Oleh: Jaharuddin
Alhamdulillah ini kali kedua saya mengikuti i'tikaf pada malam ke 27 ramadhan di Masjid Muhammad, Vahrenwalderstarsse, Hannover, Jerman. Walaupun Islam di negeri ini minoritas, disaat anda berpuasa dengan mudah mendapatkan orang makan-minum seperti layaknya hari-hari biasa, diperparah dengan suasana musim panas, yang berakibat waktu puasa menjadi panjang, udara panas mendorong para perempuan berpakaian ala kadarnya, suasana taman-taman di pinggir danau dijadikan arena berjemur bagi banyak orang ala pantai. Niat harus diperkuat, mata harus dijaga, dan komitment untuk menjaga puasa harus dibentengi dengan keimanan yang kuat.
Alhamdulillah ini kali kedua saya mengikuti i'tikaf pada malam ke 27 ramadhan di Masjid Muhammad, Vahrenwalderstarsse, Hannover, Jerman. Walaupun Islam di negeri ini minoritas, disaat anda berpuasa dengan mudah mendapatkan orang makan-minum seperti layaknya hari-hari biasa, diperparah dengan suasana musim panas, yang berakibat waktu puasa menjadi panjang, udara panas mendorong para perempuan berpakaian ala kadarnya, suasana taman-taman di pinggir danau dijadikan arena berjemur bagi banyak orang ala pantai. Niat harus diperkuat, mata harus dijaga, dan komitment untuk menjaga puasa harus dibentengi dengan keimanan yang kuat.
Syukur alhamdulillah, di masjid-masjid dan di komunitas muslim, nuansa ramadhan tetap saja kami rasakan dengan kental, beberapa masjid mengadakan berbuka puasa setiap hari, sholat jama'ah biasanya juga lebih banyak jama'ahnya, sholat taraweh diadakan dengan rutin, beberapa komunitas Islam seperti Keluarga Muslim Hannover (KMH), juga rutin pada setiap pekan mengadakan buka puasa bersama, plus ceramah agama yang diisi oleh da'i lokal, maupun da'i dari Indonesia. Da'i dari Indonesia yang tahun ini berkesempatan hadir di Hannover adalah Ustadz Dr. Abas Mansur Tamam, MA dari PKPU dan Ustadz Syarifudin Mustafa Lc,MA yang tahun ini diundang Masjid Al-Falah, Berlin. Sempat pula bershilaturahmi ke Hannover.
Di penghujung ramadhan ini, saya mendapatkan kesempatan kembali untuk mengikuti i'tikaf di masjid Muhammad, Vahrenwalderstrasse. Ada sekitar 70-an orang yang i'tikaf di masjid Muhammad dari berbagai bangsa. Acara I'tikaf di Masjid Muhammad di mulai dari sholat maghrib, sholat Isya, Taraweh, Sholat Tahajud, Sholat Tasbih, diselinggi dua kali ceramah. Bacaan imam di masjid Muhammad ini sungguh merdu, membuat suasana menjadi khusyu dan syahdu.
Sekitar 03.30 sholat-sholat sunnah sudah selesai, jama'ah melanjutkan dengan dzikir dan tilawah al-Qur'an, sambil panitia menyiapkan hidangan sahur ala timur tenggah. Sahur di hidangkan di atas alas yang telah disediakan, diatas alas ini disediakan makanan berupa salami, roti, keju, potongan mentimun, Zaitun dan buah semangka. Jadi sahurnya sangat sehat, dan nuansa berjamaah terasa sangat kental.
I'tikaf tahun ini, untuk orang Indonesianya tidak sebanyak tahun kemarin, karena tahun ini malam 27 ramadhan jatuh pada malam hari kerja, akhirnya sebagian warga Indonesia tidak hadir, yang hadir tahun ini pak Johar, Ustadz Syarifudin Mustafa, Amru, Rachmat, Faris dan Saya.
Tidak lama setelah sahur selesai, jama'ah siap-siap untuk melaksanakan sholat shubuh, kemudian sebagian besar jama'ah pulang kerumahnya masing-masing, mungkin istirahat sebentar untuk memulihkan stamina, agar bisa beraktifitas.
Kami, rehat sejenak di masjid, sambil menunggu waktu syuruk, untuk sholat dhuha, setelah itu baru kami pulang ke rumah masing-masing. Semoga Allah mempertemukan kita kembali pada ramadhan yang akan datang, dan bisa melaksanakan i'tikaf lebih ideal dimasa mendatang. Amin ya robbil alamin.
semoga bermanfaat.
Hannover, 27 Ramadhan 1433H.
Sekitar 03.30 sholat-sholat sunnah sudah selesai, jama'ah melanjutkan dengan dzikir dan tilawah al-Qur'an, sambil panitia menyiapkan hidangan sahur ala timur tenggah. Sahur di hidangkan di atas alas yang telah disediakan, diatas alas ini disediakan makanan berupa salami, roti, keju, potongan mentimun, Zaitun dan buah semangka. Jadi sahurnya sangat sehat, dan nuansa berjamaah terasa sangat kental.
I'tikaf tahun ini, untuk orang Indonesianya tidak sebanyak tahun kemarin, karena tahun ini malam 27 ramadhan jatuh pada malam hari kerja, akhirnya sebagian warga Indonesia tidak hadir, yang hadir tahun ini pak Johar, Ustadz Syarifudin Mustafa, Amru, Rachmat, Faris dan Saya.
Tidak lama setelah sahur selesai, jama'ah siap-siap untuk melaksanakan sholat shubuh, kemudian sebagian besar jama'ah pulang kerumahnya masing-masing, mungkin istirahat sebentar untuk memulihkan stamina, agar bisa beraktifitas.
Kami, rehat sejenak di masjid, sambil menunggu waktu syuruk, untuk sholat dhuha, setelah itu baru kami pulang ke rumah masing-masing. Semoga Allah mempertemukan kita kembali pada ramadhan yang akan datang, dan bisa melaksanakan i'tikaf lebih ideal dimasa mendatang. Amin ya robbil alamin.
semoga bermanfaat.
Hannover, 27 Ramadhan 1433H.
Oleh: Jaharuddin
Ini mungkin sebagai kegundahan saya pribadi, dengan fenomena tindakan sebagian dari orang yang melihat pragmatisme dalam politik, walaupun tidak punya bukti yang valid tapi dengan sangat yakin menduga ada "mahar" politik dalam setiap tindakan politik yang dilakukan sebuah partai, muncullah berbagai keluhan.
Ini mungkin sebagai kegundahan saya pribadi, dengan fenomena tindakan sebagian dari orang yang melihat pragmatisme dalam politik, walaupun tidak punya bukti yang valid tapi dengan sangat yakin menduga ada "mahar" politik dalam setiap tindakan politik yang dilakukan sebuah partai, muncullah berbagai keluhan.
Dari berbagai keluhan tersebut...biasanya akan berujung pada ...dulu saya simpati...bahkan saya juga ikut berjuang, ikut juga mempengaruhi keluarga, teman dan seterusnya.....namun melihat perkembangan saat ini...akhirnya saya mengambil sikap untuk tidak memilih partai itu lagi ....walaupun...jujur saya sendiri juga tidak menjatuhkan pilihan pada partai yang mengaku nasionalis, dan partai sekuler lainnya.
Fenomena curhat dan kegalauan umat, terhadap sikap dan pilihan PKS, yang paling anyar adalah: PKS memutuskan berkoalisi dengan Foke-Nara pada putaran kedua, muncul beragam reaksi ada yang sepakat dan langsung bekerja, ada yang biasa saja dan siap bekerja, ada yang kecewa, ada yang bingung dan seterusnya.
Kalau membahas topik kecewa, mungkin Ustadz HNW adalah orang yang paling kecewa dengan gagalnya menjadi pemenang pilkada DKI, dan sekarang akhirnya harus tampil ke depan bersama Foke-Nara untuk mensupport penuh Foke-Nara, lupakah khalayak dengan black campaig pihak tertentu yang menuduh HNW anti maulid, dan seterusnya, namun HNW berjiwa besar, tegar dan terus berjuang.
Sudah hilangkah keyakinan kita, bahwa para qiyadah, tidak bermain-main dalam memutuskan sesuatu. Rasa dan perasaan para kader dan simpatisan masuk dalam pertimbangan-pertimbangan mereka dalam memutuskan suatu perkara, namun sebagai manusia (bukan para malaikat) kita pun harus sadar, salah satu fungsi dari qiyadah itu adalah memutuskan suatu perkara, walaupun perkara itu rumit.
Bukankah perkara pilihan pilkada putaran kedua ini perkara yang rumit, paling tidak ada tiga pilihan yang disajikan: (1). Berkoalisi dengan Foke-Nara. (2). Berkoalisi dengan Jokowi-Ahok. (3). Golput. Pilihan Golput dalam mengelola negara, bukanlah pilihan enak dan mudah, bukankah ini juga sesungguhnya pernyataan sikap, tidak memihak kemanapun, artinya apapun hasil dari pilkada nanti, maka PKS tidak bisa berbuat apa-apa, apakah ini sikap terbaik?, jawabanya bisa didiskusikan panjang lebar, begitu pula dengan pilhan nomor 1 dan nomor 2.
Nah, jangan sampai karena merasa jago, pintar, kritis, berpendidikan, dan seterusnya, didasarkan data dan informasi yang berserakan di media, langsung membuat keputusan yang seolah-olah pasti benar. Bukankah keputusan yang baik itu, diawali dengan data dan fakta yang valid, bukan hanya dari media, dan menurut saya inilah yang dilakukan PKS, bertemu langsung, memverivikasi data, menemukan fakta tentang pilihan-pilihan tersebut, setelah itu dibawa ke meja musyawarah, didiskusikan di musyawarah tersebut, sampai akhirnya menghasilkan keputusan.
Kemudian, qiyadah memutuskan, dan sedari awal juga diketahui dengan sadar bahwa setiap keputusan, tidak akan mampu menyenangkan semua orang. Kalau prosesnya sudah benar dan menjadi produk musywarah, selanjutnya keputusan dijalankan dengan harapan berkah Allah SWT. Nah, pihak-pihak yang tidak sependapat dengan keputusan, tentunya tidak bisa di bungkam, namun juga jangan berlebih-lebihan dalam menolak, seolah-olah lebih tahu dan lebih akurat data dan faktanya dari yang dimiliki DPP.
Jangan sampai kegundahan dan kegalauan umat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, sehingga umat Islam a politis. Dan kalau ini terjadi, yang dirugikan umat Islam. Saya berkeyakinan ada pihak tertentu yang sedari awal membuat desain bahwa ketika umat Islam tidak mau berpolitik, maka ini kesempatan emas bagi pihak tertentu untuk menguasai legislatif, yang sadar tidak sadar akan berpengaruh pada kehidupan umat.
Ada pihak terntentu yang bertepuk tangan dan merasa bahagia, jika umat Islam saling cakar cakaran, saling menyalahkan, saling berdebat yang tidak berujung dan meniadakan amal, akhirnya politik diisi oleh orang-orang yang bermental kurang baik. Dan kalau ini terjadi, jangan disalahkan jika undang-undang seperti legalisasi nikah sesama jenis, penjualan asset negara dan kekayaan alam, dll akhirnya dengan mudah di syahkan menjadi produk hukum di Indonesia.
Marilah kita bekerja pada hal yang kita sepakati, bahwasanya legislatif, eksekutif dan yudikatif membutuhkan banyak orang-orang sholeh, profesional dan mampu melaksanakan tugas dengan baik, nah caranya bagaimana? salah satu caranya adalah melalui sarana partai politik.
kalau anda melihat tidak ada satu partaipun di Indonesia yang ideal, maka jangan menutup mata untuk menjatuhkan pilihan pada partai yang dalam pandangan anda mudharatnya lebih kecil, dan kalau anda mempunyai kekuatan lebih, tidak ada larangan bagi anda untuk mengumpulkan orang dan membuat partai, dan rasakan bagaimana tantangan yang timbul ketika anda terjun di dunia amal siyasi.
Namun kalau anda hanya bisa berkomentar, dan sedikit beramal, maka tetaplah kritis, teruslah asah kemampuan diri dan berkontribusilah dalam membangun umat, dan tidak jatuh pada jebakan yang berujung umat menjadi a politis. karena sesungguhnya politik bagian yang tidak bisa dipisahkan dari umat Islam.
Namun kalau anda hanya bisa berkomentar, dan sedikit beramal, maka tetaplah kritis, teruslah asah kemampuan diri dan berkontribusilah dalam membangun umat, dan tidak jatuh pada jebakan yang berujung umat menjadi a politis. karena sesungguhnya politik bagian yang tidak bisa dipisahkan dari umat Islam.
semoga bermanfaat.
Hannover, Musim Panas, 24 ramadhan 1433 H/ 12 agustus 2012, pukul 02.28 CET
Seperti Masjid-masjid dikota besar di Indonesia, hampir disemua masjid di kota Hannover, setiap hari mengadakan berbuka puasa bersama, yang mengundang jama'ah dan umat muslim di kota Hannover. Tahun lalu saya tidak bisa menghadiri acara ini karena sang istri tercinta juga menyiapkan hidang buka puasa yang luar biasa enak, dan tentunya bisa bersama-sama istri, alif serta Zaky.
Ada dua masjid didaerah rumah saya (dari rumah sekitar 800m), satu masjid Shalaheddin (masjid komunitas Kurdi) dan Masjid komunitas Turki. yang paling dekat dengan rumah saya adalah masjid Shalaheddin, jadi saya rutin menjadi jama'ah di masjid ini, pada awal ramadhan kemarin, saya di datangi oleh salah seorang pengurus masjid untuk hadir berbuka puasa bersama di masjid ini, saya mengiyakan. dan alhamdulillah kemarin saya hadir dalam berbuka puasa di masjid ini.
Umat muslim mulai berdatangan ke masjid sebelum maghrib, langsung ke ruang utama masjid (ruang tempat sholat), menunggu magrib diruang ini, sambil dibagikan kurma dan air putih, sambil menunggu sebagian ada yang ngobrol, ada yang membaca al-Qur'an dan ada juga yang dzikir. Saya cukup suprise dengan jumlah ornag yang hadir, ada sekitar 70-an orang yang hadir, artinya kalau saya bandingkan dengan jumlah jama'ah sholat wajib lainnya, ternyata jama'ah sholat magrib di bulan ramadhan ini adalah jama'ah yang paling banyak, biasanya sampai 3 shaf.
Ketika magrib masuk, kami langsung berbuka dengan kurma dan air putih, selanjutnya kami melaksanakan sholat maghrib berjama'ah. selepas sholat sunnah rawatib, kami turun ke lantai bawah masjid shalaheddin, disini terdapat aula, yang berkapasitas 200-an orang, di aula inilah telah tersedia makanan untuk melepaskan laparnya puasa, yang rata-rata kami disini berpuasa 17-18 jam.
Jama'ah mengantri untuk mengambil makanan, biasanya diawali dengan makanan pembuka, semacam bubur dimsum (saya belum tahu persis namanya apa), Bubur hangat ini dimakan dengan roti dan ditambah dengan potongan sayuran yang telah disediakan diatas meja, seperti layaknya restoran.
Setelah makan bubur selesai, bagi ornag Indonesia, bisa jadi makan bubur ini saja sudah mengenyangkan, jama'ah bergerak lagi untuk antri mengambil makanan utama, setiap hari bervariasi, saya pernah mendapatkan nasi briyani dan ayam, ditambah gulai kacang, pernah juga saya mendapatkan dikombinasikan dengan daging kambing.
Selanjutnya Jama'ah kembali makan dimeja-meja yang telah disediakan oleh panitia, ...alhamdulillah...kenyang...., begitulah yang di rasakan, yang unik dari berbuka puasa bersama ini, setiap kali kita berbuka puasa, ditengah-tengah acara berlangsung sebelum berakhir, biasanya akan ada do'a bersama yang dipimpin oleh imam masjid.
Dipojok ruang juga telah disediakan minuman hangat seperti kopi dan teh, bagi anda yang menginginkan minuman hangat tinggal mengambil sendiri dan menghangatkan tumbuh anda.
belumselesaimasihdiedit
Hannover
Musim Panas, Ramadhan 1433H / 9 agustus 2012, pk. 11.34 CET
belumselesaimasihdiedit
Hannover
Musim Panas, Ramadhan 1433H / 9 agustus 2012, pk. 11.34 CET
Serial: Ilmuan Indonesia di Eropa
Saya beruntung bisa bertemu dan berinteraksi dengan Bapak Dr.rer.nat Makky Sandra Jaya, Putra asli Indonesia yang saat ini melakukan penelitian bidang Geothermal (panas bumi). Indonesia merupakan negara nomor dua terbesar di dunia yang mempunyai cadangan panas bumi.
Saya beruntung bisa bertemu dan berinteraksi dengan Bapak Dr.rer.nat Makky Sandra Jaya, Putra asli Indonesia yang saat ini melakukan penelitian bidang Geothermal (panas bumi). Indonesia merupakan negara nomor dua terbesar di dunia yang mempunyai cadangan panas bumi.
Bidang ini menjadi sangat strategis dimasa kini dan masa mendatang, karena Indonesia saat ini sedang menghadapi masalah besar di bidang energi, saat ini Indonesia sedang menghadapi net importir minyak, artinya saat ini Indonesia merupakan negara pengimpor minyak bumi, implikasinya adalah cukup besar anggaran negara yang digunakan untuk subsidi energi, saat ini saja sekitar 100-an Triliun anggaran APBN, dan diperkirakan akhir tahun 2012 ini anggaran APBN yang digunakan untuk subsidi energi adalah sebesar Rp. 305 Triliun, ini berarti sekitar 20% APBN digunakan hanya untuk subsidi energi. alangkah sayangnya anggaran sebesar itu hanya dialokasikan untuk subsidi energi.
Terkait dengan panas bumi, di darat saja, 40% cadangan panas bumi dunia berada di Indonesia, belum termasuk cadangan yang berada di laut. Melihat peluang ini Dr.-rer.nat Makky S Jaya, merekrut putra-putri terbaik bangsa untuk mengadakan penelitian sebagai mahasiswa Doktoran (S3) di Jerman, agar panas bumi di Indonesia bukan hanya menjadi cadangan, namun benar-benar menjadi nyata bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
Dr.-rer.nat Makky Sandra Jaya merupakan Doktor lulusan Geophysical Institute, University of Karlsruhe, Germany, beliau lulusan dari ITS Surabaya Jurusan Fisika, kemudian meneruskan Master dan Doktor di Jerman. Judul Disertasi beliau "Imaging Reflection Seismic Data using the Method of Velocity Continuation", selama berkarir di Jerman sangat banyak Konferensi dan Pelatihan yang beliau ikuti. Puluhan paper ilmiah juga sudah beliau terbitkan di jurnal-jurnal Internasional.
Sehari-hari beliau sebagai Senior Scientist and project management pada GFZ (GeoForschungZentrum) Postdam, Berlin, dan juga ketua pengurus masjid Al-Falah di Berlin, dulu waktu saya kuliah, saya punya gantungan kunci bertuliskan "Otak Jerman, Hati Mekkah", mungkin sangat tepat kata-kata ini dialamatkan ke beliau, karena disamping Dr.-rer.nat Makky mempunyai ilmu yang dalam dibidangnya, beliau juga mengalokasikan waktunya untuk mengurusi umat dengan cara aktif mengelola masjid dan umat Islam di Berlin, bahkan di Jerman.
Dr.-rer.nat Makky Sandra Jaya merupakan Doktor lulusan Geophysical Institute, University of Karlsruhe, Germany, beliau lulusan dari ITS Surabaya Jurusan Fisika, kemudian meneruskan Master dan Doktor di Jerman. Judul Disertasi beliau "Imaging Reflection Seismic Data using the Method of Velocity Continuation", selama berkarir di Jerman sangat banyak Konferensi dan Pelatihan yang beliau ikuti. Puluhan paper ilmiah juga sudah beliau terbitkan di jurnal-jurnal Internasional.
Sehari-hari beliau sebagai Senior Scientist and project management pada GFZ (GeoForschungZentrum) Postdam, Berlin, dan juga ketua pengurus masjid Al-Falah di Berlin, dulu waktu saya kuliah, saya punya gantungan kunci bertuliskan "Otak Jerman, Hati Mekkah", mungkin sangat tepat kata-kata ini dialamatkan ke beliau, karena disamping Dr.-rer.nat Makky mempunyai ilmu yang dalam dibidangnya, beliau juga mengalokasikan waktunya untuk mengurusi umat dengan cara aktif mengelola masjid dan umat Islam di Berlin, bahkan di Jerman.
A.5.1 Leibnizhaus,
Ramadhan 1433H, Hannover, 23 Juli 2012
Jaharuddin
Sekedar catatan perjalanan, saat ke Bremen beberapa bulan yang lalu bersama warga Hannover, kita jalan-jalan ke Bremen, dan sorenya pulang. Jarak Hannover - Bremen, sekitar 2 jam perjalanan kereta api ekonomi, alhamdulillah...berjalan lancar. terima kasih pada inisiator acara ini. o..ya, terima kasih kepada akh Nurul Kamal, yang memfoto, dengan kameranya super canggih.
Kalau foto alif dan zaky sendirian, itu foto alif dan zaky saat mau berangkat ke hannover, berarti itu foto bulan Okotber 2010, karena kami berangkat ke Hannover, 24 Novermber 2010.
Oleh: Jaharuddin
Beruntunglah anda yang saat ini sedang di tanah air, gegap gempita menyambut ramadhan mengharu biru, menjadikan suasana bergembira, syahdu untuk menyambut bulan agung bernama ramadhan. Mulai dari rumah, kantor, event-event menyambut ramadhan dan suasana acara TVpun dirancang dengan suasana ramadhan, berasa sudah ramadhan. Kami yang sedang berada di negeri bernama Jerman, berupaya juga untuk membuat suasana menyambut ramadhan dengan antusias dan gembira, kami berupaya semakin meningkatkan kegiatan-kegiatan keIslaman, kami juga menyiapkan agenda berbuka bersama, penceramah ramadhan dan lain-lain. walaupun demikian, kami tetap saja merindukan tanah air, suasananya, kehangatannya, jauh lebih kental, bisa bershilaturahmi dengan orang tua, sanak family dan teman-teman.
Beruntunglah anda yang saat ini sedang di tanah air, gegap gempita menyambut ramadhan mengharu biru, menjadikan suasana bergembira, syahdu untuk menyambut bulan agung bernama ramadhan. Mulai dari rumah, kantor, event-event menyambut ramadhan dan suasana acara TVpun dirancang dengan suasana ramadhan, berasa sudah ramadhan. Kami yang sedang berada di negeri bernama Jerman, berupaya juga untuk membuat suasana menyambut ramadhan dengan antusias dan gembira, kami berupaya semakin meningkatkan kegiatan-kegiatan keIslaman, kami juga menyiapkan agenda berbuka bersama, penceramah ramadhan dan lain-lain. walaupun demikian, kami tetap saja merindukan tanah air, suasananya, kehangatannya, jauh lebih kental, bisa bershilaturahmi dengan orang tua, sanak family dan teman-teman.
Di kota Hannover, berbagai rangkaian acara telah disiapkan mulai dari penyambutan, saat ramadhan itu sendiri, bahkan sampai setelah ramadhan pun sudah direncanakan, berupa:
(1). Layaknya di Indonesia di kota kami Hannover, melalui Keluarga Muslim Hannover (KMH) kami juga rutin setiap tahun mengadakan tarhib ramadhan. Hal ini dilakukan untuk me refresh pengetahuan kami, warga muslim Indonesia di kota Hannover, agar lebih siap menghadapi ramadhan, apalagi beberapa tahun ini kami memasuki ramadhan pada musim panas, dengan implikasi waktu siang lama sekali, sementara waktu malamnya sedikit. Kami akan memulai puasa sejak 03.00 CET dan akan berbuka pada pukul 21.34 CET, jadi, kami akan berpuasa selama 18,5 jam. Implikasi lain dari berpuasa dimusim panas adalah waktu sholat isya dan waktu sholat shubuh yang relatif dekat. Kami akan sholat Isya sekitar pukul 23.44 CET, dan setelah itu dilanjutkan tarawih, larut malam sekali tentunya, dan tepat pukul 03.00 CET sudah shubuh, ini berarti hampir seluruh waktu malam terpakai untuk tarawih, tilawah dan siap-siap untuk sahur, nah kalau habis tarawih tidur dulu, bisa-bisa sahurnya kelewat, jadi alternatifnya adalah setelah tarawih tidak tidur, gunakan untuk ibadah seperti baca al-Qur'an, sahur dan menunggu waktu sholat shubuh. Untuk sholat shubuh berjama'ah di Masjid, ada budaya di masjid Komunitas Turki (ini yang paling banyak di Jerman), mereka baru sholat shubuh berjama'ah 1/5 jam sebelum matahari terbit, kalau saat ini matahari terbit 5.21 CET, maka sholat shubuh berjama'ah akan dilaksanakan pukul 04.50 CET, jadi jangan kaget kalau pukul 03.00 saat waktu sholat shubuh sudah masuk, anda datang ke masjid, masjidnya masih gelap dan terkunci, karena takmirnya belum datang. Beginilah gambaran perjuangan ramadhan di musim panas, namun kami berkeyakinan , pahalanya pun insya Allah berlipat ganda, dan kami sangat yakin kami sanggup dan mampu melaksanakan ibadah di bulan ramadhan ini dangan baik. Amin-Amin-Amin ya robbil alamin.
(2). Tentang bagaimana kami meng-awali bulan ramadhan biasanya ada beberapa referensi yang kami jadikan rujukan, seperti pendapat Komisi Fatwa Eropa, Dewan Muslim di Jerman, biasanya hasil keputusan kedua lembaga ini dipublikasikan di www.islam.de , dan bagi kami di Hannover akan ditambah dengan pengumuman dari Masjid-masjid di kota Hannover, yang biasanya diumumkan setelah sholat maghrib. Untuk beberapa tahun belakangan ini tidak ada perbedaan penentuan awal dan akhir ramadhan di Jerman. Untuk Ramadhan tahun 2012 ini, Komisi Fatwa Eropa dan Dewan Muslim di Jerman, sudah mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1433H, jatuh pada hari Jum'at, 20 Juli 2012, dan untuk memperkuat pendapat ini, pengurus Keluarga Muslim Hannover (KMH) akan mengutus utusan untuk mencari informasi pada waktu maghrib besok hari ke masjid-masjid, informasi yang didapatkan itu, akan langsung di rilis oleh KMH di Milis KMH dan fb KMH.
(3). Layaknya di Indonesia kami di Hannover, juga rutin setiap pekan mengadakan berbuka puasa bersama di salah satu rumah warga secara bergiliran, insya Allah, sabtu, 21 Juli 2012 nanti, akan diadakan dirumah kami. Sebetulnya acara ini diadakan pada waktu yang sudah larut, namun dalam rangka menjaga shilaturahmi dan menguatkan sesama muslim di tanah rantau, acara tetap akan kami lakukan, setiap warga biasanya berdatangan dengan bergembira pada acara-acara seperti ini, paling tidak sejenak kami merasakan nuansa ramadhan yang kental diantara kami, berbuka puasa ini juga diawali dengan ceramah dari salah satu ustadz yang sedang belajar atau bekerja di Jerman. Nah, moment seperti ini kami nanti-nantikan, salah satu alasannya adalah kami akan mencicipi aneka ragam masakan Indonesia diacara seperti ini, seperti siomay, bakso, sate, rendang, yang dibawa oleh masing-masing warga.
(4). Mendatangkan ustadz dari Indonesia. Untuk tahun ini alhamdulillah kota kami dan beberapa kota lainnya di Jerman dan eropa, akan kedatangan Ustadz Dr. Abas Mansur Tamam, MA dari Indonesia, beliau pengajar pascasarjana Universitas Indonesia (UI), alumni S3 Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Kedatangan ustadz ke eropa untuk tahun ini difasilitasi oleh Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU). Tentunya kedatangan ustadz dari Indonesia ini akan menjadi penyemangat kami di tanah rantau, untuk lebih giat melaksanakan amal ibadah ditengah keringnya nuansa keIslaman, dan semakin giat berdakwah mengajak kepada Islam. Secara khusus saya mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PKPU dan seluruh tim yang telah bersusah payah merencanakan dan menjalankan safari ustadz PKPU tahun 2012 ini, semoga menjadi amal ibadah pemberat timbangan amal sholeh di akhirat kelak.Amin.
(5). Mengadakan Idul Fitri dan Halal bi Halal. Kalau Idul fitri jatuh di akhir pekan, maka kami secara otomatis akan mengadakan sholat idul fitri. namun jika pada hari kerja, biasanya kami ikut dengan masjid yang mengadakan, karena kalau dihari kerja, baik mahasiswa maupun yang bekerja, tidak ada libur, jadi terpaksa setelah sholat idul fitri, masing-masing kembali kepada kerjanya/tugasnya masing-masing. termasuk anak-anak kita, kalau idul fitri jatuh dihari sekolah, mereka tetap bersekolah seperti biasanya.
Indah bukan bagi anda yang saat ini sedang ditanah air, disamping anda mendapatkan cuti bersama paling tidak seminggu, bisa digunakan untuk bertemu orang tua dan sanak family, biasanya juga diikuti dengan adanya Tunjangan Hari Raya (THR). Kalau ada yang mengeluh ternyata tidak "cukup", cobalah melihat kami-kami yang dirantau, jangankan THR, libur untuk sholat saja, kadang-kadang harus berdebat dulu dengan atasan atau Profesor, jadi apapun kondisi anda yang sedang di tanah air syukurilah, dan kami yang sedang di tanah rantau Jerman ini juga bersabar dan bersyukur, sambil banyak tersenyum dan memperbanyak amal ibadah. Amin.
(2). Tentang bagaimana kami meng-awali bulan ramadhan biasanya ada beberapa referensi yang kami jadikan rujukan, seperti pendapat Komisi Fatwa Eropa, Dewan Muslim di Jerman, biasanya hasil keputusan kedua lembaga ini dipublikasikan di www.islam.de , dan bagi kami di Hannover akan ditambah dengan pengumuman dari Masjid-masjid di kota Hannover, yang biasanya diumumkan setelah sholat maghrib. Untuk beberapa tahun belakangan ini tidak ada perbedaan penentuan awal dan akhir ramadhan di Jerman. Untuk Ramadhan tahun 2012 ini, Komisi Fatwa Eropa dan Dewan Muslim di Jerman, sudah mengumumkan bahwa 1 Ramadhan 1433H, jatuh pada hari Jum'at, 20 Juli 2012, dan untuk memperkuat pendapat ini, pengurus Keluarga Muslim Hannover (KMH) akan mengutus utusan untuk mencari informasi pada waktu maghrib besok hari ke masjid-masjid, informasi yang didapatkan itu, akan langsung di rilis oleh KMH di Milis KMH dan fb KMH.
(3). Layaknya di Indonesia kami di Hannover, juga rutin setiap pekan mengadakan berbuka puasa bersama di salah satu rumah warga secara bergiliran, insya Allah, sabtu, 21 Juli 2012 nanti, akan diadakan dirumah kami. Sebetulnya acara ini diadakan pada waktu yang sudah larut, namun dalam rangka menjaga shilaturahmi dan menguatkan sesama muslim di tanah rantau, acara tetap akan kami lakukan, setiap warga biasanya berdatangan dengan bergembira pada acara-acara seperti ini, paling tidak sejenak kami merasakan nuansa ramadhan yang kental diantara kami, berbuka puasa ini juga diawali dengan ceramah dari salah satu ustadz yang sedang belajar atau bekerja di Jerman. Nah, moment seperti ini kami nanti-nantikan, salah satu alasannya adalah kami akan mencicipi aneka ragam masakan Indonesia diacara seperti ini, seperti siomay, bakso, sate, rendang, yang dibawa oleh masing-masing warga.
(4). Mendatangkan ustadz dari Indonesia. Untuk tahun ini alhamdulillah kota kami dan beberapa kota lainnya di Jerman dan eropa, akan kedatangan Ustadz Dr. Abas Mansur Tamam, MA dari Indonesia, beliau pengajar pascasarjana Universitas Indonesia (UI), alumni S3 Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Kedatangan ustadz ke eropa untuk tahun ini difasilitasi oleh Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU). Tentunya kedatangan ustadz dari Indonesia ini akan menjadi penyemangat kami di tanah rantau, untuk lebih giat melaksanakan amal ibadah ditengah keringnya nuansa keIslaman, dan semakin giat berdakwah mengajak kepada Islam. Secara khusus saya mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PKPU dan seluruh tim yang telah bersusah payah merencanakan dan menjalankan safari ustadz PKPU tahun 2012 ini, semoga menjadi amal ibadah pemberat timbangan amal sholeh di akhirat kelak.Amin.
(5). Mengadakan Idul Fitri dan Halal bi Halal. Kalau Idul fitri jatuh di akhir pekan, maka kami secara otomatis akan mengadakan sholat idul fitri. namun jika pada hari kerja, biasanya kami ikut dengan masjid yang mengadakan, karena kalau dihari kerja, baik mahasiswa maupun yang bekerja, tidak ada libur, jadi terpaksa setelah sholat idul fitri, masing-masing kembali kepada kerjanya/tugasnya masing-masing. termasuk anak-anak kita, kalau idul fitri jatuh dihari sekolah, mereka tetap bersekolah seperti biasanya.
Indah bukan bagi anda yang saat ini sedang ditanah air, disamping anda mendapatkan cuti bersama paling tidak seminggu, bisa digunakan untuk bertemu orang tua dan sanak family, biasanya juga diikuti dengan adanya Tunjangan Hari Raya (THR). Kalau ada yang mengeluh ternyata tidak "cukup", cobalah melihat kami-kami yang dirantau, jangankan THR, libur untuk sholat saja, kadang-kadang harus berdebat dulu dengan atasan atau Profesor, jadi apapun kondisi anda yang sedang di tanah air syukurilah, dan kami yang sedang di tanah rantau Jerman ini juga bersabar dan bersyukur, sambil banyak tersenyum dan memperbanyak amal ibadah. Amin.
semoga bermanfaat
Hannover, Musim Panas, 18 Juli 2012, pukul 19.44 CET
Leibnizhaus A.5.1
Oleh: Jaharuddin
Kata-kata di atas terinspirasi saat diskusi agak berat dengan istri sehabis sholat shubuh dan dzikir Al-Matsurat, kita diskusi tentang fenomena kritikan, celaan, mungkin hinaan dari orang yang dulu katanya 100% dukung dakwah, namun belakangan ini dari perenungan yang dilakukannya, dia sudah memastikan 2014 tidak akan mendukung. Sedih rasanya, mendengar kata-kata yang seperti ini.
Dua hari yang lalu, saya juga mendapat masukan, kritikan yang halus tapi tajam dari seorang sahabat di Hannover, anak muda yang banyak beramal sholeh, semangat dan pintar. Dia mengkritik saya dan kebijakan aktifis dakwah yang sepakat dengan sistim demokrasi dan turunannya. Pedih rasanya...disaat berharap Ustadz HNW menjadi DKI 1, dan ternyata menjadi urutan ketiga, tema ini diungkit kembali. Bab ini bagi aktifis dakwah yang sekarang aktif digelanggang politik praktis sebenarnya sudah lewat, namun sahabat ini, malah mempertanyakan "benarkah pilihan ikut dalam demokrasi" menjadi pilihan yang sesuai dengan syariah?
Sekali lagi, bab ini sesungguhnya sudah lama dibahas, dan saat ini aktifis dakwah sudah memasuki bab berkontribusi nyata untuk kemaslahatan, kesejahteraan, dan kemakmuran rakyat. Idealisme bahwasanya Islam adalah solusi, saat ini ditawarkan secara nyata melalui tangan-tangan para aktifis dakwah ditengah masyarakat, bukan hanya di forum-forum pengajian.
Kehadiran aktifis dakwah diberbagai bidang, termasuk politik, sesungguhnya upaya mewujudkan idealisme Islam sebagai solusi. Kalau ada yang bertanya, lho... kalau begitu kok ada yang ???, itulah kenyataan yang sedari awal yang harusnya disadari oleh semua aktifis dakwah, idealisme yang ada di dalam grup pengajian, yang merupakan nilai-nilai Islam yang pasti kebenarannya, ditawarkan dalam bentuk operasional ditengah masyarakat, hal ini agar nilai-nilai Islam yang universal, benar-benar dirasakan dalam bentuk kesejahteraan, keadilan sosial, kemakmuran, pemberdayaan, alokasi yang tepat, dan seterusnya.
Nah dalam menawarkan Islam sebagai solusi ke berbagai segmen, berbagai reaksi alami muncul ditengah masyarakat, ada yg ahlan wa sahlan, ada yang biasa aja, ada yang wait and see, ada yang resisten, ada yang melihat ini salah jalan, ada yang melihat idealisme sudah luntur, ada yang melihat agama hanya kedok dalam rangka menarik simpati masyarakat, dan berbagai pandangan lainnya. Ini realita yang dihadapi oleh aktifis dakwah.
Disisi lain, dalam berbagai tantangan yang dihadapi aktifis dakwah dilapangan, ada juga akitifis dakwah yang akhirnya dengan perjuangan tenaga, waktu, uang dan airmata ditakdirkan Allah menjadi DPR, Gubernur, Walikota/Bupati, dll. Dan setelah mendapatkan amanah tersebut, tantangan semakin berat, bagaimana menerapkan Islam sebagai solusi ditengah-tengah masyarakat yang butuh pembinaan lebih lanjut, akhirnya ada yang berhasil, ada yang biasa saja, dan jangan kaget ada yang akhirnya larut, bahkan menjadi korban.
Kalaulah mau "aman" lebih baik tidak menyentuh hiruk pikuk politik, mungkin anda lebih nyaman, jauh dari intrik, namun aktifis dakwah yang sekarang sedang berjuang didunia politik, malah semakin yakin bahwa dunia politik, harus semakin banyak dihiasi dengan orang-orang yang sholeh dan kuat menghadapi berbagai tantangan didalamnya.
Melalui masuknya aktifis dakwah didunia politik, semakin tahu dengan persis dan detil, bagaimana negara dikelola, bagaimana anggaran dibuat, dan bagaimana alokasi dana didistribusikan, bagaimana keberpihakan anggaran terhadap rakyat, para dhuafa, bagaimana umat Islam dijadikan ancaman oleh lembaga tertentu, bagaimana negosiasi dan diplomasi internasional, dan lain-lain. Banyak aktifis dakwah yang awalnya terkaget-kaget dengan berbagai praktek yang selama ini lazim dilakukan, dan sampai saat ini masih berlangsung, namun sebagai aktifis dakwah tidak cukup hanya terkaget-kaget, namun dituntut juga memberikan akternatif solusi yang lebih baik, dan saat yang sama juga berupaya mengakomodasi kepentingan "orang lama". pada tataran inilah akhirnya muncul istilah kompromi, ini riil terjadi.
Coba anda bayangkan bangaimana kompleknya masalah aktifis dakwah yang saat ini diterjunkan ke gelanggang politik, makanya sebagian akitifis dakwah, setelah merasakan, mengetahui dengan riil kondisi dunia politik, maka minta kepada qiyadah untuk tidak lagi diamanahkan maju ke gelanggang politik. Mengapa? "ngak kuat", atau ada juga yang mengatakan "itu bukan kolamnya". atau ada juga yang akhirnya mengunakan do'a memasuki WC ketika menginjak pintu masuk gedung DPR.
Relatif lebih mudah dan lebih aman, bagi diri anda pribadi, keluarga anda, jika hanya menjadi da'i pengisi kajian-kajian keislaman saja, anda tidak menjadi objek pemberitaan yang setiap gerak gerik anda dicari sensasinya. Ada aktifis dakwah yang mengatakan beruntunglah antum yang diamanah berdakwah pada struktur yang rendah, seperti DPRa, karena anda lebih banyak mengurusi masyarakat saja, tidak dilibatkan dalam lobi-lobi, dan kompromi politik, yang bisa jadi memakan korban.
Pada akhirnya, tindakan kita sebagai seorang da'i menghendaki perubahan secara terus menerus pada diri, keluarga yang Islami, akhirnya masyarakat juga terwarnai dengan nilai Islam, dan seterusnya, dengan demikian tugas ini tugas yang besar, tugas yang mulia, tugas para nabi, dan sunnatullahnya menghadapi tantangan dan membutuhkan waktu yang panjang, serta niat dan amal yang ikhlas, untuk itu teruslah beramal sholeh...dan perbaiki diri, keluarga, dan masyarakat...yakinlah al-haq suatu hari akan mendapatkan momentumnya yang tepat sesuai dengan skenario yang telah ditentukan Allah SWT. tetap semangat dan selamat beramal sholeh.
semoga bermanfaat.
Hannover, Musim panas, 13 Juli 2012, pukul 06.38 CET
Disisi lain, dalam berbagai tantangan yang dihadapi aktifis dakwah dilapangan, ada juga akitifis dakwah yang akhirnya dengan perjuangan tenaga, waktu, uang dan airmata ditakdirkan Allah menjadi DPR, Gubernur, Walikota/Bupati, dll. Dan setelah mendapatkan amanah tersebut, tantangan semakin berat, bagaimana menerapkan Islam sebagai solusi ditengah-tengah masyarakat yang butuh pembinaan lebih lanjut, akhirnya ada yang berhasil, ada yang biasa saja, dan jangan kaget ada yang akhirnya larut, bahkan menjadi korban.
Kalaulah mau "aman" lebih baik tidak menyentuh hiruk pikuk politik, mungkin anda lebih nyaman, jauh dari intrik, namun aktifis dakwah yang sekarang sedang berjuang didunia politik, malah semakin yakin bahwa dunia politik, harus semakin banyak dihiasi dengan orang-orang yang sholeh dan kuat menghadapi berbagai tantangan didalamnya.
Melalui masuknya aktifis dakwah didunia politik, semakin tahu dengan persis dan detil, bagaimana negara dikelola, bagaimana anggaran dibuat, dan bagaimana alokasi dana didistribusikan, bagaimana keberpihakan anggaran terhadap rakyat, para dhuafa, bagaimana umat Islam dijadikan ancaman oleh lembaga tertentu, bagaimana negosiasi dan diplomasi internasional, dan lain-lain. Banyak aktifis dakwah yang awalnya terkaget-kaget dengan berbagai praktek yang selama ini lazim dilakukan, dan sampai saat ini masih berlangsung, namun sebagai aktifis dakwah tidak cukup hanya terkaget-kaget, namun dituntut juga memberikan akternatif solusi yang lebih baik, dan saat yang sama juga berupaya mengakomodasi kepentingan "orang lama". pada tataran inilah akhirnya muncul istilah kompromi, ini riil terjadi.
Coba anda bayangkan bangaimana kompleknya masalah aktifis dakwah yang saat ini diterjunkan ke gelanggang politik, makanya sebagian akitifis dakwah, setelah merasakan, mengetahui dengan riil kondisi dunia politik, maka minta kepada qiyadah untuk tidak lagi diamanahkan maju ke gelanggang politik. Mengapa? "ngak kuat", atau ada juga yang mengatakan "itu bukan kolamnya". atau ada juga yang akhirnya mengunakan do'a memasuki WC ketika menginjak pintu masuk gedung DPR.
Relatif lebih mudah dan lebih aman, bagi diri anda pribadi, keluarga anda, jika hanya menjadi da'i pengisi kajian-kajian keislaman saja, anda tidak menjadi objek pemberitaan yang setiap gerak gerik anda dicari sensasinya. Ada aktifis dakwah yang mengatakan beruntunglah antum yang diamanah berdakwah pada struktur yang rendah, seperti DPRa, karena anda lebih banyak mengurusi masyarakat saja, tidak dilibatkan dalam lobi-lobi, dan kompromi politik, yang bisa jadi memakan korban.
Pada akhirnya, tindakan kita sebagai seorang da'i menghendaki perubahan secara terus menerus pada diri, keluarga yang Islami, akhirnya masyarakat juga terwarnai dengan nilai Islam, dan seterusnya, dengan demikian tugas ini tugas yang besar, tugas yang mulia, tugas para nabi, dan sunnatullahnya menghadapi tantangan dan membutuhkan waktu yang panjang, serta niat dan amal yang ikhlas, untuk itu teruslah beramal sholeh...dan perbaiki diri, keluarga, dan masyarakat...yakinlah al-haq suatu hari akan mendapatkan momentumnya yang tepat sesuai dengan skenario yang telah ditentukan Allah SWT. tetap semangat dan selamat beramal sholeh.
semoga bermanfaat.
Hannover, Musim panas, 13 Juli 2012, pukul 06.38 CET
Jgnlah terlalu fokus dgn sebab-sebab materi untuk meraih kemenangan, tetapi kurang fokus pd "Rabbul asbab" (pemilik segala sebab / Allah).
Jangan semata fokus pd manajemen, idariyah, takhtith (perencanaan), tapi kurang fokus dalam hak-hak Allah.
Takhtith dan manajemen baru efektif jika dilakukan oleh tangan yang berwudhu, kening yg banyak sujud, jiwa yg khusyu', hati yg tenang dan tunduk pd Allah. Tanpa itu sehebat-hebatnya manajemen dan takhtith yg dilakukan tak akan memberi kemenangan.
Apa yg dianggap org sbg nafilah (sunnah), bagi kalian bernilai faridhah (wajiB). Di mana posisi kalian dalam hal tilawah minimal 1 juz perhari? Di mana posisi antum dalam rakaat-rakaat malam? Di mana posisi antum dalam infaq maliyah? Di mana posisi antum dalam rakaat dhuha?
Lawanlah politik uang yg biasa dijadikan senjata lawan-lawan antum dengan akhlak, ukhuwwah dan cinta serta ubudiyyah.... BUkan dengan uang juga!!
Senjata antum hanya dua: hubungan baik dg Allah dan akhlak mulia dengan manusia. Dengan itu dua cinta berhimpun: cinta Allah dan cinta manusia.
Ustad Al Banna mengatakan, "nahnu nuqaatil an naas bil hubb" (Kita menaklukan manusia dg cinta)
Ada saat suatu titik yang mempertemukan kita dalam sebuah jalan perjuangan dan mengisi catatan kehidupan dalam ranah idealisme. Yang mengingatkan kita akan visi perubahan tuk Jakarta yg kita Cintai.
Padatnya aktivitas perjuangan ini mungkin melebihi jadwal ketika bercengkrama dengan keluarga dan itu tak menjadi halangan tuk terus melangkah.
Mempertahankan cahaya nurani agar diri mampu menapak surga. Agar tetap menjadi bintang yang menerangi kegelapan.
Perjuangan ini telah menjadi saksi kehidupan untuk merajut mimpi untuk sebuah perubahan. Mimpi- mimpi menjadi sang al banna. Yakinlah Batik Beresin Jakarta akan selalu memeriahkan aktivitas kita sampai kapanpun.
Saudaraku adalah sebuah kehormatan dapat mengenal dan berjuang bersama kalian yang dalam lelahnya masih dapat tetap berupaya, tidak hanya bisa bicara tapi juga bekerja mengkritisi tapi juga memberi solusi tidak merasa rendah ketika dihina, dan tidak merasa tinggi bila dipuji, yang telah menjadikan Perjuangan sebagai urusan keluarganya
Saudaraku Tetaplah berdiri tegak karena kalian adalah petarung....Teruslah bergerak karena kalian adalah pejuang....masih banyak tugas lain menanti kita.....Terima kasih Sahabat Hidayat + Didik untuk Perjuangan ini, semoga Allah mencatatkannya sebagai amal bagi kita semua...aamiin
Padatnya aktivitas perjuangan ini mungkin melebihi jadwal ketika bercengkrama dengan keluarga dan itu tak menjadi halangan tuk terus melangkah.
Mempertahankan cahaya nurani agar diri mampu menapak surga. Agar tetap menjadi bintang yang menerangi kegelapan.
Perjuangan ini telah menjadi saksi kehidupan untuk merajut mimpi untuk sebuah perubahan. Mimpi- mimpi menjadi sang al banna. Yakinlah Batik Beresin Jakarta akan selalu memeriahkan aktivitas kita sampai kapanpun.
Saudaraku adalah sebuah kehormatan dapat mengenal dan berjuang bersama kalian yang dalam lelahnya masih dapat tetap berupaya, tidak hanya bisa bicara tapi juga bekerja mengkritisi tapi juga memberi solusi tidak merasa rendah ketika dihina, dan tidak merasa tinggi bila dipuji, yang telah menjadikan Perjuangan sebagai urusan keluarganya
Saudaraku Tetaplah berdiri tegak karena kalian adalah petarung....Teruslah bergerak karena kalian adalah pejuang....masih banyak tugas lain menanti kita.....Terima kasih Sahabat Hidayat + Didik untuk Perjuangan ini, semoga Allah mencatatkannya sebagai amal bagi kita semua...aamiin
Oleh: Jaharuddin
Pagi tadi waktu Jerman, saya semangat sekali untuk membuka TV Indonesia, sebelumnya saya tahu akan ada quick count pilkada DKI dengan harapan hasil kerja kader dakwah di Jakarta dan juga dibantu oleh daerah lain bahkan luar negeri berhasil menjadikan Ustadz Hidayat menjadi DKI 1.
Pagi tadi waktu Jerman, saya semangat sekali untuk membuka TV Indonesia, sebelumnya saya tahu akan ada quick count pilkada DKI dengan harapan hasil kerja kader dakwah di Jakarta dan juga dibantu oleh daerah lain bahkan luar negeri berhasil menjadikan Ustadz Hidayat menjadi DKI 1.
Namun hasil sementara menunjukkan angka Ust Hidayat masih di urutan ketiga, ketika saya menulis ini, saya masih menyisakan harapan semoga ada perbaikan angka, sehingga pasangan Ust. Hidayat + Didik, masuk dalam putaran kedua. Namun jika tidak, sebagai manusia biasa, bolehlah kita bersedih, namun jangan larut dalam kesedihan, karena itu belum tentu baik untuk dakwah ini.
Saya dan istri dalam perjalanan ke kampus MHH sempat diskusi, kenapa tokoh sekaliber Ust. Hidayat pun akhirnya, para pemilih belum menjatuhkan pilihan kepada nya?.
Ada beberapa analisa yang bisa dilakukan. (1). Relatif singkatnya waktu Ust. Hidayat mensosialisasikan diri bisa jadi berpengaruh pada penerimaan masyarakat. (2). Masyarakat Jakarta, termasuk saya, memang sudah jenuh dengan kondisi kota yang semakin semberawut, karenanya masyarakat sebenarnya mengharapkan ada figur yang benar-benar diyakini memberikan perubahan yang significan bagi Jakarta kedepan, kalau berbicara perubahan, paling tidak Jokowi melakukan aksi nyatanya di Solo, dan ini sesungguhnya menjadi etalase kampanye bagi Jokowi kemanapun dia pergi. Saya mengamati melalui media, ketika kampanye pilkada yang lalu, Jokowi tidak terlalu heboh, tema kampanyenya hanya seputar kartu sehat, yang diperlihatkan kemana-mana ketika dia kampanye. artinya dipilihnya Jokowi saat ini yang paling dominan, bukanlah kerja kampanye saat pilkada ini, namun ini hasil investasi Jokowi dari dulu dia bekerja nyata di Solo.
Pelajarannya adalah, bagi siapapun saat ini yang mendapatkan amanah sebagai pemimpin, bukan hanya di wilayah politik, maka ini kesempatan bagi anda untuk membuktikan bahwa anda bekerja, dan riil manfaatnya dirasakan masyarakat. ketika itu anda lakukan, saat anda membutuhkan suara rakyat anda akan mendapatkan suara rakyat, karena saat ini masyarakat semakin cerdas.
Pelajaran lain
Kalaulah hasil akhir dari pilkada DKI ini ternyata menetapkan Ust. Hidayat berada pada urutan ketiga, maka kita semua menyakini bahwa perjuangan dalam bentuk tenaga, uang bahkan airmata yang selama ini dilakukan, tidak akan pernah sia-sia. Allah tidak pernah tidur dan lalai mencatat setiap amal yang dilakukan. Amalan yang telah dilakukan adalah bekal akhirat kelak. karenanya tidak perlu bersedih berlebih-lebihan, tidak usah mencari pintu-pintu kesalahan siapapun, karena itu belum tentu produktif.
Kita sangat yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita semua, artinya kemenangan tersebut dalam terminologi Allah bukan hanya dalam bentuk diberikannya amanah mengelola DKI kepada kader dakwah, namun banyak bentuk lain yang bisa diberikan Allah kepada kader dakwah, dan itu rahasia Allah.
Peluang
Dengan kondisi yang terjadi hari ini, terdapat beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan sebagai akselerasi dakwah kedepan. (1). Kalau Ust. Hidayat belum ditakdirkan menjadi DKI 1, padahal sudah diusahakan disosialisasikan segencar mungkin kepada warga DKI beberapa pekan terakhir, ini sesungguhnya menjadi modal bagi DPP untuk melakukan kajian mendalam, agar Ust. Hidayat dari jauh-jauh hari dicalonkan oleh PKS sebagai calon presiden dari PKS, artinya tugas selanjutnya dari Ust. Hidayat adalah untuk melakukan sosialisasi keberbagai daerah di Nusantara. Namun jika suara PKS saat pemilu nanti kurang dari 20%, maka masih mungkin Ust. Hidayat menjadi cawapres, dan yang terpenting adalah sudah disosialisasikan jauh-jauh hari. dengan cara seperti ini cukup waktu bagi kader untuk mensosialisasikan capresnya, secara langsung akan menguatkan kader-kader dakwah juga bekerja untuk pemenangan pemilu 2014. (2). DPP memberikan arahan yang sejelas-jelasnya bahkan jika perlu dengan contoh, kepada semua kepala daerah dari PKS untuk melakukan kerja-kerja nyata yang significan dirasakan manfaat untuk rakyat, karena ini modal dasar dalam pemenangan selanjutnya. (3). Kalaulah Allah mentakdirkan yang akan menjadi pemenang pilkada DKI pada putaran kedua adalah Jokowi, maka sesungguhnya rakyat merasa terakomodasi kepentingannya yaitu harapan perubahan yang nyata. maka sesungguhnya itu juga bagian dari tujuan PKS mengajukan calon pada pilkada DKI, untuk itu Jokowi membutuhkan dukungan PKS saat benar-benar melaksanakan tugasnya di DKI, karena PKS pemenang no. 2 di DKI. dari awal saya yakin Jokowi menyadari posisi penting PKS di Jakarta. Ini menjadi peluang bagi PKS untuk kembali menjadi pemenang di pemilu di wilayah DKI, mengapa demikian, karena saya menduga suara demokrat akan turun, seiring dengan kasus yang mendera partai demokrat, dan belum tentu PDIP dan Gerindra sebagai partai pendukung utama Jokowi bisa meraup suara dominan di Jakarta, karena saya meyakini, pemilih suka terhadap Jokowi namun belum tentu berkorelasi positif terhadap dipilihnya PDIP dan Gerindra di Jakarta.
Semoga bermanfaat.
Hannover, Musim Panas ,11 Juli 2012, pukul 12.02 CET.
Pelajaran lain
Kalaulah hasil akhir dari pilkada DKI ini ternyata menetapkan Ust. Hidayat berada pada urutan ketiga, maka kita semua menyakini bahwa perjuangan dalam bentuk tenaga, uang bahkan airmata yang selama ini dilakukan, tidak akan pernah sia-sia. Allah tidak pernah tidur dan lalai mencatat setiap amal yang dilakukan. Amalan yang telah dilakukan adalah bekal akhirat kelak. karenanya tidak perlu bersedih berlebih-lebihan, tidak usah mencari pintu-pintu kesalahan siapapun, karena itu belum tentu produktif.
Kita sangat yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita semua, artinya kemenangan tersebut dalam terminologi Allah bukan hanya dalam bentuk diberikannya amanah mengelola DKI kepada kader dakwah, namun banyak bentuk lain yang bisa diberikan Allah kepada kader dakwah, dan itu rahasia Allah.
Peluang
Dengan kondisi yang terjadi hari ini, terdapat beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan sebagai akselerasi dakwah kedepan. (1). Kalau Ust. Hidayat belum ditakdirkan menjadi DKI 1, padahal sudah diusahakan disosialisasikan segencar mungkin kepada warga DKI beberapa pekan terakhir, ini sesungguhnya menjadi modal bagi DPP untuk melakukan kajian mendalam, agar Ust. Hidayat dari jauh-jauh hari dicalonkan oleh PKS sebagai calon presiden dari PKS, artinya tugas selanjutnya dari Ust. Hidayat adalah untuk melakukan sosialisasi keberbagai daerah di Nusantara. Namun jika suara PKS saat pemilu nanti kurang dari 20%, maka masih mungkin Ust. Hidayat menjadi cawapres, dan yang terpenting adalah sudah disosialisasikan jauh-jauh hari. dengan cara seperti ini cukup waktu bagi kader untuk mensosialisasikan capresnya, secara langsung akan menguatkan kader-kader dakwah juga bekerja untuk pemenangan pemilu 2014. (2). DPP memberikan arahan yang sejelas-jelasnya bahkan jika perlu dengan contoh, kepada semua kepala daerah dari PKS untuk melakukan kerja-kerja nyata yang significan dirasakan manfaat untuk rakyat, karena ini modal dasar dalam pemenangan selanjutnya. (3). Kalaulah Allah mentakdirkan yang akan menjadi pemenang pilkada DKI pada putaran kedua adalah Jokowi, maka sesungguhnya rakyat merasa terakomodasi kepentingannya yaitu harapan perubahan yang nyata. maka sesungguhnya itu juga bagian dari tujuan PKS mengajukan calon pada pilkada DKI, untuk itu Jokowi membutuhkan dukungan PKS saat benar-benar melaksanakan tugasnya di DKI, karena PKS pemenang no. 2 di DKI. dari awal saya yakin Jokowi menyadari posisi penting PKS di Jakarta. Ini menjadi peluang bagi PKS untuk kembali menjadi pemenang di pemilu di wilayah DKI, mengapa demikian, karena saya menduga suara demokrat akan turun, seiring dengan kasus yang mendera partai demokrat, dan belum tentu PDIP dan Gerindra sebagai partai pendukung utama Jokowi bisa meraup suara dominan di Jakarta, karena saya meyakini, pemilih suka terhadap Jokowi namun belum tentu berkorelasi positif terhadap dipilihnya PDIP dan Gerindra di Jakarta.
Semoga bermanfaat.
Hannover, Musim Panas ,11 Juli 2012, pukul 12.02 CET.
Kalau anda melihat dan mengagumi seseorang yang anda anggap sukses, tentunya sesuai ukuran yang anda sematkan untuk orang tersebut, agar kekaguman anda punya daya ubah pada diri anda, maka hal yang harus anda cari tahu dan selanjutnya bisa anda adaptasi, tiru dan modifikasi sesuai dengan kebutuhan anda adalah, apa saja kerja keras yang pernah dilakukan tokoh tersebut.
Saya menyakini bahwa setiap orang sukses selalu diiringi dengan pengorbanan dan kerja keras orang-orang tersebut, seperti menahan diri untuk tidak banyak dan larut dalam permainan-permainan yang tidak bermanfaat, memperbanyak amalan ibadah, bukan hanya wajib namun ditambah dengan yang sunnah, seperti sholat tahajud, sholat hajat, sholat tasbih, puasa senin dan kamis, bahkan dengan puasa nabi Daud. Puasa nabi Daud adalah puasa sehari dan berbuka sehari, begitu seterusnya secara konsisten.
Pernah saya mendengar salah satu tokoh nasional Prof. Amien Rais, secara konsisten melakukan puasa Nabi Daud, ini bukan perkara mudah, namun ini perkara besar yang sadar tidak sadar akan mendorong dan mengarahkan kesuksesan pelakunya. dan banyak lagi contoh lain, pernah juga terdengar ada seorang tokoh, yang sebetulnya dia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan kekayaan dari jabatannya dengan cara yang halal, namun dia menahan diri untuk tidak menjadi kaya raya, dengan cara mengambil gajinya seperlunya saja, dan sebagian lainnya dishadaqahkan di jalan dakwah.
Dan biasanya tokoh-tokoh yang sukses seperti itulah yang melegenda, dan selalu mendapat tempat yang baik di hati rakyat, dengan belajar dari kerja keras orang-orang sukses maka, kita akan mendapatkan semacam pelajaran utama bahwasanya, orang-orang sukses tersebut adalah orang-orang yang siapa bekerja keras di atas rata-rata, orang lain, dan saat yang sama dia juga mampu mengendalikan dirinya juga diatas rata-rata orang lain.
Nah, kalau anda tidak mempu melakukan itu, maka ciri-ciri orang sukses belum ada pada diri anda, namun tidak usah sedih, masih banyak waktu dan kesempatan bagi anda untuk terus belajar dan melakukan perubahan dalam diri anda.
semoga bermanfaat.
oleh: Jaharuddin
Hannover, Musim panas, 6 Juli 2012. pukul 09.06 CET
´Mau taruh dimana muka kita ini´ kata seorang pemimpin negeri, Al-Quran saja di korupsi. Indonesia itu ´negara gagal´ kata survei internasional. Indonesia itu negeri yang sulit maju, terlalu banyak ´pungli´, seloroh supervisor kami disini. Kata dia, saya dulu pernah ke Indonesia, ketika mau pulang ke Jerman, di bandara Jakarta, saya dihadang pegawai imigrasi, dengan alasan yang ´macam-macam´ akhirnya saya harus beri uang sekitar 20 dollar agar bisa berangkat. Media-media barat selalu melaporkan suasana yang carut-marut di negeri, Kata mereka Indonesia itu diskriminasi terhadap minoritas, orang mudah dibunuh, banyak kekerasan, perampokan dan banyak lagi cerita yang buruk diberikan pada bangsa tercinta ini.
Namanya sebut saja Pak Rizal, beliau hidup di Jerman sejak kuliah Dipl.Ing dan saat ini menetap di Perlen, Texas, USA sudah 5 tahun. Hampir tiga perempat hidupnya dihabiskan di luar negeri. Kata beliau, kalaupun pulang ke Indonesia,1-2 tahun sekali,dan sekitar 1 bulan libur disana. Hidup di Jerman selama 25 tahun, membawa beliau menjadi orang yang akhirnya harus mandiri, segala sesuatu rutinnya dikerjakan sendiri, tidak banyak berharap dari tetangga, menyapa tetangga pun jarang, karena hidup bermodel ´flat haus´. Kalaupun ingin bantuan baik urusan gangguan listrik, air macet (walau sangat jarang), cukup telepon perusahaan dan petugasnya akan datang. Bahkan sampai urusan kematian sekalipun,nantinya akan dijemput ambulans,apabila beragama kristen, akan dibawa ke gereja dan dinyanyikan lagu rohani, kemudian dikubur atau dikremasi oleh pihak yayasan, fertig!!.
Ada cerita unik kehidupan disini, beliau cerita bagaimana petugas atau polisi mengetahui kalau ada orang yang meninggal, caranya dengan melihat apakah tumpukan koran didepan pintu rumahnya sudah menumpuk,itu pertanda kalau orang rumahnya sudah ´tot´ alias wassalamJ.
Bulan lalu beliau pulang liburan ke Indonesia, Beliau sempatkan mengambil titipan oleh2 dari eyangnya khalid di kampus UGM,Yogyakarta. Bertemulah pak rizal dengan `satpam` fakultas, sesaat mengambil titipan kami, sang satpam bertanya padanya, bapak tinggal dimana di yogya?, jawab pak rizal,saya mau cari penginapan. Ya udah pak, saya antarin nyari hotelnya di sekitar jalan kaliurang ini, akhirnya didapatlah penginapan tersebut. Pak rizal ingin memberikan sesuatu ucapan terima kasih, namun sang satpam kampus ini sudah kembali ke fakultas. Sesampai di Jerman dan bersilaturahmi ke apartemen kami, beliau langsung menanyakan apakah mungkin saya bisa mencari tahu nama satpam itu, saya tanya ke pak rizal,memangnya kenapa pak?jawaban beliau yang membuat saya dan bundanya khalid tersenyum dan terheran, kata beliau ´saya baru lihat ada orang baik´
. Kemudian beliau berucap, kelak kalau semua ikhtiar saya di luar negeri ini sudah dirasa cukup,saya ingin pulang ke Indonesia,tepatnya di sekitar pelabuhan ratu, kami tanya,kenapa akhirnya memilih pulang ke Indonesia?kata beliau singkat,saya suka ´ritme hidupnya´!!!.
Minggu lalu,ketika kami hendak keluar rumah, saya dan bundanya khalid sedang ngobrol,dari tingkat atas flat sebelah rumah kami,ada seorang anak muda Jerman memanggil kami (hal ini sangat tidak lazim dilakukan oleh orang Jerman), kata dia, Hallo,kalian berbahasa Indo ya,kalian orang indonesia ya?iya kata saya, dia bilang, saya sudah pernah ke Indonesia,saya pernah ke Bali dan Yogyakarta, saya pernah belajar bahasa Indonesia. Lalu anak muda itu dengan semangatnya mengatakan,`saya cinta sekali dengan Indonesia` tapi yang ´baik-baik´, ucapan itu buat saya dan bundanya khalid pun tertawa,dan dia sangat yakin bahwa orang yang diajak ngobrol pastilah orang2 yang ramah dan bersahabat, karena itulah yang dia rasakan ketika ada di Indonesia.
Ahh,jadi rindu pulang,´nikmati bersama suasana yogya´.Selamat berpuasa ya
Mit freundlichen Grüßen
Ayahnya Khalid
komentar:
:)...senyum dulu deh...
selamat puasa juga..mohon maaf lahir dan bathin....
sama pak..rindu juga Indonesia...baru aja nih telp....omak di kampung...:)
Indonesia...sedang di uji banyak masalah...namun dalam prespektif positif..ini pertanda banyaknya peluang yang mucul dari masalah masalah tersebut....obat nyamuk aja bisa jadi industri besar yg memperkerjakan ratusan bahkan ribuan orang karena adanya nyamuk...coba di Jerman ngak ada nyamuk...ngak ada industri obat nyamuk deh...dan banyak contoh lainnya....
dan bisa jadi kita yang ditakdirkan Allah melihat bumi Allah bernama Jerman dan eropa ini...bisa lebih jernih melihat Indonesia yg hari ini banyak masalah...sekali lagi namun banyak kearifan lokal..dan potensi serta peluang yang dihadirkan negara bernama Indonesia....
akhirnya ..sejauh-jauh bangau terbang akhirnya kembali ke sarangnya...ketika terbang...hendaknya semakin banyak pengetahuan dan ilmu yang didapatkan...untuk diadaptasi menjadi pengetahuan...dan hal yang bermanfaat bagi negara besar bernama Indonesia....
dan jangan lupa, negara Indonesia mempunyai potensi umat Islam terbesar di dunia...artinya pengabdian bagi Indonesia adalah...pengabdian pada umat Islam...ikut berkontribusi memajukan Indonesia adalah kontribusi memajukan umat Islam...semoga menjadi amal jariyah sebagai bekal diakhirat kelak....
lho....kok jadi serius nih.....:)
wassalam......
jahar
2 Juli 2012
Dear Applicant!
Once again we would like to thank you for your interest in our IGSP programme. We are pleased to inform you that your application has been accepted for the final selection, i.e. an interview.
The interview will take place at the DAAD Head office in Bonn on 9 July 2012. We will let you know the exact time for your interview within next week and will also give you further information.
Best regards
i.A. M G-J
3 juli 2012
Dear Mr Damunar
As we have already informed you, we would like to invite you to a interview on 9 July 2012 which will take place in Bonn, Kennedyalle 105, Room 241 (“Haus Nord”) at 10:20 am (10:20 Uhr).
The interview will take around 20 minutes.
Please find attached the description of how to get to the DAAD Head Office. We would like to kindly ask you to arrive in time – if you should be delayed for some reason, please call us and inform us about the delay. Please bring your ID card with you, other documents are not necessary.
Please shortly confirm the receipt of this email!
If you should have any questions, please do not hesitate to contact me. We are looking forward to meeting you in Bonn next Monday!
Best regards
i.A. M G-J
Menjadi titik sejarah baru bagi saya dan keluarga, ini merupakan salah satu pintu masuk selanjutnya untuk mengarungi perjalanan penuh tantangan, dan dari awal saya yakin berkat pertolongan Allah, saya akan menghadapi dengan baik dan mendapatkan yang di cita-citakan.Amin. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.
Rintangan demi rintangan dalam kehidupan, itu biasa...dan itu menguji ketekunan, konsistensi, kesabaran anda dalam menghadapi kehidupan ini. obatnya sangat jelas...yaitu jangan pernah menyerah...jika anda kepentok..berhenti..sejenak...untuk selanjutnya maju lagi...
sampai kapan?...sampai anda bahagia.
sampai kapan?...sampai anda bahagia.
Oleh: Jaharuddin
Patut disyukuri bersama ekonomi syariah, dari hari ke hari disambut positif berbagai kalangan, baik di internal umat Islam sendiri maupun dari kalangan non Islam. Perkembangan ekonomi Syariah di Indonesia, bukan tanpa kendala, walaupun perkembangan ekonomi syariah sangat pesat di tanah air, namun berbagai catatan menjadi pekerjaan rumah para pegiat ekonomi syariah, namun kita semua harus optimis menghadapi tantangan tersebut dengan cara selalu memperbaiki hal-hal yang musti harus di perbaiki.
Beberapa catatan yang selama ini masih dalam tataran perdebatan diantara pegiat ekonomi syariah, misalnya benarkah bans syariah itu sesuai syariah?, ada juga yang mempertanyakan pengelolaan zakat dalam bentuk program, di kalangan masyarakat yg baru tertarik mempelajari ekonomi syariah, mempertanyakan apa bedanya ekonomi syariah dengan ekonomi kapitalis, sosialis, dll, ada pula yang mengkritisi seorang master ekonomi syariah, namun berpakaian rok mini, seorang pejabat yg salah satu wewenangnya adalah mempromosikan pasar modal ekonomi syariah, namun tidak menutup auratnya dengan baik, dan seterusnya.
Menurut saya, perlu diajarkan kepada semua mahasiswa yang belajar ekonomi syariah tentang ilmu tauhid. Ilmu Tauhid adalah ......
belum selesai dan masih di edit
Hannover, 27 Juni 2012, pkl. 10.14 CET
belum selesai dan masih di edit
Hannover, 27 Juni 2012, pkl. 10.14 CET
Ada perasaan bangga bisa dipertemukan dengan keluarga yang luar biasa yaitu keluarga pak Teguh. Keluarga pak Teguh sudah 10 tahun lebih merantau untuk studi dan bekerja di Jerman. Dengan waktu yang tidak pendek tersebut, sedikitpun tidak merubah suasana ke Indonesian dalam keluarga ini, seperti: pekerja keras, rasa persaudaraan yang kental, rendah hati, gotong royong, peduli terhadap sesama, dan taat beribadah.
Disela kesibukan keluarga ini mengasuh dua buah hatinya, keluarga ini mampu menjaga jatidiri Indonesia dengan karakter yang kuat sebagai muslim yang taat. Di saat anak perempuan seumuran Yumna mulai bersolek dan bergaul dengan berbagai macam party yang diadakan teman-temannya, Yumna mampu menjaga identitas dirinya dengan baik, bahkan menunjukkan dirinya sebagai seorang muslimah modern, dengan berjilbab.
Saya sangat yakin, perjuangan pak Teguh dan bu Yanti, membesarkan anak-anaknya yang sudah menginjak remaja putri penuh dengan tantangan, di Indonesia saja, seorang perempuan ingin menyatakan diri untuk berjilbab ada kalanya harus berdebat dulu dengan lingkungannya, apalagi di sini, berjilbab dianggap mengekang diri, berjilbab dianggap fundamentalis, kuno, bahkan ada yang menganggap bagian dari teroris. Bagi orang Jerman, memiliki agama saja sesuatu yang luar biasa, namun Yumna bukan hanya memiliki agama, namun Yumna memegang agamanya dengan kuat, dan menyatakan dirinya sebagai muslimah. Luar biasa!, saya yakin di Jerman saja Yumna mampu mempertahankan dan mengaktualisasikan ke Islamannya, apalagi nanti saatnya di tanah air, semoga Yumna tergabung menjadi barisan muslimah pengerak dakwah Islam di masa mendatang, berbekal bahasa Jerman yang fasih, suatu hari Yumna bisa menjadi duta Islam di Eropa. Amin ya robbil alamin.
Keluarga ini salah satu keluarga Indonesia yang mapan di Jerman, pak Teguh alumni Aeronautical Engineering ITB (Jurusan elitnya anak-anak ITB), kemudian melanjutkan studi S2 di Jerman, terakhir di Jerman bertugas di Institut fur Umformtechnik und Umformmaschinen (IFUM) Universitas Hannover, sebagai Research Assistent, bu Yanti merupakan dosen tetap di ITB yang juga Doktor alumni Georg-August-Universitat-Goettingen. Keluarga yang berpendidikan tinggi, dengan kondisi ekonomi yang mapan, dan mempunyai dua orang buah hati yaitu Yumna dan Daud.
Disela kesibukan keluarga ini mengasuh dua buah hatinya, keluarga ini mampu menjaga jatidiri Indonesia dengan karakter yang kuat sebagai muslim yang taat. Di saat anak perempuan seumuran Yumna mulai bersolek dan bergaul dengan berbagai macam party yang diadakan teman-temannya, Yumna mampu menjaga identitas dirinya dengan baik, bahkan menunjukkan dirinya sebagai seorang muslimah modern, dengan berjilbab.
Saya sangat yakin, perjuangan pak Teguh dan bu Yanti, membesarkan anak-anaknya yang sudah menginjak remaja putri penuh dengan tantangan, di Indonesia saja, seorang perempuan ingin menyatakan diri untuk berjilbab ada kalanya harus berdebat dulu dengan lingkungannya, apalagi di sini, berjilbab dianggap mengekang diri, berjilbab dianggap fundamentalis, kuno, bahkan ada yang menganggap bagian dari teroris. Bagi orang Jerman, memiliki agama saja sesuatu yang luar biasa, namun Yumna bukan hanya memiliki agama, namun Yumna memegang agamanya dengan kuat, dan menyatakan dirinya sebagai muslimah. Luar biasa!, saya yakin di Jerman saja Yumna mampu mempertahankan dan mengaktualisasikan ke Islamannya, apalagi nanti saatnya di tanah air, semoga Yumna tergabung menjadi barisan muslimah pengerak dakwah Islam di masa mendatang, berbekal bahasa Jerman yang fasih, suatu hari Yumna bisa menjadi duta Islam di Eropa. Amin ya robbil alamin.
Disela kesibukan pak Teguh bekerja dan membesarkan dua buah hatinya, Pak Teguh adalah salah satu sosok yang menghidupkan dakwah Islam dimanapun beliau berada, saya pernah mendengar pak Teguh menjadi koordinator pengajian di Goettingen, begitupun selama di Hannover, pak Teguh adalah tokoh yang menginisiasi diaktifkannya kembali Keluarga Muslim Hannover (KMH), rumah pak teguh di belakang Uni Hannover, sering sekali dijadikan tempat kajian-kajian ke Islaman, pak Teguh merupakan salah satu mantan ketua Forum Kajian Minggu Siang (FKMISI), yaitu forum kajian bapak-bapak, beliaulah yang berjasa mengumpulkan orang-orang untuk ikut pengajian.
Tidak kalah dengan pak Teguh, bu Yanti adalah tokoh pengerak pengajian muslimah di kota Hannover, bu Yanti seringkali menjadi pelopor digerakkannya kajian muslimah, berbagai peran telah dilakukan oleh bu Yanti. Ada kenangan yang tidak akan terlupakan oleh kami sekeluarga dari bu Yanti dan keluarga, bu Yanti adalah orang pertama yang saya dapatkan kontaknya dari Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) saat saya masih di Indonesia, saat itu istri saya sedang mengadakan riset 3 bulan dan disambung 6 bulan untuk studi S3 nya di FK UI. bu Yanti lah orang yang beberapa kali saya SMS dari Jakarta, untuk minta arahannya kepada istri saya, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih bu Yanti, semoga kemurahan, kebaikan dan kepedulian bu Yanti sekeluarga menjadi pemberat amalan dan pahala bu Yanti kelak. Amin ya robbil alamin.
Tidak kalah dengan pak Teguh, bu Yanti adalah tokoh pengerak pengajian muslimah di kota Hannover, bu Yanti seringkali menjadi pelopor digerakkannya kajian muslimah, berbagai peran telah dilakukan oleh bu Yanti. Ada kenangan yang tidak akan terlupakan oleh kami sekeluarga dari bu Yanti dan keluarga, bu Yanti adalah orang pertama yang saya dapatkan kontaknya dari Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) saat saya masih di Indonesia, saat itu istri saya sedang mengadakan riset 3 bulan dan disambung 6 bulan untuk studi S3 nya di FK UI. bu Yanti lah orang yang beberapa kali saya SMS dari Jakarta, untuk minta arahannya kepada istri saya, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih bu Yanti, semoga kemurahan, kebaikan dan kepedulian bu Yanti sekeluarga menjadi pemberat amalan dan pahala bu Yanti kelak. Amin ya robbil alamin.
Senin, 25 Juni 2012, pukul 06.41 CET, kereta ICE membawa pak Teguh, bu Yanti, Yumna dan Daud ke Frankfurt untuk meneruskan perjalanan mengunakan Malaysia Airline ke tanah air, suasana haru terekam pada wajah Stefan (tidak kuasa menahan air mata yang menetes), pak Hamdan, Pak Hendry, bu Ismi, juga hadir pada waktu itu Izza, haqi dan saya, namun semuanya juga ikhlas, karena alaminya jika ada pertemuan tentunya ada perpisahan, dan perpisahan pak Teguh dan keluarga saat ini adalah dalam rangka menapak anak tangga selanjutnya untuk meneruskan karir dan pejuangan di medan masing-masing.
Semoga tali shilaturahmi yang terjalin baik, walaupun untuk sementara waktu kita berpisah kota, namun tali shilaturahmi, dan kedekatan hati tetap terjaga, suatu saat kita akan bisa reunian di Jakarta atau di Bandung pak ya.
Akhirnya kami sekeluarga mengucapkan selamat jalan pak Teguh, bu Yanti, Yumna dan Daud, serta sukses selalu untuk pak Teguh yang akan training di Perth, dan akan menjalankan perusahaannya di Jakarta, sukses juga untuk bu Yanti di ITB, semoga tidak lama lagi jadi Profesor, sukses juga untuk studi Yumna dan Daud. semoga Allah memudahkan setiap langkah kita, dan keberkahan selalu melingkupi setiap aktivitas kita. Dan do'akan kami secepatnya pulang dengan membawa bekal ilmu dan pengalaman selama doktoran di Jerman. Amin ya robbil alamin.
Akhirnya kami sekeluarga mengucapkan selamat jalan pak Teguh, bu Yanti, Yumna dan Daud, serta sukses selalu untuk pak Teguh yang akan training di Perth, dan akan menjalankan perusahaannya di Jakarta, sukses juga untuk bu Yanti di ITB, semoga tidak lama lagi jadi Profesor, sukses juga untuk studi Yumna dan Daud. semoga Allah memudahkan setiap langkah kita, dan keberkahan selalu melingkupi setiap aktivitas kita. Dan do'akan kami secepatnya pulang dengan membawa bekal ilmu dan pengalaman selama doktoran di Jerman. Amin ya robbil alamin.
Hannover, 22 Juni 2012, pukul 22.36 CET, bersamaan saat nonton laga euro cup, Deutshland VS Greece, skor sementara 4-1....:)
Jahar-Nana-Alif-Zaky
Banyak cara menikmati hari, masing-masing orang mempunyai caranya sesuai dengan visi kehidupan yang dianut. Sebagian orang Jerman misalnya, mereka memulai hari beberapa saat sebelum berangkat beraktifitas, sebagian tidak mandi di pagi hari, langsung mempersiapkan sarapan (ada juga yg tidak sarapan dirumah, tinggal beli di toko roti), kemudian berangkat beraktifitas, dijam istirahat biasanya menyempatkan diri untuk makan dan merokok, kemudian masuk kerja lagi sampai sore, pulang, tidur dan begitu seterusnya sampai Jum'at sore. Pada Jum'at sore sampai Ahad malam, waktunya untuk santai, party, dan seterusnya, ada juga sebagian dari waktu akhir pekannya digunakan untuk minum alkhohol, sampai sempoyongan. Kalau sudah menjalani akhir pekan dan menenggak alkhohol, sudah tidak jelas mana yang profesor, mana yang orang biasa saja.
Lain lagi di Jepang, pernah dengar dari teman-teman yang kuliah di Jepang, orang Jepang banyak yang gila kerja, biasanya kerja sampai tengah malam, dan pagi-pagi sudah hadir lagi di tempat kerja. Kalau akhir pekan sebagian dari mereka, hilang kesadaran akibat minum alkohol, sudah biasa kalau melihat ada orang yang tidur di stasiun kereta, dipinggir jalan, karena sudah tidak sadarkan diri dan tidak tahu lagi jalan menuju rumahnya.
Jerman dan Jepang, dikatakan sebagai contoh negara yang maju, dari sudut pandang ekonomi, negara maju adalah negara yang mempunyai tingkat pendapatan perkapita penduduk tinggi, penganguran sedikit, perekonomiannya stabil, keamanan terjamin, dan seterusnya. namun benarkah bahwasanya kemajuan ekonomi, gedung yang megah dan mentereng, disiplin dalam bekerja, dll...pada akhirnya harus berakhir pada "hilangnya kesadaran" di akhir pekan?, dan semakin tingginya angka orang yang bunuh diri ?...saya rasa tidak !.
Saya sangat sepakat bahwa perekonomian suatu negara perlu dibangun sekuat tenaga agar masyarakat sejahtera, setiap masyarakat terpenuhi kebutuhan pokoknya (makan, rumah, kesehatan, pendidikan), kondisi ekonomi stabil, kondisi politik stabil, terjadi pemerataan pembangunan, keamanan terjaga dengan baik, namun jangan dilupakan pula bahwa manusia adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi dengan lingkungannya, saat yang sama manusia adalah makhluk religius yang butuh pasokan makanan ruhani.
Dengan cara inilah akhirnya, manusia menjadi sempurna, sehingga bekerja keras, berinteraksi secara sosial, mempunyai agama yang kuat menjadi budaya keseharian. untuk itu perlu saya tuliskan alternatif aktivitas yang bisa anda lakukan sebagai seorang yang maju, modern dan religius, sebagai berikut:
pertama, bangunlah 1 jam sebelum waktu shubuh, nah gunakan waktu ini untuk sholat tahajud, witir dan sholat-sholat sunnah lainnya, jika masih ada waktu sebelum sholat shubuh maka gunakan juga waktu untuk membaca al qur'an, muhasabah (evaluasi diri) , menghapal al-Qur'an, menulis atau aktifitas bermanfaat lainnya.
kedua, beberapa saat sebelum sholat shubuh, jangan lewatkan untuk melakukan sholat sunnah qobla shubuh, dan dianjurkan bagi anda yang laki-laki untuk sholat shubuh berjama'ah di Masjid.
ketiga, setelah sholat shubuh di masjid, berdzikirlah terlebih dahulu, sangat dianjurkan anda berdzikir al -matsurat kubro (yaitu kumpulan dzikir dan do'a Rasululllah yang telah disusun oleh Iman Hasan al-Banna), jika memungkinkan, maka berdzikirlah dimasjid sampai waktu dhuha, dan sholat dhuhalah terlebih dahulu, setelah itu anda pulang kerumah, siap-siap untuk berangkat beraktifitas.
keempat, sesampainya anda ketempat aktifitas, maka lakukanlah dengan optimal dan fokus, dengan cara itu maka anda akan menjadi pribadi unggulan dan berprestasi. Pada waktu sholat usahakan untuk sholat jama'ah di masjid, setelah itu berdo'a dan berdzikir sebentar, akan sangat baik membaca al-Qur'an beberapa saat. Idealnya anda mempunyai target membaca al-Qur'an dalam sehari, misalnya 1 juz (sekitar 20 halaman).
kelima, pulang dari aktifitas anda seharian, tentunya letih, maka jangan lupa untuk menyempatkan diri untuk sholat maghrib dan Isya di Masjid, disela menunggu sholat Isya, anda bisa mengisi waktu dengan membaca dzikir al-matsurat kubro, dan membaca al-Qur'an. Kemudian makan malam bersama keluarga, disertai obrolan ringan dengan anak-anak dan keluarga, termasuk mencari tahu perkembangan tumbuh kembang dan pendidikan anak.
Untuk Jadwal sholat, beruntunglah bagi anda yang saat ini berada di Indonesia, karena jadwal sholat relatif tidak berubah terlalu signifikan, namun bagi kami yang saat ini tinggal di Eropa, jadwal sholat sangat tergantung musim, saat ini musim semi menuju panas, maka antara jadwal sholat Maghrib, Isya dan Shubuh menjadi lahan jihad tersendiri bagi kami, karena Maghrib pukul 21.48 CET, Isya 23.48 CET dan mulai pukul 02.46 CET sudah masuk waktu Shubuh. Maka lakukanlah penyesuaian didasarkan amalan yg ingin anda lakukan.
Untuk Jadwal sholat, beruntunglah bagi anda yang saat ini berada di Indonesia, karena jadwal sholat relatif tidak berubah terlalu signifikan, namun bagi kami yang saat ini tinggal di Eropa, jadwal sholat sangat tergantung musim, saat ini musim semi menuju panas, maka antara jadwal sholat Maghrib, Isya dan Shubuh menjadi lahan jihad tersendiri bagi kami, karena Maghrib pukul 21.48 CET, Isya 23.48 CET dan mulai pukul 02.46 CET sudah masuk waktu Shubuh. Maka lakukanlah penyesuaian didasarkan amalan yg ingin anda lakukan.
keenam, istirahatlah lebih awal, karena tubuh anda mempunyai hak untuk beristirahat, sampai anda bangun lagi sebelum shubuh.
ketujuh, pada akhir pekan, gunakan waktu anda untuk menambah ilmu agama, misalnya dengan mengikuti pengajian rutin yang sistematis pada setiap pekannya, sesekali juga diadakan rihlah (wisata) bersama keluarga, aktiflah di lingkungan tempat tinggal dan keluarga anda.
Untuk menjaga kebugaran, sangat dianjurkan menghidupkan budaya berolah raga, minimal sekali dalam sepekan, kemudian upayakan untuk puasa sunnah Senin dan Kamis. Selanjutnya bersama keluarga, rencanakan untuk haji minimal sekali, kemudian lakukan perjalanan ke bumi Allah lainnya, agar anda re fresh dan lebih banyak pengalaman dan pengetahuan yang anda dapatkan, dengan cara seperti itu semoga anda menjadi pribadi yang bijak, unggul dan berkontribusi positif bagi pengembangan bangsa dan agama.
Agar anda lebih mudah melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi amalan yang dilakukan sehari-hari, ada baiknya anda mempunyai lembaran evaluasi yang bisa anda buat secara mandiri dan anda evaluasi secara berkala (bisa harian atau pekanan), dan ajak teman-teman di pengajian anda untuk sama-sama memotivasi, mengingatkan dan mengevaluasi.
Dan tak kalah pentingnya adalah, jadilah pribadi yang maju, modern, dan religius, agar anda mendapatkan kesuksesan duniawi dan kesuksesan pada kehidupan abadi kelak. Amin ya robbil alamin.
Dan tak kalah pentingnya adalah, jadilah pribadi yang maju, modern, dan religius, agar anda mendapatkan kesuksesan duniawi dan kesuksesan pada kehidupan abadi kelak. Amin ya robbil alamin.
semoga bermanfaat.
Hannover, Musim semi, 22 Juni 2012, pukul 09.05 CET.
Mungkin dari judulnya saja, ada yang bilang...ya jelaslah...karena berjauhan, beda benua, beda warna kulit, dan seterusnya. Tulisan ini saya tulis dengan harapan menjadi informasi awal, bagi anda yang ingin sekolah, kerja atau berkunjung ke Jerman. Namun tulisan ini tidak mampu menangkap semua perbedaan budaya yang ada, kemudian saya dasarkan dari pengalaman yang saya rasakan dan alami selama saya di Jerman, artinya tentunya ada subyektifitas saya sebagai penulis, dan bisa jadi juga terjadi perbedaan antara satu negara bagian dengan negara bagian lainnya. Saya tinggal di Hannover, ibukota negara bagian Niedersachsen.
Beberapa point penting yang bisa saya tuliskan, dari yang serius sampai yang mungkin bagi sebagian orang tidak penting, saya coba rangkum seperti berikut ini.
Beberapa point penting yang bisa saya tuliskan, dari yang serius sampai yang mungkin bagi sebagian orang tidak penting, saya coba rangkum seperti berikut ini.
Budaya Belajar
Sejauh pengamatan yang saya lakukan, budaya belajar di Jerman sangat baik, salah satu indikasinya adalah walaupun hari libur (Sabtu - Minggu), namun perpustakaan tetap buka, dan pengunjung tetap ramai, jangan kaget jika anda susah mencari tempat duduk, untuk belajar. Semangat kemandirian, tepat waktu, inisiatif dan kreatif merupakan semangat yang sangat ditumbuh kembangkan di Jerman. Bagi anda yang datang ke Jerman untuk belajar, maka jangan terlalu banyak tergantung kepada orang lain, anda harus mandiri, mencari sendiri apa yang anda butuhkan, artinya maju tidaknya anda, tergantung upaya yang anda lakukan, termasuk juga , jangan terlalu berharap banyak pada profesor pembimbing anda. Berupayalah untuk tepat waktu dalam berbagai kesempatan, karena budaya tepat waktu sudah menjadi budaya yang melekat dalam keseharian masyarakat.
Lokasi kampus
Universitas dan pusat penelitian di Jerman tersebar dengan merata ke semua wilayah di Jerman, dengan kualitas yang standar nasional Jerman. walaupun anda kuliah di kota kecil, bahkan bisa juga disebut kampung, namun tetap saja kualitas universitas atau pusat penelitian di kota kecil tersebut berkualitas sangat tinggi, namun bagi anda yang dari Indonesianya berasal dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surbaya, Medan, dll, maka jangan kaget kalau ternyata kampus yang anda tuju berada di kota kecil yang penduduknya bisa jadi sebanyak satu kecamatan di Jakarta, artinya dari awal anda siap menghadapi bahwa kota yang anda datangi adalah kota kecil. Suatu hari ada mahasiswa master dari Indonesia kuliah di kota dimana untuk mendapatkan sinyal handphone pun susah. namun sekali lagi kualitas universitasnya tetap tinggi. Namun ada juga kota-kota besar seperti Berlin, Hamburg, Frankfurt, dll. kalau kota saya tinggal kota menengah, tidak besar dan tidak pula kampung.
Transportasi
Untuk transportasi, salah satu andalan di Jerman adalah kereta api, semua jadwal dan harga kereta api antar kota, bisa anda lihat di www.bahn.de , di web ini, anda bisa mendapatkan semua informasi jadwal dan harga tiket kereta antar kota ke seluruh Jerman, bahkan ke eropa. Bagi anda mahasiswa cukup banyak paket discount (anggebot), yang diberikan pengelola kereta api bagi anda, tinggal kesigapan anda mencari dan berselancar di web kereta api Jerman. Kemudian juga penting untuk diperhatikan, jadwal kereta api di Jerman, hampir seluruhnya tepat waktu, artinya jika anda terlambat beberapa detik saja, anda bisa di tinggalkan, tidak ada istilah toleransi.
Masjid dan Jadwal Sholat.
Jangan anda kaget jika, tidak menemukan bangunan masjid seperti layaknya di Indonesia, karena sebagian besar masjid di Jerman adalah bagian dari bangunan yang ada ruang luas yang dijadikan masjid, jadi dari luar tidak kelihatan seperti masjid, namun jika anda masuk ke dalam, anda akan mendapatkan masjid, yang karpetnya bagus, dan bersih. Cuma ada beberapa buah masjid saja di jerman, yang dari luarnya kelihat memang berbentuk masjid, seperti di Darmstat. Untuk jadwal sholat jauh berbeda dengan di Indonesia, awal saya sampai di Jerman, waktu itu musim dingin, pukul 04.30 CET, saya sudah sholat shubuh, padahal ternyata pada musim dingin sholat shubuh baru masuk pukul 06.00 lebih, dan ini terus berubah sesuai musim, untuk itu anda bisa melihat jadwal sholat di www.islamicfinder.org, tinggal anda lihat kota dimana anda berada. kemudian juga unik adalah, kalau anda sholat shubuh di masjid, sebagian besar masjid komunitas Turki (setahu saya masjid yg paling banyak di Jerman, adalah masjid komunitas Turki) baru melaksanakan sholat shubuh 30 menit sebelum fajar. dengan demikian walaupun waktu sholat shubuh misalnya sudah masuk pukul 04.00 CET, dan waktu Fajar 05.49 CET, maka sholat shubuh berjama'ah baru dimulai pukul 05.15 CET. Beberapa kali orang Indonesia yang baru sampai di Jerman, sholat shubuh di masjid komunitas Turki, bingung dengan kondisi ini, namun begitulah budaya mereka.
Minimarket/Supermarket
Kalau anda punya kebiasaan pada hari minggu mau jalan-jalan ke mall dan belanja, maka selama anda di Jerman, anda harus merubah kebiasaan tersebut, karena hampir semua mall dan pusat perbelanjaan pada hari minggu libur, kecuali di central station (haupbahnhoft), itupun tidak semua central station ada minimarketnya, namun di beberapa kota besar, biasanya ada minimarket dan beberapa toko di central station yang buka, nah kalau ada keperluan mendesak, anda bisa datang ke central station nya untuk belanja kebutuhan pokok.
Pfand
Kalau anda membeli air mineral dan minuman lainnya, jangan serta merta membuang botolnya, karena sebagian besar minuman dikemas dengan botol untuk di daur ulang, dan ketika anda membelinya harga jual sudah termasuk harga untuk proses daur ulang. Agar anda mudah mengenali apakah minuman yang anda beli bisa dikembalikan ke toko/mesin, maka anda tinggal mengamati botol anda, apakah ada tanda pfandnya atau tidak, jika ada tanda seperti digambar, maka itu berarti anda bisa menukarkannya kembali ke toko atau ke mesin (seperti mesin ATM) disetiap tempat yang telah disediakan, biasanya di minimarket seperti Penny, Rosman, Netto, dll. Setiap botol yang anda tukarkan anda mendapatkan pengembalian uang sebesar 0,25 euro. jadi lumayan kan...bisa digunakan untuk beli air mineral kembali.
Tetangga
Pada prinsipnya orang Jerman cukup ramah, namun tetap berhati-hatilah dengan tetangga anda, karena bisa jadi kalau anda terlalu brisik, maka pintu anda diketuk dan disuruh diam, atau pernah juga ada cerita, orang Indonesia yang dilaporkan polisi oleh tetangganya karena di anggap terlalu brisik, atau anaknya terlalu ribut. Untuk anda yang membawa keluarga dan punya anak-anak kecil selama di Jerman, sangat disarankan berhati-hati memilih rumah tempat tinggal, salah satu yang harus diperhatikan adalah siapa tetangga anda, apakah akan terganggu atau tidak dengan suara anak-anak anda. saya menyarankan untuk mencari rumah dimana tetangga anda juga mempunyai keluarga dan anak-anak, syukur-syukur tetangga anda juga berasal dari luar Jerman. kondisi ini relatif lebih aman bagi kenyamanan keluarga anda.
Toilet
Toilet di Jerman adalah Toliet kering dan tentunya bersih, namun biasanya tidak tersedia alat untuk "cebok". Bagi anda yang belum terbiasa, ini agak menyulitkan, yang tersedia dan banyak adalah tisu. pada awalnya mungkin merepotkan, namun seiring dengan waktu, anda harus mampu menyesuaikan diri, kalau di rumah anda sendiri, maka anda bisa membeli tambahan alat untuk cebok, kalau di masjid-masjid biasanya ada air dan alat yg bisa digunakan untuk bersuci.
Membuang ingus
Jangan kaget, ketika anda makan, disekitar anda ada yang membuang ingus, dengan cara menutup hidungnya dengan tisu, dan itu biasa. Bahkan tisu yang di gunakan tersebut, disimpan di dalam kantong, dan nanti bisa digunakan lagi. ya...mau tidak mau anda harus membiasakan diri, melihat dan mendengar orang membuang ingus dimana pun, termasuk di perpustakaan, di kampus, dll. Sampai sekarang saya sendiri masih geli mendengar dan melihat budaya ini, namun ya di upayakan menjadi biasa.
Sementara ini, beberapa catatan ringan, tentang beberapa budaya yang menurut saya berbeda dengan Indonesia, semoga memberikan informasi awal bagi siapa saja yang akan dan baru datang di Jerman.
Semoga bermanfaat
Hannover, Musim semi, Juni 2012
Lokasi kampus
Universitas dan pusat penelitian di Jerman tersebar dengan merata ke semua wilayah di Jerman, dengan kualitas yang standar nasional Jerman. walaupun anda kuliah di kota kecil, bahkan bisa juga disebut kampung, namun tetap saja kualitas universitas atau pusat penelitian di kota kecil tersebut berkualitas sangat tinggi, namun bagi anda yang dari Indonesianya berasal dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surbaya, Medan, dll, maka jangan kaget kalau ternyata kampus yang anda tuju berada di kota kecil yang penduduknya bisa jadi sebanyak satu kecamatan di Jakarta, artinya dari awal anda siap menghadapi bahwa kota yang anda datangi adalah kota kecil. Suatu hari ada mahasiswa master dari Indonesia kuliah di kota dimana untuk mendapatkan sinyal handphone pun susah. namun sekali lagi kualitas universitasnya tetap tinggi. Namun ada juga kota-kota besar seperti Berlin, Hamburg, Frankfurt, dll. kalau kota saya tinggal kota menengah, tidak besar dan tidak pula kampung.
Transportasi
Untuk transportasi, salah satu andalan di Jerman adalah kereta api, semua jadwal dan harga kereta api antar kota, bisa anda lihat di www.bahn.de , di web ini, anda bisa mendapatkan semua informasi jadwal dan harga tiket kereta antar kota ke seluruh Jerman, bahkan ke eropa. Bagi anda mahasiswa cukup banyak paket discount (anggebot), yang diberikan pengelola kereta api bagi anda, tinggal kesigapan anda mencari dan berselancar di web kereta api Jerman. Kemudian juga penting untuk diperhatikan, jadwal kereta api di Jerman, hampir seluruhnya tepat waktu, artinya jika anda terlambat beberapa detik saja, anda bisa di tinggalkan, tidak ada istilah toleransi.
Masjid dan Jadwal Sholat.
Jangan anda kaget jika, tidak menemukan bangunan masjid seperti layaknya di Indonesia, karena sebagian besar masjid di Jerman adalah bagian dari bangunan yang ada ruang luas yang dijadikan masjid, jadi dari luar tidak kelihatan seperti masjid, namun jika anda masuk ke dalam, anda akan mendapatkan masjid, yang karpetnya bagus, dan bersih. Cuma ada beberapa buah masjid saja di jerman, yang dari luarnya kelihat memang berbentuk masjid, seperti di Darmstat. Untuk jadwal sholat jauh berbeda dengan di Indonesia, awal saya sampai di Jerman, waktu itu musim dingin, pukul 04.30 CET, saya sudah sholat shubuh, padahal ternyata pada musim dingin sholat shubuh baru masuk pukul 06.00 lebih, dan ini terus berubah sesuai musim, untuk itu anda bisa melihat jadwal sholat di www.islamicfinder.org, tinggal anda lihat kota dimana anda berada. kemudian juga unik adalah, kalau anda sholat shubuh di masjid, sebagian besar masjid komunitas Turki (setahu saya masjid yg paling banyak di Jerman, adalah masjid komunitas Turki) baru melaksanakan sholat shubuh 30 menit sebelum fajar. dengan demikian walaupun waktu sholat shubuh misalnya sudah masuk pukul 04.00 CET, dan waktu Fajar 05.49 CET, maka sholat shubuh berjama'ah baru dimulai pukul 05.15 CET. Beberapa kali orang Indonesia yang baru sampai di Jerman, sholat shubuh di masjid komunitas Turki, bingung dengan kondisi ini, namun begitulah budaya mereka.
Minimarket/Supermarket
Kalau anda punya kebiasaan pada hari minggu mau jalan-jalan ke mall dan belanja, maka selama anda di Jerman, anda harus merubah kebiasaan tersebut, karena hampir semua mall dan pusat perbelanjaan pada hari minggu libur, kecuali di central station (haupbahnhoft), itupun tidak semua central station ada minimarketnya, namun di beberapa kota besar, biasanya ada minimarket dan beberapa toko di central station yang buka, nah kalau ada keperluan mendesak, anda bisa datang ke central station nya untuk belanja kebutuhan pokok.
Pfand
Kalau anda membeli air mineral dan minuman lainnya, jangan serta merta membuang botolnya, karena sebagian besar minuman dikemas dengan botol untuk di daur ulang, dan ketika anda membelinya harga jual sudah termasuk harga untuk proses daur ulang. Agar anda mudah mengenali apakah minuman yang anda beli bisa dikembalikan ke toko/mesin, maka anda tinggal mengamati botol anda, apakah ada tanda pfandnya atau tidak, jika ada tanda seperti digambar, maka itu berarti anda bisa menukarkannya kembali ke toko atau ke mesin (seperti mesin ATM) disetiap tempat yang telah disediakan, biasanya di minimarket seperti Penny, Rosman, Netto, dll. Setiap botol yang anda tukarkan anda mendapatkan pengembalian uang sebesar 0,25 euro. jadi lumayan kan...bisa digunakan untuk beli air mineral kembali.
Tetangga
Pada prinsipnya orang Jerman cukup ramah, namun tetap berhati-hatilah dengan tetangga anda, karena bisa jadi kalau anda terlalu brisik, maka pintu anda diketuk dan disuruh diam, atau pernah juga ada cerita, orang Indonesia yang dilaporkan polisi oleh tetangganya karena di anggap terlalu brisik, atau anaknya terlalu ribut. Untuk anda yang membawa keluarga dan punya anak-anak kecil selama di Jerman, sangat disarankan berhati-hati memilih rumah tempat tinggal, salah satu yang harus diperhatikan adalah siapa tetangga anda, apakah akan terganggu atau tidak dengan suara anak-anak anda. saya menyarankan untuk mencari rumah dimana tetangga anda juga mempunyai keluarga dan anak-anak, syukur-syukur tetangga anda juga berasal dari luar Jerman. kondisi ini relatif lebih aman bagi kenyamanan keluarga anda.
Toilet
Toilet di Jerman adalah Toliet kering dan tentunya bersih, namun biasanya tidak tersedia alat untuk "cebok". Bagi anda yang belum terbiasa, ini agak menyulitkan, yang tersedia dan banyak adalah tisu. pada awalnya mungkin merepotkan, namun seiring dengan waktu, anda harus mampu menyesuaikan diri, kalau di rumah anda sendiri, maka anda bisa membeli tambahan alat untuk cebok, kalau di masjid-masjid biasanya ada air dan alat yg bisa digunakan untuk bersuci.
Membuang ingus
Jangan kaget, ketika anda makan, disekitar anda ada yang membuang ingus, dengan cara menutup hidungnya dengan tisu, dan itu biasa. Bahkan tisu yang di gunakan tersebut, disimpan di dalam kantong, dan nanti bisa digunakan lagi. ya...mau tidak mau anda harus membiasakan diri, melihat dan mendengar orang membuang ingus dimana pun, termasuk di perpustakaan, di kampus, dll. Sampai sekarang saya sendiri masih geli mendengar dan melihat budaya ini, namun ya di upayakan menjadi biasa.
Sementara ini, beberapa catatan ringan, tentang beberapa budaya yang menurut saya berbeda dengan Indonesia, semoga memberikan informasi awal bagi siapa saja yang akan dan baru datang di Jerman.
Semoga bermanfaat
Hannover, Musim semi, Juni 2012
![]() |
Oleh: Jaharuddin
Akhir-akhir ini negara Indonesia banyak dirundung masalah politik, ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Padahal masalah-masalah ini menjadi sangat penting dalam pembangunan bangsa. Namun dibalik berbagai masalah tersebut terdapat peluang besar dan menantang bagi generasi muda Indonesia. bukankah kita belajar, tidak ada kesuksesan gemilang dalam berbagai hal tanpa diawali dengan masalah.
Dengan masalah,, akhirnya timbul alternatif solusi, semakin besar masalah semakin banyak alternatif solusi yang bisa dihidangkan sebagai solusi. Untuk masalah kesehatan dan pendidikan, pengadaan rumah sakit dan pendidikan gratis bisa menjadi alternatif solusi. Saya tidak bermaksud melempar masalah itu kepada pihak manapun, namun seharusnya pemerintahlah yang terdepan dalam pengadaan masalah ini.
Rumah Sakit Gratis
Mengapa rumah sakit gratis, karena dengan sistim yang sekarang, masyarakat diberikan kartu untuk berobat gratis, dengan persyaratan masyarakat miskin. Sadar tidak sadar program ini merendahkan martabat sekelompok masyarakat, pemerintah "menghina" masyarakatnya sendiri, atau dengan kata lain, pemerintah mengakui bahwa pemerintah telah gagal dalam menghilangkan kelompok miskin. Bukankah seharusnya masyarakat dibangun percaya diri dan harga dirinya (Izzah) oleh pemerintah.
Alasan lain, layanan kesehatan yang baik berkualitas dan bisa dijangkau oleh masyarakat bukan hanya untuk golongan tertentu saja, layanan kesehatan merupakan hak setiap warga negara, tidak peduli anda kaya secara materi atau belum.
Dengan sistim rumah sakit gratis, akan mengurangi upaya pihak tertentu yang menjadikan kesehatan menjadi komunitas perdagangan, dengan dalih layanan yang lebih baik, cepat, bersih dan lain-lain, sebagian orang menjadikan rumah sakit sebagai salah satu alternatif bisnis. Seharusnya ada perasaan malu dan tidak elok, jika ada pihak yang mengeruk keuntungan dengan "menjual" jasa kesehatan, mulai dari para pengusaha, dokter, perusahaan farmasi, assuransi, dan semua pihak yang terkait dengan dunia kesehatan.
Dengan adanya rumah sakit gratis, maka sistim "menjual" jasa kesehatan, yang semakin mengkhawatirkan dan membebani masyarakat, setahap demi setahap bisa dihilangkan. Kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan dipenuhi dengan baik dan layak oleh pemerintah.
Pendidikan Gratis
Sama halnya dengan kesehatan, maka pendidikan merupakan hak setiap warga negara, dan merupakan salah satu cara yang paling ampuh, mengeluarkan masyarakat dari keterbelakangan. dengan demikian menjadi kewajiban pemerintah yang diberi amanah oleh masyarakat dalam bentuk kuasa untuk mengelola berbagai potensi bangsa untuk menghadirkan pendidikan gratis, baik dan berkwalitas, bagi seluruh warga negara.
Pendidikan Gratis bukan hanya komoditi politik menjelang pemilu/pilkada, namun pendidikan gratis merupakan amanah pendiri bangsa Indonesia. Melalui pendidikan gratis setiap warga mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkwalitas, dimanapun rakyat berada, konsep rekruitmen siswa yang memperioritaskan masayarakat yang berada di wilayah sekolah berada menjadi konsep yang tetap relevan untuk diterapkan. Dalam tahapan ini pemerintah mempunyai kepedulian yang tinggi dan merasa bersalah jika masih ada rakyatnya tidak bersekolah, jika perlu polisi dan aparat negara, dilibatkan dalam memantau anak-anak umur sekolah pada jam sekolah yang tidak sekolah, kalau perlu diminta klarifikasi dari orang tuanya, dan jika benar seorang anak umur sekolah namun tidak bersekolah, maka orang tuanya bisa dikenakan sanksi.
Selanjutnya, setelah setiap masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan, maka pemerintah harus menyiapkan program "bangga berpendidikan", program ini dirancang agar setiap anak sekolah bangga jika sekolah, caranya adalah memberikan berbagai fasilitas kemudahan bagi setiap orang yang sekolah, misalnya: bantuan dari pemerintah berupa uang kepada orang tua yang mempunyai anak-anak sekolah, gratis transportasi umum bagi anak-anak sekolah, potongan harga bagi anak sekolah jika membeli buku dan kelengkapan sekolah, potongan harga bagi anak-anak sekolah jika membeli kebutuhan pokok (beras, telur, susu, daging, dll), potongan harga bagi anak-anak sekolah yang mau rekreasi ke tempat hiburan edukatif, dll. Singkatnya setiap anak dan orang tua merasa terbantu jika mempunyai anak yang sekolah.
Bagaimana caranya?
Mulailah, membuat proyek percontohan, dengan cara menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), menjadi rumah sakit gratis untuk semua warga negara, dan pastikan para dokter, karyawan di gaji dengan sangat layak. dan pemerintah juga berupaya untuk memaksimalkan pengadaaan fasilitas yang terbaik bagi warga negaranya.
Setelah pemerintah sukses dengan menjadikan RSUD menjadi percontohan, maka secara bertahap pemerintah harus mengembangkannya ke pelosok daerah, dengan cara menjadikan puskesmas sebagai rumah sakit gratis, dengan layanan yang prima, jauh lebih baik dari saat ini, misalnya dengan menyediakan dokter spesialis, rawat inap setara rumah sakit swasta, dan pelayanan rumah sakit swasta standar internasional.
Untuk pendidikan, hal yang sama juga dilakukan dengan masif, pastikan tidak ada biaya sepeserpun yang dibebankan kepada siswa, siswa belajar dengan ceria, setiap orang tua merasa terbantu dengan anaknya yang bersekolah.
Darimana dananya?
Pemerintah sudah puluhan tahun, menyusun anggaran dengan cara menyusun program terlebih dahulu, artinya kalau pemerintah yakin bahwa rumah sakit gratis dand pendidikan gratis menjadi penting, mendesak dan kebutuhan utama masyarakat, maka tinggal dibuat hirung-hitungan berapa dana APBN/APBD yang dibutuhkan untuk program tersebut, dan selanjutnya tinggal mencari sumber pembiayaan.
Saya sangat berkeyakinan, jika pemerintah mempunyai ikhtiar yang kuat untuk melaksanakan program ini, jangan-jangan dengan melakukan relokasi distribusi anggaran pendapatan dan belanja negara saja, program ini sudah bisa dilaksanakan, sebagai contoh, dengan cara re distribusi anggaran fasilitas pejabat negara, ke program ini.
Kemudian, saat yang sama harus ada upaya-upaya mengali potensi pendanaan baru, misalnya optimalisasi zakat,Infaq, shadaqah dan wakaf. Saat yang sama, jangan terlalu banyak membebankan pajak pada masyarakat, karena pada prinsipnya pajak yang tinggi dan banyak, akan mengurangi gairah masyarakat dalam berusaha dan bekerja.
Mungkin ada yang berfikir, wah berat amat amanah yang diberikan kepada pejabat negara?, hal inilah yang seharusnya disadari oleh setiap orang yang akan menjadi pejabat negara, menjadi pejabat negara adalah amanah untuk bekerja keras, berbuat maksimal dalam rangka membuat sejahtera dan bahagia stake holder utama bangsa yaitu rakyat banyak. Maka, seharusnya yang terjadi adalah orang tidak berebut menjadi pejabat negara, karena tahu konsekuensi logis menjadi pejabat negara, menjadi pejabat negara adalah peran berkontribusi maksimal, bukan kesempatan untuk menambah kekayaan pribadi, namun kesempatan untuk memberikan kekayaan pribadi untuk diberikan ke masyarakat banyak.
Idealnya, jika seorang pejabat sudah menjabat selama 5 tahun di pemerintahan, maka dilaporan kekayaannya, kelihatan bahwa kekayaannya berkurang sekian triliun....bukan malah bertambah.....?
Saat ini diperlukan inisiator dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta untuk memberi contoh pada banyak orang bahwa rumah sakit gratis dan pendidikan gratis bukan utopia, tetapi merupakan program yang layak dan bisa dilaksanakan. Saat ini Rumah Sehat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, sudah mulai memberikan contoh dari rumah sakit gratis, begitu juga Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Republika, di sisi pendidikan beberapa LSM sudah menginisiasi munculnya sekolah gratis di beberapa daerah. Dengan mengelola dana masyarakat dan dana pribadi, lembaga-lembaga tersebut mampu melaksanakan program ini. Kenapa pemerintah yang mempunyai dana di APBN/APBD tidak mampu?. Mari bersama-sama mengazzamkan diri untuk menjadi bagian solusi dari masalah ini. Akhirnya kita berharap Indonesia berproses menjadi negara kuat dan maju, dengan tetap menjaga karakteristik bangsa yang besar dan majemuk. majulah Indonesiaku. Amin ya robbil alamin.
Semoga bermanfaat.
Musim semi, Hannover, 14 Juni 2012, pukul 15.07 CET.
Rumah Sakit Gratis
Mengapa rumah sakit gratis, karena dengan sistim yang sekarang, masyarakat diberikan kartu untuk berobat gratis, dengan persyaratan masyarakat miskin. Sadar tidak sadar program ini merendahkan martabat sekelompok masyarakat, pemerintah "menghina" masyarakatnya sendiri, atau dengan kata lain, pemerintah mengakui bahwa pemerintah telah gagal dalam menghilangkan kelompok miskin. Bukankah seharusnya masyarakat dibangun percaya diri dan harga dirinya (Izzah) oleh pemerintah.
Alasan lain, layanan kesehatan yang baik berkualitas dan bisa dijangkau oleh masyarakat bukan hanya untuk golongan tertentu saja, layanan kesehatan merupakan hak setiap warga negara, tidak peduli anda kaya secara materi atau belum.
Dengan sistim rumah sakit gratis, akan mengurangi upaya pihak tertentu yang menjadikan kesehatan menjadi komunitas perdagangan, dengan dalih layanan yang lebih baik, cepat, bersih dan lain-lain, sebagian orang menjadikan rumah sakit sebagai salah satu alternatif bisnis. Seharusnya ada perasaan malu dan tidak elok, jika ada pihak yang mengeruk keuntungan dengan "menjual" jasa kesehatan, mulai dari para pengusaha, dokter, perusahaan farmasi, assuransi, dan semua pihak yang terkait dengan dunia kesehatan.
Dengan adanya rumah sakit gratis, maka sistim "menjual" jasa kesehatan, yang semakin mengkhawatirkan dan membebani masyarakat, setahap demi setahap bisa dihilangkan. Kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan dipenuhi dengan baik dan layak oleh pemerintah.
Pendidikan Gratis
Sama halnya dengan kesehatan, maka pendidikan merupakan hak setiap warga negara, dan merupakan salah satu cara yang paling ampuh, mengeluarkan masyarakat dari keterbelakangan. dengan demikian menjadi kewajiban pemerintah yang diberi amanah oleh masyarakat dalam bentuk kuasa untuk mengelola berbagai potensi bangsa untuk menghadirkan pendidikan gratis, baik dan berkwalitas, bagi seluruh warga negara.
Pendidikan Gratis bukan hanya komoditi politik menjelang pemilu/pilkada, namun pendidikan gratis merupakan amanah pendiri bangsa Indonesia. Melalui pendidikan gratis setiap warga mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkwalitas, dimanapun rakyat berada, konsep rekruitmen siswa yang memperioritaskan masayarakat yang berada di wilayah sekolah berada menjadi konsep yang tetap relevan untuk diterapkan. Dalam tahapan ini pemerintah mempunyai kepedulian yang tinggi dan merasa bersalah jika masih ada rakyatnya tidak bersekolah, jika perlu polisi dan aparat negara, dilibatkan dalam memantau anak-anak umur sekolah pada jam sekolah yang tidak sekolah, kalau perlu diminta klarifikasi dari orang tuanya, dan jika benar seorang anak umur sekolah namun tidak bersekolah, maka orang tuanya bisa dikenakan sanksi.
Selanjutnya, setelah setiap masyarakat mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan, maka pemerintah harus menyiapkan program "bangga berpendidikan", program ini dirancang agar setiap anak sekolah bangga jika sekolah, caranya adalah memberikan berbagai fasilitas kemudahan bagi setiap orang yang sekolah, misalnya: bantuan dari pemerintah berupa uang kepada orang tua yang mempunyai anak-anak sekolah, gratis transportasi umum bagi anak-anak sekolah, potongan harga bagi anak sekolah jika membeli buku dan kelengkapan sekolah, potongan harga bagi anak-anak sekolah jika membeli kebutuhan pokok (beras, telur, susu, daging, dll), potongan harga bagi anak-anak sekolah yang mau rekreasi ke tempat hiburan edukatif, dll. Singkatnya setiap anak dan orang tua merasa terbantu jika mempunyai anak yang sekolah.
Bagaimana caranya?
Mulailah, membuat proyek percontohan, dengan cara menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), menjadi rumah sakit gratis untuk semua warga negara, dan pastikan para dokter, karyawan di gaji dengan sangat layak. dan pemerintah juga berupaya untuk memaksimalkan pengadaaan fasilitas yang terbaik bagi warga negaranya.
Setelah pemerintah sukses dengan menjadikan RSUD menjadi percontohan, maka secara bertahap pemerintah harus mengembangkannya ke pelosok daerah, dengan cara menjadikan puskesmas sebagai rumah sakit gratis, dengan layanan yang prima, jauh lebih baik dari saat ini, misalnya dengan menyediakan dokter spesialis, rawat inap setara rumah sakit swasta, dan pelayanan rumah sakit swasta standar internasional.
Untuk pendidikan, hal yang sama juga dilakukan dengan masif, pastikan tidak ada biaya sepeserpun yang dibebankan kepada siswa, siswa belajar dengan ceria, setiap orang tua merasa terbantu dengan anaknya yang bersekolah.
Darimana dananya?
Pemerintah sudah puluhan tahun, menyusun anggaran dengan cara menyusun program terlebih dahulu, artinya kalau pemerintah yakin bahwa rumah sakit gratis dand pendidikan gratis menjadi penting, mendesak dan kebutuhan utama masyarakat, maka tinggal dibuat hirung-hitungan berapa dana APBN/APBD yang dibutuhkan untuk program tersebut, dan selanjutnya tinggal mencari sumber pembiayaan.
Saya sangat berkeyakinan, jika pemerintah mempunyai ikhtiar yang kuat untuk melaksanakan program ini, jangan-jangan dengan melakukan relokasi distribusi anggaran pendapatan dan belanja negara saja, program ini sudah bisa dilaksanakan, sebagai contoh, dengan cara re distribusi anggaran fasilitas pejabat negara, ke program ini.
Kemudian, saat yang sama harus ada upaya-upaya mengali potensi pendanaan baru, misalnya optimalisasi zakat,Infaq, shadaqah dan wakaf. Saat yang sama, jangan terlalu banyak membebankan pajak pada masyarakat, karena pada prinsipnya pajak yang tinggi dan banyak, akan mengurangi gairah masyarakat dalam berusaha dan bekerja.
Mungkin ada yang berfikir, wah berat amat amanah yang diberikan kepada pejabat negara?, hal inilah yang seharusnya disadari oleh setiap orang yang akan menjadi pejabat negara, menjadi pejabat negara adalah amanah untuk bekerja keras, berbuat maksimal dalam rangka membuat sejahtera dan bahagia stake holder utama bangsa yaitu rakyat banyak. Maka, seharusnya yang terjadi adalah orang tidak berebut menjadi pejabat negara, karena tahu konsekuensi logis menjadi pejabat negara, menjadi pejabat negara adalah peran berkontribusi maksimal, bukan kesempatan untuk menambah kekayaan pribadi, namun kesempatan untuk memberikan kekayaan pribadi untuk diberikan ke masyarakat banyak.
Idealnya, jika seorang pejabat sudah menjabat selama 5 tahun di pemerintahan, maka dilaporan kekayaannya, kelihatan bahwa kekayaannya berkurang sekian triliun....bukan malah bertambah.....?
Saat ini diperlukan inisiator dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta untuk memberi contoh pada banyak orang bahwa rumah sakit gratis dan pendidikan gratis bukan utopia, tetapi merupakan program yang layak dan bisa dilaksanakan. Saat ini Rumah Sehat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, sudah mulai memberikan contoh dari rumah sakit gratis, begitu juga Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Republika, di sisi pendidikan beberapa LSM sudah menginisiasi munculnya sekolah gratis di beberapa daerah. Dengan mengelola dana masyarakat dan dana pribadi, lembaga-lembaga tersebut mampu melaksanakan program ini. Kenapa pemerintah yang mempunyai dana di APBN/APBD tidak mampu?. Mari bersama-sama mengazzamkan diri untuk menjadi bagian solusi dari masalah ini. Akhirnya kita berharap Indonesia berproses menjadi negara kuat dan maju, dengan tetap menjaga karakteristik bangsa yang besar dan majemuk. majulah Indonesiaku. Amin ya robbil alamin.
Semoga bermanfaat.
Musim semi, Hannover, 14 Juni 2012, pukul 15.07 CET.














.svg.png)





