Saya yakin Antum semua di bulan Ramadhan kemarin telah mengkhatamkan Alquran. Tinggal masalahnya, berapa kali khatam?
Ikhwah fillah. Interaksi kita dengan Alquran baru akan terwujud ketika kita merasa dibimbing Alquran dalam setiap interaksi kita, termasuk pengalaman-pengalaman hidup kita. Pola interaksi kita dengan Alquran itulah yang harus kita tingkatkan, agar Alquran benar-benar memberikan bimbingan dan petunjuk kepada kita.
Ikhwah fillah. Salah satu kandungan Alquran adalah sejarah yang berisi fakta-fakta kemudian ditafsirkan. Tujuan utamanya bukan menguasai fakta-fakta itu, tetapi bagaimana kita mengambil pelajaran dari fakta-fakta sejarah tersebut.
Kisah Alquran yang erat kaitannya dengan kehidupan bernegara, di antaranya adalah kisah Nabi Yusuf, Nabi Sulaiman, dan Nabi Musa vs Penguasa kala itu.
Nabi Musa mengajarkan kepada kita tentang bagaimana memposisikan diri sebagai oposisi. Nabi Yusuf mengajarkan kepada kita konsep dan aplikasi tentang "musyarakah" sehingga kisahnya yang berawal di penjara dapat berujung di istana. Berbeda lagi kisah tentang Nabi Sulaiman, yang bercerita tentang bagaimana jika agama telah mampu menguasai negara.
Ketiga cerita tersebut meskipun berbeda, tetapi mempunyai persamaan:
(1) Konflik
Baik ketika beroposisi, bermusyarokah, maupun menguasai negara, konflik itu selalu ada. Bahkan (cikal bakal) konflik antara Nabi Musa dan Fir'aun telah ada jauh sebelum Nabi Musa lahir, yaitu keinginan Fir'aun melenyapkan setiap bayi laki-laki karena dikhawatirkan akan menyingkirkan kekuasaannya.
Konflik adalah salah satu bentuk cobaan Allah kepada manusia. Manusia yang paling keras cobaannya adalah para nabi dan orang-orang yang paling "mirip" dengan para nabi itu (orang-orang shalih).
Konflik itu biasa, bahkan konflik antara Yusuf dan Benyamin (satu ibu-satu bapak) dengan saudara-saudaranya yang juga anak-anak keturunan Nabi (keluarga Yusuf, 4 generasi ke atas adalah Nabi semua) hingga berujung pada skenario pembunuhan. Apalagi hanya dalam sebuah organisasi atau negara. Kata Sayid Qutb: kita tidak bisa memilih untuk tidak berkonflik, yang bisa kita pilih adalah di kubu mana kita berada.
Khusus cerita Yusuf kita dapati konflik terjadi karena kecemburuan akan kadar keikhlasan saudara-saudaranya. Maka, prinsip dakwah kita yang pertama dan utama adalah salamatush-shadr (lapang dada, wujud ukhuwah paling minimal -ed).
(2) Konspirasi
Hal yg patut dicatat: ayat-ayat yang berkaitan dengan konspirasi kepada para nabi itu dikaitkan dengan keimanan kepada Allah dan kepada taqdir, supaya kita punya keyakinan bahwa Allah-lah yang mengendalikan semuanya. Dia-lah sebaik-baik pembuat tipu daya.
Kita lihat bagaimana kisah Nabi Musa yang diselamatkan Allah dengan mengantarkan beliau ke istana Fir'aun melalui Sungai Nil kemudian ditemukan oleh isteri Fir'aun. Siapakah yang mengendalikan pikiran isteri Fir'aun sehingga Musa diselamatkan dan diijinkan menikmati hidup di istana? Bukankah sebelumnya Fir'aun ingin agar setiap bayi laki-laki dibunuh? Mengapa dia justeru setuju untuk membesarkan Musa di istananya? Allah telah mengubah persepsi Fir'aun dan isterinya sehingga menyelisihi niatnya sendiri.
Ingat pertempuran Fir'aun dan Musa, ketika Musa terjepit Ia justru lari ke laut. Logika perang modern dimana-mana kalau terjepit larinya ke gunung atau hutan bukan ke laut. Maka tatkala Fir'aun mengetahui hal itu, ia dan pasukannya besorak karena sangat mudah menghancurkan Musa dan pengikutnya. Tapi Allah punya rencana, diperintahkan Musa memukulkan tongkat ke laut dan terbelah-lah lautan. Fir'aun pun tak sempat berpikir panjang, mengejar ke tengah lautan yang terbuka, dan ia pun binasa ditelan lautan.
Demikian pula, siapakah yang mengendalikan pikiran saudara Yusuf sehingga mereka hanya menceburkan Yusuf ke dalam sumur, dan bukan membunuhnya? Ingat, sebab utama konflik antara Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya adalah KECEMBURUAN, yang berakhir pada konspirasi untuk membunuh Yusuf as.
Jika kita punya kesadaran tentang kekuasaan Allah, tidak boleh ada ancaman yang membuat kita berhenti bergerak dan berjuang. Maka, jangan pernah memandang besar dan kuat terhadap musuh-musuh kita. Allah-lah yang memberikan kita kekuatan dan persepsi itu.
(3) Jarak
Yang dimaksud di sini adalah jarak antara mimpi dan realisasi atas mimpi itu. Kita harus punya optimisme bahwa mimpi kita pasti terwujud. Harus punya nafas perjuangan yang panjang agar mimpi kita terwujud. Berapa lama jarak antara mimpi Nabi Yusuf dan realisasi kekuasaan beliau? Salah satu riwayat menjelaskan, jarak itu adalah 40 tahun. Kesabaran Yusuf itulah yang menjadikannya dimenangkan oleh Allah SWT.
Kesabaran adalah faktor yang sangat penting dalam suatu perjuangan. Kisah nabi Yusuf antara dibuang saudara-saudaranya dengan realitas mimpi ayahnya nabi Yakub, bahwa saudara-saudara akan menyembah/sujud ke nabi Yusuf, adalah sekitar 40 tahun (8x pemilu), riwayat lain 80 tahun (16x pemilu).
Jatuh bangun dalam pilkada, pileg, adalah biasa dalam pendakian menuju kemenangan. Yang pasti, kita harus terus naik, meskipun dlm perjalanan naik itu kadangkala butuh istirahat. Kalaupun kita menang pilkada bahkan memenangkan negara ini masih akan panjang perjuangan (tantangan dan konfliknya). Usai memenangi negara kita harus berjuang dan berkonflik memenangkan tahap berikutnya hingga sampai ustadziyatul ’alam.
Jadi miliki nafas yang panjang, jangan pernah patah arang apalagi hanya karena survey.
Siapa yang akan menang, adalah mereka yang berumur lebih panjang: stamina tetap, teknik semakin baik. Pemimpin Bosnia kala tahun 1994 diwawancarai oleh Fox News ditanya tentang masa depan Bosnia, beliau mengatakan, "Yang memenangi peperangan ini bukanlah yang membunuh lebih banyak jiwa, tetapi siapa yang bisa hidup lebih lama." Fakta sejarah menunjukkan bahwa pada akhirnya Serbia pergi dan Bosnia berdiri merdeka.
Yakinlah kapanpun itu kita akan tetap menang pada akhirnya. Mana lebih lama umur negara atau agama? Imperium Romawi-Yunani sekarang mana? Tapi agama yang dulu pernah mereka kalahkan sampai hari ini masih tetap ada. Maka karena kita berjuang untuk agama ia akan selalu menang! Politisi menciptakan voters, tapi agama menciptakan Followers. Kuat mana voters dan followers?
(4) Mindset
Baik Nabi Yusuf, Musa, maupun Sulaiman, ketiganya punya mindset sebagai PEMENANG, bukan pengabdi. Coba perhatikan, Doa Nabi Sulaiman yang sangat dahsyat: Robbii hablii mulkan laa yanbaghii li ahadin min ba'dii. Sulaiman minta negara dan ia minta negara itu tidak diberikan kepada selainnya.
Kita doanya apa? kita doa minta istri, anak-anak sholeh, dan semua itu diberikan oleh Allah. Tapi pernahkah kita berdoa minta negara?
*Sulaiman bukan hanya minta negara, tapi negara/kekuasaan yang tak diberikan Allah kepada setelahnya*
Kalau kita tak pernah meminta (berdoa) minta negara akankah Allah berikan kita negara ini? Oleh karena itu mari kita tambah doa-doa kita dengan doa Sulaiman.
*Kalau kita minta negara maka Allah akan sertakan segala isinya, tapi kalau kita hanya minta suami, istri, anak sholeh belum tentu negara akan diberikan pada kita. Sulaiman karena doanya itu menurut riwayat istrinya 99, bahkan Daud istrinya 1000*
Berdoalah kepada Allah agar kita diberikan kekuasaan yang dengannya kita memperbaiki umat dan bangsa ini. Bahkan lebih daripada itu, kita akan tunjukkan peran kita di muka bumi ini.
Apakah Antum siap untuk mengubah mindset sebagai pemenang? Apakah Antum siap memenangkan dakwah ini? Yakinkah Antum dengan kemenangan yang akan Allah berikan?
(disampaikan pada Halal bi halal Kader PKS Se-Tangsel. Ciputat, 2 September 2012.)
sumber: http://pksmesir.blogspot.de/2012/09/konflik-konspirasi-jarak-dan-mindset.html
Beberapa waktu yang lalu, Seorang kader dakwah
di Jerman tampak kecewa dengan keputusan jamaah yang memilih mendukung Fauzi Bowo
(Foke), mengeluh galau kepada saya:
Kader: Pak, saya kecewa karena PKS mendukung Foke, seolah melawan arus perubahan yang mendukung Jokowi...Hanya karena Ahok itu kristen...?? Coba lihat di Mesir, Presiden Moersi saja memilih wapresnya seorang Kristen koptik. Itu wapres lho...bukan hanya setingkat wagub. Lalu apa kurang shalehnya ikhwah Mesir...? negeri dimana pusat dakwah ini dimulai dan berkembang. Kenapa kita tidak bisa menjadikan mereka sebagai qudwah..??
Saya: Bak disambar geledek, terus terang saya agak terkejut mendapat pertanyaan itu tiba-tiba.
Saya menjawab: Akhi, itulah bedanya kualitas kader dakwah di Mesir dan kader dakwah di Indonesia, atau kader dakwah dari Indonesia yang sedang di Jerman. Setelah ada keputusan syura, mereka semua sami'na wa atha'na, tidak atau masih mempertentangkan seperti antum. Coba bayangkan, "Mereka disana diinstruksikan untuk MEMILIH WAPRES YANG KRISTEN (aksi aktif) tapi bisa bersepakat untuk itu tapi kita di Jakarta hanya diintruksikan untuk TIDAK MEMILIH SEORANG WAGUB YANG KRISTEN (aksi pasif) saja kita tidak bisa tsiqoh dengan qiyadah kita sendiri", jadi wajar kalau Allah berikan kemenangan bagi ketsiqohan mereka di Mesir sana.
Coba antum renungi kata-kata saya tadi ya akhi...
Sebelumnya, secara pribadi saya juga mendukung Jokowi tapi ketika keputusan telah dibuat oleh majelis syura maka tidak ada lagi pilihan pribadi, berganti dengan keikhlasan untuk menjalankan keputusan syura jama'ah.
Dalam setiap jamaah wajib ada sebuah majelis syura, dan tidak semua orang harus menjadi anggota majelis syura itu. Mereka yang ada dimajelis itu adalah orang-orang terpilih yang diajukan oleh seluruh anggota jamaah, mereka tidak pernah mengajukan diri untuk berada disana. Mereka adalah orang-orang terbaik yang dimiliki jamaah ini.
Sebuah keputusan syura bisa saja salah karena anggotanya bukan barisan para malaikat melainkan manusia biasa tapi itu masih lebih baik dari fikiran-fikiran pribadi dan pembangkangan yang dilakukan jundi-jundinya. Kita harus siap jatuh bangun bersama barisan dakwah ini. Mereka yang tidak siap untuk jatuh bangun bersama jamaah adalah mereka yang tidak cocok berada di jalan dakwah ini.
Pertanyaan berikutnya adalah; sudahkah kita siap untuk tsiqoh kepada qiyadah seperti di Mesir...???
(entah dari mana jawaban ini tiba-tiba hadir ke dalam fikiran saya, saya juga tidak tau. namun satu hal yang pasti, bahwa kita harus siap bila sewaktu-waktu diminta penjelasan oleh kader yang mencintai barisan dakwah ini dengan sifat kritis yg mereka miliki...)
Wallahu'alam....
dikutip dari tulisan seorang sahabat di Niedersachsen, Jerman
Kader: Pak, saya kecewa karena PKS mendukung Foke, seolah melawan arus perubahan yang mendukung Jokowi...Hanya karena Ahok itu kristen...?? Coba lihat di Mesir, Presiden Moersi saja memilih wapresnya seorang Kristen koptik. Itu wapres lho...bukan hanya setingkat wagub. Lalu apa kurang shalehnya ikhwah Mesir...? negeri dimana pusat dakwah ini dimulai dan berkembang. Kenapa kita tidak bisa menjadikan mereka sebagai qudwah..??
Saya: Bak disambar geledek, terus terang saya agak terkejut mendapat pertanyaan itu tiba-tiba.
Saya menjawab: Akhi, itulah bedanya kualitas kader dakwah di Mesir dan kader dakwah di Indonesia, atau kader dakwah dari Indonesia yang sedang di Jerman. Setelah ada keputusan syura, mereka semua sami'na wa atha'na, tidak atau masih mempertentangkan seperti antum. Coba bayangkan, "Mereka disana diinstruksikan untuk MEMILIH WAPRES YANG KRISTEN (aksi aktif) tapi bisa bersepakat untuk itu tapi kita di Jakarta hanya diintruksikan untuk TIDAK MEMILIH SEORANG WAGUB YANG KRISTEN (aksi pasif) saja kita tidak bisa tsiqoh dengan qiyadah kita sendiri", jadi wajar kalau Allah berikan kemenangan bagi ketsiqohan mereka di Mesir sana.
Coba antum renungi kata-kata saya tadi ya akhi...
Sebelumnya, secara pribadi saya juga mendukung Jokowi tapi ketika keputusan telah dibuat oleh majelis syura maka tidak ada lagi pilihan pribadi, berganti dengan keikhlasan untuk menjalankan keputusan syura jama'ah.
Dalam setiap jamaah wajib ada sebuah majelis syura, dan tidak semua orang harus menjadi anggota majelis syura itu. Mereka yang ada dimajelis itu adalah orang-orang terpilih yang diajukan oleh seluruh anggota jamaah, mereka tidak pernah mengajukan diri untuk berada disana. Mereka adalah orang-orang terbaik yang dimiliki jamaah ini.
Disana tentu sudah terjadi diskusi dan
perdebatan tentang manfaat dan mudharat pencalonan ini, baik bagi warga
Jakarta, bagi dakwah, dan pastinya bagi tegaknya agama Allah dibumi Jakarta.
Untuk strategi dan kemashlahatan dakwah, tidak semua hasil dan proses syuro disampaikan
ke semua kader dan masyarakat umum. Perlu kita ingat bahwa setiap organisasi
punya amniah yang harus dijaga, dan itu sangat bisa dimaklumi dan normal-normal
saja.
Sebuah keputusan syura bisa saja salah karena anggotanya bukan barisan para malaikat melainkan manusia biasa tapi itu masih lebih baik dari fikiran-fikiran pribadi dan pembangkangan yang dilakukan jundi-jundinya. Kita harus siap jatuh bangun bersama barisan dakwah ini. Mereka yang tidak siap untuk jatuh bangun bersama jamaah adalah mereka yang tidak cocok berada di jalan dakwah ini.
Pertanyaan berikutnya adalah; sudahkah kita siap untuk tsiqoh kepada qiyadah seperti di Mesir...???
(entah dari mana jawaban ini tiba-tiba hadir ke dalam fikiran saya, saya juga tidak tau. namun satu hal yang pasti, bahwa kita harus siap bila sewaktu-waktu diminta penjelasan oleh kader yang mencintai barisan dakwah ini dengan sifat kritis yg mereka miliki...)
Wallahu'alam....
dikutip dari tulisan seorang sahabat di Niedersachsen, Jerman
26 Syawal 1433H
![]() |
| presseportal.de |
Alhamdulillah, setelah sekian lama menginginkan untuk melihat pesta kembang api di Herrenhauser, Hannover, akhirnya malam ini kesampaian juga. Pesta Kembang api di Herrenhauser ini, merupakan agenda pariwisata pemerintah kota Hannover setiap tahunnya. Biasanya Pesta Kembang Api ini diadakan pada setiap musim Panas sampai musim gugur.
Bagi anda yang mempunyai waktu dan sedang berada di Hannover, saya merekomendasikan untuk melihat event ini, apalagi bagi anda yang berkeluarga dan mempunyai anak kecil, sungguh mnearik dan memberikan hiburan murah meriah kepada keluarga anda. Agenda ini setiap tahunnya diadakan, dan untuk jadwalnya anda bisa melihat di http://www.hannover.de/english/tourism_culture/angebote_reiseveranstalter/Feuerwerk/index.html
sebetulnya agenda tahunan ini juga bagian dari perlombaan, dan setiap kali diadakan akan mewakili negara tertentu, selama musim panas dan gugur diadakan beberapa kali, jadi jangan khwatir , jika anda mau melihatnya tinggal memperhatikan dengan jeli, tanggal-tanggal pelaksanaannya.
![]() |
| pressking.com |
![]() |
| german-property-sales.com |
Hannover
Musim Gugur, 8 September 2012
Pengalaman Mendapat Visa Kumpul Keluarga :
Assalamu'alaikum wr.wb.
Bapak/Ibu dan saudara sekalian warga KMH yang dirahmati Allah, tak terasa sudah setengah bulan kita meninggalkan bulan Ramadhan. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di bulan suci itu mendapat rahmat dan pahala berlimpah dari Allah dan setelahnya kita mampu menjaga amalan-amalan seperti di bulan Ramadhan. Amiin.
Bulan Ramadhan selain merupakan bulan suci yang penuh rahmat, ternyata juga membawa berkah tersendiri bagi kehidupan saya, karena Alhamdulillah setelah proses selama hampir 4 bulan, akhirnya visa keluarga dapat selesai juga dan saya berhasil memboyong keluarga ke hannover. Disini saya ingin sharing sedikit tentang pengalaman saya yang sedikit berliku dalam memperoleh visa untuk keluarga. Semoga pengalaman ini dapat bermanfaat bagi Bapak/Ibu dan saudara sekalian yang ingin mendatangkan family juga ke Hannover.
Pertama, sebelum memasukkan berkas ke kedutaan, ada baiknya kita menyiapkan syarat-syarat sesuai yang tertera di website kedutaan , yaitu :
- Mengisi form aplikasi visa (mengisi form applikasi ini harus asli, tidak boleh difotokopi, formnya bisa saja fotokopi atau hasil print, tapi isiannya harus menggunakan bolpoint asli).
Form bisa didownload di sini (http://www.jakarta.diplo.de/ contentblob/3453968/Daten/ 1926/antrag_national.pdf )
- Menyiapkan foto (harus memenuhi syarat yang sudah ditentukan kedutaan).
Syarat foto seperti tertera di sini (http://www.germanvac-cn.com/ photo.aspx )
- Membawa Paspor.
- Membawa serifikat bahasa Jerman A1 (dalam kasus lain ada yang bisa lolos tanpa sertifikat A1 ini).
- Surat nikah (dilegalisir di Depkumham, Deplu, dan Kedutaan, sebelumnya harus dilegalisir di KUA setempat). Dalam kasus saya, saya pernah tanya langsung ke kedutaan via email, dan mereka jawab tidak perlu, namun hal itu menjadi bomerang bagi saya karena setelah saya apply, imigrasi di Hannover mensyaratkan harus legalisir. Menurut kedutaan di Jakarta, tiap kota mempunyai perlakuan berbeda tentang hal ini (ada yang tidak perlu legalisir).
- Akta lahir bagi anak. (Sama dengan surat nikah akta lahir harus di legalisir, sebelum dibawa ke Jakarta, lebih baik dilegalisir dulu di catatan sipil setempat). Untuk surat nikah dan akta lahir harus di translate ke dalam bahasa Jerman oleh translator yang tersumpah setelah dilegalisir.
Berkas tambahan yang harus dibawa adalah :
- Undangan dari keluarga yang sudah ada di Jerman (undangan ini dibuat personal, waktu saya bawa contoh bahasa Inggris ke Imigrasi di Hannover, mereka meminta untuk merubah dalam bahasa Jerman). Sementara untuk yang akan mengundang keluarga kurang dari 3 bulan (visa turis), harus menggunakan surat undangan dari imigrasi (sudah ada formnya).
- Bukti sewa tempat tinggal (dalam kasus saya waktu itu menggunakan alamat Bischof 431).
- Pernyataan penghasilan.
Setelah kelengkapan tersebut ada, barulah kita dapat apply ke kedutaan. Untuk proses ini, sekarang diberlakukan peraturan baru untuk melakukan perjanjian (termine) sebelum datang ke kedutaan. Harus diingat bahwa termin ini dibuat oleh masing-masing pelamar visa, dalam kasus saya, karena akan membuat 4 visa berarti harus membuat 4 termin, termasuk anak-anak dan bayi. Pembuatan termine dapat dilihat di (https://service2.diplo.de/ rktermin/extern/choose_ realmList.dolocationCode=jaka& request_locale=de ).
Setelah semua berkas masuk..... dimulailah proses menunggu. Pengalaman saya, proses ini berjalan selama hampir satu bulan (ada yang tiga bulan), baru saya mendapatkan surat panggilan. Itu juga setelah saya minta bantuan supervisor untuk menghubungi pihak imigrasi. Jadi… saran saya, sebaiknya ditanyakan secara langsung proses kelanjutan visa ini imigrasi Hannover. Pengalaman waktu itu saya mendapat surat panggilan ke alamat rumah untuk verifikasi.
Yang diminta di dalam surat itu adalah:
1. Kontrak rumah yang baru
2. Kontrak kerja/beasiswa
3. Print out tabungan 3 bulan
4. Surat pernyataan dari kantor tentang pendapatan setelah keluarga datang
5. Paspor
Waktu verifikasi itu, semua terlihat lancar tidak ada masalah, dan seharusnya proses apply visa selesai disini dan tinggal menunggu visa keluar sekitar 1 atau 2 minggu kemudian.
Namun…, untuk kasus saya sedikit berbeda, saya harus menunggu hampir dua bulan untuk mendapatkan berita. Waktu itu ada telepon dari kedutaan Jerman di Jakarta ke istri bahwa immigrasi di hannover minta berkas (surat nikah dan akte) di legalisir. Waktu itu saya memang sengaja tidak melegalisir, karena informasi via email dengan kedutaan di Jakarta mengatakan tidak perlu. Setelah saya tanyakan lagi, mereka bilang beberapa kota khusus yang mewajibkannya, kemungkinan hannover salah satunya, katanya (bentuk jawaban ngeles atau benar, saya tidak tahu-red). Setelah semua lengkap, saya apply lagi (tanpa membuat termine), dan setelah setiap hari menelpon ke kedutaan hingga selama dua minggu untuk menanyai kabar visa, ternyata.... visa keluarga blum keluar juga.
Dalam waktu menunggu hampir dua minggu itu, ternyata pihak imigrasi Hannover mengirim surat lagi kesaya dan mengatakan bahwa luasan rumah yang saya tempati kurang besar. Perhitungan mereka adalah untuk 2 orang dewasa dengan 3 anak adalah 56 m2, dan saya mendapat torelansi sebesar 10 % dari luas itu, jadi mereka minta luas minimal adalah 50,4 m2, padahal luas rumah saya 48 m2. Waktu itu saya sedikit strees juga, namun…setelah di bantu supervisor, ternyata ada UU atau peraturan mengenai syarat-syarat luas tempat tinggal di Jerman.
Alamatnya dapat dilihat disini:
Bisa dilihat di pasal 17.4 tentang Wohnraumerfordernis
Kesimpulan dari peraturan itu, luas tempat tinggal di Jerman adalah disesuaikan dengan umur, yaitu :
- Umur diatas 6 tahun : 12 m2
- Umur antara 2 - 6 tahun : 10 m2
- Umur di bawah 2 tahun : tidak dihitung
Jadi untuk kasus saya, hintungannya adalah minimal 46 m2 dan bisa dikurangi lagi 10% hingga 41,4 m2. Dari situ, kemudian saya bersama pak Johar mencoba memperjuangkan untuk tetap menggunakan rumah yang sudah ada, dan Alhamdulillah berhasil…!!!. Akhirnya setelah seminggu kemudian, visa keluarga saya keluar dan sekarang sudah ada di Hannover.
Itu mungkin sedikit pengalaman saya tentang cara mendatangkan keluarga ke Hannover. Semoga bermanfaat bagi bapak-bapak atau ibu-ibu yang ingin membawa keluarga ke Jerman. Minta doanya juga, agar saya bersama keluarga selalu dilindungi dan diberkahi Allah SWT.
Terima kasih.
Wassalam,
-wiyono-
sumber; Milis Keluarga Muslim Hannover (KMH)
Banyak sedikitnya perpustakaan merupakan salah satu ciri intelektualitas masyarakat, jika perpustakaan sangat mudah ditemukan, indikasi bahwa intelektualitas masyarakat dilingkungan tersebut baik dan sebaliknya.
Di Jerman sangat mudah kita menemukan perpustakaan, mulai dari perpustakaan kampus, yang terbuka seluas-luasnya bagi siapapun, termasuk bagi anda yang bukan berstatus mahasiswa, ada perpustakaan kota, dan yang unik adalah perpustakaan di areal taman gereja atau taman bermain umum lainnya. Pada kesempatan ini saya tidak membahas perpustakaan kampus dan perpustakaan kota di Jerman.
Mudah menemukan, ditaman-taman gereja atau di areal main anak-anak terdapat satu lemari buku, berisi penuh buku, yang disediakan bagi siapa saja untuk membaca, meminjam, atau bahkan mungkin mengambilnya baik untuk baca ditempat atau dibawa ke rumah. Sepertinya perpustakaan ini diadakan dalam rangka memberi jawaban dari keprihatinan pihak gereja terhadap hilangnya semangat beragama di masyarakat Jerman.
Saya sempat memperhatikan beberapa pembaca perpustakaan ini, dan saya menemukan pembaca yang datang ke perpustakaan mini ini, untuk mengembalikan buku yang pernah dipinjamnya ke rak semula. Atau bisa jadi, pembaca tersebut menambahkan koleksi buku di rak tersebut, untuk dimanfaatkan bagi orang lain. Dari perpustakaan mini ini, saya mendapatkan pelajaran kemudahan mendapatkan bahan bacaan, sarana untuk berbagi ilmu pengetahuan, kemandirian, dan edukasi kejujuran, dan tentunya juga pelajaran upaya memperbaiki intelektualitas lingkungan.
Saya sempat memperhatikan beberapa pembaca perpustakaan ini, dan saya menemukan pembaca yang datang ke perpustakaan mini ini, untuk mengembalikan buku yang pernah dipinjamnya ke rak semula. Atau bisa jadi, pembaca tersebut menambahkan koleksi buku di rak tersebut, untuk dimanfaatkan bagi orang lain. Dari perpustakaan mini ini, saya mendapatkan pelajaran kemudahan mendapatkan bahan bacaan, sarana untuk berbagi ilmu pengetahuan, kemandirian, dan edukasi kejujuran, dan tentunya juga pelajaran upaya memperbaiki intelektualitas lingkungan.
Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM)
Saya teringat Indonesia yang sedang bergeliat kearah yang lebih baik, program seperti ini perlu diamati, ditiru dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia. Mungkin sudah ada, dan saya meyakini program kecil seperti ini perlu di inisiasi untuk diperbanyak di lingkungan terdekat kita, misalnya dari Yayasan Sosial, Karang Taruna, Masjid, Kampus, RT, RW, Kelurahan, Lembaga Amil Zakat, Organisasi Massa, Partai Politik, dan siapa saja yang peduli agar masyarakat mudah mendapatkan buku.
Kalau ada yang berfikiran kritis, "wah ....kalau dengan cara seperti itu akhirnya, buku-buku yang ada di lemari perpustakaan mini tersebut, lambat laun akan habis karena tidak dipulangkan oleh peminjamnya". Saya fikir fikiran kritis seperti ini tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak mutlak benar 100%. Karena pada dasarnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang jujur, dan kita perlu mencari sarana-sarana edukasi yang membuktikan bahwa kejujuran bangsa Indonesia masih terjaga dengan baik. Awalnya akan ada buku-buku yang hilang, dan diantisipasi dengan menyediakan buku catatan peminjaman buku yang diisi sendiri oleh peminjam, saat yang sama buatlah pengumuman yang isinya mengedukasi timbulnya kesadaran untuk memulangkan buku-buku yang dipinjam, agar yang lain bisa juga mengambil manfaat dari buku tersebut, dan yakinlah seiring dengan waktu akan muncul sikap kejujuran ditengah-tengah masyarakat kita.
Dan kalaupun, buku-buku di lemari perpustakaan mini tersebut, semakin hari semakin berkurang, maka ngak usah terlalu khawatir, ajaklah pihak-pihak yang peduli untuk membantu pengadaan buku, seperti perorangan, yayasan sosial, masjid, lembaga amil zakat, atau bahkan penerbit buku. Untuk perseorangan saja, saya sangat yakin ada yang tergerak mensupport pengadaan buku. Banyak perpustakaan pribadi dirumah-rumah penduduk yang belum optimal pemanfaatanya, dengan berbagai alasan, bisa karena masih dibutuhkan, bisa karena yang punya sedang diluar negeri, dll. Sayang kan...buku-buku yang berisi ilmu pengetahuan tersebut hanya menjadi pajangan didalam rumah dan tidak dibaca.
Mempunyai koleksi buku yang banyak adalah baik, dan akan lebih baik lagi jika koleksi buku yang banyak tersebut dimanfaatkan oleh banyak orang.
Jika ada orang yang tergerak untuk menjadi pioner perpustakaan seperti ini, maka para inisiator bisa bekerja sama dengan perangkat RT, RW dan Kelurahan untuk menyediakan tempatnya, dan mengandeng penerbit-penerbit buku untuk mengadakan bukunya. Pengalaman saya dulu bekerja di penerbitan buku, memberi pelajaran bahwa banyak sekali buku yang bisa disumbangkan oleh penerbit untuk kegiatan sosial penuh manfaat dan bernilai edukasi tinggi seperti ini.
Kalau ada yang menginginkan program seperti ini juga bermakna edukasi kejujuran dan bagian dari upaya pemberantasan korupsi, maka bisa juga mengandeng KPK, dan LSM Antikorupsi, serta aktivisnya untuk memberikan makna lebih pada program ini.
Mengancam penerbit buku dan Toko Buku?
Apakah program semacam ini akan mengancam penerbit buku dan toko buku?, saya menjawabnya dengan penuh keyakinan bahwa program seperti ini malah menjadi peluang bagi penerbit untuk melakukan edukasi minat baca masyarakat.
Malah seharusnya penerbit dan toko buku antusias, serta kalau perlu Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan Gabungan Toko Buku Indonesia (GATBI) menginstruksikan kepada seluruh penerbit dan toko buku untuk mensupport penuh program edukasi peningkatan minat baca seperti ini, sehingga program ini bisa benar-benar menjadi kenyataan dan sukses dimana-mana.
Ketika minat baca masyarakat meningkat, banyak pihak yang diuntungkan, masyarakat semakin cerdas, kecerdasan merupakan indikasi dari peningkatan taraf hidup, akan menguntungkan semua pihak, salah satunya adalah penerbit dan toko buku.
Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk menjadi inisiator program seperti ini, dan kita mengimpikan masyarakat mudah mendapatkan buku. Dan juga tidak kalah pentingnya para inisiator hendaknya melakukan seleksi terlebih dahulu terhadap buku-buku yang akan dipajang dalam perpustakaan, agar masyarakat lebih nyaman dan aman membaca. Selamat mencoba, Cerdaslah bangsa ku. Amin ya robbil alamin.
Apakah program semacam ini akan mengancam penerbit buku dan toko buku?, saya menjawabnya dengan penuh keyakinan bahwa program seperti ini malah menjadi peluang bagi penerbit untuk melakukan edukasi minat baca masyarakat.
Malah seharusnya penerbit dan toko buku antusias, serta kalau perlu Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan Gabungan Toko Buku Indonesia (GATBI) menginstruksikan kepada seluruh penerbit dan toko buku untuk mensupport penuh program edukasi peningkatan minat baca seperti ini, sehingga program ini bisa benar-benar menjadi kenyataan dan sukses dimana-mana.
Ketika minat baca masyarakat meningkat, banyak pihak yang diuntungkan, masyarakat semakin cerdas, kecerdasan merupakan indikasi dari peningkatan taraf hidup, akan menguntungkan semua pihak, salah satunya adalah penerbit dan toko buku.
Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk menjadi inisiator program seperti ini, dan kita mengimpikan masyarakat mudah mendapatkan buku. Dan juga tidak kalah pentingnya para inisiator hendaknya melakukan seleksi terlebih dahulu terhadap buku-buku yang akan dipajang dalam perpustakaan, agar masyarakat lebih nyaman dan aman membaca. Selamat mencoba, Cerdaslah bangsa ku. Amin ya robbil alamin.
Semoga bermanfaat.
Hannover, Jerman, 29 Agustus 2012
catatan: judul diedit menjadi Belajar Jujur dengan Perpustakaan Mini ala Jerman, judul ini diinspirasi dari judul yg diberikan redaksi kompasiana, judul awalnya Perpustakaan Mini, Gratis, Swalayan, serta edukasi Jujur di Jerman
| Perpustakaan mini di gereja Markhale, Hannover, Jerman |
Oleh: Jaharuddin
"Nantilah...kalau sudah pulang ke Indonesia, baru......". Ungkapan yang beberapa kali saya dengarkan tentang menunda-nunda amal kebajikan.
Benar bahwasanya kita perlu melakukan adaptasi dalam setiap perubahan-perubahan yang terjadi pada diri kita dan lingkungan kita. namun adabtasi yang benar tersebut bukan berarti menyebabkan kita menjadi peragu atau malah menunda-nunda amal kebajikan. Memang benar ketika anda pindah ke tempat baru, maka banyak hal yang berubah, seperti teman-teman, tetangga, obyek dakwah dan seterusnya, misalnya dulu anda dosen, banyak sekali mahasiswa yang menunggu anda untuk diminta mengisi kajian-kajian ilmiah dan keIslaman di kampus anda, nah saat ini anda misalnya malah kembali menjadi mahasiswa kembali, di lingkungan sangat sedikit mahasiswa Islamnya. Tentunya jika anda membayangkan seperti dulu anda di Indonesia, maka anda akan gelagapan dalam beramal.
Dalam kasus lain, misalnya, menunda-nunda memberikan memberikan bantuan, dengan harapan dan keyakinan bahwa dimasa yang akan datang kondisi anda lebih baik. sikap seperti ini mengandung banyak kelemahan, kondisi apa yang menjamin bahwa anda "pasti' akan lebih baik dimasa mendatang, dan yang lebih terpenting lagi, sampaikah umur anda dimasa yang anda bayangkan tersebut?
Dengan demikian yang perlu dilakukan adalah jangan menunda-nunda amal kebajikan, kalau dulu anda terbiasa mengisi kajian ilmiah dan keIslaman di kampus anda di Indonesia, cari peluang-peluang agar anda tetap bisa melakukan hal yang sama di tempat baru anda, kalau anda dulu sering membantu dengan berbagai cara, maka cari cara agar saat inipun anda bisa melakukannya, walaupun tentunya tidak persis sama dengan dulu yang anda lakukan.
Cara adaptasi inilah yang penting dilakukan, bukan menunggu kondisi dan situasi yang dibayangkan difikiran anda, karena kondisi dan situasi yang ada difikiran anda bisa jadi mimpi yang bisa terwujud, namun bisa jadi tetap menjadi mimpi yang tidak jelas kapan terwujudnya.
Kalau anda menunda karena harapan akan lebih ideal kondisinya nanti setelah anda pulang lagi ke Indonesia, maka perlu di ingat, kondisi beberapa tahun yang lalu anda berangkat ke luar negeri, belum tentu sama dengan kondisi saat anda nanti pulang ke Indonesia. Karena sudah menjadi hukum alam lingkungan selalu berubah dengan kurun waktunya masing-masing, bisa jadi teman-teman anda juga sudah berubah, lingkungan anda juga berubah dan seterusnya.
Dengan demikian tidak ada jaminan bagi anda bahwa saat anda nanti pulang kembali ke Indonesia, maka anda akan opmtimum melakukan amal kebajikan. Dengan demikian dimanapun anda berada, lakukanlah adaptasi dan bebuatlah amal kabajikan, jangan menunda-nunda.
semoga bermanfaat.
Hannover, Jerman, 28 agustus 2012,pk 04.26 CET, beberapa saat setelah adzan subuh.
Kemarin saya membesuk istri seorang sahabat yang sedang dirawat di Hildesheim, 30 menit perjalanan dari kota Hannover. Keluarga ini adalah keluarga muda, suami istri berasal dari Jawa Barat. Saya jadi teringat dengan pesan moral ketika kita membaca biografi orang-orang sukses dalam sejarah. ketika anda melihat orang sukses, jangan serta merta anda hanya melihat hasil akhir (sukses) nya mereka saat ini, kalau anda serius mau belajar dari orang-orang sukses, anda juga harus menelusuri jejak perjuangan mereka ketika mereka menapaki tangga sukses. biasanya orang-orang sukses selalu dihadang dengan tantangan-tantangan kehidupan, dan mereka mampu menyelesaikannya dengan baik.
Jika anda mempelajari orang sukses, apa saja tantangan kehidupan yang mereka hadapi, bagaimana mereka menyelesaikan masalah tersebut, dan akhirnya menjadi pemenang dalam pertarungan dengan masalah yang dihadapi, menjadi point penting untuk dipelajari dan diambil pelajaran berharga. Saya teringat kisah suksesnya Prof. B.J Habibie, yang sangat banyak menginspirasi orang untuk belajar ke Jerman.
Saya pernah mendengar cerita, bahwa BJ Habibie pun, tidak serta merta mendapatkan kesuksesannya, beliau harus pindah kampus dari Braunsweig ke Achen, untuk mendapatkan kondisi yang lebih optimum, ini salah satu rintangan kecil yang beliau hadapi.
Kembali pada keluarga sahabat saya yang sedang dirawat, saya melihat salah satu contoh mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang menapaki tangga suksesnya, seorang mahasiswa yang memberanikan diri mengambil keputusan besar untuk menikah ketika mereka masih berstatus mahasiswa, dan bukan hanya itu, mereka memutuskan untuk mandiri berkeluarga di Jerman, jauh dari sanak famili di Indonesia.
Alangkah beratnya perjuangan yang mereka harus lalui, sang suami setiap hari kecuali hari minggu, mulai bekerja pada pukul 02.30, disaat orang tertidur lelap, mereka sudah memulai hari untuk bekerja, dan baru selesai sekitar pukul 05.00 pagi. Selanjutnya persiapan untuk menghadapi kuliah, atau bahkan ujian. Luar biasa !, saat ini kebetulan masih musim panas, jadi udara dipagi hari sangat bersahabat, coba anda bayangkan jika musim dinggin, pada siang hari saja udara suhunya minus, apalagi pada malam hari...brrrr....dingin...membeku.
Kalau Allah memberikan tantangan kehidupan berupa sakit, maka menjadi tantangan tersendiri , karena, tidak ada keluarga yang bisa diminta tolong untuk menjenguk, atau untuk membantu meringankan sedikit beban yang menghimpit. tidak ada kata lain selain: mandiri, semuanya diurus dan dikerjakan sendiri, tidak merepotkan siapapun.
Sang pasienpun, juga dituntut untuk mandiri, sebagai contoh, pada malam hari anda tidak dibolehkan ditemani oleh keluarga jika anda sedang rawat inap di rumah sakit. jadi anda harus bisa sendiri, dikamar rumah sakit, dan jika ada yang bisa dikerjakan sendiri, maka kerjakanlah, jangan merepotkan orang lain, walaupun anda sendiri sedang sakit. Jadi semanja apapun anda dulu ditanah air, maka kalau anda memutuskan tinggal di Jerman, maka dari awal anda harus siap, untuk mandiri, dan tidak cengeng, mampu hidup keras di negeri orang.
Ketika mengamati, mempelajari dan mengambil ibroh dari keluarga sahabat ini, saya juga ketemu keluarga muda Indonesia lainnya. dan akhirnya saya juga mendapatkan salah satu episode perjuangan keluarga muda ini, belum lama menikah, istrinya yang berprofesi dokter gigi menyusul sang suami ke Jerman, mukimlah mereka di kota Hannover, sang suami saat itu sedang menyelesaikan tesis masternya. Sang suami diharuskan untuk operasi mulut dan rahang, ada bagian rahang yang harus di betulkan letaknya, dan singkat cerita dilakukanlah operasi dimulutnya.
Mereka melewatinya secara mandiri, air mata sedihpun sering keluar dari sang istri, rasa penat juga melingkupi hari-hari perjuangan tersebut. Keluarga belia yang diharuskan oleh kondisi untuk secepatnya beradaptasi dengan kemandirian Jerman. dan ternyata mereka mampu melewatinya dengan baik, sang suami saat ini sudah selesai masternya dan saat ini sang suami sudah bekerja tetap disalah satu perusahaan besar di Jerman. sang istri saat ini sedang melanjutkan studinya sebagai mahasiswa master.
sekali lagi, luar biasa, salah satu fragmen perjuangan mahasiswa Indonesia yang ada di Jerman, dan saya sangat yakin banyak fragmen perjuangan mahasiswa Indonesia lainnya di Jerman, yang bisa diambil banyak pelajaran.
sebagai renungan....apakah saya termasuk yang berjuang...?
sebagai renungan....apakah saya termasuk yang berjuang...?
semoga bermanfaat
Musim panas, 26 agustus 2012
Budaya mempunyai peran penting terbentuknya kondisi yang lebih baik, jika salah dalam memahami budaya bisa berakibat fatal, sesuatu yang dianjurkan menjadi seolah-olah wajib, sementara sesuatu yang dilarang bisa menjadi boleh atau biasa saja. Sebagai contoh, ketika proses pernikahan, salah satu perkara besar yang disiapkan adalah pesta pernikahan dan aksesorisnya, seperti, berapa orang yang akan diundang?, digedung mana?, siapa saja tokoh yang akan diundang? dan seterusnya. Padahal tidak ada ketentuan bahwa syarat sahnya nikah adalah pesta. Pesta sesungguhnya adalah anjuran yang jika anda mampu melaksanakannya, maka sangat dianjurkan. Namun jika anda tidak mampu melaksanakannya maka tidak perlu melaksanakan, cukup melaksanakan akad nikah, anda sah menjadi suami istri, menjadikan yang haram menjadi halal.
Namun di tengah-tengah masyarakat terbentuk budaya yang sangat kuat bahwa pernikahan tersebut "wajib" dipestakan, semakin besar pesta pernikahannya seolah-olah semakin tinggi kelas sosial yang bersangkutan. Akhirnya jika tidak punya dana yang cukup berhutangpun tidak masalah.
Contoh lain, "budaya" korupsi diduga sudah lama terbentuk dalam penyelengaraan negara, akhirnya susah untuk benar-benar tidak kena getahnya korupsi, mulai dari kelurahan sampai pelayanan yang tertinggipun terdapat getah-getah korupsi, masih ada sebagian pelaksana negara yang menganggap "budaya' korupsi sudah menjadi biasa dan tidak masalah jika melakukannya.
Budaya mempunyai peran yang besarnya dalam membentuk dan merubah pola perilaku dari suatu bangsa, perbaikan dan kemajuan bisa terjadi, jika terjadi perubahan budaya ke arah yang labih baik secara konsisten.
Saat ini bangsa Indonesia sedang giat-giatnya memberantas "budaya" korupsi, dengan cara menyelidiki, menangkap, mengadili dan memenjarakan pelaku korupsi, ini perlu didukung dan diapresiasi sangat besar. Namun hal yang mendasar yang juga harus difikirkan adalah jika pendekatan yang dilakukan hanya pendekatan hukum, maka akhirnya yang terjadi adalah perubahan karena takut dihukum, dan ketika hukum lemah serta lengah, budaya lama akan menjangkiti kembali. Diperlukan reformasi budaya, agar terbentuk budaya bahwa korupsi itu benar-benar menjijikkan dan orang yang korupsi adalah lambang keterbelakangan dan kuno.
Bagaimana caranya
Dalam setiap kemajuan selalu diiringi dengan perubahan budaya, sebagai contoh dalam dunia pendidikan, anda yang baru tamat SMU melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Jika budaya yang anda pakai adalah budaya ketika anda di SMU, maka itu adalah indikasi kegagalan anda mengikuti perkuliahan, mengapa demikian? karena anda belum mampu melakukan adaptasi budaya sesuai dengan kebutuhan di lingkungan baru anda. Hal yang sama juga terjadi pada saat anda melanjutkan studi S2 dan S3, jika saat anda memasuki lingkungan S3 yang anda pakai adalah budaya saat anda belajar S1, yakinlah anda akan menghadapi kendala dalam menyelesaikan S3 anda. kalau anda mau berhasil paksa diri anda untuk merubah budaya anda sesuai tuntutan lingkungan S3 yang anda masuki
Dibutuhkan kesadaran dari setiap orang untuk mengetahui apa kebutuhan budaya yang dikehendaki ketika anda masuk dalam tahapan tertentu, dan pastikan budaya tersebut adalah budaya yang benar.Kalau setiap orang sadar bahwa perlu melakukan adaptasi budaya secara terus menerus, ini pertanda perubahan besar akan terjadi, dan secara bertahap perlu dibakukan dalam sistim yang lebih kuat bisa berupa perangkat hukum, tata nilai dan lain-lain.
Dibutuhkan standar
Agar tidak membingungkan, ketika anda memasuki lingkungan budaya yang baru, dan sadar bahwa dibutuhkan adaptasi budaya baru, maka dibutuhkan standar, budaya yang seperti apa yang seharusnya dilakukan dan pastikan budaya tersebut adalah budaya yang benar.
Dalam hal ini saya menyarankan agama menjadi standar benar atau tidaknya budaya. Bagi anda yang muslim, agama Islam menjadi standar apakah budaya yang ada benar atau salah. Ini akan mempermudah bagi anda yang akan memasuki lingkungan baru, apakah budaya pada lingkungan baru anda perlu anda ikuti atau perlu dikritisi bahkan kalau perlu dirubah.
![]() |
| kidsstuffworld.com |
Dibutuhkan kesadaran dari setiap orang untuk mengetahui apa kebutuhan budaya yang dikehendaki ketika anda masuk dalam tahapan tertentu, dan pastikan budaya tersebut adalah budaya yang benar.Kalau setiap orang sadar bahwa perlu melakukan adaptasi budaya secara terus menerus, ini pertanda perubahan besar akan terjadi, dan secara bertahap perlu dibakukan dalam sistim yang lebih kuat bisa berupa perangkat hukum, tata nilai dan lain-lain.
Dibutuhkan standar
Agar tidak membingungkan, ketika anda memasuki lingkungan budaya yang baru, dan sadar bahwa dibutuhkan adaptasi budaya baru, maka dibutuhkan standar, budaya yang seperti apa yang seharusnya dilakukan dan pastikan budaya tersebut adalah budaya yang benar.
Dalam hal ini saya menyarankan agama menjadi standar benar atau tidaknya budaya. Bagi anda yang muslim, agama Islam menjadi standar apakah budaya yang ada benar atau salah. Ini akan mempermudah bagi anda yang akan memasuki lingkungan baru, apakah budaya pada lingkungan baru anda perlu anda ikuti atau perlu dikritisi bahkan kalau perlu dirubah.
Spektrum
Dibutuhkan spektrum yang luas untuk melakukan perubahan budaya di masyarakat, maka perlu dipilih cara dan media yang paling besar dampak dan pengaruhnya pada masyarakat. Dalam perspektif inilah akhirnya media-media budaya berupa seni dengan berbagai variansnya menjadi sangat penting dan strategis. Lihatlah Amerika dengan strategi budaya film mereka, yang mengangkat "Hero" dalam setiap film-film mereka, mulai dari Batman, Spiderman, Robocop, dll. Sadarkah anda, bahwa ada strategi budaya, bukan terjadi dengan sendirinya. Amerika melalui strategi budaya film, mengemas budaya baru bahwa Amerika adalah "Hero" bagi kemanusian dan dunia. Cara ini memuluskan keinginan Amerika untuk menguasai dan menjadi polisi dunia.
Indonesia dulu juga mempunyai "Hero" seperti Pangeran Diponegoro, Fatahillah, Cut Nyak Dien, Si Pitung, Nagabonar, dll. Namun sepertinya tidak terdesign dengan baik, sehingga spektrum dan pengaruhnya kurang masif ditengah masyarakat.
Seni suara, seni film dan sinetron, merupakan media yang besar jangkauanya ke masyarakat, untuk itu diperlukan strategi budaya. Ada strategi nasional yang didesign oleh negara untuk didorong pelaksanaanya kepada para budayawan. Para Budayawan sadar bahwa output yang mereka hasilkan bukan hanya berujung pada melimpahnya materi berupa keuntungan, namun juga berdampak pada terbentuknya budaya yang kuat dan benar ditengah-tengah masyarakat.
Dalam hal ini saya sangat mengapresiasi kerja keras, cerdas dan kreatifnya Habiburrahman el-Zhirazy dan timnya, yang telah mempengaruhi budaya film Indonesia yang tadinya hanya seputar foya-foya, Hedonis,hantu dan seks, menjadi penuh makna, sehat dan benar. Saya melihat tawaran budaya yang jauh lebih baik dari sebelumnya, walaupun mungkin, ini sifatnya masih gebrakan individu bukan strategi budaya secara nasional.
Dengan budaya yang penuh makna, sehat dan benar yang ditawarkan melalui media film, sinetron serta tarik suara, diharapkan mampu membentuk karakter bangsa Indonesia yang benar dan kuat. sehingga budaya kerja keras, jujur, jauh dari korupsi, religius, menjadi terbentuk dengan kuat di masyarakat, dan kemajuan Indonesia bisa kita impikan mengantikan negara-negara yang saat ini menjadi negara maju. Akhirnya saya melihat Indonesia saat ini, sangat membutuhkan reformasi budaya.
semoga bermanfaat
Indonesia dulu juga mempunyai "Hero" seperti Pangeran Diponegoro, Fatahillah, Cut Nyak Dien, Si Pitung, Nagabonar, dll. Namun sepertinya tidak terdesign dengan baik, sehingga spektrum dan pengaruhnya kurang masif ditengah masyarakat.
Seni suara, seni film dan sinetron, merupakan media yang besar jangkauanya ke masyarakat, untuk itu diperlukan strategi budaya. Ada strategi nasional yang didesign oleh negara untuk didorong pelaksanaanya kepada para budayawan. Para Budayawan sadar bahwa output yang mereka hasilkan bukan hanya berujung pada melimpahnya materi berupa keuntungan, namun juga berdampak pada terbentuknya budaya yang kuat dan benar ditengah-tengah masyarakat.
Dalam hal ini saya sangat mengapresiasi kerja keras, cerdas dan kreatifnya Habiburrahman el-Zhirazy dan timnya, yang telah mempengaruhi budaya film Indonesia yang tadinya hanya seputar foya-foya, Hedonis,hantu dan seks, menjadi penuh makna, sehat dan benar. Saya melihat tawaran budaya yang jauh lebih baik dari sebelumnya, walaupun mungkin, ini sifatnya masih gebrakan individu bukan strategi budaya secara nasional.
Dengan budaya yang penuh makna, sehat dan benar yang ditawarkan melalui media film, sinetron serta tarik suara, diharapkan mampu membentuk karakter bangsa Indonesia yang benar dan kuat. sehingga budaya kerja keras, jujur, jauh dari korupsi, religius, menjadi terbentuk dengan kuat di masyarakat, dan kemajuan Indonesia bisa kita impikan mengantikan negara-negara yang saat ini menjadi negara maju. Akhirnya saya melihat Indonesia saat ini, sangat membutuhkan reformasi budaya.
semoga bermanfaat
Hannover, Jerman, musim panas 24 agustus 2012
Sepertinya pertama kali saya mendengar kata diatas, dari wawancara Dahlan Iskan di acara Kick Andy, Metro TV. Saya jadi tercenung juga dengan kata-kata tersebut, seingat saya topik yang ditanyakan Andy F Noya, Hostnya Kick Andy adalah alasan Dahlan Iskan, membuka pintu tol dan menggratiskan mobil-mobil yang sedang antri pada jam sibuk. Alasan Dahlan Iskan sederhana, ..."masak...orang mau bayar saja bersusah-susah, melayani orang yang mau membayar saja lambat, ..bagaimana kondisinya jika melayani orang yang tidak bayar"...menurut Dahlan Iskan ini pembunuhan akal sehat. artinya kalau berfikiran mengunakan akal sehat seharusnya adalah melayani orang yang tidak membayar baik dan yang mau membayar lebih baik, dan tidak kalah dengan keadaan yang melingkupi saat ini.
Saya juga jadi tercenung, dan banyak data dinegara kita yang seolah-olah dibuat menjadi benar, padahal itu sesungguhnya belum tentu benar, namun kebanyakan masyarakat tidak bisa berbuat banyak, akhirnya menerima saja. sebagai contoh: dibuatkannya jembatan penyebrangan untuk pejalan kaki dibanyak kota besar. sebagai contoh di Jakarta. Kita akan menemukan banyak jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki, yang dibuat untuk membantu pejalan kaki, agar tidak tertabrak kendaraan bermotor.
Saya kebetulan diberi kesempatan untuk tinggal di Jerman, dan dari beberapa kota yang saya kunjungi di Jerman, saya sulit menemukan jembatan penyebrangan untuk pejalan kaki di Jerman, akhirnya saya baru tersadar, kenapa di Indonesia begitu banyaknya jembatan penyeberangan pejalan kaki, dan benarkah itu sesungguhnya memberikan pelayanan pada pejalan kaki, atau malah melanggar hak azasinya pejalan kaki?, kalau menurut saya, lebih cendrung berpendapat bahwa adanya jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki, melanggar hak azasi pejalan kaki, mengapa demikian?, karena para pejalan kaki diharuskan bersusah payah memanjat jembatan penyeberangan untuk menyeberang, padahal kita bisa menyaksikan jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki semakin panjang, bukankah ini sesungguhnya mengorbankan hak dasar para perjalan kaki?.
Bukankah seharusnya yang benar itu adalah, pejalan kaki disediakan Zebra Cross untuk menyeberang, dan dijamin keselamatan dan kenyamanannya oleh negara. dengan demikian para pejalan kaki tidak harus bersusah payah memanjat jembatan penyeberangan. Mengapa penduduk yang mempunyai kendaraan bermotor (baik mobil maupun motor), seolah-olah lebih diutamakan dari pejalan kaki. bukankah seharusnya mereka sama di mata negara.
Saya mencari di internet seputar protes masyarakat tentang pengunaan jembatan penyeberangan pejalan kaki, yang saya temukan adalah protes seputar keluhan terhadap perawatan, penerangan, kebersihan, keamanan, dan seterusnya. Ada juga yang protes tidak perlu lagi membangun jembatan penyeberangan karena biayanya besar bila dibandingkan pembuatan zebra cross, dan kenyataanya walaupun ada jembatan penyeberangan, masih sangat banyak orang yang menerabas untuk menyeberang seenak dirinya saja. Ini salah satu bukti bahwa sesungguhnya ada yang salah dari diadakannya jembatan penyeberangan, dan bagi saya yang lebih mendasar lagi, jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki, melanggar hak azasi pejalan kaki, ini berarti pemerintah lebih memprioritaskan para pemilik kendaraan bermotor dibanding pejalan kaki, dan ini sesungguhnya bentuk ketidak adilan. Jadi buatlah zebra cross yg aman dan nyaman untuk pejalan kaki.
Hal lain yang juga membunuh akal sehat adalah, sudah menjadi lazim dimasyarakat, bahwa kalau ingin berpendidikan berkwalitas maka harus bersedia membayar mahal. apakah ini benar? belum tentu, menurut saya yang benar adalah pendidikan berkwalitas tinggi dan murah, kalau perlu gratis, karena ini adalah kebutuhan dasar warga negara yang juga hak dasar warga negara, harus disediakan dan difasilitasi oleh pemerintah.
Hal yang sama juga terjadi pada dunia kesehatan, ada istilah "jangan sakit, karena sakit itu mahal". atau "orang miskin dilarang sakit". Istilah yang lazim diucapkan, saking seringnya diucapkan seolah-olah istilah ini menjadi benar, padahal saya sangat yakin yang benar itu adalah siapapun warga negara yang sakit, maka kewajiban negara untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang baik dan murah, kalau perlu gratis. Mengapa demikian, karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar warga negara, agar bisa produktif, berusaha dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Jadi, sektor-sektor yang merupakan kebutuhan dasar warga negara dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak harus benar-benar disediakan dengan pelayanan dan kualitas yang baik oleh negara. Dan ini adalah amanat pancasila dan UUD 45. Jangan logika berfikir dibalik-balik, sehingga sektor-sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak diserahkan kepada sektor swasta yang bermaksud mencari keuntungan sebesar-besarnya.
Logika berfikir yang benar, hendaknya dimiliki oleh pejabat negara yang digaji dari uang rakyat, karena digaji oleh rakyat maka logika yang benar adalah mengabdi sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, dengan cara memberikan kepastian bahwa kebutuhan dasar rakyat dipenuhi dan dilayani dengan baik, dan merasa berdosa dan gagal, kalau rakyat masih bersusah payah mendapatkan hak-hak dasarnya.
Bagi rakyat, jangan diam saja, kita semua berhak menuntut perbaikan pelayanan dan kualitas dalam pemenuhan hak-hak dasar, karena bagi rakyat adalah hak dan bagi pemerintah adalah kewajiban yang harus ditunaikan.
Sebagai tambahan informasi, pembunuhan akal sehat, bukan hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, hal yang sama juga terjadi dinegara maju seperti Jerman, dengan bentuk lain, seperti: Jika anda sedang belanja di supermarket atau minimarket, coba perhatikan, berapa orang dari pengunjung yang membeli alkhohol dengan berbagai merk, saya pernah memperhatikan, dan ternyata banyak, seperti layaknya orang membeli air minum dalam kemasan di Indonesia. jadi sangat lazim bagi mereka membeli dan meminum alkhohol, dimana-mana kita dengan mudah menemukan kedai/toko yang menjual alkhohol, sangat sulit menemukan party yang bebas dari alkhohol, dan dengan mudah pula kita menemukan orang minum alkhohol. Padahal angka kecelakaan akibat minum alkhohol di Jerman tinggi. Ini kebiasaan yang juga membunuh akal sehat, yang benar adalah karena alkhohol membahayakan dan bukti-bukti ilmiah banyak sekali yang mendukung, seharusnya kalaupun penjualan, distribusi dan minum alkhohol tidak dilarang, minimal seharusnya dibatasi dengan ketat.
Semoga bermanfaat.
Hannover, Jerman, Musim panas, 22 Agustus 2012
Saya mencari di internet seputar protes masyarakat tentang pengunaan jembatan penyeberangan pejalan kaki, yang saya temukan adalah protes seputar keluhan terhadap perawatan, penerangan, kebersihan, keamanan, dan seterusnya. Ada juga yang protes tidak perlu lagi membangun jembatan penyeberangan karena biayanya besar bila dibandingkan pembuatan zebra cross, dan kenyataanya walaupun ada jembatan penyeberangan, masih sangat banyak orang yang menerabas untuk menyeberang seenak dirinya saja. Ini salah satu bukti bahwa sesungguhnya ada yang salah dari diadakannya jembatan penyeberangan, dan bagi saya yang lebih mendasar lagi, jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki, melanggar hak azasi pejalan kaki, ini berarti pemerintah lebih memprioritaskan para pemilik kendaraan bermotor dibanding pejalan kaki, dan ini sesungguhnya bentuk ketidak adilan. Jadi buatlah zebra cross yg aman dan nyaman untuk pejalan kaki.
Hal lain yang juga membunuh akal sehat adalah, sudah menjadi lazim dimasyarakat, bahwa kalau ingin berpendidikan berkwalitas maka harus bersedia membayar mahal. apakah ini benar? belum tentu, menurut saya yang benar adalah pendidikan berkwalitas tinggi dan murah, kalau perlu gratis, karena ini adalah kebutuhan dasar warga negara yang juga hak dasar warga negara, harus disediakan dan difasilitasi oleh pemerintah.
Hal yang sama juga terjadi pada dunia kesehatan, ada istilah "jangan sakit, karena sakit itu mahal". atau "orang miskin dilarang sakit". Istilah yang lazim diucapkan, saking seringnya diucapkan seolah-olah istilah ini menjadi benar, padahal saya sangat yakin yang benar itu adalah siapapun warga negara yang sakit, maka kewajiban negara untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang baik dan murah, kalau perlu gratis. Mengapa demikian, karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar warga negara, agar bisa produktif, berusaha dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Jadi, sektor-sektor yang merupakan kebutuhan dasar warga negara dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak harus benar-benar disediakan dengan pelayanan dan kualitas yang baik oleh negara. Dan ini adalah amanat pancasila dan UUD 45. Jangan logika berfikir dibalik-balik, sehingga sektor-sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak diserahkan kepada sektor swasta yang bermaksud mencari keuntungan sebesar-besarnya.
Logika berfikir yang benar, hendaknya dimiliki oleh pejabat negara yang digaji dari uang rakyat, karena digaji oleh rakyat maka logika yang benar adalah mengabdi sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, dengan cara memberikan kepastian bahwa kebutuhan dasar rakyat dipenuhi dan dilayani dengan baik, dan merasa berdosa dan gagal, kalau rakyat masih bersusah payah mendapatkan hak-hak dasarnya.
Bagi rakyat, jangan diam saja, kita semua berhak menuntut perbaikan pelayanan dan kualitas dalam pemenuhan hak-hak dasar, karena bagi rakyat adalah hak dan bagi pemerintah adalah kewajiban yang harus ditunaikan.
Sebagai tambahan informasi, pembunuhan akal sehat, bukan hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, hal yang sama juga terjadi dinegara maju seperti Jerman, dengan bentuk lain, seperti: Jika anda sedang belanja di supermarket atau minimarket, coba perhatikan, berapa orang dari pengunjung yang membeli alkhohol dengan berbagai merk, saya pernah memperhatikan, dan ternyata banyak, seperti layaknya orang membeli air minum dalam kemasan di Indonesia. jadi sangat lazim bagi mereka membeli dan meminum alkhohol, dimana-mana kita dengan mudah menemukan kedai/toko yang menjual alkhohol, sangat sulit menemukan party yang bebas dari alkhohol, dan dengan mudah pula kita menemukan orang minum alkhohol. Padahal angka kecelakaan akibat minum alkhohol di Jerman tinggi. Ini kebiasaan yang juga membunuh akal sehat, yang benar adalah karena alkhohol membahayakan dan bukti-bukti ilmiah banyak sekali yang mendukung, seharusnya kalaupun penjualan, distribusi dan minum alkhohol tidak dilarang, minimal seharusnya dibatasi dengan ketat.
Semoga bermanfaat.
Hannover, Jerman, Musim panas, 22 Agustus 2012
Oleh: Jaharuddin
"Tidak seorangpun yang berdo'a, melainkan ia berada diantara salah satu kelompok ini: kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaanya, atau ditunda (pengabulannya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya" (HR Ahmad & Hakim).
Saya menemukan hadis ini pada saat yang tepat, yaitu saat saya menerima pengumuman beasiswa Indonesia German Scholarship Program (IGSP) tahun ini, pengumuman ini saya tunggu-tunggu beberapa pekan ini, pasca wawancara di Bonn beberapa pekan yang lalu, dan hasilnya saya belum berhasil mendapatkan beasiswa ini. Insya Allah saya sudah berusaha melengkapi dan mengikuti rangkaian proses seleksi beasiswa dengan baik, dan terima kasih atas bantuan, do'a dari semua pihak, terkhusus istri tercinta, yang tahu persis bagaimana "stress" nya saya menyiapkan rangkaian seleksi ini. juga kepada omak di pesagang, mama mertua di Jakarta, om, tante, teman-teman di Jerman, dan semua pihak yang tidak tersebutkan satu persatu.
Belum berhasil dalam mendapatkan beasiswa kali ini, bukan akhir segalanya, masih banyak cara dan ladang amal yang lain yang bisa dilakukan untuk pengembangan diri. Kalau kita rujuk kembali kepada hadis diatas, maka memberikan ketenangan kepada diri kita bahwasanya Allah lah yang lebih tahu terhadap apa yang akan terjadi dan Allahlah yang lebih tahu terhadap kemampuan diri kita melebihi tahunya kita terhadap diri kita sendiri. mengapa demikian? karena sebagai manusia yang beriman, maka kita sesadar-sadarnya mengetahui bahwa kita adalah ciptaan Allah (QS. Ad-Dzariat: 56, QS. Al-Baqarah: 21, dll), dan Allah maha tahu terhadap setiap partikel didalam tubuh kita.
Tugas kita adalah, berusaha maksimal untuk mendapatkan sesuatu, dan hasilnya ikhlaskan dengan keputusan dari Allah SWT.
Teruslah berjuang, dan jangan terlalu lama meratapi kegagalan, lihatlah dalam prespektif positif, bahwa Allah menghendaki kita untuk lebih keras berjuang, dan jika satu pintu tertutup, yakinlah pintu-pintu lain akan terbuka, dan menunggu anda untuk mengetuk dan memasukinya.
Teruslah berjuang, dan jangan terlalu lama meratapi kegagalan, lihatlah dalam prespektif positif, bahwa Allah menghendaki kita untuk lebih keras berjuang, dan jika satu pintu tertutup, yakinlah pintu-pintu lain akan terbuka, dan menunggu anda untuk mengetuk dan memasukinya.
Hayooo tetap semangaaat.
Hannover, Musim panas, agustus 2012
Oleh: Jaharuddin
Tentunya anda pernah menghadapi menumpuknya pekerjaan, sementara waktu yang anda miliki untuk menyelesaikannya, terbatas. ada kalanya muncul rasa cemas, panik, dan bisa jadi menstimulan stress, dan kalau ini terjadi, efek selanjutnya bisa terjadi, misalnya mual, ngak selera makan, suntuk, dan seterusnya.
Berikut langkah sederhana yang anda bisa lakukan, jika anda dalam kondisi menghadapi setumpuk pekerjaan yang anda harus lakukan.
1. Kendalikan diri anda, anda tidak perlu panik, apalagi stress, yakinlah pekerjaan yang anda hadapi semuanya bisa anda lakukan dengan baik.
2. Selanjutnya, buatlah list pekerjaan yang akan anda kerjakan.
3. Buat skala prioritas, mana yang paling prioritas untuk anda kerjakan, saat yang sama juga anda menandai, mana pekerjaan yang anda menyukai dan mudah untuk anda kerjakan.
4. Jika anda mempunyai waktu yang relatif longgar, maka mulailah mengerjakan tugas-tugas yang anda sukai dan mudah anda kerjakan, dengan cara ini sebagian dari list tugas yang seharusnya anda kerjakan akan terselesaikan dengan baik.
5. Namun jika waktu anda, sedikit, maka mulailah mengerjakan tugas-tugas yang masuk dalam prioritas, dan anda menyukainya.
6. Selanjutnya kerjakanlah satu persatu tugas anda, sampai selesai.
7. Jika akhirnya ada yang tidak selesai, dan dari sisi waktu masih mungkin untuk dikerjakan pada hari-hari selanjutnya, maka masukkan dalam list agenda kerja yang akan anda kerjakan pada hari selanjutnya. kebiasaan ini, akan memberikan budaya pada diri anda, untuk menulis agenda-agenda yang akan anda kerjakan, saat yang sama, anda juga terbiasa untuk melakukan evaluasi dari semua pekerjaan yang telah dan yang akan anda lakukan.
selamat mencoba.
Hannover, Jerman, musim panas 2012
Oleh: Jaharuddin
Ini idul fitri kedua bagi saya sekeluarga di Jerman, sebenarnya dalam hati kami tetap saja ada perasaaan sedih dan merindukan suasana idul fitri di tanah air, namun dari kemarin kami mencoba membuat suasana biasa saja, ngak usah terlalu difikirin, toh banyak nikmat dari Allah yang bisa dinikmati dari tahapan sejarah dalam kehidupan kami. Untuk menghibur diri, berkata dalam hati, tidak semua orang mempunyai kesempatan merasakan idul fitri ditanah rantau bernama Jerman, kemudian dari kemarin saya berusaha untuk tidak menghidupkan TV Indonesia, yang pemberitaannya seputar mudik, karena ini bikin sedih.
Ini idul fitri kedua bagi saya sekeluarga di Jerman, sebenarnya dalam hati kami tetap saja ada perasaaan sedih dan merindukan suasana idul fitri di tanah air, namun dari kemarin kami mencoba membuat suasana biasa saja, ngak usah terlalu difikirin, toh banyak nikmat dari Allah yang bisa dinikmati dari tahapan sejarah dalam kehidupan kami. Untuk menghibur diri, berkata dalam hati, tidak semua orang mempunyai kesempatan merasakan idul fitri ditanah rantau bernama Jerman, kemudian dari kemarin saya berusaha untuk tidak menghidupkan TV Indonesia, yang pemberitaannya seputar mudik, karena ini bikin sedih.
Idul fitri kami tahun ini jatuh pada hari ahad, ini membuat kami di Jerman, menjadi semakin antusias untuk menggelar acara sendiri, karena semua warga Indonesia yang ada di Hannover, bisa menghadiri acara ini, karena mereka bisa libur dari pekerjaan, akan sedikit berbeda kondisinya jika idul fitri jatuh pada hari kerja, sebagian besar warga Indonesia di Hannover, yang terdiri dari mahasiswa dan bekerja, akan dihadapkan pada posisi sulit yaitu harus kuliah, atau bekerja di tempat masing-masing, atau menghadiri sholat idul fitri.
Karena jatuh pada hari libur, maka kami menyiapkan pelaksanaan sendiri untuk warga Indonesia, kami mulai menyebar informasi di milis keluarga muslim Hannover (KMH) dan grup kmh di facebook, dibentuk panitia untuk mensukseskan acara ini. dan alhamdulillah satu persatu kerja panitia terlaksana dengan baik. Untuk tempat kami mendapatkan ruang bersama di asrama mahasiswa.
Kami merencanakan sholat idul fitri diadakan pukul 09.00, dengan pertimbangan jangan terlalu pagi, karena kasian keluarga yang mempunyai anak-anak, tentunya repot menyiapkan anak-anak terlebih dahulu, acara dilanjutkan dengan halal bi halal, yang tentunya disertai dengan aneka menu hidangan nusantara. Pada kali ini kangen terhadap masakan Indonesia terobati, karena aneka makanan nusantara tersaji dengan rasa asli Indonesia dengan jenis beraneka ragam, dari siomay, sate padang, rendang, es buah, dan masih banyak makanan lainnya.
Disamping sudah tersedia makanan siap saji dan tinggal disantap, kami juga mengadakan grillen (barbeque), jadi nuansanya semakin semarak, dan hangat, masing-masing orang bercerita dengan lepas dan bergembira. Apalagi kali ini udaranya panas ala Indonesia, 38' celcius.
Suasana Idul fitri kali ini special, selain karena harinya hari libur, panitia juga menyiapkan ruangan yang di dekor dengan suasana ceria, ada balon dan pita berwarna warni di bagian atas ruang, ada spanduk selamat idul fitri yang khusus dipersembahkan oleh anak-anak Hannover, dengan tulisan warna-warni, dan ada penampilan anak-anak Hannover yang menampilkan kemampuan masing-masing berupa hapalan surat-surat dari juz amma, ada tukar kado, dan juga dihadiri oleh teman-teman muslim dari negeri jiran Malaysia. Bagi anak-anak, mereka mendapatkan hadiah dari panitia, luar biasa senangnya anak-anak dalam melaksanakan idul fitri kali ini, tentunya kalau anak-anak sudah ceria, otomatis orang tuanya akan ikut senang dan bergembira.
Bahkan saya mendapati ada anak-anak yang tidak mau pulang, dibujuk dulu beberapa kali baru mau pulang ke rumahnya....:). selamat pada seluruh panita idul fitri 1433H KMH, semoga jerih payah dan kreatifitas semua pihak, dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT, dan menjadi amal pemberat timbangan kebajikan di yaumil akhir kelak. Dan akhirnya kami sekeluarga mengucapkan terima kasih dan mohon maaf lahir dan bathin, semoga pelaksanaan kegiatan-kegiatan KMH selanjutnya semakin baik, semakin meriah. Amin-amin-amin ya robbil alamin.
Semoga bermanfaat.
Hannover, 1 Syawal 1433 H
Suasana Idul fitri kali ini special, selain karena harinya hari libur, panitia juga menyiapkan ruangan yang di dekor dengan suasana ceria, ada balon dan pita berwarna warni di bagian atas ruang, ada spanduk selamat idul fitri yang khusus dipersembahkan oleh anak-anak Hannover, dengan tulisan warna-warni, dan ada penampilan anak-anak Hannover yang menampilkan kemampuan masing-masing berupa hapalan surat-surat dari juz amma, ada tukar kado, dan juga dihadiri oleh teman-teman muslim dari negeri jiran Malaysia. Bagi anak-anak, mereka mendapatkan hadiah dari panitia, luar biasa senangnya anak-anak dalam melaksanakan idul fitri kali ini, tentunya kalau anak-anak sudah ceria, otomatis orang tuanya akan ikut senang dan bergembira.Bahkan saya mendapati ada anak-anak yang tidak mau pulang, dibujuk dulu beberapa kali baru mau pulang ke rumahnya....:). selamat pada seluruh panita idul fitri 1433H KMH, semoga jerih payah dan kreatifitas semua pihak, dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT, dan menjadi amal pemberat timbangan kebajikan di yaumil akhir kelak. Dan akhirnya kami sekeluarga mengucapkan terima kasih dan mohon maaf lahir dan bathin, semoga pelaksanaan kegiatan-kegiatan KMH selanjutnya semakin baik, semakin meriah. Amin-amin-amin ya robbil alamin.
Semoga bermanfaat.
Hannover, 1 Syawal 1433 H
Oleh: Jaharuddin
Alhamdulillah ini kali kedua saya mengikuti i'tikaf pada malam ke 27 ramadhan di Masjid Muhammad, Vahrenwalderstarsse, Hannover, Jerman. Walaupun Islam di negeri ini minoritas, disaat anda berpuasa dengan mudah mendapatkan orang makan-minum seperti layaknya hari-hari biasa, diperparah dengan suasana musim panas, yang berakibat waktu puasa menjadi panjang, udara panas mendorong para perempuan berpakaian ala kadarnya, suasana taman-taman di pinggir danau dijadikan arena berjemur bagi banyak orang ala pantai. Niat harus diperkuat, mata harus dijaga, dan komitment untuk menjaga puasa harus dibentengi dengan keimanan yang kuat.
Alhamdulillah ini kali kedua saya mengikuti i'tikaf pada malam ke 27 ramadhan di Masjid Muhammad, Vahrenwalderstarsse, Hannover, Jerman. Walaupun Islam di negeri ini minoritas, disaat anda berpuasa dengan mudah mendapatkan orang makan-minum seperti layaknya hari-hari biasa, diperparah dengan suasana musim panas, yang berakibat waktu puasa menjadi panjang, udara panas mendorong para perempuan berpakaian ala kadarnya, suasana taman-taman di pinggir danau dijadikan arena berjemur bagi banyak orang ala pantai. Niat harus diperkuat, mata harus dijaga, dan komitment untuk menjaga puasa harus dibentengi dengan keimanan yang kuat.
Syukur alhamdulillah, di masjid-masjid dan di komunitas muslim, nuansa ramadhan tetap saja kami rasakan dengan kental, beberapa masjid mengadakan berbuka puasa setiap hari, sholat jama'ah biasanya juga lebih banyak jama'ahnya, sholat taraweh diadakan dengan rutin, beberapa komunitas Islam seperti Keluarga Muslim Hannover (KMH), juga rutin pada setiap pekan mengadakan buka puasa bersama, plus ceramah agama yang diisi oleh da'i lokal, maupun da'i dari Indonesia. Da'i dari Indonesia yang tahun ini berkesempatan hadir di Hannover adalah Ustadz Dr. Abas Mansur Tamam, MA dari PKPU dan Ustadz Syarifudin Mustafa Lc,MA yang tahun ini diundang Masjid Al-Falah, Berlin. Sempat pula bershilaturahmi ke Hannover.
Di penghujung ramadhan ini, saya mendapatkan kesempatan kembali untuk mengikuti i'tikaf di masjid Muhammad, Vahrenwalderstrasse. Ada sekitar 70-an orang yang i'tikaf di masjid Muhammad dari berbagai bangsa. Acara I'tikaf di Masjid Muhammad di mulai dari sholat maghrib, sholat Isya, Taraweh, Sholat Tahajud, Sholat Tasbih, diselinggi dua kali ceramah. Bacaan imam di masjid Muhammad ini sungguh merdu, membuat suasana menjadi khusyu dan syahdu.
Sekitar 03.30 sholat-sholat sunnah sudah selesai, jama'ah melanjutkan dengan dzikir dan tilawah al-Qur'an, sambil panitia menyiapkan hidangan sahur ala timur tenggah. Sahur di hidangkan di atas alas yang telah disediakan, diatas alas ini disediakan makanan berupa salami, roti, keju, potongan mentimun, Zaitun dan buah semangka. Jadi sahurnya sangat sehat, dan nuansa berjamaah terasa sangat kental.
I'tikaf tahun ini, untuk orang Indonesianya tidak sebanyak tahun kemarin, karena tahun ini malam 27 ramadhan jatuh pada malam hari kerja, akhirnya sebagian warga Indonesia tidak hadir, yang hadir tahun ini pak Johar, Ustadz Syarifudin Mustafa, Amru, Rachmat, Faris dan Saya.
Tidak lama setelah sahur selesai, jama'ah siap-siap untuk melaksanakan sholat shubuh, kemudian sebagian besar jama'ah pulang kerumahnya masing-masing, mungkin istirahat sebentar untuk memulihkan stamina, agar bisa beraktifitas.
Kami, rehat sejenak di masjid, sambil menunggu waktu syuruk, untuk sholat dhuha, setelah itu baru kami pulang ke rumah masing-masing. Semoga Allah mempertemukan kita kembali pada ramadhan yang akan datang, dan bisa melaksanakan i'tikaf lebih ideal dimasa mendatang. Amin ya robbil alamin.
semoga bermanfaat.
Hannover, 27 Ramadhan 1433H.
Sekitar 03.30 sholat-sholat sunnah sudah selesai, jama'ah melanjutkan dengan dzikir dan tilawah al-Qur'an, sambil panitia menyiapkan hidangan sahur ala timur tenggah. Sahur di hidangkan di atas alas yang telah disediakan, diatas alas ini disediakan makanan berupa salami, roti, keju, potongan mentimun, Zaitun dan buah semangka. Jadi sahurnya sangat sehat, dan nuansa berjamaah terasa sangat kental.
I'tikaf tahun ini, untuk orang Indonesianya tidak sebanyak tahun kemarin, karena tahun ini malam 27 ramadhan jatuh pada malam hari kerja, akhirnya sebagian warga Indonesia tidak hadir, yang hadir tahun ini pak Johar, Ustadz Syarifudin Mustafa, Amru, Rachmat, Faris dan Saya.
Tidak lama setelah sahur selesai, jama'ah siap-siap untuk melaksanakan sholat shubuh, kemudian sebagian besar jama'ah pulang kerumahnya masing-masing, mungkin istirahat sebentar untuk memulihkan stamina, agar bisa beraktifitas.
Kami, rehat sejenak di masjid, sambil menunggu waktu syuruk, untuk sholat dhuha, setelah itu baru kami pulang ke rumah masing-masing. Semoga Allah mempertemukan kita kembali pada ramadhan yang akan datang, dan bisa melaksanakan i'tikaf lebih ideal dimasa mendatang. Amin ya robbil alamin.
semoga bermanfaat.
Hannover, 27 Ramadhan 1433H.

















