Oleh: Jaharuddin
Kata-kata di atas terinspirasi saat diskusi agak berat dengan istri sehabis sholat shubuh dan dzikir Al-Matsurat, kita diskusi tentang fenomena kritikan, celaan, mungkin hinaan dari orang yang dulu katanya 100% dukung dakwah, namun belakangan ini dari perenungan yang dilakukannya, dia sudah memastikan 2014 tidak akan mendukung. Sedih rasanya, mendengar kata-kata yang seperti ini.
Dua hari yang lalu, saya juga mendapat masukan, kritikan yang halus tapi tajam dari seorang sahabat di Hannover, anak muda yang banyak beramal sholeh, semangat dan pintar. Dia mengkritik saya dan kebijakan aktifis dakwah yang sepakat dengan sistim demokrasi dan turunannya. Pedih rasanya...disaat berharap Ustadz HNW menjadi DKI 1, dan ternyata menjadi urutan ketiga, tema ini diungkit kembali. Bab ini bagi aktifis dakwah yang sekarang aktif digelanggang politik praktis sebenarnya sudah lewat, namun sahabat ini, malah mempertanyakan "benarkah pilihan ikut dalam demokrasi" menjadi pilihan yang sesuai dengan syariah?
Sekali lagi, bab ini sesungguhnya sudah lama dibahas, dan saat ini aktifis dakwah sudah memasuki bab berkontribusi nyata untuk kemaslahatan, kesejahteraan, dan kemakmuran rakyat. Idealisme bahwasanya Islam adalah solusi, saat ini ditawarkan secara nyata melalui tangan-tangan para aktifis dakwah ditengah masyarakat, bukan hanya di forum-forum pengajian.
Kehadiran aktifis dakwah diberbagai bidang, termasuk politik, sesungguhnya upaya mewujudkan idealisme Islam sebagai solusi. Kalau ada yang bertanya, lho... kalau begitu kok ada yang ???, itulah kenyataan yang sedari awal yang harusnya disadari oleh semua aktifis dakwah, idealisme yang ada di dalam grup pengajian, yang merupakan nilai-nilai Islam yang pasti kebenarannya, ditawarkan dalam bentuk operasional ditengah masyarakat, hal ini agar nilai-nilai Islam yang universal, benar-benar dirasakan dalam bentuk kesejahteraan, keadilan sosial, kemakmuran, pemberdayaan, alokasi yang tepat, dan seterusnya.
Nah dalam menawarkan Islam sebagai solusi ke berbagai segmen, berbagai reaksi alami muncul ditengah masyarakat, ada yg ahlan wa sahlan, ada yang biasa aja, ada yang wait and see, ada yang resisten, ada yang melihat ini salah jalan, ada yang melihat idealisme sudah luntur, ada yang melihat agama hanya kedok dalam rangka menarik simpati masyarakat, dan berbagai pandangan lainnya. Ini realita yang dihadapi oleh aktifis dakwah.
Disisi lain, dalam berbagai tantangan yang dihadapi aktifis dakwah dilapangan, ada juga akitifis dakwah yang akhirnya dengan perjuangan tenaga, waktu, uang dan airmata ditakdirkan Allah menjadi DPR, Gubernur, Walikota/Bupati, dll. Dan setelah mendapatkan amanah tersebut, tantangan semakin berat, bagaimana menerapkan Islam sebagai solusi ditengah-tengah masyarakat yang butuh pembinaan lebih lanjut, akhirnya ada yang berhasil, ada yang biasa saja, dan jangan kaget ada yang akhirnya larut, bahkan menjadi korban.
Kalaulah mau "aman" lebih baik tidak menyentuh hiruk pikuk politik, mungkin anda lebih nyaman, jauh dari intrik, namun aktifis dakwah yang sekarang sedang berjuang didunia politik, malah semakin yakin bahwa dunia politik, harus semakin banyak dihiasi dengan orang-orang yang sholeh dan kuat menghadapi berbagai tantangan didalamnya.
Melalui masuknya aktifis dakwah didunia politik, semakin tahu dengan persis dan detil, bagaimana negara dikelola, bagaimana anggaran dibuat, dan bagaimana alokasi dana didistribusikan, bagaimana keberpihakan anggaran terhadap rakyat, para dhuafa, bagaimana umat Islam dijadikan ancaman oleh lembaga tertentu, bagaimana negosiasi dan diplomasi internasional, dan lain-lain. Banyak aktifis dakwah yang awalnya terkaget-kaget dengan berbagai praktek yang selama ini lazim dilakukan, dan sampai saat ini masih berlangsung, namun sebagai aktifis dakwah tidak cukup hanya terkaget-kaget, namun dituntut juga memberikan akternatif solusi yang lebih baik, dan saat yang sama juga berupaya mengakomodasi kepentingan "orang lama". pada tataran inilah akhirnya muncul istilah kompromi, ini riil terjadi.
Coba anda bayangkan bangaimana kompleknya masalah aktifis dakwah yang saat ini diterjunkan ke gelanggang politik, makanya sebagian akitifis dakwah, setelah merasakan, mengetahui dengan riil kondisi dunia politik, maka minta kepada qiyadah untuk tidak lagi diamanahkan maju ke gelanggang politik. Mengapa? "ngak kuat", atau ada juga yang mengatakan "itu bukan kolamnya". atau ada juga yang akhirnya mengunakan do'a memasuki WC ketika menginjak pintu masuk gedung DPR.
Relatif lebih mudah dan lebih aman, bagi diri anda pribadi, keluarga anda, jika hanya menjadi da'i pengisi kajian-kajian keislaman saja, anda tidak menjadi objek pemberitaan yang setiap gerak gerik anda dicari sensasinya. Ada aktifis dakwah yang mengatakan beruntunglah antum yang diamanah berdakwah pada struktur yang rendah, seperti DPRa, karena anda lebih banyak mengurusi masyarakat saja, tidak dilibatkan dalam lobi-lobi, dan kompromi politik, yang bisa jadi memakan korban.
Pada akhirnya, tindakan kita sebagai seorang da'i menghendaki perubahan secara terus menerus pada diri, keluarga yang Islami, akhirnya masyarakat juga terwarnai dengan nilai Islam, dan seterusnya, dengan demikian tugas ini tugas yang besar, tugas yang mulia, tugas para nabi, dan sunnatullahnya menghadapi tantangan dan membutuhkan waktu yang panjang, serta niat dan amal yang ikhlas, untuk itu teruslah beramal sholeh...dan perbaiki diri, keluarga, dan masyarakat...yakinlah al-haq suatu hari akan mendapatkan momentumnya yang tepat sesuai dengan skenario yang telah ditentukan Allah SWT. tetap semangat dan selamat beramal sholeh.
semoga bermanfaat.
Hannover, Musim panas, 13 Juli 2012, pukul 06.38 CET
Disisi lain, dalam berbagai tantangan yang dihadapi aktifis dakwah dilapangan, ada juga akitifis dakwah yang akhirnya dengan perjuangan tenaga, waktu, uang dan airmata ditakdirkan Allah menjadi DPR, Gubernur, Walikota/Bupati, dll. Dan setelah mendapatkan amanah tersebut, tantangan semakin berat, bagaimana menerapkan Islam sebagai solusi ditengah-tengah masyarakat yang butuh pembinaan lebih lanjut, akhirnya ada yang berhasil, ada yang biasa saja, dan jangan kaget ada yang akhirnya larut, bahkan menjadi korban.
Kalaulah mau "aman" lebih baik tidak menyentuh hiruk pikuk politik, mungkin anda lebih nyaman, jauh dari intrik, namun aktifis dakwah yang sekarang sedang berjuang didunia politik, malah semakin yakin bahwa dunia politik, harus semakin banyak dihiasi dengan orang-orang yang sholeh dan kuat menghadapi berbagai tantangan didalamnya.
Melalui masuknya aktifis dakwah didunia politik, semakin tahu dengan persis dan detil, bagaimana negara dikelola, bagaimana anggaran dibuat, dan bagaimana alokasi dana didistribusikan, bagaimana keberpihakan anggaran terhadap rakyat, para dhuafa, bagaimana umat Islam dijadikan ancaman oleh lembaga tertentu, bagaimana negosiasi dan diplomasi internasional, dan lain-lain. Banyak aktifis dakwah yang awalnya terkaget-kaget dengan berbagai praktek yang selama ini lazim dilakukan, dan sampai saat ini masih berlangsung, namun sebagai aktifis dakwah tidak cukup hanya terkaget-kaget, namun dituntut juga memberikan akternatif solusi yang lebih baik, dan saat yang sama juga berupaya mengakomodasi kepentingan "orang lama". pada tataran inilah akhirnya muncul istilah kompromi, ini riil terjadi.
Coba anda bayangkan bangaimana kompleknya masalah aktifis dakwah yang saat ini diterjunkan ke gelanggang politik, makanya sebagian akitifis dakwah, setelah merasakan, mengetahui dengan riil kondisi dunia politik, maka minta kepada qiyadah untuk tidak lagi diamanahkan maju ke gelanggang politik. Mengapa? "ngak kuat", atau ada juga yang mengatakan "itu bukan kolamnya". atau ada juga yang akhirnya mengunakan do'a memasuki WC ketika menginjak pintu masuk gedung DPR.
Relatif lebih mudah dan lebih aman, bagi diri anda pribadi, keluarga anda, jika hanya menjadi da'i pengisi kajian-kajian keislaman saja, anda tidak menjadi objek pemberitaan yang setiap gerak gerik anda dicari sensasinya. Ada aktifis dakwah yang mengatakan beruntunglah antum yang diamanah berdakwah pada struktur yang rendah, seperti DPRa, karena anda lebih banyak mengurusi masyarakat saja, tidak dilibatkan dalam lobi-lobi, dan kompromi politik, yang bisa jadi memakan korban.
Pada akhirnya, tindakan kita sebagai seorang da'i menghendaki perubahan secara terus menerus pada diri, keluarga yang Islami, akhirnya masyarakat juga terwarnai dengan nilai Islam, dan seterusnya, dengan demikian tugas ini tugas yang besar, tugas yang mulia, tugas para nabi, dan sunnatullahnya menghadapi tantangan dan membutuhkan waktu yang panjang, serta niat dan amal yang ikhlas, untuk itu teruslah beramal sholeh...dan perbaiki diri, keluarga, dan masyarakat...yakinlah al-haq suatu hari akan mendapatkan momentumnya yang tepat sesuai dengan skenario yang telah ditentukan Allah SWT. tetap semangat dan selamat beramal sholeh.
semoga bermanfaat.
Hannover, Musim panas, 13 Juli 2012, pukul 06.38 CET
Jgnlah terlalu fokus dgn sebab-sebab materi untuk meraih kemenangan, tetapi kurang fokus pd "Rabbul asbab" (pemilik segala sebab / Allah).
Jangan semata fokus pd manajemen, idariyah, takhtith (perencanaan), tapi kurang fokus dalam hak-hak Allah.
Takhtith dan manajemen baru efektif jika dilakukan oleh tangan yang berwudhu, kening yg banyak sujud, jiwa yg khusyu', hati yg tenang dan tunduk pd Allah. Tanpa itu sehebat-hebatnya manajemen dan takhtith yg dilakukan tak akan memberi kemenangan.
Apa yg dianggap org sbg nafilah (sunnah), bagi kalian bernilai faridhah (wajiB). Di mana posisi kalian dalam hal tilawah minimal 1 juz perhari? Di mana posisi antum dalam rakaat-rakaat malam? Di mana posisi antum dalam infaq maliyah? Di mana posisi antum dalam rakaat dhuha?
Lawanlah politik uang yg biasa dijadikan senjata lawan-lawan antum dengan akhlak, ukhuwwah dan cinta serta ubudiyyah.... BUkan dengan uang juga!!
Senjata antum hanya dua: hubungan baik dg Allah dan akhlak mulia dengan manusia. Dengan itu dua cinta berhimpun: cinta Allah dan cinta manusia.
Ustad Al Banna mengatakan, "nahnu nuqaatil an naas bil hubb" (Kita menaklukan manusia dg cinta)
Ada saat suatu titik yang mempertemukan kita dalam sebuah jalan perjuangan dan mengisi catatan kehidupan dalam ranah idealisme. Yang mengingatkan kita akan visi perubahan tuk Jakarta yg kita Cintai.
Padatnya aktivitas perjuangan ini mungkin melebihi jadwal ketika bercengkrama dengan keluarga dan itu tak menjadi halangan tuk terus melangkah.
Mempertahankan cahaya nurani agar diri mampu menapak surga. Agar tetap menjadi bintang yang menerangi kegelapan.
Perjuangan ini telah menjadi saksi kehidupan untuk merajut mimpi untuk sebuah perubahan. Mimpi- mimpi menjadi sang al banna. Yakinlah Batik Beresin Jakarta akan selalu memeriahkan aktivitas kita sampai kapanpun.
Saudaraku adalah sebuah kehormatan dapat mengenal dan berjuang bersama kalian yang dalam lelahnya masih dapat tetap berupaya, tidak hanya bisa bicara tapi juga bekerja mengkritisi tapi juga memberi solusi tidak merasa rendah ketika dihina, dan tidak merasa tinggi bila dipuji, yang telah menjadikan Perjuangan sebagai urusan keluarganya
Saudaraku Tetaplah berdiri tegak karena kalian adalah petarung....Teruslah bergerak karena kalian adalah pejuang....masih banyak tugas lain menanti kita.....Terima kasih Sahabat Hidayat + Didik untuk Perjuangan ini, semoga Allah mencatatkannya sebagai amal bagi kita semua...aamiin
Padatnya aktivitas perjuangan ini mungkin melebihi jadwal ketika bercengkrama dengan keluarga dan itu tak menjadi halangan tuk terus melangkah.
Mempertahankan cahaya nurani agar diri mampu menapak surga. Agar tetap menjadi bintang yang menerangi kegelapan.
Perjuangan ini telah menjadi saksi kehidupan untuk merajut mimpi untuk sebuah perubahan. Mimpi- mimpi menjadi sang al banna. Yakinlah Batik Beresin Jakarta akan selalu memeriahkan aktivitas kita sampai kapanpun.
Saudaraku adalah sebuah kehormatan dapat mengenal dan berjuang bersama kalian yang dalam lelahnya masih dapat tetap berupaya, tidak hanya bisa bicara tapi juga bekerja mengkritisi tapi juga memberi solusi tidak merasa rendah ketika dihina, dan tidak merasa tinggi bila dipuji, yang telah menjadikan Perjuangan sebagai urusan keluarganya
Saudaraku Tetaplah berdiri tegak karena kalian adalah petarung....Teruslah bergerak karena kalian adalah pejuang....masih banyak tugas lain menanti kita.....Terima kasih Sahabat Hidayat + Didik untuk Perjuangan ini, semoga Allah mencatatkannya sebagai amal bagi kita semua...aamiin
Oleh: Jaharuddin
Pagi tadi waktu Jerman, saya semangat sekali untuk membuka TV Indonesia, sebelumnya saya tahu akan ada quick count pilkada DKI dengan harapan hasil kerja kader dakwah di Jakarta dan juga dibantu oleh daerah lain bahkan luar negeri berhasil menjadikan Ustadz Hidayat menjadi DKI 1.
Pagi tadi waktu Jerman, saya semangat sekali untuk membuka TV Indonesia, sebelumnya saya tahu akan ada quick count pilkada DKI dengan harapan hasil kerja kader dakwah di Jakarta dan juga dibantu oleh daerah lain bahkan luar negeri berhasil menjadikan Ustadz Hidayat menjadi DKI 1.
Namun hasil sementara menunjukkan angka Ust Hidayat masih di urutan ketiga, ketika saya menulis ini, saya masih menyisakan harapan semoga ada perbaikan angka, sehingga pasangan Ust. Hidayat + Didik, masuk dalam putaran kedua. Namun jika tidak, sebagai manusia biasa, bolehlah kita bersedih, namun jangan larut dalam kesedihan, karena itu belum tentu baik untuk dakwah ini.
Saya dan istri dalam perjalanan ke kampus MHH sempat diskusi, kenapa tokoh sekaliber Ust. Hidayat pun akhirnya, para pemilih belum menjatuhkan pilihan kepada nya?.
Ada beberapa analisa yang bisa dilakukan. (1). Relatif singkatnya waktu Ust. Hidayat mensosialisasikan diri bisa jadi berpengaruh pada penerimaan masyarakat. (2). Masyarakat Jakarta, termasuk saya, memang sudah jenuh dengan kondisi kota yang semakin semberawut, karenanya masyarakat sebenarnya mengharapkan ada figur yang benar-benar diyakini memberikan perubahan yang significan bagi Jakarta kedepan, kalau berbicara perubahan, paling tidak Jokowi melakukan aksi nyatanya di Solo, dan ini sesungguhnya menjadi etalase kampanye bagi Jokowi kemanapun dia pergi. Saya mengamati melalui media, ketika kampanye pilkada yang lalu, Jokowi tidak terlalu heboh, tema kampanyenya hanya seputar kartu sehat, yang diperlihatkan kemana-mana ketika dia kampanye. artinya dipilihnya Jokowi saat ini yang paling dominan, bukanlah kerja kampanye saat pilkada ini, namun ini hasil investasi Jokowi dari dulu dia bekerja nyata di Solo.
Pelajarannya adalah, bagi siapapun saat ini yang mendapatkan amanah sebagai pemimpin, bukan hanya di wilayah politik, maka ini kesempatan bagi anda untuk membuktikan bahwa anda bekerja, dan riil manfaatnya dirasakan masyarakat. ketika itu anda lakukan, saat anda membutuhkan suara rakyat anda akan mendapatkan suara rakyat, karena saat ini masyarakat semakin cerdas.
Pelajaran lain
Kalaulah hasil akhir dari pilkada DKI ini ternyata menetapkan Ust. Hidayat berada pada urutan ketiga, maka kita semua menyakini bahwa perjuangan dalam bentuk tenaga, uang bahkan airmata yang selama ini dilakukan, tidak akan pernah sia-sia. Allah tidak pernah tidur dan lalai mencatat setiap amal yang dilakukan. Amalan yang telah dilakukan adalah bekal akhirat kelak. karenanya tidak perlu bersedih berlebih-lebihan, tidak usah mencari pintu-pintu kesalahan siapapun, karena itu belum tentu produktif.
Kita sangat yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita semua, artinya kemenangan tersebut dalam terminologi Allah bukan hanya dalam bentuk diberikannya amanah mengelola DKI kepada kader dakwah, namun banyak bentuk lain yang bisa diberikan Allah kepada kader dakwah, dan itu rahasia Allah.
Peluang
Dengan kondisi yang terjadi hari ini, terdapat beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan sebagai akselerasi dakwah kedepan. (1). Kalau Ust. Hidayat belum ditakdirkan menjadi DKI 1, padahal sudah diusahakan disosialisasikan segencar mungkin kepada warga DKI beberapa pekan terakhir, ini sesungguhnya menjadi modal bagi DPP untuk melakukan kajian mendalam, agar Ust. Hidayat dari jauh-jauh hari dicalonkan oleh PKS sebagai calon presiden dari PKS, artinya tugas selanjutnya dari Ust. Hidayat adalah untuk melakukan sosialisasi keberbagai daerah di Nusantara. Namun jika suara PKS saat pemilu nanti kurang dari 20%, maka masih mungkin Ust. Hidayat menjadi cawapres, dan yang terpenting adalah sudah disosialisasikan jauh-jauh hari. dengan cara seperti ini cukup waktu bagi kader untuk mensosialisasikan capresnya, secara langsung akan menguatkan kader-kader dakwah juga bekerja untuk pemenangan pemilu 2014. (2). DPP memberikan arahan yang sejelas-jelasnya bahkan jika perlu dengan contoh, kepada semua kepala daerah dari PKS untuk melakukan kerja-kerja nyata yang significan dirasakan manfaat untuk rakyat, karena ini modal dasar dalam pemenangan selanjutnya. (3). Kalaulah Allah mentakdirkan yang akan menjadi pemenang pilkada DKI pada putaran kedua adalah Jokowi, maka sesungguhnya rakyat merasa terakomodasi kepentingannya yaitu harapan perubahan yang nyata. maka sesungguhnya itu juga bagian dari tujuan PKS mengajukan calon pada pilkada DKI, untuk itu Jokowi membutuhkan dukungan PKS saat benar-benar melaksanakan tugasnya di DKI, karena PKS pemenang no. 2 di DKI. dari awal saya yakin Jokowi menyadari posisi penting PKS di Jakarta. Ini menjadi peluang bagi PKS untuk kembali menjadi pemenang di pemilu di wilayah DKI, mengapa demikian, karena saya menduga suara demokrat akan turun, seiring dengan kasus yang mendera partai demokrat, dan belum tentu PDIP dan Gerindra sebagai partai pendukung utama Jokowi bisa meraup suara dominan di Jakarta, karena saya meyakini, pemilih suka terhadap Jokowi namun belum tentu berkorelasi positif terhadap dipilihnya PDIP dan Gerindra di Jakarta.
Semoga bermanfaat.
Hannover, Musim Panas ,11 Juli 2012, pukul 12.02 CET.
Pelajaran lain
Kalaulah hasil akhir dari pilkada DKI ini ternyata menetapkan Ust. Hidayat berada pada urutan ketiga, maka kita semua menyakini bahwa perjuangan dalam bentuk tenaga, uang bahkan airmata yang selama ini dilakukan, tidak akan pernah sia-sia. Allah tidak pernah tidur dan lalai mencatat setiap amal yang dilakukan. Amalan yang telah dilakukan adalah bekal akhirat kelak. karenanya tidak perlu bersedih berlebih-lebihan, tidak usah mencari pintu-pintu kesalahan siapapun, karena itu belum tentu produktif.
Kita sangat yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita semua, artinya kemenangan tersebut dalam terminologi Allah bukan hanya dalam bentuk diberikannya amanah mengelola DKI kepada kader dakwah, namun banyak bentuk lain yang bisa diberikan Allah kepada kader dakwah, dan itu rahasia Allah.
Peluang
Dengan kondisi yang terjadi hari ini, terdapat beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan sebagai akselerasi dakwah kedepan. (1). Kalau Ust. Hidayat belum ditakdirkan menjadi DKI 1, padahal sudah diusahakan disosialisasikan segencar mungkin kepada warga DKI beberapa pekan terakhir, ini sesungguhnya menjadi modal bagi DPP untuk melakukan kajian mendalam, agar Ust. Hidayat dari jauh-jauh hari dicalonkan oleh PKS sebagai calon presiden dari PKS, artinya tugas selanjutnya dari Ust. Hidayat adalah untuk melakukan sosialisasi keberbagai daerah di Nusantara. Namun jika suara PKS saat pemilu nanti kurang dari 20%, maka masih mungkin Ust. Hidayat menjadi cawapres, dan yang terpenting adalah sudah disosialisasikan jauh-jauh hari. dengan cara seperti ini cukup waktu bagi kader untuk mensosialisasikan capresnya, secara langsung akan menguatkan kader-kader dakwah juga bekerja untuk pemenangan pemilu 2014. (2). DPP memberikan arahan yang sejelas-jelasnya bahkan jika perlu dengan contoh, kepada semua kepala daerah dari PKS untuk melakukan kerja-kerja nyata yang significan dirasakan manfaat untuk rakyat, karena ini modal dasar dalam pemenangan selanjutnya. (3). Kalaulah Allah mentakdirkan yang akan menjadi pemenang pilkada DKI pada putaran kedua adalah Jokowi, maka sesungguhnya rakyat merasa terakomodasi kepentingannya yaitu harapan perubahan yang nyata. maka sesungguhnya itu juga bagian dari tujuan PKS mengajukan calon pada pilkada DKI, untuk itu Jokowi membutuhkan dukungan PKS saat benar-benar melaksanakan tugasnya di DKI, karena PKS pemenang no. 2 di DKI. dari awal saya yakin Jokowi menyadari posisi penting PKS di Jakarta. Ini menjadi peluang bagi PKS untuk kembali menjadi pemenang di pemilu di wilayah DKI, mengapa demikian, karena saya menduga suara demokrat akan turun, seiring dengan kasus yang mendera partai demokrat, dan belum tentu PDIP dan Gerindra sebagai partai pendukung utama Jokowi bisa meraup suara dominan di Jakarta, karena saya meyakini, pemilih suka terhadap Jokowi namun belum tentu berkorelasi positif terhadap dipilihnya PDIP dan Gerindra di Jakarta.
Semoga bermanfaat.
Hannover, Musim Panas ,11 Juli 2012, pukul 12.02 CET.
Kalau anda melihat dan mengagumi seseorang yang anda anggap sukses, tentunya sesuai ukuran yang anda sematkan untuk orang tersebut, agar kekaguman anda punya daya ubah pada diri anda, maka hal yang harus anda cari tahu dan selanjutnya bisa anda adaptasi, tiru dan modifikasi sesuai dengan kebutuhan anda adalah, apa saja kerja keras yang pernah dilakukan tokoh tersebut.
Saya menyakini bahwa setiap orang sukses selalu diiringi dengan pengorbanan dan kerja keras orang-orang tersebut, seperti menahan diri untuk tidak banyak dan larut dalam permainan-permainan yang tidak bermanfaat, memperbanyak amalan ibadah, bukan hanya wajib namun ditambah dengan yang sunnah, seperti sholat tahajud, sholat hajat, sholat tasbih, puasa senin dan kamis, bahkan dengan puasa nabi Daud. Puasa nabi Daud adalah puasa sehari dan berbuka sehari, begitu seterusnya secara konsisten.
Pernah saya mendengar salah satu tokoh nasional Prof. Amien Rais, secara konsisten melakukan puasa Nabi Daud, ini bukan perkara mudah, namun ini perkara besar yang sadar tidak sadar akan mendorong dan mengarahkan kesuksesan pelakunya. dan banyak lagi contoh lain, pernah juga terdengar ada seorang tokoh, yang sebetulnya dia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan kekayaan dari jabatannya dengan cara yang halal, namun dia menahan diri untuk tidak menjadi kaya raya, dengan cara mengambil gajinya seperlunya saja, dan sebagian lainnya dishadaqahkan di jalan dakwah.
Dan biasanya tokoh-tokoh yang sukses seperti itulah yang melegenda, dan selalu mendapat tempat yang baik di hati rakyat, dengan belajar dari kerja keras orang-orang sukses maka, kita akan mendapatkan semacam pelajaran utama bahwasanya, orang-orang sukses tersebut adalah orang-orang yang siapa bekerja keras di atas rata-rata, orang lain, dan saat yang sama dia juga mampu mengendalikan dirinya juga diatas rata-rata orang lain.
Nah, kalau anda tidak mempu melakukan itu, maka ciri-ciri orang sukses belum ada pada diri anda, namun tidak usah sedih, masih banyak waktu dan kesempatan bagi anda untuk terus belajar dan melakukan perubahan dalam diri anda.
semoga bermanfaat.
oleh: Jaharuddin
Hannover, Musim panas, 6 Juli 2012. pukul 09.06 CET
´Mau taruh dimana muka kita ini´ kata seorang pemimpin negeri, Al-Quran saja di korupsi. Indonesia itu ´negara gagal´ kata survei internasional. Indonesia itu negeri yang sulit maju, terlalu banyak ´pungli´, seloroh supervisor kami disini. Kata dia, saya dulu pernah ke Indonesia, ketika mau pulang ke Jerman, di bandara Jakarta, saya dihadang pegawai imigrasi, dengan alasan yang ´macam-macam´ akhirnya saya harus beri uang sekitar 20 dollar agar bisa berangkat. Media-media barat selalu melaporkan suasana yang carut-marut di negeri, Kata mereka Indonesia itu diskriminasi terhadap minoritas, orang mudah dibunuh, banyak kekerasan, perampokan dan banyak lagi cerita yang buruk diberikan pada bangsa tercinta ini.
Namanya sebut saja Pak Rizal, beliau hidup di Jerman sejak kuliah Dipl.Ing dan saat ini menetap di Perlen, Texas, USA sudah 5 tahun. Hampir tiga perempat hidupnya dihabiskan di luar negeri. Kata beliau, kalaupun pulang ke Indonesia,1-2 tahun sekali,dan sekitar 1 bulan libur disana. Hidup di Jerman selama 25 tahun, membawa beliau menjadi orang yang akhirnya harus mandiri, segala sesuatu rutinnya dikerjakan sendiri, tidak banyak berharap dari tetangga, menyapa tetangga pun jarang, karena hidup bermodel ´flat haus´. Kalaupun ingin bantuan baik urusan gangguan listrik, air macet (walau sangat jarang), cukup telepon perusahaan dan petugasnya akan datang. Bahkan sampai urusan kematian sekalipun,nantinya akan dijemput ambulans,apabila beragama kristen, akan dibawa ke gereja dan dinyanyikan lagu rohani, kemudian dikubur atau dikremasi oleh pihak yayasan, fertig!!.
Ada cerita unik kehidupan disini, beliau cerita bagaimana petugas atau polisi mengetahui kalau ada orang yang meninggal, caranya dengan melihat apakah tumpukan koran didepan pintu rumahnya sudah menumpuk,itu pertanda kalau orang rumahnya sudah ´tot´ alias wassalamJ.
Bulan lalu beliau pulang liburan ke Indonesia, Beliau sempatkan mengambil titipan oleh2 dari eyangnya khalid di kampus UGM,Yogyakarta. Bertemulah pak rizal dengan `satpam` fakultas, sesaat mengambil titipan kami, sang satpam bertanya padanya, bapak tinggal dimana di yogya?, jawab pak rizal,saya mau cari penginapan. Ya udah pak, saya antarin nyari hotelnya di sekitar jalan kaliurang ini, akhirnya didapatlah penginapan tersebut. Pak rizal ingin memberikan sesuatu ucapan terima kasih, namun sang satpam kampus ini sudah kembali ke fakultas. Sesampai di Jerman dan bersilaturahmi ke apartemen kami, beliau langsung menanyakan apakah mungkin saya bisa mencari tahu nama satpam itu, saya tanya ke pak rizal,memangnya kenapa pak?jawaban beliau yang membuat saya dan bundanya khalid tersenyum dan terheran, kata beliau ´saya baru lihat ada orang baik´
. Kemudian beliau berucap, kelak kalau semua ikhtiar saya di luar negeri ini sudah dirasa cukup,saya ingin pulang ke Indonesia,tepatnya di sekitar pelabuhan ratu, kami tanya,kenapa akhirnya memilih pulang ke Indonesia?kata beliau singkat,saya suka ´ritme hidupnya´!!!.
Minggu lalu,ketika kami hendak keluar rumah, saya dan bundanya khalid sedang ngobrol,dari tingkat atas flat sebelah rumah kami,ada seorang anak muda Jerman memanggil kami (hal ini sangat tidak lazim dilakukan oleh orang Jerman), kata dia, Hallo,kalian berbahasa Indo ya,kalian orang indonesia ya?iya kata saya, dia bilang, saya sudah pernah ke Indonesia,saya pernah ke Bali dan Yogyakarta, saya pernah belajar bahasa Indonesia. Lalu anak muda itu dengan semangatnya mengatakan,`saya cinta sekali dengan Indonesia` tapi yang ´baik-baik´, ucapan itu buat saya dan bundanya khalid pun tertawa,dan dia sangat yakin bahwa orang yang diajak ngobrol pastilah orang2 yang ramah dan bersahabat, karena itulah yang dia rasakan ketika ada di Indonesia.
Ahh,jadi rindu pulang,´nikmati bersama suasana yogya´.Selamat berpuasa ya
Mit freundlichen Grüßen
Ayahnya Khalid
komentar:
:)...senyum dulu deh...
selamat puasa juga..mohon maaf lahir dan bathin....
sama pak..rindu juga Indonesia...baru aja nih telp....omak di kampung...:)
Indonesia...sedang di uji banyak masalah...namun dalam prespektif positif..ini pertanda banyaknya peluang yang mucul dari masalah masalah tersebut....obat nyamuk aja bisa jadi industri besar yg memperkerjakan ratusan bahkan ribuan orang karena adanya nyamuk...coba di Jerman ngak ada nyamuk...ngak ada industri obat nyamuk deh...dan banyak contoh lainnya....
dan bisa jadi kita yang ditakdirkan Allah melihat bumi Allah bernama Jerman dan eropa ini...bisa lebih jernih melihat Indonesia yg hari ini banyak masalah...sekali lagi namun banyak kearifan lokal..dan potensi serta peluang yang dihadirkan negara bernama Indonesia....
akhirnya ..sejauh-jauh bangau terbang akhirnya kembali ke sarangnya...ketika terbang...hendaknya semakin banyak pengetahuan dan ilmu yang didapatkan...untuk diadaptasi menjadi pengetahuan...dan hal yang bermanfaat bagi negara besar bernama Indonesia....
dan jangan lupa, negara Indonesia mempunyai potensi umat Islam terbesar di dunia...artinya pengabdian bagi Indonesia adalah...pengabdian pada umat Islam...ikut berkontribusi memajukan Indonesia adalah kontribusi memajukan umat Islam...semoga menjadi amal jariyah sebagai bekal diakhirat kelak....
lho....kok jadi serius nih.....:)
wassalam......
jahar
2 Juli 2012
Dear Applicant!
Once again we would like to thank you for your interest in our IGSP programme. We are pleased to inform you that your application has been accepted for the final selection, i.e. an interview.
The interview will take place at the DAAD Head office in Bonn on 9 July 2012. We will let you know the exact time for your interview within next week and will also give you further information.
Best regards
i.A. M G-J
3 juli 2012
Dear Mr Damunar
As we have already informed you, we would like to invite you to a interview on 9 July 2012 which will take place in Bonn, Kennedyalle 105, Room 241 (“Haus Nord”) at 10:20 am (10:20 Uhr).
The interview will take around 20 minutes.
Please find attached the description of how to get to the DAAD Head Office. We would like to kindly ask you to arrive in time – if you should be delayed for some reason, please call us and inform us about the delay. Please bring your ID card with you, other documents are not necessary.
Please shortly confirm the receipt of this email!
If you should have any questions, please do not hesitate to contact me. We are looking forward to meeting you in Bonn next Monday!
Best regards
i.A. M G-J
Menjadi titik sejarah baru bagi saya dan keluarga, ini merupakan salah satu pintu masuk selanjutnya untuk mengarungi perjalanan penuh tantangan, dan dari awal saya yakin berkat pertolongan Allah, saya akan menghadapi dengan baik dan mendapatkan yang di cita-citakan.Amin. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.
Rintangan demi rintangan dalam kehidupan, itu biasa...dan itu menguji ketekunan, konsistensi, kesabaran anda dalam menghadapi kehidupan ini. obatnya sangat jelas...yaitu jangan pernah menyerah...jika anda kepentok..berhenti..sejenak...untuk selanjutnya maju lagi...
sampai kapan?...sampai anda bahagia.
sampai kapan?...sampai anda bahagia.
Oleh: Jaharuddin
Patut disyukuri bersama ekonomi syariah, dari hari ke hari disambut positif berbagai kalangan, baik di internal umat Islam sendiri maupun dari kalangan non Islam. Perkembangan ekonomi Syariah di Indonesia, bukan tanpa kendala, walaupun perkembangan ekonomi syariah sangat pesat di tanah air, namun berbagai catatan menjadi pekerjaan rumah para pegiat ekonomi syariah, namun kita semua harus optimis menghadapi tantangan tersebut dengan cara selalu memperbaiki hal-hal yang musti harus di perbaiki.
Beberapa catatan yang selama ini masih dalam tataran perdebatan diantara pegiat ekonomi syariah, misalnya benarkah bans syariah itu sesuai syariah?, ada juga yang mempertanyakan pengelolaan zakat dalam bentuk program, di kalangan masyarakat yg baru tertarik mempelajari ekonomi syariah, mempertanyakan apa bedanya ekonomi syariah dengan ekonomi kapitalis, sosialis, dll, ada pula yang mengkritisi seorang master ekonomi syariah, namun berpakaian rok mini, seorang pejabat yg salah satu wewenangnya adalah mempromosikan pasar modal ekonomi syariah, namun tidak menutup auratnya dengan baik, dan seterusnya.
Menurut saya, perlu diajarkan kepada semua mahasiswa yang belajar ekonomi syariah tentang ilmu tauhid. Ilmu Tauhid adalah ......
belum selesai dan masih di edit
Hannover, 27 Juni 2012, pkl. 10.14 CET
belum selesai dan masih di edit
Hannover, 27 Juni 2012, pkl. 10.14 CET
Ada perasaan bangga bisa dipertemukan dengan keluarga yang luar biasa yaitu keluarga pak Teguh. Keluarga pak Teguh sudah 10 tahun lebih merantau untuk studi dan bekerja di Jerman. Dengan waktu yang tidak pendek tersebut, sedikitpun tidak merubah suasana ke Indonesian dalam keluarga ini, seperti: pekerja keras, rasa persaudaraan yang kental, rendah hati, gotong royong, peduli terhadap sesama, dan taat beribadah.
Disela kesibukan keluarga ini mengasuh dua buah hatinya, keluarga ini mampu menjaga jatidiri Indonesia dengan karakter yang kuat sebagai muslim yang taat. Di saat anak perempuan seumuran Yumna mulai bersolek dan bergaul dengan berbagai macam party yang diadakan teman-temannya, Yumna mampu menjaga identitas dirinya dengan baik, bahkan menunjukkan dirinya sebagai seorang muslimah modern, dengan berjilbab.
Saya sangat yakin, perjuangan pak Teguh dan bu Yanti, membesarkan anak-anaknya yang sudah menginjak remaja putri penuh dengan tantangan, di Indonesia saja, seorang perempuan ingin menyatakan diri untuk berjilbab ada kalanya harus berdebat dulu dengan lingkungannya, apalagi di sini, berjilbab dianggap mengekang diri, berjilbab dianggap fundamentalis, kuno, bahkan ada yang menganggap bagian dari teroris. Bagi orang Jerman, memiliki agama saja sesuatu yang luar biasa, namun Yumna bukan hanya memiliki agama, namun Yumna memegang agamanya dengan kuat, dan menyatakan dirinya sebagai muslimah. Luar biasa!, saya yakin di Jerman saja Yumna mampu mempertahankan dan mengaktualisasikan ke Islamannya, apalagi nanti saatnya di tanah air, semoga Yumna tergabung menjadi barisan muslimah pengerak dakwah Islam di masa mendatang, berbekal bahasa Jerman yang fasih, suatu hari Yumna bisa menjadi duta Islam di Eropa. Amin ya robbil alamin.
Keluarga ini salah satu keluarga Indonesia yang mapan di Jerman, pak Teguh alumni Aeronautical Engineering ITB (Jurusan elitnya anak-anak ITB), kemudian melanjutkan studi S2 di Jerman, terakhir di Jerman bertugas di Institut fur Umformtechnik und Umformmaschinen (IFUM) Universitas Hannover, sebagai Research Assistent, bu Yanti merupakan dosen tetap di ITB yang juga Doktor alumni Georg-August-Universitat-Goettingen. Keluarga yang berpendidikan tinggi, dengan kondisi ekonomi yang mapan, dan mempunyai dua orang buah hati yaitu Yumna dan Daud.
Disela kesibukan keluarga ini mengasuh dua buah hatinya, keluarga ini mampu menjaga jatidiri Indonesia dengan karakter yang kuat sebagai muslim yang taat. Di saat anak perempuan seumuran Yumna mulai bersolek dan bergaul dengan berbagai macam party yang diadakan teman-temannya, Yumna mampu menjaga identitas dirinya dengan baik, bahkan menunjukkan dirinya sebagai seorang muslimah modern, dengan berjilbab.
Saya sangat yakin, perjuangan pak Teguh dan bu Yanti, membesarkan anak-anaknya yang sudah menginjak remaja putri penuh dengan tantangan, di Indonesia saja, seorang perempuan ingin menyatakan diri untuk berjilbab ada kalanya harus berdebat dulu dengan lingkungannya, apalagi di sini, berjilbab dianggap mengekang diri, berjilbab dianggap fundamentalis, kuno, bahkan ada yang menganggap bagian dari teroris. Bagi orang Jerman, memiliki agama saja sesuatu yang luar biasa, namun Yumna bukan hanya memiliki agama, namun Yumna memegang agamanya dengan kuat, dan menyatakan dirinya sebagai muslimah. Luar biasa!, saya yakin di Jerman saja Yumna mampu mempertahankan dan mengaktualisasikan ke Islamannya, apalagi nanti saatnya di tanah air, semoga Yumna tergabung menjadi barisan muslimah pengerak dakwah Islam di masa mendatang, berbekal bahasa Jerman yang fasih, suatu hari Yumna bisa menjadi duta Islam di Eropa. Amin ya robbil alamin.
Disela kesibukan pak Teguh bekerja dan membesarkan dua buah hatinya, Pak Teguh adalah salah satu sosok yang menghidupkan dakwah Islam dimanapun beliau berada, saya pernah mendengar pak Teguh menjadi koordinator pengajian di Goettingen, begitupun selama di Hannover, pak Teguh adalah tokoh yang menginisiasi diaktifkannya kembali Keluarga Muslim Hannover (KMH), rumah pak teguh di belakang Uni Hannover, sering sekali dijadikan tempat kajian-kajian ke Islaman, pak Teguh merupakan salah satu mantan ketua Forum Kajian Minggu Siang (FKMISI), yaitu forum kajian bapak-bapak, beliaulah yang berjasa mengumpulkan orang-orang untuk ikut pengajian.
Tidak kalah dengan pak Teguh, bu Yanti adalah tokoh pengerak pengajian muslimah di kota Hannover, bu Yanti seringkali menjadi pelopor digerakkannya kajian muslimah, berbagai peran telah dilakukan oleh bu Yanti. Ada kenangan yang tidak akan terlupakan oleh kami sekeluarga dari bu Yanti dan keluarga, bu Yanti adalah orang pertama yang saya dapatkan kontaknya dari Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) saat saya masih di Indonesia, saat itu istri saya sedang mengadakan riset 3 bulan dan disambung 6 bulan untuk studi S3 nya di FK UI. bu Yanti lah orang yang beberapa kali saya SMS dari Jakarta, untuk minta arahannya kepada istri saya, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih bu Yanti, semoga kemurahan, kebaikan dan kepedulian bu Yanti sekeluarga menjadi pemberat amalan dan pahala bu Yanti kelak. Amin ya robbil alamin.
Tidak kalah dengan pak Teguh, bu Yanti adalah tokoh pengerak pengajian muslimah di kota Hannover, bu Yanti seringkali menjadi pelopor digerakkannya kajian muslimah, berbagai peran telah dilakukan oleh bu Yanti. Ada kenangan yang tidak akan terlupakan oleh kami sekeluarga dari bu Yanti dan keluarga, bu Yanti adalah orang pertama yang saya dapatkan kontaknya dari Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) saat saya masih di Indonesia, saat itu istri saya sedang mengadakan riset 3 bulan dan disambung 6 bulan untuk studi S3 nya di FK UI. bu Yanti lah orang yang beberapa kali saya SMS dari Jakarta, untuk minta arahannya kepada istri saya, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih bu Yanti, semoga kemurahan, kebaikan dan kepedulian bu Yanti sekeluarga menjadi pemberat amalan dan pahala bu Yanti kelak. Amin ya robbil alamin.
Senin, 25 Juni 2012, pukul 06.41 CET, kereta ICE membawa pak Teguh, bu Yanti, Yumna dan Daud ke Frankfurt untuk meneruskan perjalanan mengunakan Malaysia Airline ke tanah air, suasana haru terekam pada wajah Stefan (tidak kuasa menahan air mata yang menetes), pak Hamdan, Pak Hendry, bu Ismi, juga hadir pada waktu itu Izza, haqi dan saya, namun semuanya juga ikhlas, karena alaminya jika ada pertemuan tentunya ada perpisahan, dan perpisahan pak Teguh dan keluarga saat ini adalah dalam rangka menapak anak tangga selanjutnya untuk meneruskan karir dan pejuangan di medan masing-masing.
Semoga tali shilaturahmi yang terjalin baik, walaupun untuk sementara waktu kita berpisah kota, namun tali shilaturahmi, dan kedekatan hati tetap terjaga, suatu saat kita akan bisa reunian di Jakarta atau di Bandung pak ya.
Akhirnya kami sekeluarga mengucapkan selamat jalan pak Teguh, bu Yanti, Yumna dan Daud, serta sukses selalu untuk pak Teguh yang akan training di Perth, dan akan menjalankan perusahaannya di Jakarta, sukses juga untuk bu Yanti di ITB, semoga tidak lama lagi jadi Profesor, sukses juga untuk studi Yumna dan Daud. semoga Allah memudahkan setiap langkah kita, dan keberkahan selalu melingkupi setiap aktivitas kita. Dan do'akan kami secepatnya pulang dengan membawa bekal ilmu dan pengalaman selama doktoran di Jerman. Amin ya robbil alamin.
Akhirnya kami sekeluarga mengucapkan selamat jalan pak Teguh, bu Yanti, Yumna dan Daud, serta sukses selalu untuk pak Teguh yang akan training di Perth, dan akan menjalankan perusahaannya di Jakarta, sukses juga untuk bu Yanti di ITB, semoga tidak lama lagi jadi Profesor, sukses juga untuk studi Yumna dan Daud. semoga Allah memudahkan setiap langkah kita, dan keberkahan selalu melingkupi setiap aktivitas kita. Dan do'akan kami secepatnya pulang dengan membawa bekal ilmu dan pengalaman selama doktoran di Jerman. Amin ya robbil alamin.
Hannover, 22 Juni 2012, pukul 22.36 CET, bersamaan saat nonton laga euro cup, Deutshland VS Greece, skor sementara 4-1....:)
Jahar-Nana-Alif-Zaky
Banyak cara menikmati hari, masing-masing orang mempunyai caranya sesuai dengan visi kehidupan yang dianut. Sebagian orang Jerman misalnya, mereka memulai hari beberapa saat sebelum berangkat beraktifitas, sebagian tidak mandi di pagi hari, langsung mempersiapkan sarapan (ada juga yg tidak sarapan dirumah, tinggal beli di toko roti), kemudian berangkat beraktifitas, dijam istirahat biasanya menyempatkan diri untuk makan dan merokok, kemudian masuk kerja lagi sampai sore, pulang, tidur dan begitu seterusnya sampai Jum'at sore. Pada Jum'at sore sampai Ahad malam, waktunya untuk santai, party, dan seterusnya, ada juga sebagian dari waktu akhir pekannya digunakan untuk minum alkhohol, sampai sempoyongan. Kalau sudah menjalani akhir pekan dan menenggak alkhohol, sudah tidak jelas mana yang profesor, mana yang orang biasa saja.
Lain lagi di Jepang, pernah dengar dari teman-teman yang kuliah di Jepang, orang Jepang banyak yang gila kerja, biasanya kerja sampai tengah malam, dan pagi-pagi sudah hadir lagi di tempat kerja. Kalau akhir pekan sebagian dari mereka, hilang kesadaran akibat minum alkohol, sudah biasa kalau melihat ada orang yang tidur di stasiun kereta, dipinggir jalan, karena sudah tidak sadarkan diri dan tidak tahu lagi jalan menuju rumahnya.
Jerman dan Jepang, dikatakan sebagai contoh negara yang maju, dari sudut pandang ekonomi, negara maju adalah negara yang mempunyai tingkat pendapatan perkapita penduduk tinggi, penganguran sedikit, perekonomiannya stabil, keamanan terjamin, dan seterusnya. namun benarkah bahwasanya kemajuan ekonomi, gedung yang megah dan mentereng, disiplin dalam bekerja, dll...pada akhirnya harus berakhir pada "hilangnya kesadaran" di akhir pekan?, dan semakin tingginya angka orang yang bunuh diri ?...saya rasa tidak !.
Saya sangat sepakat bahwa perekonomian suatu negara perlu dibangun sekuat tenaga agar masyarakat sejahtera, setiap masyarakat terpenuhi kebutuhan pokoknya (makan, rumah, kesehatan, pendidikan), kondisi ekonomi stabil, kondisi politik stabil, terjadi pemerataan pembangunan, keamanan terjaga dengan baik, namun jangan dilupakan pula bahwa manusia adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi dengan lingkungannya, saat yang sama manusia adalah makhluk religius yang butuh pasokan makanan ruhani.
Dengan cara inilah akhirnya, manusia menjadi sempurna, sehingga bekerja keras, berinteraksi secara sosial, mempunyai agama yang kuat menjadi budaya keseharian. untuk itu perlu saya tuliskan alternatif aktivitas yang bisa anda lakukan sebagai seorang yang maju, modern dan religius, sebagai berikut:
pertama, bangunlah 1 jam sebelum waktu shubuh, nah gunakan waktu ini untuk sholat tahajud, witir dan sholat-sholat sunnah lainnya, jika masih ada waktu sebelum sholat shubuh maka gunakan juga waktu untuk membaca al qur'an, muhasabah (evaluasi diri) , menghapal al-Qur'an, menulis atau aktifitas bermanfaat lainnya.
kedua, beberapa saat sebelum sholat shubuh, jangan lewatkan untuk melakukan sholat sunnah qobla shubuh, dan dianjurkan bagi anda yang laki-laki untuk sholat shubuh berjama'ah di Masjid.
ketiga, setelah sholat shubuh di masjid, berdzikirlah terlebih dahulu, sangat dianjurkan anda berdzikir al -matsurat kubro (yaitu kumpulan dzikir dan do'a Rasululllah yang telah disusun oleh Iman Hasan al-Banna), jika memungkinkan, maka berdzikirlah dimasjid sampai waktu dhuha, dan sholat dhuhalah terlebih dahulu, setelah itu anda pulang kerumah, siap-siap untuk berangkat beraktifitas.
keempat, sesampainya anda ketempat aktifitas, maka lakukanlah dengan optimal dan fokus, dengan cara itu maka anda akan menjadi pribadi unggulan dan berprestasi. Pada waktu sholat usahakan untuk sholat jama'ah di masjid, setelah itu berdo'a dan berdzikir sebentar, akan sangat baik membaca al-Qur'an beberapa saat. Idealnya anda mempunyai target membaca al-Qur'an dalam sehari, misalnya 1 juz (sekitar 20 halaman).
kelima, pulang dari aktifitas anda seharian, tentunya letih, maka jangan lupa untuk menyempatkan diri untuk sholat maghrib dan Isya di Masjid, disela menunggu sholat Isya, anda bisa mengisi waktu dengan membaca dzikir al-matsurat kubro, dan membaca al-Qur'an. Kemudian makan malam bersama keluarga, disertai obrolan ringan dengan anak-anak dan keluarga, termasuk mencari tahu perkembangan tumbuh kembang dan pendidikan anak.
Untuk Jadwal sholat, beruntunglah bagi anda yang saat ini berada di Indonesia, karena jadwal sholat relatif tidak berubah terlalu signifikan, namun bagi kami yang saat ini tinggal di Eropa, jadwal sholat sangat tergantung musim, saat ini musim semi menuju panas, maka antara jadwal sholat Maghrib, Isya dan Shubuh menjadi lahan jihad tersendiri bagi kami, karena Maghrib pukul 21.48 CET, Isya 23.48 CET dan mulai pukul 02.46 CET sudah masuk waktu Shubuh. Maka lakukanlah penyesuaian didasarkan amalan yg ingin anda lakukan.
Untuk Jadwal sholat, beruntunglah bagi anda yang saat ini berada di Indonesia, karena jadwal sholat relatif tidak berubah terlalu signifikan, namun bagi kami yang saat ini tinggal di Eropa, jadwal sholat sangat tergantung musim, saat ini musim semi menuju panas, maka antara jadwal sholat Maghrib, Isya dan Shubuh menjadi lahan jihad tersendiri bagi kami, karena Maghrib pukul 21.48 CET, Isya 23.48 CET dan mulai pukul 02.46 CET sudah masuk waktu Shubuh. Maka lakukanlah penyesuaian didasarkan amalan yg ingin anda lakukan.
keenam, istirahatlah lebih awal, karena tubuh anda mempunyai hak untuk beristirahat, sampai anda bangun lagi sebelum shubuh.
ketujuh, pada akhir pekan, gunakan waktu anda untuk menambah ilmu agama, misalnya dengan mengikuti pengajian rutin yang sistematis pada setiap pekannya, sesekali juga diadakan rihlah (wisata) bersama keluarga, aktiflah di lingkungan tempat tinggal dan keluarga anda.
Untuk menjaga kebugaran, sangat dianjurkan menghidupkan budaya berolah raga, minimal sekali dalam sepekan, kemudian upayakan untuk puasa sunnah Senin dan Kamis. Selanjutnya bersama keluarga, rencanakan untuk haji minimal sekali, kemudian lakukan perjalanan ke bumi Allah lainnya, agar anda re fresh dan lebih banyak pengalaman dan pengetahuan yang anda dapatkan, dengan cara seperti itu semoga anda menjadi pribadi yang bijak, unggul dan berkontribusi positif bagi pengembangan bangsa dan agama.
Agar anda lebih mudah melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi amalan yang dilakukan sehari-hari, ada baiknya anda mempunyai lembaran evaluasi yang bisa anda buat secara mandiri dan anda evaluasi secara berkala (bisa harian atau pekanan), dan ajak teman-teman di pengajian anda untuk sama-sama memotivasi, mengingatkan dan mengevaluasi.
Dan tak kalah pentingnya adalah, jadilah pribadi yang maju, modern, dan religius, agar anda mendapatkan kesuksesan duniawi dan kesuksesan pada kehidupan abadi kelak. Amin ya robbil alamin.
Dan tak kalah pentingnya adalah, jadilah pribadi yang maju, modern, dan religius, agar anda mendapatkan kesuksesan duniawi dan kesuksesan pada kehidupan abadi kelak. Amin ya robbil alamin.
semoga bermanfaat.
Hannover, Musim semi, 22 Juni 2012, pukul 09.05 CET.
Mungkin dari judulnya saja, ada yang bilang...ya jelaslah...karena berjauhan, beda benua, beda warna kulit, dan seterusnya. Tulisan ini saya tulis dengan harapan menjadi informasi awal, bagi anda yang ingin sekolah, kerja atau berkunjung ke Jerman. Namun tulisan ini tidak mampu menangkap semua perbedaan budaya yang ada, kemudian saya dasarkan dari pengalaman yang saya rasakan dan alami selama saya di Jerman, artinya tentunya ada subyektifitas saya sebagai penulis, dan bisa jadi juga terjadi perbedaan antara satu negara bagian dengan negara bagian lainnya. Saya tinggal di Hannover, ibukota negara bagian Niedersachsen.
Beberapa point penting yang bisa saya tuliskan, dari yang serius sampai yang mungkin bagi sebagian orang tidak penting, saya coba rangkum seperti berikut ini.
Beberapa point penting yang bisa saya tuliskan, dari yang serius sampai yang mungkin bagi sebagian orang tidak penting, saya coba rangkum seperti berikut ini.
Budaya Belajar
Sejauh pengamatan yang saya lakukan, budaya belajar di Jerman sangat baik, salah satu indikasinya adalah walaupun hari libur (Sabtu - Minggu), namun perpustakaan tetap buka, dan pengunjung tetap ramai, jangan kaget jika anda susah mencari tempat duduk, untuk belajar. Semangat kemandirian, tepat waktu, inisiatif dan kreatif merupakan semangat yang sangat ditumbuh kembangkan di Jerman. Bagi anda yang datang ke Jerman untuk belajar, maka jangan terlalu banyak tergantung kepada orang lain, anda harus mandiri, mencari sendiri apa yang anda butuhkan, artinya maju tidaknya anda, tergantung upaya yang anda lakukan, termasuk juga , jangan terlalu berharap banyak pada profesor pembimbing anda. Berupayalah untuk tepat waktu dalam berbagai kesempatan, karena budaya tepat waktu sudah menjadi budaya yang melekat dalam keseharian masyarakat.
Lokasi kampus
Universitas dan pusat penelitian di Jerman tersebar dengan merata ke semua wilayah di Jerman, dengan kualitas yang standar nasional Jerman. walaupun anda kuliah di kota kecil, bahkan bisa juga disebut kampung, namun tetap saja kualitas universitas atau pusat penelitian di kota kecil tersebut berkualitas sangat tinggi, namun bagi anda yang dari Indonesianya berasal dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surbaya, Medan, dll, maka jangan kaget kalau ternyata kampus yang anda tuju berada di kota kecil yang penduduknya bisa jadi sebanyak satu kecamatan di Jakarta, artinya dari awal anda siap menghadapi bahwa kota yang anda datangi adalah kota kecil. Suatu hari ada mahasiswa master dari Indonesia kuliah di kota dimana untuk mendapatkan sinyal handphone pun susah. namun sekali lagi kualitas universitasnya tetap tinggi. Namun ada juga kota-kota besar seperti Berlin, Hamburg, Frankfurt, dll. kalau kota saya tinggal kota menengah, tidak besar dan tidak pula kampung.
Transportasi
Untuk transportasi, salah satu andalan di Jerman adalah kereta api, semua jadwal dan harga kereta api antar kota, bisa anda lihat di www.bahn.de , di web ini, anda bisa mendapatkan semua informasi jadwal dan harga tiket kereta antar kota ke seluruh Jerman, bahkan ke eropa. Bagi anda mahasiswa cukup banyak paket discount (anggebot), yang diberikan pengelola kereta api bagi anda, tinggal kesigapan anda mencari dan berselancar di web kereta api Jerman. Kemudian juga penting untuk diperhatikan, jadwal kereta api di Jerman, hampir seluruhnya tepat waktu, artinya jika anda terlambat beberapa detik saja, anda bisa di tinggalkan, tidak ada istilah toleransi.
Masjid dan Jadwal Sholat.
Jangan anda kaget jika, tidak menemukan bangunan masjid seperti layaknya di Indonesia, karena sebagian besar masjid di Jerman adalah bagian dari bangunan yang ada ruang luas yang dijadikan masjid, jadi dari luar tidak kelihatan seperti masjid, namun jika anda masuk ke dalam, anda akan mendapatkan masjid, yang karpetnya bagus, dan bersih. Cuma ada beberapa buah masjid saja di jerman, yang dari luarnya kelihat memang berbentuk masjid, seperti di Darmstat. Untuk jadwal sholat jauh berbeda dengan di Indonesia, awal saya sampai di Jerman, waktu itu musim dingin, pukul 04.30 CET, saya sudah sholat shubuh, padahal ternyata pada musim dingin sholat shubuh baru masuk pukul 06.00 lebih, dan ini terus berubah sesuai musim, untuk itu anda bisa melihat jadwal sholat di www.islamicfinder.org, tinggal anda lihat kota dimana anda berada. kemudian juga unik adalah, kalau anda sholat shubuh di masjid, sebagian besar masjid komunitas Turki (setahu saya masjid yg paling banyak di Jerman, adalah masjid komunitas Turki) baru melaksanakan sholat shubuh 30 menit sebelum fajar. dengan demikian walaupun waktu sholat shubuh misalnya sudah masuk pukul 04.00 CET, dan waktu Fajar 05.49 CET, maka sholat shubuh berjama'ah baru dimulai pukul 05.15 CET. Beberapa kali orang Indonesia yang baru sampai di Jerman, sholat shubuh di masjid komunitas Turki, bingung dengan kondisi ini, namun begitulah budaya mereka.
Minimarket/Supermarket
Kalau anda punya kebiasaan pada hari minggu mau jalan-jalan ke mall dan belanja, maka selama anda di Jerman, anda harus merubah kebiasaan tersebut, karena hampir semua mall dan pusat perbelanjaan pada hari minggu libur, kecuali di central station (haupbahnhoft), itupun tidak semua central station ada minimarketnya, namun di beberapa kota besar, biasanya ada minimarket dan beberapa toko di central station yang buka, nah kalau ada keperluan mendesak, anda bisa datang ke central station nya untuk belanja kebutuhan pokok.
Pfand
Kalau anda membeli air mineral dan minuman lainnya, jangan serta merta membuang botolnya, karena sebagian besar minuman dikemas dengan botol untuk di daur ulang, dan ketika anda membelinya harga jual sudah termasuk harga untuk proses daur ulang. Agar anda mudah mengenali apakah minuman yang anda beli bisa dikembalikan ke toko/mesin, maka anda tinggal mengamati botol anda, apakah ada tanda pfandnya atau tidak, jika ada tanda seperti digambar, maka itu berarti anda bisa menukarkannya kembali ke toko atau ke mesin (seperti mesin ATM) disetiap tempat yang telah disediakan, biasanya di minimarket seperti Penny, Rosman, Netto, dll. Setiap botol yang anda tukarkan anda mendapatkan pengembalian uang sebesar 0,25 euro. jadi lumayan kan...bisa digunakan untuk beli air mineral kembali.
Tetangga
Pada prinsipnya orang Jerman cukup ramah, namun tetap berhati-hatilah dengan tetangga anda, karena bisa jadi kalau anda terlalu brisik, maka pintu anda diketuk dan disuruh diam, atau pernah juga ada cerita, orang Indonesia yang dilaporkan polisi oleh tetangganya karena di anggap terlalu brisik, atau anaknya terlalu ribut. Untuk anda yang membawa keluarga dan punya anak-anak kecil selama di Jerman, sangat disarankan berhati-hati memilih rumah tempat tinggal, salah satu yang harus diperhatikan adalah siapa tetangga anda, apakah akan terganggu atau tidak dengan suara anak-anak anda. saya menyarankan untuk mencari rumah dimana tetangga anda juga mempunyai keluarga dan anak-anak, syukur-syukur tetangga anda juga berasal dari luar Jerman. kondisi ini relatif lebih aman bagi kenyamanan keluarga anda.
Toilet
Toilet di Jerman adalah Toliet kering dan tentunya bersih, namun biasanya tidak tersedia alat untuk "cebok". Bagi anda yang belum terbiasa, ini agak menyulitkan, yang tersedia dan banyak adalah tisu. pada awalnya mungkin merepotkan, namun seiring dengan waktu, anda harus mampu menyesuaikan diri, kalau di rumah anda sendiri, maka anda bisa membeli tambahan alat untuk cebok, kalau di masjid-masjid biasanya ada air dan alat yg bisa digunakan untuk bersuci.
Membuang ingus
Jangan kaget, ketika anda makan, disekitar anda ada yang membuang ingus, dengan cara menutup hidungnya dengan tisu, dan itu biasa. Bahkan tisu yang di gunakan tersebut, disimpan di dalam kantong, dan nanti bisa digunakan lagi. ya...mau tidak mau anda harus membiasakan diri, melihat dan mendengar orang membuang ingus dimana pun, termasuk di perpustakaan, di kampus, dll. Sampai sekarang saya sendiri masih geli mendengar dan melihat budaya ini, namun ya di upayakan menjadi biasa.
Sementara ini, beberapa catatan ringan, tentang beberapa budaya yang menurut saya berbeda dengan Indonesia, semoga memberikan informasi awal bagi siapa saja yang akan dan baru datang di Jerman.
Semoga bermanfaat
Hannover, Musim semi, Juni 2012
Lokasi kampus
Universitas dan pusat penelitian di Jerman tersebar dengan merata ke semua wilayah di Jerman, dengan kualitas yang standar nasional Jerman. walaupun anda kuliah di kota kecil, bahkan bisa juga disebut kampung, namun tetap saja kualitas universitas atau pusat penelitian di kota kecil tersebut berkualitas sangat tinggi, namun bagi anda yang dari Indonesianya berasal dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surbaya, Medan, dll, maka jangan kaget kalau ternyata kampus yang anda tuju berada di kota kecil yang penduduknya bisa jadi sebanyak satu kecamatan di Jakarta, artinya dari awal anda siap menghadapi bahwa kota yang anda datangi adalah kota kecil. Suatu hari ada mahasiswa master dari Indonesia kuliah di kota dimana untuk mendapatkan sinyal handphone pun susah. namun sekali lagi kualitas universitasnya tetap tinggi. Namun ada juga kota-kota besar seperti Berlin, Hamburg, Frankfurt, dll. kalau kota saya tinggal kota menengah, tidak besar dan tidak pula kampung.
Transportasi
Untuk transportasi, salah satu andalan di Jerman adalah kereta api, semua jadwal dan harga kereta api antar kota, bisa anda lihat di www.bahn.de , di web ini, anda bisa mendapatkan semua informasi jadwal dan harga tiket kereta antar kota ke seluruh Jerman, bahkan ke eropa. Bagi anda mahasiswa cukup banyak paket discount (anggebot), yang diberikan pengelola kereta api bagi anda, tinggal kesigapan anda mencari dan berselancar di web kereta api Jerman. Kemudian juga penting untuk diperhatikan, jadwal kereta api di Jerman, hampir seluruhnya tepat waktu, artinya jika anda terlambat beberapa detik saja, anda bisa di tinggalkan, tidak ada istilah toleransi.
Masjid dan Jadwal Sholat.
Jangan anda kaget jika, tidak menemukan bangunan masjid seperti layaknya di Indonesia, karena sebagian besar masjid di Jerman adalah bagian dari bangunan yang ada ruang luas yang dijadikan masjid, jadi dari luar tidak kelihatan seperti masjid, namun jika anda masuk ke dalam, anda akan mendapatkan masjid, yang karpetnya bagus, dan bersih. Cuma ada beberapa buah masjid saja di jerman, yang dari luarnya kelihat memang berbentuk masjid, seperti di Darmstat. Untuk jadwal sholat jauh berbeda dengan di Indonesia, awal saya sampai di Jerman, waktu itu musim dingin, pukul 04.30 CET, saya sudah sholat shubuh, padahal ternyata pada musim dingin sholat shubuh baru masuk pukul 06.00 lebih, dan ini terus berubah sesuai musim, untuk itu anda bisa melihat jadwal sholat di www.islamicfinder.org, tinggal anda lihat kota dimana anda berada. kemudian juga unik adalah, kalau anda sholat shubuh di masjid, sebagian besar masjid komunitas Turki (setahu saya masjid yg paling banyak di Jerman, adalah masjid komunitas Turki) baru melaksanakan sholat shubuh 30 menit sebelum fajar. dengan demikian walaupun waktu sholat shubuh misalnya sudah masuk pukul 04.00 CET, dan waktu Fajar 05.49 CET, maka sholat shubuh berjama'ah baru dimulai pukul 05.15 CET. Beberapa kali orang Indonesia yang baru sampai di Jerman, sholat shubuh di masjid komunitas Turki, bingung dengan kondisi ini, namun begitulah budaya mereka.
Minimarket/Supermarket
Kalau anda punya kebiasaan pada hari minggu mau jalan-jalan ke mall dan belanja, maka selama anda di Jerman, anda harus merubah kebiasaan tersebut, karena hampir semua mall dan pusat perbelanjaan pada hari minggu libur, kecuali di central station (haupbahnhoft), itupun tidak semua central station ada minimarketnya, namun di beberapa kota besar, biasanya ada minimarket dan beberapa toko di central station yang buka, nah kalau ada keperluan mendesak, anda bisa datang ke central station nya untuk belanja kebutuhan pokok.
Pfand
Kalau anda membeli air mineral dan minuman lainnya, jangan serta merta membuang botolnya, karena sebagian besar minuman dikemas dengan botol untuk di daur ulang, dan ketika anda membelinya harga jual sudah termasuk harga untuk proses daur ulang. Agar anda mudah mengenali apakah minuman yang anda beli bisa dikembalikan ke toko/mesin, maka anda tinggal mengamati botol anda, apakah ada tanda pfandnya atau tidak, jika ada tanda seperti digambar, maka itu berarti anda bisa menukarkannya kembali ke toko atau ke mesin (seperti mesin ATM) disetiap tempat yang telah disediakan, biasanya di minimarket seperti Penny, Rosman, Netto, dll. Setiap botol yang anda tukarkan anda mendapatkan pengembalian uang sebesar 0,25 euro. jadi lumayan kan...bisa digunakan untuk beli air mineral kembali.
Tetangga
Pada prinsipnya orang Jerman cukup ramah, namun tetap berhati-hatilah dengan tetangga anda, karena bisa jadi kalau anda terlalu brisik, maka pintu anda diketuk dan disuruh diam, atau pernah juga ada cerita, orang Indonesia yang dilaporkan polisi oleh tetangganya karena di anggap terlalu brisik, atau anaknya terlalu ribut. Untuk anda yang membawa keluarga dan punya anak-anak kecil selama di Jerman, sangat disarankan berhati-hati memilih rumah tempat tinggal, salah satu yang harus diperhatikan adalah siapa tetangga anda, apakah akan terganggu atau tidak dengan suara anak-anak anda. saya menyarankan untuk mencari rumah dimana tetangga anda juga mempunyai keluarga dan anak-anak, syukur-syukur tetangga anda juga berasal dari luar Jerman. kondisi ini relatif lebih aman bagi kenyamanan keluarga anda.
Toilet
Toilet di Jerman adalah Toliet kering dan tentunya bersih, namun biasanya tidak tersedia alat untuk "cebok". Bagi anda yang belum terbiasa, ini agak menyulitkan, yang tersedia dan banyak adalah tisu. pada awalnya mungkin merepotkan, namun seiring dengan waktu, anda harus mampu menyesuaikan diri, kalau di rumah anda sendiri, maka anda bisa membeli tambahan alat untuk cebok, kalau di masjid-masjid biasanya ada air dan alat yg bisa digunakan untuk bersuci.
Membuang ingus
Jangan kaget, ketika anda makan, disekitar anda ada yang membuang ingus, dengan cara menutup hidungnya dengan tisu, dan itu biasa. Bahkan tisu yang di gunakan tersebut, disimpan di dalam kantong, dan nanti bisa digunakan lagi. ya...mau tidak mau anda harus membiasakan diri, melihat dan mendengar orang membuang ingus dimana pun, termasuk di perpustakaan, di kampus, dll. Sampai sekarang saya sendiri masih geli mendengar dan melihat budaya ini, namun ya di upayakan menjadi biasa.
Sementara ini, beberapa catatan ringan, tentang beberapa budaya yang menurut saya berbeda dengan Indonesia, semoga memberikan informasi awal bagi siapa saja yang akan dan baru datang di Jerman.
Semoga bermanfaat
Hannover, Musim semi, Juni 2012
![]() |
Oleh: Jaharuddin
Akhir-akhir ini negara Indonesia banyak dirundung masalah politik, ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Padahal masalah-masalah ini menjadi sangat penting dalam pembangunan bangsa. Namun dibalik berbagai masalah tersebut terdapat peluang besar dan menantang bagi generasi muda Indonesia. bukankah kita belajar, tidak ada kesuksesan gemilang dalam berbagai hal tanpa diawali dengan masalah.
Dengan masalah,, akhirnya timbul alternatif solusi, semakin besar masalah semakin banyak alternatif solusi yang bisa dihidangkan sebagai solusi. Untuk masalah kesehatan dan pendidikan, pengadaan rumah sakit dan pendidikan gratis bisa menjadi alternatif solusi. Saya tidak bermaksud melempar masalah itu kepada pihak manapun, namun seharusnya pemerintahlah yang terdepan dalam pengadaan masalah ini.
Rumah Sakit Gratis
Mengapa rumah sakit gratis, karena dengan sistim yang sekarang, masyarakat diberikan kartu untuk berobat gratis, dengan persyaratan masyarakat miskin. Sadar tidak sadar program ini merendahkan martabat sekelompok masyarakat, pemerintah "menghina" masyarakatnya sendiri, atau dengan kata lain, pemerintah mengakui bahwa pemerintah telah gagal dalam menghilangkan kelompok miskin. Bukankah seharusnya masyarakat dibangun percaya diri dan harga dirinya (Izzah) oleh pemerintah.
Alasan lain, layanan kesehatan yang baik berkualitas dan bisa dijangkau oleh masyarakat bukan hanya untuk golongan tertentu saja, layanan kesehatan merupakan hak setiap warga negara, tidak peduli anda kaya secara materi atau belum.
Dengan sistim rumah sakit gratis, akan mengurangi upaya pihak tertentu yang menjadikan kesehatan menjadi komunitas perdagangan, dengan dalih layanan yang lebih baik, cepat, bersih dan lain-lain, sebagian orang menjadikan rumah sakit sebagai salah satu alternatif bisnis. Seharusnya ada perasaan malu dan tidak elok, jika ada pihak yang mengeruk keuntungan dengan "menjual" jasa kesehatan, mulai dari para pengusaha, dokter, perusahaan farmasi, assuransi, dan semua pihak yang terkait dengan dunia kesehatan.
Dengan adanya rumah sakit gratis, maka sistim "menjual" jasa kesehatan, yang semakin mengkhawatirkan dan membebani masyarakat, setahap demi setahap bisa dihilangkan. Kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan dipenuhi dengan baik dan layak oleh pemerintah.
Pendidikan Gratis
Sama halnya dengan kesehatan, maka pendidikan merupakan hak setiap warga negara, dan merupakan salah satu cara yang paling ampuh, mengeluarkan masyarakat dari keterbelakangan. dengan demikian menjadi kewajiban pemerintah yang diberi amanah oleh masyarakat dalam bentuk kuasa untuk mengelola berbagai potensi bangsa untuk menghadirkan pendidikan gratis, baik dan berkwalitas, bagi seluruh warga negara.
Pendidikan Gratis bukan hanya komoditi politik menjelang pemilu/pilkada, namun pendidikan gratis merupakan amanah pendiri bangsa Indonesia. Melalui pendidikan gratis setiap warga mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkwalitas, dimanapun rakyat berada, konsep rekruitmen siswa yang memperioritaskan masayarakat yang berada di wilayah sekolah berada menjadi konsep yang tetap relevan untuk diterapkan. Dalam tahapan ini pemerintah mempunyai kepedulian yang tinggi dan merasa bersalah jika masih ada rakyatnya tidak bersekolah, jika perlu polisi dan aparat negara, dilibatkan dalam memantau anak-anak umur sekolah pada jam sekolah yang tidak sekolah, kalau perlu diminta klarifikasi dari orang tuanya, dan jika benar seorang anak umur sekolah namun tidak bersekolah, maka orang tuanya bisa dikenakan sanksi.
Selanjutnya, setelah setiap masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan, maka pemerintah harus menyiapkan program "bangga berpendidikan", program ini dirancang agar setiap anak sekolah bangga jika sekolah, caranya adalah memberikan berbagai fasilitas kemudahan bagi setiap orang yang sekolah, misalnya: bantuan dari pemerintah berupa uang kepada orang tua yang mempunyai anak-anak sekolah, gratis transportasi umum bagi anak-anak sekolah, potongan harga bagi anak sekolah jika membeli buku dan kelengkapan sekolah, potongan harga bagi anak-anak sekolah jika membeli kebutuhan pokok (beras, telur, susu, daging, dll), potongan harga bagi anak-anak sekolah yang mau rekreasi ke tempat hiburan edukatif, dll. Singkatnya setiap anak dan orang tua merasa terbantu jika mempunyai anak yang sekolah.
Bagaimana caranya?
Mulailah, membuat proyek percontohan, dengan cara menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), menjadi rumah sakit gratis untuk semua warga negara, dan pastikan para dokter, karyawan di gaji dengan sangat layak. dan pemerintah juga berupaya untuk memaksimalkan pengadaaan fasilitas yang terbaik bagi warga negaranya.
Setelah pemerintah sukses dengan menjadikan RSUD menjadi percontohan, maka secara bertahap pemerintah harus mengembangkannya ke pelosok daerah, dengan cara menjadikan puskesmas sebagai rumah sakit gratis, dengan layanan yang prima, jauh lebih baik dari saat ini, misalnya dengan menyediakan dokter spesialis, rawat inap setara rumah sakit swasta, dan pelayanan rumah sakit swasta standar internasional.
Untuk pendidikan, hal yang sama juga dilakukan dengan masif, pastikan tidak ada biaya sepeserpun yang dibebankan kepada siswa, siswa belajar dengan ceria, setiap orang tua merasa terbantu dengan anaknya yang bersekolah.
Darimana dananya?
Pemerintah sudah puluhan tahun, menyusun anggaran dengan cara menyusun program terlebih dahulu, artinya kalau pemerintah yakin bahwa rumah sakit gratis dand pendidikan gratis menjadi penting, mendesak dan kebutuhan utama masyarakat, maka tinggal dibuat hirung-hitungan berapa dana APBN/APBD yang dibutuhkan untuk program tersebut, dan selanjutnya tinggal mencari sumber pembiayaan.
Saya sangat berkeyakinan, jika pemerintah mempunyai ikhtiar yang kuat untuk melaksanakan program ini, jangan-jangan dengan melakukan relokasi distribusi anggaran pendapatan dan belanja negara saja, program ini sudah bisa dilaksanakan, sebagai contoh, dengan cara re distribusi anggaran fasilitas pejabat negara, ke program ini.
Kemudian, saat yang sama harus ada upaya-upaya mengali potensi pendanaan baru, misalnya optimalisasi zakat,Infaq, shadaqah dan wakaf. Saat yang sama, jangan terlalu banyak membebankan pajak pada masyarakat, karena pada prinsipnya pajak yang tinggi dan banyak, akan mengurangi gairah masyarakat dalam berusaha dan bekerja.
Mungkin ada yang berfikir, wah berat amat amanah yang diberikan kepada pejabat negara?, hal inilah yang seharusnya disadari oleh setiap orang yang akan menjadi pejabat negara, menjadi pejabat negara adalah amanah untuk bekerja keras, berbuat maksimal dalam rangka membuat sejahtera dan bahagia stake holder utama bangsa yaitu rakyat banyak. Maka, seharusnya yang terjadi adalah orang tidak berebut menjadi pejabat negara, karena tahu konsekuensi logis menjadi pejabat negara, menjadi pejabat negara adalah peran berkontribusi maksimal, bukan kesempatan untuk menambah kekayaan pribadi, namun kesempatan untuk memberikan kekayaan pribadi untuk diberikan ke masyarakat banyak.
Idealnya, jika seorang pejabat sudah menjabat selama 5 tahun di pemerintahan, maka dilaporan kekayaannya, kelihatan bahwa kekayaannya berkurang sekian triliun....bukan malah bertambah.....?
Saat ini diperlukan inisiator dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta untuk memberi contoh pada banyak orang bahwa rumah sakit gratis dan pendidikan gratis bukan utopia, tetapi merupakan program yang layak dan bisa dilaksanakan. Saat ini Rumah Sehat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, sudah mulai memberikan contoh dari rumah sakit gratis, begitu juga Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Republika, di sisi pendidikan beberapa LSM sudah menginisiasi munculnya sekolah gratis di beberapa daerah. Dengan mengelola dana masyarakat dan dana pribadi, lembaga-lembaga tersebut mampu melaksanakan program ini. Kenapa pemerintah yang mempunyai dana di APBN/APBD tidak mampu?. Mari bersama-sama mengazzamkan diri untuk menjadi bagian solusi dari masalah ini. Akhirnya kita berharap Indonesia berproses menjadi negara kuat dan maju, dengan tetap menjaga karakteristik bangsa yang besar dan majemuk. majulah Indonesiaku. Amin ya robbil alamin.
Semoga bermanfaat.
Musim semi, Hannover, 14 Juni 2012, pukul 15.07 CET.
Rumah Sakit Gratis
Mengapa rumah sakit gratis, karena dengan sistim yang sekarang, masyarakat diberikan kartu untuk berobat gratis, dengan persyaratan masyarakat miskin. Sadar tidak sadar program ini merendahkan martabat sekelompok masyarakat, pemerintah "menghina" masyarakatnya sendiri, atau dengan kata lain, pemerintah mengakui bahwa pemerintah telah gagal dalam menghilangkan kelompok miskin. Bukankah seharusnya masyarakat dibangun percaya diri dan harga dirinya (Izzah) oleh pemerintah.
Alasan lain, layanan kesehatan yang baik berkualitas dan bisa dijangkau oleh masyarakat bukan hanya untuk golongan tertentu saja, layanan kesehatan merupakan hak setiap warga negara, tidak peduli anda kaya secara materi atau belum.
Dengan sistim rumah sakit gratis, akan mengurangi upaya pihak tertentu yang menjadikan kesehatan menjadi komunitas perdagangan, dengan dalih layanan yang lebih baik, cepat, bersih dan lain-lain, sebagian orang menjadikan rumah sakit sebagai salah satu alternatif bisnis. Seharusnya ada perasaan malu dan tidak elok, jika ada pihak yang mengeruk keuntungan dengan "menjual" jasa kesehatan, mulai dari para pengusaha, dokter, perusahaan farmasi, assuransi, dan semua pihak yang terkait dengan dunia kesehatan.
Dengan adanya rumah sakit gratis, maka sistim "menjual" jasa kesehatan, yang semakin mengkhawatirkan dan membebani masyarakat, setahap demi setahap bisa dihilangkan. Kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan dipenuhi dengan baik dan layak oleh pemerintah.
Pendidikan Gratis
Sama halnya dengan kesehatan, maka pendidikan merupakan hak setiap warga negara, dan merupakan salah satu cara yang paling ampuh, mengeluarkan masyarakat dari keterbelakangan. dengan demikian menjadi kewajiban pemerintah yang diberi amanah oleh masyarakat dalam bentuk kuasa untuk mengelola berbagai potensi bangsa untuk menghadirkan pendidikan gratis, baik dan berkwalitas, bagi seluruh warga negara.
Pendidikan Gratis bukan hanya komoditi politik menjelang pemilu/pilkada, namun pendidikan gratis merupakan amanah pendiri bangsa Indonesia. Melalui pendidikan gratis setiap warga mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkwalitas, dimanapun rakyat berada, konsep rekruitmen siswa yang memperioritaskan masayarakat yang berada di wilayah sekolah berada menjadi konsep yang tetap relevan untuk diterapkan. Dalam tahapan ini pemerintah mempunyai kepedulian yang tinggi dan merasa bersalah jika masih ada rakyatnya tidak bersekolah, jika perlu polisi dan aparat negara, dilibatkan dalam memantau anak-anak umur sekolah pada jam sekolah yang tidak sekolah, kalau perlu diminta klarifikasi dari orang tuanya, dan jika benar seorang anak umur sekolah namun tidak bersekolah, maka orang tuanya bisa dikenakan sanksi.
Selanjutnya, setelah setiap masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan, maka pemerintah harus menyiapkan program "bangga berpendidikan", program ini dirancang agar setiap anak sekolah bangga jika sekolah, caranya adalah memberikan berbagai fasilitas kemudahan bagi setiap orang yang sekolah, misalnya: bantuan dari pemerintah berupa uang kepada orang tua yang mempunyai anak-anak sekolah, gratis transportasi umum bagi anak-anak sekolah, potongan harga bagi anak sekolah jika membeli buku dan kelengkapan sekolah, potongan harga bagi anak-anak sekolah jika membeli kebutuhan pokok (beras, telur, susu, daging, dll), potongan harga bagi anak-anak sekolah yang mau rekreasi ke tempat hiburan edukatif, dll. Singkatnya setiap anak dan orang tua merasa terbantu jika mempunyai anak yang sekolah.
Bagaimana caranya?
Mulailah, membuat proyek percontohan, dengan cara menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), menjadi rumah sakit gratis untuk semua warga negara, dan pastikan para dokter, karyawan di gaji dengan sangat layak. dan pemerintah juga berupaya untuk memaksimalkan pengadaaan fasilitas yang terbaik bagi warga negaranya.
Setelah pemerintah sukses dengan menjadikan RSUD menjadi percontohan, maka secara bertahap pemerintah harus mengembangkannya ke pelosok daerah, dengan cara menjadikan puskesmas sebagai rumah sakit gratis, dengan layanan yang prima, jauh lebih baik dari saat ini, misalnya dengan menyediakan dokter spesialis, rawat inap setara rumah sakit swasta, dan pelayanan rumah sakit swasta standar internasional.
Untuk pendidikan, hal yang sama juga dilakukan dengan masif, pastikan tidak ada biaya sepeserpun yang dibebankan kepada siswa, siswa belajar dengan ceria, setiap orang tua merasa terbantu dengan anaknya yang bersekolah.
Darimana dananya?
Pemerintah sudah puluhan tahun, menyusun anggaran dengan cara menyusun program terlebih dahulu, artinya kalau pemerintah yakin bahwa rumah sakit gratis dand pendidikan gratis menjadi penting, mendesak dan kebutuhan utama masyarakat, maka tinggal dibuat hirung-hitungan berapa dana APBN/APBD yang dibutuhkan untuk program tersebut, dan selanjutnya tinggal mencari sumber pembiayaan.
Saya sangat berkeyakinan, jika pemerintah mempunyai ikhtiar yang kuat untuk melaksanakan program ini, jangan-jangan dengan melakukan relokasi distribusi anggaran pendapatan dan belanja negara saja, program ini sudah bisa dilaksanakan, sebagai contoh, dengan cara re distribusi anggaran fasilitas pejabat negara, ke program ini.
Kemudian, saat yang sama harus ada upaya-upaya mengali potensi pendanaan baru, misalnya optimalisasi zakat,Infaq, shadaqah dan wakaf. Saat yang sama, jangan terlalu banyak membebankan pajak pada masyarakat, karena pada prinsipnya pajak yang tinggi dan banyak, akan mengurangi gairah masyarakat dalam berusaha dan bekerja.
Mungkin ada yang berfikir, wah berat amat amanah yang diberikan kepada pejabat negara?, hal inilah yang seharusnya disadari oleh setiap orang yang akan menjadi pejabat negara, menjadi pejabat negara adalah amanah untuk bekerja keras, berbuat maksimal dalam rangka membuat sejahtera dan bahagia stake holder utama bangsa yaitu rakyat banyak. Maka, seharusnya yang terjadi adalah orang tidak berebut menjadi pejabat negara, karena tahu konsekuensi logis menjadi pejabat negara, menjadi pejabat negara adalah peran berkontribusi maksimal, bukan kesempatan untuk menambah kekayaan pribadi, namun kesempatan untuk memberikan kekayaan pribadi untuk diberikan ke masyarakat banyak.
Idealnya, jika seorang pejabat sudah menjabat selama 5 tahun di pemerintahan, maka dilaporan kekayaannya, kelihatan bahwa kekayaannya berkurang sekian triliun....bukan malah bertambah.....?
Saat ini diperlukan inisiator dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta untuk memberi contoh pada banyak orang bahwa rumah sakit gratis dan pendidikan gratis bukan utopia, tetapi merupakan program yang layak dan bisa dilaksanakan. Saat ini Rumah Sehat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, sudah mulai memberikan contoh dari rumah sakit gratis, begitu juga Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Republika, di sisi pendidikan beberapa LSM sudah menginisiasi munculnya sekolah gratis di beberapa daerah. Dengan mengelola dana masyarakat dan dana pribadi, lembaga-lembaga tersebut mampu melaksanakan program ini. Kenapa pemerintah yang mempunyai dana di APBN/APBD tidak mampu?. Mari bersama-sama mengazzamkan diri untuk menjadi bagian solusi dari masalah ini. Akhirnya kita berharap Indonesia berproses menjadi negara kuat dan maju, dengan tetap menjaga karakteristik bangsa yang besar dan majemuk. majulah Indonesiaku. Amin ya robbil alamin.
Semoga bermanfaat.
Musim semi, Hannover, 14 Juni 2012, pukul 15.07 CET.
Beruntunglah anda yang diberi tantangan berupa kesulitan, karena itu pertanda bahwa anda "bergerak" baik horizontal, vertikal maupun ziq zaq. Bergulirnya waktu, bertambahnya pengalaman, lingkungan baru, bisa jadi menumbuhkan tantangan baru. Namun, tidak perlu kuatir yang berlebih-lebihan, karena yakinlah tantangan yang muncul menghadapi anda tidak akan melampaui kemampuan anda untuk menyelesaikankan.
Berikut 5 (lima) langkah yang bisa anda jadikan alternatif solusi, ketika anda menghadapi masa-masa sulit:
1. Nikmati yang masih tersisa
Sesulit apapun tantangan kehidupan yang anda hadapi, sadarkah anda bahwa Allah menyisakan nikmat yang sangat besar bila dibandingkan dengan kesulitan yang mengelayuti anda saat ini, dan biasanya Allah memberikan ganti dalam bentuk nikmat-nikmat yang lain.
Ibnu Abbas ra berkata, "Jika Allah mencabut dariku kedua mataku, maka lisan dan telingaku masih memiliki cahaya. Kalbuku cerdas, akalku tidak bengkok, dan mulutku memiliki keteguhan laksana pedang yang tajam".
Begitulah seharusnya berpikir. bahwa kalau ada nikmat Allah yang hilang, dan bisa jadi menimbulkan kesulitan, yang tersisa masih jauuuuh lebih banyak, dan kita masih bisa melakukan banyak hal dengannya. dan bisa jadi, kala kesulitan menimpa umatnya, bisa jadi ada sebuah kebaikan bagi anda yang akan Allah berikan. (QS Al-Baqarah (2):216).
Sesulit apapun tantangan kehidupan yang anda hadapi, sadarkah anda bahwa Allah menyisakan nikmat yang sangat besar bila dibandingkan dengan kesulitan yang mengelayuti anda saat ini, dan biasanya Allah memberikan ganti dalam bentuk nikmat-nikmat yang lain.
Ibnu Abbas ra berkata, "Jika Allah mencabut dariku kedua mataku, maka lisan dan telingaku masih memiliki cahaya. Kalbuku cerdas, akalku tidak bengkok, dan mulutku memiliki keteguhan laksana pedang yang tajam".
Begitulah seharusnya berpikir. bahwa kalau ada nikmat Allah yang hilang, dan bisa jadi menimbulkan kesulitan, yang tersisa masih jauuuuh lebih banyak, dan kita masih bisa melakukan banyak hal dengannya. dan bisa jadi, kala kesulitan menimpa umatnya, bisa jadi ada sebuah kebaikan bagi anda yang akan Allah berikan. (QS Al-Baqarah (2):216).
2.Tidak kehilangan kejernihan Pikir
Seringkali kesulitan yang melingkupi, membuat diri kita merasa takut, cemas dan serentetan perasaan tidak menentu lainnya. Sehingga kita kehilangan selera makan, susah tidur, atau wajah kita tidak lagi dihiasi senyum. Pikiran menjadi tumpul dan akalpun menjadi kusut, hingga tak ada kejernihan pikir untuk keluar dari tekanan tersebut.
Milikilah kejernihan berfikir, milikilah pandangan yang menyeluruh terhadap apa yang berada di sekitar anda, dengan demikian anda akan mendapatkan kemenangan dengan meraih hasil yang baik.
Seringkali kesulitan yang melingkupi, membuat diri kita merasa takut, cemas dan serentetan perasaan tidak menentu lainnya. Sehingga kita kehilangan selera makan, susah tidur, atau wajah kita tidak lagi dihiasi senyum. Pikiran menjadi tumpul dan akalpun menjadi kusut, hingga tak ada kejernihan pikir untuk keluar dari tekanan tersebut.
Milikilah kejernihan berfikir, milikilah pandangan yang menyeluruh terhadap apa yang berada di sekitar anda, dengan demikian anda akan mendapatkan kemenangan dengan meraih hasil yang baik.
3. Tetap Menguasai suasana jiwa
Caranya adalah dengan mengasah kemampuan mengontrol emosi, pikiran. Dengan cara ini maka seseorang akan terus melaju menuju kearifan dan pemahaman yang hakiki. Kemampuan mengontrol emosi dan fikiran, akan efektif dilakukan dengan cara konsisten melaksanakan shalat, termasuk shalat sunnah dan senantiasa mengingat rabb-nya (dzikrullah).
Caranya adalah dengan mengasah kemampuan mengontrol emosi, pikiran. Dengan cara ini maka seseorang akan terus melaju menuju kearifan dan pemahaman yang hakiki. Kemampuan mengontrol emosi dan fikiran, akan efektif dilakukan dengan cara konsisten melaksanakan shalat, termasuk shalat sunnah dan senantiasa mengingat rabb-nya (dzikrullah).
4. Tidak berdiam diri, tapi terus berbuat
Menjaga kejernihan pikir merupakan basis untuk tindakan selanjutnya, namun kejernihan pikir saja tidak cukup tanpa berbuat dan bertindak. Oleh karena itu, berbuatlah sesuatu dan kerjakanlah dengan sungguh-sungguh. Bacalah, agungkan dan sucikanlah Tuhan dengan puji-pujian. Menulislah, kunjungilah teman-teman dan manfaatkan waktu anda. Singkatnya, dalam kondisi sulit, jangan biarkan waktu walaupun hanya semenit pada keluangan yang tidak bermanfaat. sekali lagi kerjakan apapun yang anda bisa lakukan, tentunya yang bermanfaat.
Menjaga kejernihan pikir merupakan basis untuk tindakan selanjutnya, namun kejernihan pikir saja tidak cukup tanpa berbuat dan bertindak. Oleh karena itu, berbuatlah sesuatu dan kerjakanlah dengan sungguh-sungguh. Bacalah, agungkan dan sucikanlah Tuhan dengan puji-pujian. Menulislah, kunjungilah teman-teman dan manfaatkan waktu anda. Singkatnya, dalam kondisi sulit, jangan biarkan waktu walaupun hanya semenit pada keluangan yang tidak bermanfaat. sekali lagi kerjakan apapun yang anda bisa lakukan, tentunya yang bermanfaat.
5.Jadikan do'a sebagai penguat.
Nabi Muhammad SAW membekali dan mengajarkan umatnya do'a-do'a dalam menghadapi keadaan-keadaan sulit. Abu Said berkata, "Suatu hari, Rasulullah SAW memasuki masjid, tiba-tiba dilihatnya seorang lelaki Anshar bernama Abu Umamah sedang duduk merenung, lalu ditanya oleh beliau, "Hai Abu Umamah, apa sebab engkau duduk di masjid bukan pada waktu shalat?"
Abu Umamah menjawab, "Susah karena memikirkan hutang, ya Rasulullah".
Rasulullah bertanya, "Maukah kau kuajarkan satu bacaan yang bila engkau baca maka Allah akan menghapus kesusahan dan melunasi hutang-hutangmu?"
Abu Umamah menjawab, "Tentu, ya Rasulullah".
Beliau lalu berkata, "Ucapkan olehmu pagi dan petang" Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wa a'udzu bika minal ajzi wal kasal, wa a'udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal" (HR. Abu Daud).
artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang, dan kesewenang-wenangan orang.
Terkait dengan do'a, seorang Ulama dari Mesir bernama Hasan Al-Banna, mengumpulkan do'a-do'a Rasulullah SAW yang diucapkan pagi dan sore hari, dan beliau membukukannya dalam buku kecil & praktis, buku kecil tersebut diberi judul Al-Matsurat. Salah satu do'a yang ada dalam buku tersebut adalah do'a di atas. Saya sangat menganjurkan anda untuk mencarinya di toko buku, harganya murah dan jadikanlah budaya untuk dibaca pagi dan sore hari, di keluarga anda.
Semoga bermanfaat.
Terinspirasi dan diadaptasi dari majalah Tarbawi oleh Jaharuddin
Hannover, Musim semi, 8 Juni 2012, Pukul 11.04 CET
Abu Umamah menjawab, "Tentu, ya Rasulullah".
Beliau lalu berkata, "Ucapkan olehmu pagi dan petang" Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wa a'udzu bika minal ajzi wal kasal, wa a'udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal" (HR. Abu Daud).
artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang, dan kesewenang-wenangan orang.
Terkait dengan do'a, seorang Ulama dari Mesir bernama Hasan Al-Banna, mengumpulkan do'a-do'a Rasulullah SAW yang diucapkan pagi dan sore hari, dan beliau membukukannya dalam buku kecil & praktis, buku kecil tersebut diberi judul Al-Matsurat. Salah satu do'a yang ada dalam buku tersebut adalah do'a di atas. Saya sangat menganjurkan anda untuk mencarinya di toko buku, harganya murah dan jadikanlah budaya untuk dibaca pagi dan sore hari, di keluarga anda.
Semoga bermanfaat.
Terinspirasi dan diadaptasi dari majalah Tarbawi oleh Jaharuddin
Hannover, Musim semi, 8 Juni 2012, Pukul 11.04 CET
Oleh: Jaharuddin
Saya mengikuti di media online, banyak keluhan dari orang tua tentang diwajibkannya seorang calon siswa SD untuk bisa membaca tulis hitung (Calistung), agar bisa masuk dalam sekolah favorit.belum lagi masalah....
Saya bukan pada posisi yang mengklaim bahwa pendidikan di Jerman, lebih baik dibanding sistim pendidikan di Indonesia, namun tulisan ini saya buat dalam rangka memberikan gambaran sistim seleksi masuk Sekolah Dasar di kota Hannover, Jerman. semoga saja bisa menjadi tambahan informasi bagi siapa saja yang mempunyai ketertarikan dalam pendidikan anak.
Beberapa aspek yang dinilai saat anak kita dibawa ke semacam dinas kesehatan anak, adalah sebagai berikut:
Aspek yang dinilai:
1. Pemeriksaan Fisik
2. Pemeriksaan Kognitive (warna, bentuk, dan pemahaman terhadap jumlah)
3.
belum selesai..belum di edit, dan akan diteruskan.
Hannover, Musim semi, 6 Juni 2012, pukul 11.02 CET
Saya mengikuti di media online, banyak keluhan dari orang tua tentang diwajibkannya seorang calon siswa SD untuk bisa membaca tulis hitung (Calistung), agar bisa masuk dalam sekolah favorit.belum lagi masalah....
Saya bukan pada posisi yang mengklaim bahwa pendidikan di Jerman, lebih baik dibanding sistim pendidikan di Indonesia, namun tulisan ini saya buat dalam rangka memberikan gambaran sistim seleksi masuk Sekolah Dasar di kota Hannover, Jerman. semoga saja bisa menjadi tambahan informasi bagi siapa saja yang mempunyai ketertarikan dalam pendidikan anak.
Beberapa aspek yang dinilai saat anak kita dibawa ke semacam dinas kesehatan anak, adalah sebagai berikut:
Aspek yang dinilai:
1. Pemeriksaan Fisik
2. Pemeriksaan Kognitive (warna, bentuk, dan pemahaman terhadap jumlah)
3.
belum selesai..belum di edit, dan akan diteruskan.
Hannover, Musim semi, 6 Juni 2012, pukul 11.02 CET
![]() |
| foto: blogs.salleurl.edu |
Saya bukanlah PNS, namun istri saya PNS, dan saya pernah lihat salah satu persyaratan aplikasi beasiswa S3 adalah kewajiban mengabdi menjadi dosen, setelah selesai study. Pernah terfikirkan oleh saya kenapa harus menjadi dosen ya?, kenapa tidak diberi alternatif untuk menjadi seorang entrepreneur yang mampu menyerap tenaga kerja minimal x orang, dalam jangka waktu x tahun, pasca study. Kenapa muncul pemikiran seperti itu, karena salah satu solusi penting dalam penguatan ekonomi Indonesia adalah semakin banyaknya lapangan kerja yang dibuka, akhirnya semakin banyak orang bekerja, semakin banyak orang yang berpendapatan, daya beli meningkat, roda perekonomian berjalan dengan baik dan semoga kesejahteraan masyarakat meningkat. Bukankah kalau menjadi dosen apalagi PNS, bisa jadi menambah beban keuangan negara yang saat ini sudah berat, digelayuti pengeluaran rutin, terutama belanja pegawai yang semakin tinggi.
Namun, karena persyaratan beasiswa sudah diputuskan harus mengabdi menjadi dosen, para pelamar tidak ada pilihah, semoga suatu hari yang membuat kebijakan lebih kreatif. Kemudian perlu pula saya jelaskan bahwa tulisan lepas ini, saya tulis bukan untuk memojokkan siapapun yang saat ini menjadi PNS, ini adalah sebuah renungan fenomena sosial yang menurut saya perlu dicermati.
Tulisan ini juga terinspirasi dari dialog dengan salah satu menteri di KIB jilid 2, dalam dialog ini banyak hal yang dibahas, termasuk potensi perdagangan antara Indonesia dan Jerman. Ternyata telah tumbuh jiwa entrepreneurship di kalangan warga Indonesia yang mukim di Jerman, akhirnya mereka mampu dengan jeli melihat peluang bisnis yang timbul dari interaksi Indonesia - Jerman.
Konon, perekonomian suatu negara baru dikatakan kuat jika 5% dari total penduduknya menjadi entrepreneurship, data Januari 2012 penduduk Indonesia yang menjadi entrepreneur baru 1,56% (55,53 juta UMKM), coba bandingkan dengan negara USA 12%, Cina dan Jepang 10%, Malaysia 5%, Singapura 7%. (bisnis.com, 4 Mar 2012)
Filoshopy dasar dari entrepreneurship adalah seseorang yang mempunyai jiwa mandiri, berani mengambil resiko, mampu melihat adanya peluang bisnis, mampu mendayakan sumber daya secara efektif dan efisien, untuk memperoleh keuntungan.
Disisi lain, saya terusik dengan fenomena, masih tingginya peminat PNS di Indonesia, kalau kita kekampung-kampung, maka salah satu profesi yang diidam-idamkan oleh para orang tua adalah menjadikan anaknya PNS, dengan berbagai latar belakang dan alasan, seperti: adanya jaminan keamanan keuangan sampai tua, bahkan pensiun pun negara membayar uang pensiunnya, mungkin juga disebabkan jiwa pengabdian yang tinggi dari masyarakat, ini berarti jika berhasil menjadi PNS, maka jiwa dan hidupnya didedikasikan untuk negara. Nostalgia zaman dahulu bahwa menjadi pegawai pemerintah Hindia Belanda, akan membuka akses terhadap pendidikan dan ekonomi, dan alasan lainnya.
Disisi lain, saya terusik dengan fenomena, masih tingginya peminat PNS di Indonesia, kalau kita kekampung-kampung, maka salah satu profesi yang diidam-idamkan oleh para orang tua adalah menjadikan anaknya PNS, dengan berbagai latar belakang dan alasan, seperti: adanya jaminan keamanan keuangan sampai tua, bahkan pensiun pun negara membayar uang pensiunnya, mungkin juga disebabkan jiwa pengabdian yang tinggi dari masyarakat, ini berarti jika berhasil menjadi PNS, maka jiwa dan hidupnya didedikasikan untuk negara. Nostalgia zaman dahulu bahwa menjadi pegawai pemerintah Hindia Belanda, akan membuka akses terhadap pendidikan dan ekonomi, dan alasan lainnya.
Dalam taraf tertentu, PNS akan menjadi baik, karena PNS di gaji oleh negara dalam rangka memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, namun jika jiwa pelayanan masih rendah, profesional seadanya, dan bertumpuk pada daerah/sektor tertentu saja, maka PNS bisa seperti "lemak" bagi keuangan negara. artinya kalau tidak berhati-hati maka PNS bisa menjadi beban rutin keuangan negara, dan saya dengar saat ini biaya rutin untuk belanja pegawai sudah membebani keuangan negara.
Dengan demikian, harus ada upaya meluruskan pola fikir masyarakat yanng terlanjur cinta untuk menjadi PNS, ke depan yang harus didorong adalah usaha dan insentif yang dirancang untuk menjadikan entrepreneurship adalah cita-cita dari setiap orang tua terhadap anak-anaknya, dan malu jika jadi PNS. hal ini diperlukan agar perekonomian Indonesia menjadi kokoh, dan jiwa kemandirian tumbuh dengan baik.
Manfaat menjadi entrepreneurship
Banyak yang bisa dituliskan tentang manfaat menjadi entrepreneurship, seperti secara ekonomi akan mengokohkan ekonomi suatu bangsa, membuka semakin banyak lapangan pekerjaan, tidak menjadi beban keuangan negara, malah sebaliknya menjadi solusi keuangan negara. Bagi anda yang muslim, Islam sangat memotivasi umatnya untuk menjadi entrepreneurship, sebagai bukti dalam surat An Nisa (4): 29, dianjurkan untuk melakukan perniagaan, kemudian Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa 90% dari pintu rezeki adalah melalui perdagangan. Perhatikan pula sejarah Nabi Muhammad SAW, yang dibesarkan dari jiwa entrepreneurship.
Saat umur 12 tahun, mulai aktif sebagai eksportir ke Syam.
Umur 17 - 19 tahun : menjadi pengusaha mandiri
Umur 22 tahun : menjadi profesional dan terkenal di Jazirah Arab
Umur 25 tahun : menikah, dengan mahar 20 ekor unta, serta memimpin kafilah dagang ke mancanegara
Menjelang usia kenabian mendapat gelar pengusaha terpercaya "al-amin" dan menjadi tokoh arbitrater dan konsultan dagang internasional, dengan rekam jejak berbisnis ke 17 negara.
Dan kalau kita telusuri jejak para sahabat utama, sebagian dari mereka juga adalah entrepreneur yang ulung, sebutlah Umar bin Khattab, Abu Bakar as shidiq, Usman bin Affan, Abdurahman bin Auf, dll.
Jelas sekali, sejarah kejayaan Islam ditopang dengan para entrepreneur yang sholeh, dengan demikian perjuangan Islam yang membutuhkan energi dan dana yang besar, akan lebih efektif dan efisien dijalankan dengan topangan para entrepreneur. Dengan demikian Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia, seharusnya menjadi inspirasi pada umatnya untuk berlomba-lomba menjadi entrepreneurship, dan sedikit orang yang mau mengiklashkan dirinya menjadi pegawai, apalagi menjadi PNS.
Manfaat menjadi entrepreneurship
Banyak yang bisa dituliskan tentang manfaat menjadi entrepreneurship, seperti secara ekonomi akan mengokohkan ekonomi suatu bangsa, membuka semakin banyak lapangan pekerjaan, tidak menjadi beban keuangan negara, malah sebaliknya menjadi solusi keuangan negara. Bagi anda yang muslim, Islam sangat memotivasi umatnya untuk menjadi entrepreneurship, sebagai bukti dalam surat An Nisa (4): 29, dianjurkan untuk melakukan perniagaan, kemudian Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa 90% dari pintu rezeki adalah melalui perdagangan. Perhatikan pula sejarah Nabi Muhammad SAW, yang dibesarkan dari jiwa entrepreneurship.
Saat umur 12 tahun, mulai aktif sebagai eksportir ke Syam.
Umur 17 - 19 tahun : menjadi pengusaha mandiri
Umur 22 tahun : menjadi profesional dan terkenal di Jazirah Arab
Umur 25 tahun : menikah, dengan mahar 20 ekor unta, serta memimpin kafilah dagang ke mancanegara
Menjelang usia kenabian mendapat gelar pengusaha terpercaya "al-amin" dan menjadi tokoh arbitrater dan konsultan dagang internasional, dengan rekam jejak berbisnis ke 17 negara.
Dan kalau kita telusuri jejak para sahabat utama, sebagian dari mereka juga adalah entrepreneur yang ulung, sebutlah Umar bin Khattab, Abu Bakar as shidiq, Usman bin Affan, Abdurahman bin Auf, dll.
Jelas sekali, sejarah kejayaan Islam ditopang dengan para entrepreneur yang sholeh, dengan demikian perjuangan Islam yang membutuhkan energi dan dana yang besar, akan lebih efektif dan efisien dijalankan dengan topangan para entrepreneur. Dengan demikian Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia, seharusnya menjadi inspirasi pada umatnya untuk berlomba-lomba menjadi entrepreneurship, dan sedikit orang yang mau mengiklashkan dirinya menjadi pegawai, apalagi menjadi PNS.
semoga bermanfaat.
Hannover, Musim semi 27 Mei 2012.
Hidup mandiri di luar negeri, sekolah dan berkeluarga, menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang yang pernah, atau sedang merasakannya. Biasanya kalau di Indonesia ada berbagai fasiltas mulai dari kendaraan, dekat dengan orang tua, dekat dengan sanak keluarga, ada baby sitter,ada pembantu rumah tangga, membantu membereskan rumah, membantu menjaga anak, memasak, dan lain-lain.
Di Luar negeri, seperti di Jerman, fasilitas seperti itu tidak ada. Jadilah, para mahasiswa yang berumah tangga, dan mempunyai anak, bisa atau pun tidak, harus mandiri, membersihkan rumah, menjaga anak-anak, mengantar dan jemput anak-anak ke sekolah, mencuci, dan semuanya di kerjakan sendiri.
Sisi lain, sebagai mahasiswa anda juga dituntut untuk mandiri, dalam belajar dan mengerjakan penelitian anda, untuk anda yang S3 misalnya, jangan anda kaget, jika supervisor anda, tidak mudah untuk ditemui setiap waktu, belum tentu juga dia benar-benar tahu tentang penelitian anda, intinya, kalau anda ingin sukses dan membawa ilmu, maka anda harus jungkir balik, membaca, belajar, riset sesuai dengan bidang anda, belum lagi, tingkah dan polah sebagian teman grup anda yang bisa jadi membuat anda harus, extra sabar dalam menghadapinya.
Sesampainya anda di rumah, jangankan belajar, anda juga akan disibukkan dengan urusan rumah tangga, bisa berupa pendidikan anak, sekolah anak, assuransi anak, anak yang sakit, harus dibuatkan janji untuk ketemu dokter, dan berbagai tantangan yang mengharuskan anda untuk banyak bersabar.
Bagi anda yang mendapatkan beasiswa, biasanya 1000 - 1.400 euro perbulan, cukup untuk kehidupan satu bulan, biasanya terdistribusi menjadi 500 - 800 euro, untuk sewa rumah, listrik, internet dan telp. Assuransi sekeluarga 250 - 350 euro, dan sisanya untuk belanja kebutuhan keluarga sekitar 400 - 600 euro perbulan, kalau masih tersisa bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain, sesekali bisa untuk jalan-jalan ke kota lain.
Ritme yang seperti ini, menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa Indonesia di Jerman, sebagian akhirnya mampu menyelesaikan penelitiannya dengan baik, namun tidak sedikit mahasiswa S3 yang risetnya, terseok-seok, namun akhirnya bisa juga menyelesaikan S3.
Kondisi ini, adakalanya membuat jenuh,capek.....
belum selesai...dan belum di edit...
referensi dan inspirasi:
Ahmad Zairofi AM, Menemukan senang di sisi berat, artikel di Majalah Tarbawi, Edisi 272 Th. 13, Jumadil Awwal 1432/5 April 2012.
Sulthan Hadi, Jangan Biarkan yang berat hilangkan sisi senang, Artikel di Majalah Tarbawi.
Edi Santoso, Menimbang sumber rasa senang, Artikel di Majalah Tarbawi
Sulthan Hadi, Agar kita tidak tepenjaran oleh yang berat, Artikel di Majalah Tarbawi
Hannover,Musim Semi, 15 Mei 2012, pukul 20.22 CET
belum selesai...dan belum di edit...
referensi dan inspirasi:
Ahmad Zairofi AM, Menemukan senang di sisi berat, artikel di Majalah Tarbawi, Edisi 272 Th. 13, Jumadil Awwal 1432/5 April 2012.
Sulthan Hadi, Jangan Biarkan yang berat hilangkan sisi senang, Artikel di Majalah Tarbawi.
Edi Santoso, Menimbang sumber rasa senang, Artikel di Majalah Tarbawi
Sulthan Hadi, Agar kita tidak tepenjaran oleh yang berat, Artikel di Majalah Tarbawi
Hannover,Musim Semi, 15 Mei 2012, pukul 20.22 CET
![]() |
| Gambar: sekilasindonesia.com |
Oleh: Jaharuddin
Bangsa Indonesia telah bersepakat bahwa demokrasi menjadi pilihan dalam bernegara, dengan demikian saya asumsikan perdebatan tentang plus dan minus sistem demokrasi untuk saat ini sudah berakhir, mau tidak mau sistem yang dipakai dalam sistem pemerintahan dalam rekruitment pimpinan baik daerah maupun nasional adalah dengan sistem demokrasi, melalui partai Politik.
Partai Politik menjadi penting dalam sistem demokrasi, karena melalui Partai Politik inilah, akhirnya pimpinan daerah dan nasional mendapatkan tiket, untuk bertarung memperebutkan suara rakyat. Memang ada alternatif melalui jalur independen, namun kenyataannya sampai saat ini di Indonesia, sebahagian besar pimpinan daerah dan nasional berasal dari jalur partai Politik.
Dengan demikian, masyarakat menitipkan harapannya kepada kader partai yang dicalonkan partainya untuk menjadi pimpinan daerah atau nasional, dengan demikian mandat yang dijalankan seorang kepala daerah ataupun pimpinan nasional sesungguhnya berasal dari rakyat, dengan demikian seharusnya ada mekanisme pertanggung jawaban pimpinan daerah yang dicalonkan tersebut dan partai politik sebagai kendaraannya , jika pimpinan daerah dan nasional yang berasal dari partai politik bermasalah, dan tidak melaksanakan tugasnya secara amanah, seperti melakukan tindakan tidak terpuji, berupa korupsi, apa bentuk pertanggung jawaban partai politik pengusung nya?
Yang terdengar selama ini bentuk sanksi sosial yang bisa dilakukan masyarakat adalah masyarakat bisa menghukumnya dengan cara tidak memilih partai tersebut kembali pada pemilihan selanjutnya, hal ini mengandung banyak kelemahan, seperti calon yang ditawarkan untuk selanjutnya berbeda, programnya juga berubah, dan yang lebih parah lagi, partai politik memanfaatkan "pendeknya memori masyarakat" terhadap kasus-kasus yang menimpa partainya. Dengan demikian kita akan menemukan, suatu pimpinan daerah dari Parpol A, menjadi tersangka korupsi, yang berakhir di penjara, namun partai A tersebut dengan percaya diri mencalonkan kembali kader partainya untuk menjadi pimpinan di daerah tersebut.
Seolah-olah tidak ada masalah, padahal ini masalah BESAR, karena tidak tepatnya partai politik mencalonkan kader partainya di pilkada/pemilu berakhir pada masyarakat memilih kader tersebut sebagai kepala daerah, atau pimpinan nasional, nah disini jelas sekali ada peran kesalahan partai politik pengusung calon tersebut. Kenapa selama ini seolah-olah yang salah hanya personal nya saja?, kenapa partainya tidak bisa disentuh hukum?, bukankah seharusnya partainya juga mendapatkan sanksi dari masyarakat?
Yang terdengar selama ini bentuk sanksi sosial yang bisa dilakukan masyarakat adalah masyarakat bisa menghukumnya dengan cara tidak memilih partai tersebut kembali pada pemilihan selanjutnya, hal ini mengandung banyak kelemahan, seperti calon yang ditawarkan untuk selanjutnya berbeda, programnya juga berubah, dan yang lebih parah lagi, partai politik memanfaatkan "pendeknya memori masyarakat" terhadap kasus-kasus yang menimpa partainya. Dengan demikian kita akan menemukan, suatu pimpinan daerah dari Parpol A, menjadi tersangka korupsi, yang berakhir di penjara, namun partai A tersebut dengan percaya diri mencalonkan kembali kader partainya untuk menjadi pimpinan di daerah tersebut.
Seolah-olah tidak ada masalah, padahal ini masalah BESAR, karena tidak tepatnya partai politik mencalonkan kader partainya di pilkada/pemilu berakhir pada masyarakat memilih kader tersebut sebagai kepala daerah, atau pimpinan nasional, nah disini jelas sekali ada peran kesalahan partai politik pengusung calon tersebut. Kenapa selama ini seolah-olah yang salah hanya personal nya saja?, kenapa partainya tidak bisa disentuh hukum?, bukankah seharusnya partainya juga mendapatkan sanksi dari masyarakat?
Untuk itu perlu difikirkan alternatif lain, sebagai sanksi bagi partai yang tidak teliti dalam mengajukan kadernya untuk pimpinan daerah dan nasional, seperti Partai Politik yang kadernya menjadi pimpinan daerah/nasional, dalam masa menjabat terbukti bersalah korupsi (mempunyai kekuatan hukum tetap dari pengadilan), maka partai politik pengusungnya, TIDAK DIPERBOLEHKAN untuk mencalonkan pimpinan daerah/nasional, satu kali pilkada/pemilu. diharapkan ketentuan ini, dapat dimasukkan dalam undang-undang pemilu/pilkada.
Dengan sistim seperti ini, partai politik, akan ekstra hati-hati dalam mengajukan calon yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dipilih, dan saat seorang kader partai politik menjabat, maka dia juga akan ekstra hati-hati dalam melaksanakan amanah, dan yang terpenting masyarakat mendapatkan tawaran kader partai terbaik dari partai politik ketika pilkada/pemilu berlangsung.
Dengan demikian, demokrasi dan seleksi kepemimpinan daerah/nasional, akan semakin baik. Partai politik bukan hanya kendaraan untuk mendapatkan jabatan, namun fungsi partai politik sebagai lembaga kaderisasi pimpinan daerah dan nasional dalam pengertian ada proses penyiapan yang sistematis oleh partai untuk memastikan kadernya, adalah kader yang layak, mempunyai keahlian serta mempunyai akhlak yang baik. Akhirnya masyarakat bisa berharap dari rahim partai politik lahir pimpinan-pimpinan daerah dan nasional yang kredibel, berakhlak mulia serta benar-benar bekerja maksimal untuk mensejahterakan masyarakat banyak. Amin.
Dengan sistim seperti ini, partai politik, akan ekstra hati-hati dalam mengajukan calon yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dipilih, dan saat seorang kader partai politik menjabat, maka dia juga akan ekstra hati-hati dalam melaksanakan amanah, dan yang terpenting masyarakat mendapatkan tawaran kader partai terbaik dari partai politik ketika pilkada/pemilu berlangsung.
Dengan demikian, demokrasi dan seleksi kepemimpinan daerah/nasional, akan semakin baik. Partai politik bukan hanya kendaraan untuk mendapatkan jabatan, namun fungsi partai politik sebagai lembaga kaderisasi pimpinan daerah dan nasional dalam pengertian ada proses penyiapan yang sistematis oleh partai untuk memastikan kadernya, adalah kader yang layak, mempunyai keahlian serta mempunyai akhlak yang baik. Akhirnya masyarakat bisa berharap dari rahim partai politik lahir pimpinan-pimpinan daerah dan nasional yang kredibel, berakhlak mulia serta benar-benar bekerja maksimal untuk mensejahterakan masyarakat banyak. Amin.
Semoga bermanfaat.
Hannover, Musim semi, 10 Mei 2012.








.svg.png)









