan insentif transportasi berupa kendaraan untuk 1 tahun.
10. Pihak perusahaan asing, tidak perlu direpotkan mengurusi perijinan pembelian kendaraan
11. Pihak perusahaan tidak perlu direpotkan dalam penyediaan lahan parkir, yang semakin hari semakin mahal
12. Pihak perusahaan tidak perlu direpotkan dalam hal pengamanan kendaraan, karena pihak perusahaan penyewa bisa meminta kepada perusahaan rental untuk memarkirnya di kantor perusahaan jasa rental
Paling tidak terdapat 12 alasan,yang menjadi sebab perusahaan lebih cendrung menyewa kendaraan dari pada membelinya, karena mereka akan lebih efektif dalam mengelola core binis perusahaannya.
Jika perusahaan anda, membutuhkan kendaraan roda empat untuk disewa, kontak kami:
CV. MOBILE KOE LANGLANG NUSANTARA (MOBILE KOE)
Telp. 02194118052, 02196528762
Email:mobilekoe@gmail.com
Fb: Mobilekoe, Rent a Car
ditulis di:
Leibnizhaus appartement C3.1, Holzmarkt 4, Hannover, Germany
Musim Dingin bersalju, 6 Desember 2010, pukul 14.49 waktu Jerman
Keterangan gambar, duduk: kanan ke kiri: Prof. Dr. Uswatun Hasanah (Pembimbing I), Prof. Dr. Tiktik S Partomo (Ketua Tim Penguji), Prof. Dr. Sofyan S Harahap (Pembimbing II/Penguji) dan Prof. Dr. Yuswar.(Penguji)
berdiri: Jahar, mama elma dan tante yop.
situasi: sesaat setelah nilai sidang tesis di bacakan oleh tim penguji, dapat nilai A.
alhamdulillah, satu hari sebelum berangkat ke Hannover, Jerman, akhirnya bisa sidang tesis, ...tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan...terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sidang tesis ini, mulai dari Prof Uswatun Hasanah, yang walaupun sakit tapi tetap mau ditemui dan mengoreksi tesis saya, banyak sekali masukan dan kebaikan dari beliau yang saya dapatkan. prof Sofyan S Harahap, walaupun baru pulang dari China, namun langsung bekerja mengoreksi tesis saya, saya sangat kagum dengan kecepatan beliau dalam bekerja, tidak ada kata menunda dalam kamus Prof Sofyan.
Kemudian ucapan terima kasih yang "special" kepada pendamping hidupku, istri tercinta dr. radiana dhewayani antarianto, MBiomed, kesabaran dan motivasi darinya menjadi dorongan yang sangat kuat di diri saya, walaupun terpisah lokasi saat tesis ini akan disidangkan, tapi setiap saat si dia, selalau memotivasi memberikan semangat...untuk secepatnya selesai. sekali lagi terima kasih...cayank...:)
omak sawiyah, omak ...merupakan karomah hidup bagi saya...hari ahad, 20 Nov 2010, omak baru saya antar pulang...walupun cuma sampai pk baru...dan saya yakin...saya bisa lancar sidang menyelesaikan tesis dan sidang tesis...karena do'anya yang di ijabah sang khalik...terima kasih omak...abah Damunar (Almarhum)...sampai sekarang...saya masih ingat kebanggaan abah ketika saya bisa masuk s2. walaupun beliau sudah tiada saat saya ujian tesis...tapi semangat dan pesan dari abah hidup dalam diri saya....mama elma...yang mengambil perannya masing-masing, tante yop, tante et, om pipin, buya, mama elly, tante oi, tante achie...terima kasih.
teman-teman di sekretariat ief, lukman, pak slamet, mas uut, mbak lesti, dll....terima kasih dan mohon maaf atas kerewelan saya.
terima kasih juga kepada bu deasy..yang telah mau mencarikan solusi...gimana caranya saya bisa sidang secepatnya....
terkhusus ke teman-teman di al kautsar, pak Tohir Bawazir, sukma , deden, dan seluruh tim marketing (husnul, nita, agus m, asep m, anhar, imam, handono)...karena mereka menerima sahabatnya tidak konsentrasi mengurusi marketing. mohon maaf lahir dan bathin dan ...
anak-anak ku, alif dan zaky...yg ridho waktu mainnya tidak ditemanin abi.....
untaian kata mengalun syahdu
menguak rasa meniti rindu
sejuk terasa bahasa qolbu
menanti hari kembali berpadu
...
duhai pujangga hati
tlah kau torehkan segenap asa
indah meresap ke relung hati
tuk bersama menggapai cita
duhai pujangga jiwa
semilir angin merunduk tafakur
berbisik lirih menggetarkan jiwa
berdzikir agungkan Rabbul alamin, tak terukur
tak terbatas
kan slalu hadir laksana bening embun
meretas batas
tuk slalu hadir hapuskan dahaga gurun
dari seseorang yang sangat merindukanmu, istrimu
ditulis oleh: dr Radiana Dhewayani Antarianto, M.Biomed
Hannover, Jerman, 14 November 2010
7 hari sebelum kedatangan abi-alif-zaky

Pada mulanya adalah fisik. Seterusnya adalah budi. Raga menantikan pandanganmu. Jiwa membangun simpatimu. Badan mengeluarkan gelombang magnetiknya. Jiwa meniupkan kebajikannya.
Begitulah cinta tersurat di langit kebenaran. Bahwa karena cinta jiwa harus selalu berujung dengan sentuhan fisik, maka ia berdiri dalam tarikan dua pesona itu: jiwa dan raga.
Tapi selalu ada bias disini. Ketika ketertarikan fisik disebut cinta tapi kemudian kandas ditengah jalan. Atau ketika cinta tulus pada kebajikan jiwa tak tumbuh berkembang sampai waktu yang lama. Bias dalam jiwa ini terjadi karena ia selalu merupakan senyawa spritualitas dan libido. Kebajikan jiwa merupakan udara yang memberi kita nafas kehidupan yang panjang. Tapi pesona fisik adalah sumbu yang senantiasa menyalakan hasrat asmara.
Biasnya adalah ketidakjujuran yang selalu mendorong kita memenangkan salah satunya: jiwa dan raga. Jangan pernah pakai “atau” disini. Pakailah “dan”: kata sambung yang menghubungkan dua pesona itu. Sebab kita diciptakan dengan fitrah yang menyenangi keindahan fisik. Tapi juga dengan fakta bahwa daya tahan pesona fisik kita ternyata sangat sementara. Lalu apakah yang akan dilakukan sepasang pecinta jika mereka berumur 70 tahun? Bicara. Hanya itu. Dan dua tubuh yang tidur berdampingan di atas ranjang yang sama hanya bisa saling memunggungi. Tanpa selera. Sebab tinggal bicara saja yang bisa mereka lakukan. Begitulah pesona jiwa perlahan menyeruak di antara lapisan-lapisan gelombang magnetik fisik: lalu menyatakan fakta yang tidak terbantahkan bahwa apa yang membuat dua manusia bisa tetap membangun sebuah jangka panjang sesungguhnya adalah kebijakan jiwa mereka bersama.
Seperempat abad lamanya Rasulullah saw hidup bersama Khadijah. Perempuan agung yang pernah mendapatkan titipan salam dari Allah lewat malaikat Jibril ini menyimpan keagungannya begitu apik pada gabungan yang sempurna antara pesona jiwa dan raganya. Dua kali menjanda dengan tiga anak sama sekali tidak mengurangi keindahan fisiknya. Tapi apa yang menarik dari kehidupannya mungkin bukan ketika akhirnya pemuda terhormat, Muhammad bin Abdullah, menerima uluran cintanya. Yang lebih menarik dari itu semua adalah fakta bahwa Rasulullah saw sama sekali tidak pernah berpikir memadu Khadijah dengan perempuan lain. Bahkan ketika Khadijah wafat, Rasulullah saw hampir memutuskan untuk tidak akan menikah lagi.
Bukan cuma itu. Bahkan ketika akhirnya menikah setelah wafatnya Khadijah, dengan janda dan gadis, beliau tetap berkeyakinan bahwa Khadijah tetap tidak tergantikan. “Allah tetap tidak menggantikan Khadijah dengan seseorang yang lebih baik darinya,“ kata Rasulullah saw.
Terlalu agung mungkin. Tapi memang begitu ia ditakdirkan: menjadi cahaya keagungan yang menerangi jalan para pecinta sepanjang hidup. Pengalaman di sekitar kita barangkali justru selalu tidak sempurna. Karena biasanya selalu hanya ada “atau” bukan “dan” dalam pesona kita. Atau bahkan tidak ada “dan” apalagi “atau”. Ketika pesona terbelah seperti itu, cinta pasti berada di persimpangan jalan, selamanya diterpa cobaan, seperti virus yang menggerogoti tubuh kita. Dalam keadaan begitu penderitaan kadang tampak seperti buaya yang menanti mangsa dalam diam.
Anis Matta

radiana dhewayani antarianto (duduk, 2 dari kiri)tahun 2002, sebagai salah satu ketua departemen senat mahasiswa FK UI, berpartisipasi menyusun kurikulum FK UI

setelah lebih kurang 8 tahun 3 bulan, saya bergabung di PUSTAKA AL-KAUTSAR, Penerbit Buku Islam Utama, akhirnya hari ini, Jum'at 5 November, saya berpamitan dengan Bapak/Ibu, Ustadz, al-akh, sahabat, den rekan-rekan sekalian.
sekian lama, saya bergaul dengan anda semua, tentunya ada yang salah dari ucapan, tindakan, dan segala hal. saya mohon dimaafkan, semoga semua catatan sejarah yang pernah kita ukir bersama di PUSTAKA AL-KAUTSAR menjadi catatan amal kelak di yaumil akhir.
terima kasih kepada semua pihak, terutama teman-teman departemen marketing (asep m, agus m, anhar, handono, sukma, deden, imam, fauzi batam, ade verid saat ini sedang di medan, ipat ali pian, hadi medan, ajay medan, pak sigit, mbak husnul, desty (sekarang dosen IPB), mbak wiwin (dimana sekarang ya?),nita, mbak nanik, mbak sheila) atas semua bantuannya selama ini. dan jam tanggannya bagus bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet...:)...terima kasih ya...bakal nyampai ke jerman tuh.....:)
kenanganku tentang tim marketing:
mas handono...hapal semua harga buku, kalau masalah stock jagonya beliau.
ade verid...suka tantangan...dan optimis itu bisa dicapai...makanya ...yang paling mengerti tentang cabang, ya ade verid...dialah yang membuka cabang batam..dan dia pulalah yang memulihkan cabang medan...
agus maliawan...banyak tahu tentang segala hal...dan sangat ringan tanggan...saya masih ingat pengorbanan agus maliawan yg harus secara tiba-tiba berangkat ke malang...mengantikan anhar yg harus ikut ujian PNS...luar biasa...
sukma...suka membanyol...dan "ganggu" mbak husnul....saya sering sekaliiii....numpang di motornya sampai ke kampung melayu...terima kasih...bos
asep mulyana...dewasa dalam bersikap....
anhar...serius dalam bekerja..dan rapi administrasi ..
imam...tidak banyak ngomong...tapi bekerja keras...walaupun...belum beruntung....
deden...masih sangat muda...dan ingin berkembang...belakangan...saya lihat sudah bikin penerbitan...mantap..
husnul....luar biasa bantuannya....dan cepat dalam mengerjakan apa saja....
nita...penganten baru.....rapi, dan teliti dalam bekerja....
fauzi...bekerja keras dan ulet....
mbak nanik....rapi...kemauannya tinggi sekali....sabar juga....
ipat ....masih muda dan mau belajar.....
ajay....semangatnya tinggi.....
terima kasih juga kepada bapak Drs. H Tohir Bawazir....atas berjuta-juta kebaikannya.....kepada rekan-rekan manager (ust. abduh, mas huda, pak hadi, pak marsudi, ust nurkholis ridwan)....pak bramadji....bapak WAR Dhani...bapak Hidayat....
...ustadz...kholis...terima kasih pulpennya...sudah mahal bagus lagi....:)
terima kasih juga kepada tim WH dan distribusi...pak marsudi, heri, andree, agus hidayat, mas yusuf, pak sari, mas sudrajat.....ade indra rachmatullah (sekarang dimana ya?)....
tak lupa kepada sugiono...yang seriiiiiiiiiiiiiiiiinng...banget...mengantar saya kemana-mana...dan sekarang sudah mulai jadi bos...bos penerbitan...bos...mobil juga...semoga semakin sukses ya....saya sempat menulis lho....terinspirasi dari giono....tulisannya lebih kurang.....belajar itu....tidak musti..dari bangku kuliah...namun yang lebih penting lagi adalah...belajar...dan berani...action...itulah sugiono....sukses selalu bos ya....
para ustadz....ustadz yasir, ustadz ganna, ustadz muslih (sekarang sudah jadi PNS guru agama SMU 1 Rumpin), ustadz...Nandang, Lc, MSi (sekarang lagi bolak balik ke singapura), ustadz M Ihsan, Lc, MSi (calon doktor, sekarang ngajar di Makasar), Ustadz..abdurahman kasdi Lc,MSi (sekarang katanya dosen di Jawa), Ustadz a'al (sedang tugas di eropa, semoga suatu hari bisa ketemu).ustadz buldan (perwailan alkautsar di kairo, sekarang mengabdi di Garut, sepertinya...:....jangan lupa walimahnya ustadz...:)
kemudian terima kasih juga kepada semua rekan-rekan produksi, rohadi, ade sutisna, bapak sahri, ganjar, dodo, mas taufik, bapak mahar, mas aulia,pak mansyur dan tim, termasuk bu mansyur, teman-teman borongan...yang sering saya lihatin kerjanya....kayak bos aja ya.....he...he....
tidak bisa dilupakan....mpok yati dan pak syarif...yang sangat konsisten....baik hati...setiap hari kerja menyiapkan minum....sekali lagi terima kasih...
tim al kautsar for kids dan salsabila kautsar utama...mbak mimin...jangan cepat-cepat "go" dari al kautsar ya...:)...mbak kiki, uni nurfah...terima kasih juga...
teman pra cetak...pak cipto, pak amin, pak eko...dan pak iwan....juga agus montage....
terima kasih juga kepada Bapak Dedy Esmardi, SE.Ak, MM (sekarang direktur mirqat).
terima kasih juga kepada Ustadz Hartono ahmad jaiz, ust joko warsito, ustad ahmad annuri, ustad DR Amir Faisol Fath, pak khaoerrussalam, pak Ismail, ustadz matnur, pak Thalib kampung melayu, dll
terima kasih juga kepada semua rekan-rekan EO pameran...termasuk mbak tuti syaka, teman-teman di IKAPI baik DKI maupun Pusat....terima kasih juga untuk teman-teman agromedia group (pak hikmat, pak anton, pak iponk, pak Irsan, pak pontco, mas hernawan), teman-teman kharisma (pak ari, pak irawan, pak johannes,pak Marwan).
terima kasih juga kepada seluruh distributor dari aceh sampai makasar...termasuk Kuala lumpur dan singapura.
bapak arafar aceh, bapak lutfi at tamimi balai buku lampung, bu haji irama b tinggi, pak haji sari anggrek padang, bapak yudi media dakwah jkt, bapak buyung tamsil ali jkt, bapak pardi dwipar jkt, bapak najmi meccah agency depok, bapak yaddin nurul fikri depok, bapak memet bandung, bu haji TB Dhalan bandung, bapak iwan BBC bandung, bapak damanhuri tiara agung, teh ai mimbar plus, bapak faisol hikmah perdana surabaya, bapak hasan ud halim surabaya, bapak dodi sarana hidayah yogya, bapak hizbullah cordova makasar, bu wardah dan ustadz najamudin mutiara ilmu makasar, bapak alif zulfa balikpapan, bu afifah KL, bapak M kasim KL, bapak syed KL, bapak jawahir KL. dll
terima kasih juga kepadan bapak rusdy mahdami (direktur qisty press), bapak Brik Novel (direktur pustaka azzam), mas Budi darul falah, kang taufik almahira
terima kasih juga kepada teman-teman tim cabang Batam dan Cabang Medan.
terima kasih juga kepada relasi media, mbak ari majalah gontor, pak azmi majalah hidayatullah.
terima kasih juga kepda ali said, agus rojali, kholid, pak bambang, pak abdullah ali, solehan, hakim, hani ali bawazir (sekarang di sidney), ahmad gudang, ade imam syafi'i....
terima kasih juga kepada teman-teman security, pak Ismail, pak rudi, pak yusuf, pak rowandi,...dulu ada pak untung.
tidak lupa, teman serumah di "gudang" kebun nanas: kang taufik, mas abdullah....ada 2 tahunan kali ya......:)
saya juga mohon ma'af , jika selama kita berinteraksi ada yang salah.
siapa lagi ya...?
jakarta, 5 november 2010
jaharuddin

Oleh : Jaharuddin (Mahasiswa IEF TIBS)
Latar Belakang
Tema Good Corporate Governance ini, menjadi tema yang sering dibicarakan dan diskusikan di Indonesia belakangan ini, terutama sejak era reformasi, substansi dari tema ini adalah terkelolanya manajemen perusahaan secara fair, independen, transparansi, akuntabilitas dan dan wajar.
Sejak terjadinya era reformasi banyak orang meyakini bahwa manajemen birokrasi dan pengelolaan perusahaan dan organisasi di zaman orde baru jauh dari sifat-sifat good corporate governance. Bahkan penulis meyakini hal tersebut juga menjadi penyakit kronis sampai saat ini, walaupun banyak orang yang sudah sadar bahwa hal itu harus diperbaiki. Bahkan kasus krisis financial di Amerika Serikatpun bagian dari krisis dalam pengelolaan organisasi yang sudah kronik.
Seiring dengan berkembang pesatnya ekonomi syariah, maka diyakini ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang paling terbuka dalam penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance di atas. Namun konsep Islamic Good Governance, belum tentu sama dengan Good Corporate Governance. Untuk itulah penulis melakukan penelusuran melalui makalah ini, dengan mengumpulkan pendapat para ahli yang pernah menuliskan konsepnya tentang ini.
Tujuan Penulisan
Tulisan ini memaparkan perbandingan konsep Good Corporate Governance dengan Islamic Good Governance.
Metode Penulisan
Penulisan makalah ini mengunakan pendekatan kualitatif, dengan mengambil data dari literatur, jurnal ilmiah, makalah, news, dan sumber-sumber lainnya. Informasi tersebut diolah oleh penulis dalam bentuk pemaparan sebagai berikut:
Pada Bagian 1, terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, Metode penulisan, dan konsep Good Corporate Governance, seperti sejarah, definisi, prinsip dan penelitian-penelitian terdahulu yang terkait dengan Good Corporate Governance.
Pada Baian 2, membahas Islamic Good Governance yang dimulai dari ayat dan hadist-hadist yang terkait dengan Islamic Good Governance, kemudian penulis memaparkan pendapat beberapa orang tentang Islamic Good Governance, dari situ penulis mensarikan dalam bentuk ringkasan. Baru dilanjutkan dengan Kesimpulan dan saran.
Sejarah dan definisi Corporate Governance
Perkembangan konsep tata kelola perusahaan sesungguhnya telah dimulai jauh sebelum isu tata kelola perusahaan menjadi isu penting dalam perusahaan sebagaimana yang terjadi saat ini. Menurut Tricker (1994) isu tata kelola perusahaan telah dimulai sejak tahun 1840-an, seiring dengan dikembangkannya sistim korporasi di Inggris, Eropa dan Amerika Serikat. Hal ini mengandung pengertian bahwa konsep tata kelola perusahaan tidak dapat dipisahkan dari konsep dan sistem korporasi.
Istilah corporate governance sendiri pertama kali diperkenalkan oleh suatu komite yang bernama Cadbury Commitee, yang dibentuk sebagai suatu perwujudan keprihatinan terhadap akitivitas perusahaan-perusahaan di Inggris. Cadbury Commitee (1992) dalam laporannya yang dikenal sebagai Cadburry report mendefenisikan tata kelola perusahaan sebagai berikut:
”........sistem dimana organisasi diarahkan dan dikontrol”
Definisi lain dari cadbury commitee memandang tata kelola perusahaan sebagai:
”seperangkat aturan yang merumuskan hubungan antara pemegang saham, manajer, kreditor, pemerintah, karyawan dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya baik internal maupun eksternal sehubungan dengan hak-hak dan tanggung jawab mereka”.
Monks and Minow (2001) melihat tata kelola perusahaan sebagai berikut:
”istilah corporate governance mengacu kepada hubungan diantara tiga kelompok dalam menentukan arah dan kinerja perusahaan”.
Konsep tata keola perusahaan menurut solomon dan soloman (2004:14) adalah sebagai berikut:
”corporate governance is the system of checks and balances, both internal and external to companies, which ensures that companies discharge their accountability to all their stakeholders and act in a socially responsible way in all areas of their bussiness activity”.
Jadi menurut definisi diatas corporate governance adalah sistem cek dan balans antara pihak-pihak internal dan eksternal perusahaan yang memberikan keyakinan bahwa perusahaan menjalankan akuntabilitasnya kepada semua stakeholders dan bertindak dalam kerangka pertanggung jawaban untuk seluruh area aktivitas perusahaan.
Hal ini sejalan dengan pendapat Braiotta Jr. (2004:4) tentang akuntabilitas korporasi, yang menyatakan bahwa:
Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk memelihara dan memajukan kepentingan pemegang saham, bertindak sebagai wakil mereka dalam penetapan kebijakan perusahaan. Karenanya, para komisaris memiliki tangung jawab fiduciary terhadap para pemegang saham. Mereka berkewajiban memberitahu pemegang saham mengenai segala urusan perusahaan dan bertindak dengan rajin serta kompeten dalam memenuhi kewajiban itu.
Selanjutnya International corporate governance network yang mendorong Organisation for economic cooperation anda Development (OECD) untuk mengeluarkan Principles on corporate governance mendefinisikan corporate governance sebagai sekumpulan hubungan antara pihak manajemen perusahaan, board of director, dan pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan. Corporate Governance juga mensyaratkan adanya struktur, perangkat untuk mencapai tujuan, dan pengawasan atas kinerja.
Adapun World Bank merumuskan tata kelola perusahaan (corporate governance) sebagai hukum, peraturan dan kaidah-kaidah yang wajib dipenuhi yang dapat mendorong kinerja perusahaan secara efisien, menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun masyarakat sekitar secara keseluruhan.
Komite Nasional kebijakan corporate governance telah menerbitkan pedoman pelaksanaan good corporate governance (tata kelola perusahaan yang baik) untuk pelaku usaha di Indonesia, dan mendefinisikan corporate governance sebagai struktur, sistem, dan proses yang digunakan oleh organ perusahaan guna memberikan nilai tambah perusahaan yang berkesinambungan dalam jangka panjang bagi pemegang saham, dengan tetap memperhatikan stakeholder lainnya, berlandaskan peraturan dan norma yang berlaku.
Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa tata kelola perusahaan merupakan suatu sistem, dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara berbagai pihak yang berkepentingan terutama ketiga kelompok dalam korporasi, yakni pemegang saham, dewan komisaris dan manajemen yang memiliki fungsi untuk mengarahkan dan mengendalikan korporasi dalam rangka pencapaian target kinerjanya.
Mr. Wolfensohn , presiden Bank Dunia, telah menyimpulkan bahwa tujuan dari corporate governance adalah untuk mewujudkan keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Kesimpulan tersebut menegaskan bahwa tujuan dari corporate governance adalah mewujudkan keadilan bagi seluruh stakeholder melalui penciptaan transparansi dan akuntabilitas yang lebih benar. Keadilan bagi stakeholder juga bisa diindikasikan dengan peningkatan nilai yang wajar atas penyertaan mereka.
Prinsip – Prinsip Good Corporate Governance
Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , asas Good Corporate Governance, yaitu:
1. Transparansi (Transparency)
Untuk menjaga obyektifitas dalam menjalan bisnis, perusahaan harus menyediakan informasi dan material yang relevan dengan cara yang mudah di akses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Perusahaan harus mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya.
2. Akuntabilitas (Accountability)
Perusahaan harus dapat mempertangungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Untuk itu perusahaan harus dikelola secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan perusahaan dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lain. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan.
3. Responsibilitas (Responsibility)
Perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sehingga terpelihara kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai good corporate citizen.
4. Independensi (Independency)
Untuk melancarkan pelaksanaan asas Good Corporate Governance (GCG), perusahaan harus dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain.
Sementara itu dalam Djanegara (2008), OECD (April 1998) telah mengembangkan prinsip perlakuan yang setara, kewajaran, transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, sebagai berikut:
1. Fairness (kewajaran), menjamin perlindungan hak-hak para pemegang saham, serta menjamin terlaksananya komitmen dengan investor
2. Transparansi, mewajibkan adanya suatu informasi yang terbuka, tepat waktu, serta jelas dan dapat diperbandingkan, yang menyangkut keadaan keuangan, pengelolaan perusahaan, dan kepemilikan perusahaan
3. Akuntabilitas, menjelaskan peran dan tanggung jawab, serta mendukung usaha untuk menjamin penyeimbangan kepentingan manajemen dan pemegang saham, sebagaimana yang diawasi oleh dewan komisaris
4. Pertangung jawaban, memastikan dipatuhinya peraturan-peraturan serta ketentuan yang berlaku sebagai cermin dipatuhinya nilai-nilai sosial.
Selanjutnya OECD (2004) mengembangkan prinsip-prinsip corporate governance berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh tim taskforce ke negara-negara OECD, yakni:
1. Ensuring the basis for an effective corporate governance framework
Kerangka corporate governance seharusnya memajukan pasar yang bebas dan efisien, konsisten dengan peraturan dan perundang-undangan dan pemisahan tanggung jawab yang sangat jelas diantara pengawas, pembuat peraturan dan yang menjalankan kewenangan.
2. The right of shareholders and key ownerships functions
Kerangka Corporate Governance seharusnya memberikan perlindungan dan memfasilitasi pengunaan hak-hak pemegang saham
3. The equitable treatment of shareholders
Kerangka Corporate Governance meyakinkan persamaan perlakuan kepada semua pemegang saham termasuk pemegang saham minoritas dan pemegang saham asing
4. The role of stakeholders in corporate governance
Kerangka Corporate Governance seharusnya mengakui hak-hak para stakeholders sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan atau mendorong kerjasama yang aktif antara perusahaan dengan stakeholder-nya dalam menciptakan kemakmuran, lapangan kerja dan kelangsungan perusahaan.
5. Disclosure and transparency
Kerangka Corporate Governance seharusnya meyakinkan bahwa pengungkapan yang tepat waktu dan lengkap dibuat untuk semua permasalahan material yang berhubungan dengan perusahaan, termasuk dengan keadaaan keuangan, kinerja , pemilik dan governance perusahaan.
6. The responsibilities of the board
Kerangka Corporate Governance seharusnya meyakinkan kebijakan strategis perusahaan, efektifitas pengawasan manajemen oleh dewan komisaris dan direksi dan akuntabilitas dewan komisaris dan direksi terhadap perusahaan dan pemegang saham
Penelitian terdahulu tentang Corporate Governance
Ada beberapa penelitian terdahulu yang bisa dipaparkan disini, seperti:
Richardson (1998) melakukan penelitian terhadap perusahaan publik yang terdaftar di bursa saham Amerika Serikat atas ketidaksimetrisan informasi antara pemilik perusahaan (principal) dengan pihak profesional (agents) sebagai manajemen perusahaan. Penelitian tersebut mendukung pentingnya menciptakan iklim internal perusahaan, yaitu dengan mengikuti kaidah agency theory dimana pemisahan fungsi tersebut terbukti mampu menghindari rekayasa laporan keuangan atau earning managements yang sifatnya memberikan laporan yang menyesatkan. Dengan demikian, lingkungan internal perlu diciptakan untuk mendukung tata kelola perusahaan yang baik.
Dezoort (1998) melakukan penelitian pada 87 orang yang menduduki posisi sebagai anggota komite audit pada perusahaan publik yang terdaftar di bursa saham Amerika Serikat, dan melakukan pengujian apakah pengalaman yang dimiliki dalam mengevaluasi internal control perusahaan berpengaruh bagi pelaksanaan tugasnya sebagai komite audit. Penelitian tersebut mendukung teori bahwa faktor pengalaman merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang efektifitas komite audit. Anggota komite audit yang berpengalaman dapat membuat judgement yang lebih konsisten, memiliki kemampuan pandangan ke dalam yang lebih tinggi, konsensus yang lebih tinggi, dan kemampuan teknis yang lebih tinggi dibandingkan dengan anggota yang tidak memiliki pengalaman. Penelitian ini merupakan penelitian awal untuk mendukung berbagai tugas penting komite audit.
Chang dan Chow (1999) melakukan penelitian di Amerika Serikat tentang kinerja perusahaan dengan mengunakan metode balanced scorecard. Hasil penelitian tersebut menunjukkan, pengunaan metode balanced scorecard merupakan serangkaian penilaian kinerja yang terintegrasi mencakup indikator kinerja saat ini dan pendorong kinerja di masa yang akan datang baik pengukuran keuangan maupun non keuangan.
McConomy dan Bujaki (1999) melakukan penelitian di Kanada tentang Corporate Governance. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan sistim tata kelola perusahaan yang baik dapat disebut sebagai proses dan struktur yang digunakan secara langsung oleh perusahaan bisnis. Praktik tata kelola perusahaan yang baik memberikan manfaat baik bagi perusahaan maupun pemegang saham.
Collier dan Esteban (1999) melakukan penelitian di Amerika Serikat tentang Governance in the participative organization: freedom, creativity and ethics. Hasil penelitian menyatakan partisipasi organisasi dalam perubahan lingkungan diperlukan untuk membangun tata kelola perusahaan yang baik.
Mallot (1999) melakukan penelitian perusahaan di Asia/Hongkong tentang hubungan corporate governance dan pengungkapan informasi dengan melakukan pengujian secara simultan. Hasil penelitian menyatakan bahwa integritas manajemen memberikan dukungan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik akan menghasilkan informasi akuntasi yang berkualitas.
Groota dan Merchant (2000) melakukan penelitian pada perusahaan – perusahaan patungan internasional di Eropa dan Amerika Serikat. Penelitiannya membuktikan pentingnya pengendalian dalam menunjang kinerja keuangan yang baik, dimana kegagalan pada perusahaan disebabkan oleh lemahnya pengendalian. Penelitian ini mendukung pentingnya pengendalian intern untuk mencapai keberhasilan atau kesuksesan perusahaan.
Weirl dan Laing (2001) berpendapat bahwa di Inggris struktur governance yang terdiri dari sejumlah komisaris independen dan komisaris non executive pada perusahaan yang tidak berafiliasi mempunyai hubungan dengan kinerja perusahaan.
Majidah (2004) melakukan penelitian di Indonesia tentang dukungan lingkungan internal organisasi terhadap penegakan tata kelola yang baik dan dampaknya terhadap kinerja keuangan dengan pendekatan nilai tambah ekonomis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif dukungan lingkungan internal organisasi terhadap penegakan tata kelola yang baik. Hal ini menunjukkan implementasi tata kelola yang baik (good corporate governance) membutuhkan dukungan lingkungan internal organisasi.
Dolok Hutagalung (2004) melakukan penelitian di Indonesia, tentang pengaruh penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan sumber keunggulan terhadap kinerja keuangan BUMN. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penerapan prinsip good corporate governance, sumber keunggulan internal dan sumber keunggulan eksternal terhadap kinerja keuangan BUMN di Indonesia dan penerapan prinsip good corporate governance mempengaruhi sumber keungulan internal dan sumber keungulan eksternal.
Dedi supardi A.S (2005) melakukan penelitian di Indonesia, tentang pengaruh dewan komisaris, formulasi strategi dan penerapan pengendalian intern terhadap tata kelola perusahaan serta kinerja bisnis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara peran dewan komisaris, formulasi strategi dan penerapan pengendalian intern; adanya hubungan antara peran dewan komisaris, formulasi strategi, penerapan pengendalian intern terhadap tata kelola perusahaan, adanya hubungan antara peran dewan komisaris, formulasi strategi, penerapan pengendalian intern, tata kelola perusahaan terhadap kinerja bisnis.
La Porta, et al, menyimpulkan bahwa hukum positif di beberapa negara pada umumnya lebih memberikan perlindungan kepada investor, sedangkan hukum perdata di lain pihak memberikan perlindungan hukum yang relatif lemah.
End note:
Dikutip dari Chapra (2008), dari Financial Times, 21 juni 1999, diambil dari The Encyclopedia of Corporate Governance dalam artikel yang berjudul “what corporate governance” (www.encycogov.com), 11 juli 2001, hlm. 1
Dalam http://www.kpk.go.id, Principles of Good Corporate Governance.
Sebagian besar diambil dari Djanegara (2008).
sempat mencari-cari fotonya di dunia maya cukup lama, rasanya ngak mungkin ustadz sekaliber dia ngak punya arsip foto di dunia maya, waktu lagi ada tugas ke Bogor, lihat foto-fotonya banyak di pampang, tapi pas waktu dicari di dunia maya ngak ketemu juga. akhirnya beberapa hari yang lalu, saya melihat ada komentarnya di fb teman saya. wah langsung saya klik fbnya, dan deg deg juga, ternyata fbnya, dibatasi untuk orang-orang tertentu saja. tapi semoga ustadz ngak lupa, saya beranikan diri untuk mengirim permintaan perteman melalui fb, surprize, saat itu juga saya di add, saya merasa beruntung, bisa bershilaturahmi lagi dengan Ustadz. Ir Lalu Suryade MSi.
banyak, kenangan yang luar biasa dengan ust.Lalu, seperti pengajian mulai pukul 02.00 WIB,kata-katanya yang lembut, tenang, bernas dan berisi. seorang politisi ulung, sekaligus ulama,kalau di tausyiahi, sepertinya kita sudah tidak bisa berkata-kata, selain beramal. subhanallah. saya merasa beruntung pernah bertemu dan mengaji ke beliau. jazakallah khairan katsiro ustadz. semoga menjadi ilmu yang bermanfaat....dan menjadi pemberat timbangan di yaumil akhir kelak....sekali lagi jazakallah khairan katsiro....atas semua kebaikan ustadz beserta keluarga...dan semoga Allah memberikan kemudahan, umur yang berkah , kepada Ustadz beserta keluarga. Amin.

Oleh: Irving P. Herman
(Profesor Fisika Terapan di Universitas Columbia New York).
Masuk kuliah pascasarjana untuk meraih gelar doktoral adalah sebuah komitmen yang besar yang terdiri atas waktu, dan upaya. Kesempatan ini tidak untuk setiap orang, sekali anda masuk ke program pascasarjana, memilih pembimbing tesis atau penelitian barangkali adalah sebuah keputusan terpenting yang harus di buat oleh mahasiswa. Sebaliknya memilih mahasiswa yang tepat adalah esensial untuk karir si pembimbing tesis atau penelitian. Oleh karenanya mentor (pembimbing tesis) dan mahasiswa harus memiliki minat riset yang sama dan kebiasaan bekerja yang cocok. Tapi selain itu mereka juga harus belajar berkomunikasi satu sama lain, membangun hubungan kerja yang fungsional sangat penting, bahkan untuk mahasiswa yang ”bagus” dan pembimbing yang ”bagus” dan sering kali membutuhkan waktu yang cukup.
Dengan semangat ini saya menawarkan 20 aturan sebagai panduan untuk mahasiswa pascasarjana untuk melakukan penelitian tesis. Masing-masingnya berisi nasehat yang bijak tentang realita dalam riset pascasarjana terutama dari sudut pandang pembimbing tesis. Beberapa dari aturan tersebut sedikit didramatisir oleh karenanya jangan ditelan mentah-mentah (dicerna dan difahami benar).
Beberapa aturan itu sangat berkaitan dengan riset eksperimental, meskipun hal yang sama bisa berlaku untuk riset-riset yang lain. Saya mengembangkan aturan-aturan ini untuk membantu, memotivasi, mahasiswa-mahasiswa pascasarjana dalam kelompok bimbingan saya, untuk menjelaskan bagaimana cara menjadi mahasiswa yang efektif, dan untuk menyakinkan mereka bahwa riset/penelitian yang dibimbing adalah interaksi simbiosis (meskipun tidak selalu simetris) antara mahasiswa dan pembimbingnya. Saya akui bahwa saya tidak selalu sukses dalam penerapannya. Saya selalu mengunakan aturan-aturan ini sebagai tuntunan umum, untuk mahasiswa-mahasiswa pascasarjana di departemen saya. Semua kandidat doktor di departemen menerima foto copy dari aturan-aturan ini saat mereka masuk program, untuk membantu mereka memahami cara bekerja dengan pembimbing mereka, sebab mereka beralih dari gaya belajar S1 yang hanya mengambil kuliah-kuliah menjadi gaya belajar pascasarjana yang melaksanakan riset dibawah bimbingan.
Aturan-aturan ini tampaknya di sepakati oleh kolega-kolega di fakultas saya dan beberapa diantara mereka telah menempelnya dan mengunakannya. Meskipun aturan-aturan tersebut tidak membutuhkan interpretasi, mahasiswa akan mampu memahaminya lebih baik dengan cara memahami pembimbing mereka lebih baik lagi, para pembimbing termasuk pembimbing-pembimbing tesis mahasiswa saya senang bernostalgia saat-saat mereka masih menjadi mahasiswa pascasarjana. Mereka bekerja 20 jam perhari, 7 hari dalam seminggu dan mereka tidak pernah tidur. Mereka harus membuat sendiri setiap instrumen yang mereka gunakan dari nol dan mereka memikirkan setiap ide dalam tesis mereka dan yang paling penting mereka selalu, selalu menerima saran-saran pembimbing tesis, memikirkannya masak-masak dan segera melakukan apa yang disarankan tersebut.
Pada tatanan yang lebih serius terdapat beberapa topik yang memayungi aturan-aturan ini. Dalam riset/penelitian, mencapai kebenaran adalah hakikatnya, dan ide-ide serta hasil harus di evaluasi mengunakan metode yang objektif tanpa dinodai oleh ego. Orang-orang yang produktif menjadi produktif karena mereka memiliki kebiasaan kerja yang bagus. Mahasiswa-mahasiswa harus tumbuh secara profesional dan pembimbing harus membantu mereka, hubungan antara mahasiswa pascasarjana dan pembimbing tesis sesungguhnya adalah simbiosis.
Hukum-hukum Herman.
1. Liburan anda baru dimulai setelah anda mempertahankan tesis anda dalam sidang
2. Dalam riset yang penting adalah yang benar itu apa, bukan siapa yang benar
3. Dalam riset dan hal-hal lainnya pembimbing anda selalu benar, hampir setiap saat
4. Bertindaklah seperti pembimbing anda selalu benar, hampir setiap saat
5. Jika anda fikir anda benar dan anda mampu meyakinkan pembimbing anda, maka pembimbing anda akan sangat bahagia
6. Produktifitas anda sangat bervariasi dengan persamaan sebagai berikut = (waktu efektif yang produktif dihabiskan per hari)1000
7. Produktifitas anda juga dapat bervariasi seperti persamaan
1
= _______________________________
(waktu anda menunda-nunda analisis data)1000
8. Ambillah data hari ini juga, seolah-olah peralatan penelitian anda akan pecah besok hari.
9. Jika anda tidak suka kehilangan data maka buatlah back up data permanen, 5 menit setelah anda memperoleh data yang pertama
10. Pembimbing tesis anda mengharapkan produktifitas anda mula-mula rendah, dan kemudian diatas ambang batas setelah satu tahun atau lebih
11. Anda harus menjadi lebih ahli dibidang tesis anda daripada pembimbing anda
12. Jika anda bekerjasama dengan baik, tekanan darah pembimbing tesis anda akan turun sedikit
13. Jika anda tidak bekerjasama dengan baik, tekanan darah pembimbing anda akan naik sedikit, atau bahkan jatuh ke titik nol
14. Biasanya hanya ketika anda dapat mempublikasikan hasil penelitian anda, maka hasil tersebut pantas atau patut menjadi bagian dari tesis anda
15. Pertama-tama semakin tinggi kualitas, dan kedua kuantitas dari hasil publikasi anda maka tesis anda akan semakin baik
16. Ingatlah ini adalah tesis anda, anda ! yang harus mengerjakannya
17. Pembimbing anda ingin anda menjadi terkenal sehingga dia akhirnyapun menjadi terkenal
18. Pembimbing anda ingin menuliskan surat rekomendasi terbaik yang bisa dia buatkan untuk anda
19. Apapun yang terbaik untuk anda adalah terbaik untuk pembimbing anda
20. Apapun yang terbaik untuk pembimbing anda, adalah terbaik untuk anda
Sumber: Jurnal Ilmiah Nature . Vol. 445 halaman 228, 11 Januari 2007
Alih bahasa oleh: dr. Radiana D.Antarianto, M.Biomed (Staff pengajar Departemen Histologi FKUI / Peserta Program doktoral Ilmu Biomedik FKUI)
diposting di http://shariaeconomy.blogspot.com

seingat saya,kartu nama ini di design oleh mas tony, mungkin, teman-teman santri yang lain, juga masih pada punya...

Senin, 4 Mei 2009, pukul 09.00 – 12.30 WIB……Hari yang melelahkan, kenapa?, saya mempertaruhkan status karyawan hari ini, karena berani melakukan survey tingkat kepuasan karyawan di tempat bekerja tanpa sepengetahuan HRD dan Direktur. Sebenarnya saya melakukan ini karena keprihatinan yang mendalam dari adanya kecendrungan semakin tingginya turn over karyawan, semakin banyaknya keluhan, target-target perusahaan tidak tercapai, mulai melambatnya respon perubahan, keluarnya tenaga-tenaga potensial, munculnya paradox pada kondisi banyak karyawan di PHK dan sulit mencari pekerjaan, kok karyawan di tempat saya bekerja sepertinya mudah saja untuk keluar, ini pertanda bahwa daya tarik keluar lebih tinggi bila dibandingkan tetap bertahan di perusahaan saya, kemudian diperparah lagi dengan kondisi pihak yang berwenang tidak begitu peduli dengan kondisi ini (mungkin subjectif berdasarkan pengamatan saya).
Akhirnya saya berinisiatif, melihat persepsi karyawan terhadap kepuasan mereka bekerja sekarang, saya membuat kuesioner dan secara diam-diam melakukan pendekatan kepada key person yang saya anggap “aman” untuk tidak membocorkannya sampai saatnya dibuka. Alhamdulillah pengambilan data berjalan dengan lancar, saya melakukan pengambilan data 51% dari total karyawan, namun di hari kedua , saya dengan segaja membocorkan survey ini kepada manager HRD, dan seperti yang saya duga beliau kaget, tapi biarlah kekagetan beliau, dan suasana mulai memanas dengan adanya koordinasi antara manager HRD dan staf direktur.
Sempat diselingi dengan libur satu hari, tibalah saatnya pertemuan coffee morning, yang memang saatnya membicarakan unek-unek yang ada di fikiran setiap perserta coffee morning yang diundang. Acara diawali dengan pembahasan beberapa agenda yang dilontarkan direktur, kemudian masuk ke ide investasi mesin, nah saya ikut mengomentari rencana investasi ini….apakah itu yang paling prioritas dan mendesak kita lakukan…? Bukankah kesejahteraan karyawan yang prioritas dan mendesak..? tema ini menjadi entry point bagi saya untuk meminta waktu mempresentasikan hasil survey saya…Saya mulai presentasi, saya merasakan kekakuan suasana saat itu, tapi saya dibiarkan untuk presentasi sampai selesai, setelah selesai saya mendapatkan kritikan yang cukup pedas dari direktur, tentang mekanisme melakukan survey yang tidak izin dengan direktur. Dalam hati saya mengatakan, kalau izin dulu ngak bakal terlaksana survey ini, atau paling tidak di rapatkan dulu, dibicarakan dulu…dan seterusnya yang pada akhirnya semangat kita pun yang sedang mengebu-gebu untuk memotret kepuasan karyawan telah hilang.
Nah hilang deh momentum yang sangat berharga, kembali ke tangapan direktur, terasa sekali resisten terhadap hasil survey saya, yang berkesimpulan bahwa terjadi ketidakpuasan yang significan terhadap pekerjaan, dan penyebab utamanya adalah kesejahteraan yang masih belum sesuai dengan harapan, tidak jelasnya jenjang karir, dan terusiknya kenyamanan kerja.
Wah, ngak bisa terima direktur, inikan subjektif sekali, belum lagi so’al kuesionernya bias, walaupun tidak dijelaskan secara detil bukti biasnya seperti apa, dan seharusnya bagaimana, wal hasil..cukup memanaslah suasana di awal coffee morning tersebut, ditambah staf direktur yang juga mencecar, mengulas dan menangapi…., yang mengagetkan saya, saya dibilang tidak professional…alhamdulillah, ada ustadz yang berempati dengan apa yang saya lakukan…terus terang saja saya mulai ada kepercayaan diri…mulai bisa menata diri dan emosi untuk melanjutkan diskusi dan menjawab pertanyaan…
Setelah itu, ternyata secara substansi survey saya juga di dukung oleh manager lainnya, walaupun diselingi dengan kritikan yang menyakitkan bagi saya, yaitu saya dibilang kurang ber adab, atau tidak sesuai dengan adab Islam…ya….mulai down lagi…tapi mencoba menata lagi, dan diskusi dilanjutkan…cukup panjang, dan sepertinya ini juga menstimulan rekan-rekan yang lain untuk menyampaikan unek-uneknya….
Dari rapat ini saya, berkali-kali mengatakan survey ini sama sekali tidak bertujuan untuk menjelek-jelekkan direktur dan HRD, namun survey ini adalah cara yang bisa saya lakukan untuk bersama-sema dengan pimpinan lainnya, lebih perhatian pada keberadaan sumber daya manusia yang ada di perusahaan, wabil khusus mengenai kesejahteraan semua karyawan…dan alhamdulillah substansinya bisa diterima..walaupun dipesankan kepada saya agar tidak mengulangi kembali melakukan survey illegal ini…
o..ya, ada keinginan untuk melakukan survey juga tentang kondite manager…menurut saya, ini sesuatu yang positif dan perlu di budayakan, tapi ingat lho pak…menyebarkan kuesioner sih…ngak terlalu berat , tapi mengolah data sampai menyajikan hasilnya cukup butuh waktu dan tenaga lho…saya kemarin sabtu-minggu yang seharusnya libur…saya gunakan untuk mengolah data tersebut di rumah…sampai acara keluarga harus disesuaikan….tapi alhamdulillah lancar…..

Bapak Achmad Hizazi (pak a'ang), pernah beberapa waktu satu forum dengan beliau di dakwah kampus dan KAMMI, bersama pak, a'ang, kita pernah membawa tim Jambi ke gedung DPR dalam rangka menyalurkan aspirasi mahasiswa Jambi, eranya gusdur, kemudian pernah bersama-sama juga dalam rapat koordinasi wilayah sumatra bagian selatan di lampung, saya dan pak a'ang mewakili Jambi. sekarang beliau dosen tetap di Jurusan Akuntansi FE Universitas Jambi, sempat ngak lama komunikasi saat saya hijrah ke bogor dan ngak lama setelah itu pak a'ang meneruskan studi s2 ke India. tapi alhamdulillah bisa ketemu lagi via fb.

pernah jadi ketua LDK Masjid Kampus Al Huriyyah IPB, tahun yang lalu masih sempat ketemu, di jakarta, pernah jadi jurnalist di sabili, dekarang ana dapat kabar beliau menjadi pendidik di ponpes khusnul khotimah. semoga diberikan kemudahan dalam setiap langkah ...Amin.

sholat diantara belerang, saat rihlah ke curug, imam akh sutami, di jama'ah ada akh patria, akh ifik, dll

ustadz. Patria Riza ini, bisa di bilang ideolognya KAMMI Daerah bogor, bersama mas erry N, banyak konsep-konsep kaderisasi bisa berjalan di tangan dinginnya, banyak sudah binaan yang "jadi" dari tangan dinginnya, saya bersyukur berkat skenario Allah sempat satu grup dengannya, berinteraksi dengannya, dan menjadi rekan kerjanya di KAMMI Daerah Bogor, jazakallah...ustadz...

Sampai, detik-detik quick count di umumkan, rasa optimisme akan mendulang suara minimal 9%, terus membuncah dalam hati, bahkan saya pribadi optimis di atas 10%, dengan indikator: (a). Kampanye PKS tanggal 30 Maret merupakan kampanye terbesar dan paling tertib, lebih dari 300.000 orang yang ikut kampanye, gelora bung karno putih, dan tumpah ruah, bahkan tercatat di rekor MURI, malamnya ada ustadz dari Jambi yang menelepon konfirmasi seberapa besar massa kampanye tanggal 30 Maret tersebut, dari perbincangan tersebut di Jambi saja untuk kampanye PKS, massa yang hadir mencapai 8.000 orang, untuk ukuran di Jambi, menurut saya ini sangat besar. (b). Rekan-rekan tingkat DPRa (ujung tombak yang ada di tengah-tengah masyarakat), bekerja sunguh-sungguh, bahkan saya merasakan semangat beramal yang luar biasa telah di lakukan oleh jajaran DPRa, mulai pemasangan atribut sampai menyisir satu persatu rumah untuk direct selling. (c). DPP mentargetkan perolehan suara 20%, dalam tradisi PKS biasanya target yang diturunkan DPP, tidak akan jauh dari realita yang akan terjadi.(d). Iklan-iklan PKS di TV sangat cerdas, iklannya Cuma 3 hari (untuk mensiasati minimnya anggaran iklan) namun bisa didiskusikan para pakar dan masyarakat selama berminggu-minggu, termasuk berbagai macam bentuk iklan gambar yang cerdas dan kreatif, sms yang kata-katanya lucu, face book, RBT, dan berbagai macam cara dilakukan.
Namun, kenyataan sementara tidak seperti yang diharapkan, PDIP dan Golkar turun drastis, PKS masih naik walupun belum besar. ada beberapa catatan, sebagai bahan renungan yang perlu sama-sama diskusikan, terkait stagnannya perolehan suara PKS tahun 2009 ini, beberapa faktor yang tercatat dari pengamatan saya adalah:
1. Dari data sementara terlihat bahwa turunnya suara Golkar dan PDIP tidak lari ke PKS, namun turunnya suara dua partai besar tersebut, paling banyak didapatkan oleh Gerindra dan Hanura, dengan demikian keinginan DPP untuk memperluas pasar PKS dengan mencirikan inklusif dan warna-warninya PKS, belum berhasil, malah menurut saya mengakibatkan larinya pemilih yang dulu bersimpati dengan PKS, karena konsisten dan komitment yang kuat terhadap nilai-nilai perjuangan Islam.
2. Menurut saya para anggota dewan periode 2004 – 2009, baik di DPR maupun di DPRD belum mampu menunjukkan prestasi yang signifikan, yang terlihat adalah semangat yang sudah sangat baik untuk menolak korupsi, namun dari sisi profesionalismenya belum terlihat, apalagi berprestasi, sayangnya yang menjadi figur-figur utama untuk menarik massa pada kampanye 2009 ini, masih orang-orang lama yang belum berprestasi tersebut.
Sebagai contoh adalah DPRD Jakarta, PKS menjadi pemenang di pemilu 2004 di Jakarta, namun masyarakat boleh bertanya, apa dampak signifikan yang dirasakan masyarakat dengan kemenangan PKS di Jakarta tahun 2004. kalau alasannya orang nomor satu di DKI bukan kader PKS, seharusnya tidak menjadi alasan bagi PKS untuk berbuat maksimal, bukankah fraksi terbesar di DPRD PKS adalah fraksi PKS?, sekarang era Fauzi Bowo, terlihat kelambatan tim FOKE dalam menyelesaikan masalah, seperti banjir, kemacetan, rasa aman yang belum terwujud di tempat publik, namun fraksi PKS tidak bisa berbuat banyak?
3. Kaburnya pesan kampanye yang di usung, sampai kampanye berakhir, tidak kelihatan diferensiasi tawaran perbedaaan atau perubahan yang ditawarkan PKS jika PKS menang, apa yang berbeda dari Demokrat misalnya?, apa yang akan berubah jika PKS menang?, menurut saya sampai akhir kampanyepun tidak kelihatan.
4. Sistim pemilu dengan partai yang banyak dan suara terbanyak yang sekarang dilakukan juga mempunyai andil, kompetisi kapitalisme di sesama caleg PKS, jika caleg tertentu mempunyai banyak modal, maka pamflet-spanduk, dan beraneka ragam bentuk kampanyenya juga akan kentara, bahkan kita diperlihatkan pertarungan yang yang tidak sehat, ada anak muda kader PKS, mencalonkan kembali menjadi caleg, amunisinya sungguh luuaaar biasa, kader bolehlah bertanya darimana uangnya?, sementara ada ustadz yang bergelar Lc misalnya, kebetulan tidak mempunyai amunisi yang banyak, maka ustadz ini tidak bisa berbuat banyak, bahkan ada kasus caleg yang tidak mampu memberikan amunisi dan modal ke DPRa, tidak akan di kampanyekan oleh DPRa tersebut, apakah ini benar?, apakah kita sudah terjebak pada semangat kapitalisme (bekerja sesuai kehendak pemilik/yang memberikan modal)???, bukankah dulu kita pernah mendengar, ada seorang kader yang dicalonkan untuk menjadi kepala daerah, DPP berusaha mencarikan modal untuk pencalonan kader tersebut, kenapa sekarang seolah-olah setiap caleg harus berupaya sendiri dengan kemampuan sendiri, dimana semangat amal jama’i yang menjadi azas perjuangan dakwah ini?
5. di beberapa TPS yang saya amati, memperlihatkan kecendrungan pemilih lebih banyak memilih partai dari pada individu caleg, hal ini mengindikasikan bahwasanya pemilih tidak terlalu peduli dengan siapa caleg yang di calonkan partai, atau dengan kata lain pemilih lebih percaya partai daripada individu yang dicalonkan partai, kalau kondisi ini bisa di generalisir, maka seharusnya caleg tidak usah berkampanye dirinya, yang membuat pemilih jadi bosan/enek/mual, melihat banyaknya orang yang ambisi menjadi anggota legistatif, dana para caleg bisa dikumpulkan partai dan partai lebih fokus mengkampanyekan partai dan program-program yang akan di lakukan jika partai menang.
6. yang paling ditakutkan adalah hilangnya semangat keikhlasan dalam beramal, yang ada adalah semangat beramal yang disesuaikan dengan modal yang diberikan...(ma’af; saya berharap bukan seperti ini realitasnya)
Namun, apapun dia, kita perlu bersyukur, bahwasanya Allah masih memberikan kesempatan kepada PKS untuk memperbaiki diri, dan mulai sekarang mempersiapkan diri untuk tahun-tahun selanjutnya. Dan setiap kejadian yang menimpa dakwah ini pasti mempunyai hikmah yang baik, dan Allah memberikan yang terbaik kepada setiap umatnya.
Pendapat pribadi
Jakarta, 10 april 2009 (sehari setelah pemilihan legislatif 2009)
email:jaharuddin@gmail.com

saya lupa, brigas singkatan pa ya,yang jelas brinya brigade, gas...nya, apa ya, tapi wajah tema-teman kalau dibandingkan dengan wajah seakrang jauh beda ya, dulu masih mahasiswa, jadi ya...githu deh....

Seluruh penumpang di dalam bus merasa simpati melihat seorang wanita muda dg tongkatnya meraba-raba menaiki tangga bus.
Dg tangannya yg lain di meraba posisi dimana sopir berada, dan membayar ongkos bus.
Lalu berjalan ke dalam bus mencari-cari bangku yg kosong dg tangannya.
Setelah yakin bangku yg dirabanya kosong, dia duduk.
Meletakkan tasnya di atas pangkuan, dan satu tangannya masih memegang tongkat.
Satu tahun sudah, Yasmin, wanita muda itu, mengalami buta.
Suatu kecelakaan telah berlaku atasnya, dan menghilangkan penglihatannya untuk selama-lamanya.
Dunia tiba-tiba saja menjadi gelap dan segala harapan dan cita-cita menjadi sirna.
Dia adalah wanita yg penuh dg ambisi menaklukan dunia, aktif di segala perkumpulan, baik di sekolah, rumah maupun di lingkungannya.
Tiba-tiba saja semuanya sirna, begitu kecelakaan itu dialaminya.
Kegelapan, frustrasi, dan rendah diri tiba-tiba saja menyelimuti jiwanya. Hilang sudah masa depan yg selama ini dicita-citakan.
Merasa tak berguna
dan tak ada seorang pun yg sanggup menolongnya
ada yg selalu membisiki hatinya. \"Bagaimana ini bisa terjadi padaku?\"
dia menangis.
Hatinya protes, diliputi kemarahan dan putus asa.
Tapi, tak peduli sebanyak apa pun dia mengeluh dan menangis, sebanyak apa pun dia protes, sebanyak apapun dia berdo\'a dan memohon, dia harus tahu, penglihatannya tak akan kembali.
Diantara frustrasi, depresi dan putus asa, dia masih beruntung, karena mempunyai suami yg begitu penyayang dan setia, Burhan.
Burhan adalah seorang prajurit TNI biasa yg bekerja sebagai security di sebuah perusahaan.
Dia mencintai Yasmin dg seluruh hatinya.
Ketika mengetahui Yasmin kehilangan penglihatan, rasa cintanya tidak berkurang.
Justru perhatiannya makin bertambah, ketika dilihatnya Yasmin tenggelam kedalam jurang keputus-asaan.
Burhan ingin menolong mengembalikan rasa percaya diri Yasmin, seperti ketika Yasmin belum menjadi buta.
Burhan tahu, ini adalah perjuangan yg tidak gampang.
Butuh extra waktu dan kesabaran yg tidak sedikit.
Karena buta, Yasmin tidak bisa terus bekerja di perusahaannya.
Dia berhenti dg terhormat.
Burhan mendorongnya supaya belajar huruf Braile.
Dg harapan, suatu saat bisa berguna untuk masa depan.
Tapi bagaimana Yasmin bisa belajar?
Sedangkan untuk pergi ke mana-mana saja selalu diantar Burhan?
Dunia ini begitu gelap. Tak ada kesempatan sedikitpun untuk bisa melihat jalan.
Dulu, sebelum menjadi buta, dia memang biasa naik bus ke tempat kerja dan ke mana saja sendirian.
Tapi kini, ketika buta, apa sanggup dia naik bus sendirian?
Berjalan sendirian?
Pulang-pergi sendirian?
Siapa yg akan melindunginya ketika sendirian?
Begitulah yg berkecamuk di dalam hati Yasmin yg putus asa.
Tapi Burhan membimbing jiwa Yasmin yg sedang frustasi dg sabar.
Dia merelakan dirinya untuk mengantar Yasmin ke sekolah,
dimana Yasmin musti belajar huruf Braile.
Dg sabar Burhan menuntun Yasmin menaiki bus kota menuju sekolah yg dituju. Dg Susah payah dan tertatih-tatih Yasmin melangkah bersama tongkatnya. Sementara Burhan berada di sampingnya.
Selesai mengantar Yasmin
dia menuju tempat dinas.
Begitulah, selama berhari-hari dan berminggu-minggu Burhan mengantar dan menjemput Yasmin.
Lengkap dg seragam dinas security.
Tapi lama-kelamaan Burhan sadar, tak mungkin selamanya Yasmin harus diantar; pulang dan pergi.
Bagaimanapun juga Yasmin harus bisa mandiri, tak mungkin selamanya mengandalkan dirinya.
Sebab dia juga punya pekerjaan yg harus dijalaninya.
Dg hati-hati dia mengutarakan maksudnya, supaya Yasmin tak tersinggung dan merasa dibuang.
Sebab bagaimanapun juga Yasmin masih terpukul dg musibah yg di alaminya.
Seperti yg diramalkan Burhan, Yasmin histeris mendengar itu.
Dia merasa dirinya kini benar-benar telah tercampakkan.
\"Saya buta, tak bisa melihat!\" teriak Yasmin.
\"Bagaimana saya bisa tahu saya ada di mana?
Kamu telah benar-benar meninggalkan saya.\"
Burhan hancur hatinya mendengar itu.
Tapi dia sadar apa yg musti dilakukan.
Mau tak mau Yasmin musti terima.
Musti mau menjadi wanita yg mandiri.
Burhan tak melepas begitu saja Yasmin.
Setiap pagi, dia mengantar Yasmin menuju halte bus.
Dan setelah dua minggu, Yasmin akhirnya bisa berangkat sendiri ke halte.
Berjalan dg tongkatnya.
Burhan menasehatinya agar mengandalkan indera pendengarannya,
di manapun dia berada.
Setelah dirasanya yakin bahwa Yasmin bisa pergi sendiri,
dg tenang Burhan pergi ke tempat dinas.
Sementara Yasmin merasa bersyukur bahwa selama ini dia mempunyai suami yg begitu setia dan sabar membimbingnya.
Memang tak mungkin bagi Burhan untuk terus selalu menemani setiap saat ke manapun dia pergi.
Tak mungkin juga selalu diantar ke tempatnya belajar, sebab Burhan juga punya pekerjaan yg harus dilakoni.
Dan dia adalah wanita yg dulu, sebelum buta, tak pernah menyerah pada tantangan dan wanita yg tak bisa diam saja.
Kini dia harus menjadi Yasmin yg dulu, yg tegar dan menyukai tantangan dan suka bekerja dan belajar.
Hari-hari pun berlalu.
Dan sudah beberapa minggu Yasmin menjalani rutinitasnya belajar,
dg mengendarai bus kota sendirian.
Suatu hari, ketika dia hendak turun dari bus, sopir bus berkata,
\"saya sungguh iri padamu\".
Yasmin tidak yakin, kalau sopir itu bicara padanya.
\"Anda bicara pada saya?\"
\" Ya\", jawab sopir bus.
\"Saya benar-benar iri padamu\". Yasmin kebingungan, heran dan tak habis berpikir, bagaimana bisa di dunia ini seorang buta,
wanita buta,
yg berjalan terseok-seok dg tongkatnya hanya sekedar mencari keberanian mengisi sisa hidupnya,
membuat orang lain merasa iri?
\"Apa maksud anda?\" Yasmin bertanya penuh keheranan pada sopir itu. \"Kamu tahu,\" jawab sopir bus,
\"Setiap pagi, sejak beberapa minggu ini, seorang lelaki muda dg seragam militer selalu berdiri di sebrang jalan.
Dia memperhatikanmu dg harap-harap cemas ketika kamu menuruni tangga bus.
Dan ketika kamu menyebrang jalan, dia perhatikan langkahmu dan bibirnya tersenyum puas begitu kamu telah melewati jalan itu.
Begitu kamu masuk gedung sekolahmu, dia meniupkan ciumannya padamu, memberimu salut, dan pergi dari situ.
Kamu sungguh wanita beruntung, ada yg memperhatikan dan melindungimu\".
Air mata bahagia mengalir di pipi Yasmin.
Walaupun dia tidak melihat orang tsb, dia yakin dan merasakan kehadiran Burhan di sana.
Dia merasa begitu beruntung, sangat beruntung, bahwa Burhan telah memberinya sesuatu yg lebih berharga dari penglihatan.
Sebuah pemberian yg tak perlu untuk dilihat;
kasih sayang yg membawa cahaya,
ketika dia berada dalam kegelapan.
***
Teman, kita ibarat orang buta.
Yg diperintahkan untuk mengabdi kpdNya ...bekerja dan berusaha
Kita adalah orang buta yg terus diberi semangat ..
Kita tak bisa melihat Alloh.
Tapi Alloh terus membimbing kita seperti cerita Yasmin
untuk memompa semangat kita .
Note :
Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang
(lalu) dia berkata: \"Inilah Tuhanku\"
Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata:
\"Saya tidak suka kepada yang tenggelam\".
( Q.S. 6:76 )
dari milis PSKTTI UI

alfian yang ditenggah, putra Aceh, yang selama di al inayah 2, kamarnya lt 2 di dekat kamar mas tonny (pengelola), saya surprise sekali, tanggal 20 mar 2009, secara kebetulan bertemu di saat kampanye PKS di lapangan wika duren sawit, ternyata alfian ditugaskan oleh the jakarta post, untuk meliput presiden pks tifatul sembiring. cukup lama kita bercerita. beliau pernah di gatra 3 tahun, trus sekolah lagi ke belanda 1 tahun, sekarang jadi jurnalis di the jakarta post. sukses selalu ya...

beliau pengelola PPM Al Inayah 2, saya sangat terkesan dengan semangatnya mas tonny yang selelu mengebu-gebu, sangat rapi dengan administrasi

mas, saiful ini bersama-sama dengan mas tonny dan ust. wasto, merupakan pengelola pondok pesantren mahasiswa al inayah 2 dramaga, bogor, kalau info dari fb beliau sekarang ada di riau, kabarnya pns dep tan

ustadz erry nugroho dan ustadzah rina eni anawati, banyak kenangan luar biasa bersama mereka...selama di ipb..wabil khusus KAMMI Daerah bogor, jika ada yang salah dari ana (jahar) mohon di ma'afkan ustadz dan ustadzah ya.
biasanya bangun siang, karena lagi di carita zaky pagi-pagi sudah dibangunkan, dan langsung mandi, jadi masih belum semangat, tapi setelah ketemu air laut zaky semangaaaat sekali
zaky lagi meneliti, apakah batu dipantai carita mengandung susu, atau batu ini enak seperti roti....?
Oleh: dr.Radiana D Antarianto.M.Biomed
Departemen Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
E-mail: dr.radiana.antarianto@gmail.com
Abstrak
Otot rangka adalah jaringan dinamis yang memiliki respon regenerasi sempurna dengan kemampuan memulihkan sitoarsitektur dalam periode 2 minggu. Keberadaan sel satelit sebagai sel induk (stem cell) otot rangka membuat proses regenerasi jaringan sempurna. Pada manusia persentase jumlah sel-sel satelit di otot rangka juga berkurang dengan bertambahnya umur (penuaan/proses degeneratif). Miopati yang berkaitan dengan penuaan (misal sarkopenia) memiliki defek regenerasi. Defek degenerasi pada otot rangka senilis disebabkan oleh lingkungan makro dan mikro. Penelitian sebelumnya menggunakan metode transgenik untuk peningkatan ekspresi Igf-1 menunjukkan peningkatan proleferasi sel satelit. Mobilisasi sel-sel induk dari luar otot, dan perbaikan regenerasi otot rangka mencit tua. Isoform IGF-1 yang bekerja lokal di otot rangka meningkatkan pertumbuhan dan diferensiasi otot rangka, mencegah atrofi otot akibat penuaan dan potensiasi regenerasi pasca cedera.
Kata kunci: IGF-1, sel satelit, regenerasi otot rangka, penuaan
Oleh: dr.Radiana D Antarianto.M.Biomed
Departemen Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
E-mail: dr.radiana.antarianto@gmail.com
Abstrak
Fraktur tulang panggul (kolumna atau caput femoris), pergelangan tanggan dan vertebrae adalah komplikasi yang sering terjadi pada pasien osteoporosis. Terapi operasi dengan pemasangan prostese sendi dan tulang dapat menimbulkan komplikasi berupa reaksi penolakan tubuh, infeksi/sepsis dan resiko operasi yang besar untuk pasien usia lanjut. Alternatif terapi dengan injeksi sel induk dari sum sum tulang atau darah perifer pasien kini mulai dikembangkan. Bidang lainnya yang juga memanfaatkan sel induk adalah rekayasa jaringan (tissue engginering) yang dapat mendesain jaringan atau organ tiga dimensi ex vivo yang kemudian di transplantasi, mengantikan tulang yang patah.
Kata kunci: sel induk (stem cell), rekayasa jaringan (tissue enginering), fraktur tulang osteoporotik.










